
" heyyy tunggu . . . " teriak Puspita sambil menarik hoody yang di kenakan kevin
karena saat itu Kevin menggunakan setelan santai dengan switer hoody warna hitam.kevin pun memaku langkah nya kemudian membalik tubuh nya menghadap Puspita,wanita itu lebih pendek dari nya.
" hei gadis bodoh . . . bisa tidak kalau tidak menggangguku " Kevin sedikit membungkukan tubuh nya.
Puspita pun bertambah kesal,amarah nya memuncak bagaimana tidak setelah kaki nya terluka,pria ini masih saja menghina nya dengan melempar kan uang kepada nya.
Puspita pun hendak menonjok Kevin yang jauh lebih tinggi dari nya,namun lagi lagi dia lupa kalau kaki nya masih belum sembuh,dan alhasil dia malah terpeleset.
". .Brukkkk " Kevin kaget dan belum sempat menahan,tubuh Kevin ikut terdorong oleh Puspita dan mereka berdua pun terjatuh ke lantai yang dimana Puspita berada di atas tubuh Kevin.
kemudian mata mereka pun bertemu,sesaat mereka saling memandang,Kevin pun seketika terpesona dengan kecantikan Puspita,mata Kevin bergerak dari mata,hidup,kemudian berhenti di bibir Puspita.
"cup" . . . tanpa sadar Kevin mengecup bibir mungil Puspita.
mata bambang terbelalak menyaksikan kejadian tersebut.Puspita pun kaget dan segera beranjak dari tubuh kevin,
"kau . . . benar-benar menyebalkan." teriak Puspita,dengan mata berkaca-kaca Puspita pun kemudian berniat melangkah pergi namun kaki nya terasa sangat nyeri.
"aaaahhh kenapa kaki ku tidak bisa bekerja sama,berani nya pria itu mengambil ciuman pertama ku . ." Puspita memejamkan matanya dan seketika air mata nya menetes.
Kevin seperti mengerti apa yang terjadi pada wanita itu,entah kenapa sikap nya yang dingin menjadi iba melihat air mata wanita itu menetes,dada nya terasa ikut merasakan sakit.
tanpa persetujuan Puspita,Kevin membungkuk meraih kaki Puspita dia mengangkat tubuh Puspita ke dalam dekapan nya,dada mereka berdegup kencang saling terdengar di rongga telinga masing-masing.bambang yang sedari tadi menonton membekap mulut nya merasa tidak percaya apa uang di lakukan tuan nya pada Puspita.
"turunkan aku cepat . . dasar menyebalkan,aku benci kamu pria tidak berperasaan." teriak Puspita sambil menggerak gerakan kaki nya dan memukul dada bidang milik Kevin.
mata Kevin menatap dengan tajam " Diam lah,atau aku akan melakukan hal yang lebih dari tadi " Kevin kemudian tersenyum sinis pada Puspita
Puspita pun terdiam dan menurut setelah mendengar ucapan Kevin.
"hmm. . .bagus kau akan lebih cantik ketika diam seperti ini"
Kevin pun melangkah menuju kamar nya sambil menggendong Puspita,dengan perlahan Kevin menidurkan Puspita di ranjang nya,dia menekuk sebelah lutut nya.kemudian Kevin duduk di bibir ranjang dan tangan nya mengambil salep pereda nyeri di nakas tepat di samping ranjang nya.
"k. . k. .kau mau apa sebenarnya ??" ucap Puspita terbata
Kevin melirik Puspita "katakan siapa nama mu ??" sambil tangan nya bergerak mengoleskan krim pereda nyeri pada pergelangan kaki Puspita.
"kenapa kau malah balik bertanya,jawab apa mau mu sebenarnya ??" suara Puspita meninggi
"heh. . ." Kevin memalingkan wajah nya.
__ADS_1
"kau ini sebenarnya bodoh atau apa ?? kau tidak lihat aku mengoleskan salep pada kaki mu hah,dasar gak tau di untung "
" pu. . .pu... Puspita ya nama ku Puspita dan terima kasih sudah mengobati luka ku." Puspita berusaha duduk dan bersandar di ranjang.
suasana menjadi hening dan mereka hanya saling memandang.
"tampan sekali pria ini,dia bagaikan pangeran yang di kirim Tuhan untuk ku "
Puspita pun berusah untuk sadar dari lamunan nya namun melihat Kevin yang masih terus memandang nya.
"gadis bodoh ini menarik juga,bibir mungil nya "
kruwuukkkk . . .
seketika Kevin tersadar ketika perut nya berbunyi,kulit nya yang putih membuat rona merah di pipi nya terlihat jelas.
" eh . . .apakah kau lapar tuan" tanya Puspita
namun Kevin terdiam,dia menunduk menahan rasa perih di perut nya,tubuh nya memanas dan wajah nya pucat,Kevin tidak bisa menahan lapar itu sebeb nya dia mencari pegawai untuk memasak di villa nya.
" baik lah tuan sebenarnya saya kesini di suruh pak Bambang untuk membuat kan mu makan siang." kemudian Puspita beranjak dari kasur hendak pergi ke dapur.
"tuan kau mau makan apa siang ini ??" berdiri di samping Kevin
" apakah kau yakin kau bisa memasak ?? apa kaki mu sudah membaik ?? " tanya Kevin
"ada apa dengan gadis ini,tadi galak banget sekarang bahasa nya formal banget . . ??"
" aku akan membantu mu memasak , , ayo cepatlah aku sudah lapar sekali " ucap Kevin sambil menarik tangan Puspita ke dapur.
Di dapur
" aaaahhh benar-benar di sini tidak ada apa-apa bagaimana ini "
"ada apa puuu . . .??" suara itu terdengar jelas di rongga telinga Puspita
" kau memanggil siapa . .??" tanya Puspita kebingungan
"kau . . . aku merasa nyaman memanggil mu puuu."
"aku . .puu ??" Puspita hanya menggelengkan kepalanya
" Disini tidak ada yang bisa di masa tu..."
__ADS_1
"jangan panggil aku tuan panggil saja aku Kevin,itu terdengar lebih baik" Kevin memotong pembicaraan Puspita.
Puspita hanya menghela nafas panjang, karena dia tidak suka berdebat. " baiklah tu. . .eh kev. .kev. . Kevin" ucap Puspita ragu
"kita harus ke kebun sekarang,untuk mengambil beberapa buah dan sayur di sana" ucap Puspita.
" haiihhhh susah sekali untuk hidup di desa " keluh Kevin
"kau mau ikut atau akan terus mengeluh seperti anak kecil di situ" teriak Puspita yang lebih dulu berlari kecil ke luar menuju kebun.
sesampainya di kebun Puspita langsung menuju saung yang cukup besar dimana sayuran dan buah hasil panen akan di kumpulkan di situ, Puspita pun langsung meminta berbagai jenis buah dan sayur kepada salah satu pegawai di sana kemudian di masukan ke dalam karung.
"pak . . apakah ada buah strawberry aku mau membuat selai untuk tu. . eh . .untuk Kevin" Puspita belum terbiasa memanggil nama Kevin.
"wah neng puput,ini teh pacar nya yah meni ganteng pisan euyyy" tanya seorang pegawai di sana dimana dia tidak tau bahwa yang bersama Puput adalah anak pemilik perkebunan.
" bukan kok . . dia majikan saya hehehe" jawab Puspita
"ah neng puput suka malu-malu,oh iya neng buah dan sayur sebanyak ini buat apa,kan kita cuma boleh ngambil secukup nya saja nanti pak Bambang bisa marah atuh neng puput " pegawai itu terlihat khawatir.
Bambang yang sejak kejadian tadi telah kembali ke perkebunan menghampiri mereka bertiga,
" selamat siang tuan,maaf kalau pegawai di sini tidak tau tuan siapa"
"ini tuan Kevin Pratama anak pertama dari tuan pratama,dia akan ada di sini untuk beberapa Minggu untuk mengecek perkembangan kebun." ucap Bambang mengenal kan Kevin kepada para pegawai di sana.
suasana jadi riuh,semua terpesona pada ketampanan dan kegagahan Kevin walaupun saat itu Kevin hanya menggunakan pakain saantai nya.
"wah . . .menantu idaman"
"anak gadis ku sangat cocok pasti dengan nya"
semua orang saling berbisik dengan khayalan nya masing-masing
"hey . . lihat itu si Puput bisa bisa nya dia bersama tuan Kevin,dasar gadis genit" maki seorang pegawai disana dan Kevin pun mendengar nya
Kevin menatap wanita itu dengan sangat tajam " siapa yang berani mengatai wanita milikku" bentak Kevin
"Bambang pecat wanita itu,aku tidak ingin melihat dia ada di sini lagi " perintah Kevin tegas
semua orang kaget termasuk Puput dan nek Imah " apa. . apa yang kau katakan Kevin aku bukan milikmu bahkan kita belum satu hari saling mengenal" ucap Puspita lirih
namun Kevin malah membalas nya dengan senyuman dan mendekat kan bibir nya ke telinga Puspita " cepatlah di sini panas,aku sangat gerah." suara nya terdengar parau
__ADS_1
"Brukkkk. . ." Kevin pingsan karena jam makan siang nya sudah terlewat,belum lagi udara panas di perkebunan saat tengah hari sangat lah panas membuat Kevin dehidrasi.
Kevin yang terbiasa duduk di ruangan ber AC saat itu harus menemani Puput di bawah terik nya matahari dan lumayan sangat lama.