
hari ini olive dan Erik telah sampai di sebuah air terjun di dekat pedesaan.untuk sampai ke tempat itu,Erik dan olive harus sedikit berjalan kaki.mengingat jalanan yang begitu licin,membuat para crew memilih berjalan kaki untuk sampai ke tempat tujuan.
" huh,lelah sekali" olive membungkukkan tubuh nya,dan tangan nya memegangi lutut nya untuk menyangga tubuh nya.para crew yang lain nya pun beristirahat sejenak di bawah pohon Cemara yang menjulang tinggi.suasana di sana sangat lah sejuk,tiupan angin,dan suara gemuruh air terjun mampu membayar rasa lelah mereka.
"olive, ini minum lah" Erik memberikan satu botol minuman rasa buah kepada olive.minuman yang jadi salah satu prodak perusahaan pratama.bahkan mereka sampai datang jauh jauh dari kota ke desa hanya untuk menambahkan kesan alami pada iklan yang akan mereka buat.Dan yang akan jadi brand ambassador nya adalah olive Adiwijaya.
Erik menjalin kerjasama dengan perusahaan ayah nya yang bergerak di bidang F&B untuk membuat kan sebuah iklan dari salah satu produk yang di produksi oleh perusahaan ayah nya.
Erik membangun perusahaan di bidang entertainment bersama sama sahabatnya.tentu saja itu juga berkat dukungan dari ayah nya juga tuan pratama.erik adalah pemegang saham terbesar di perusahaan yang dia dirikan bersama sahabatnya Raka Sidan.namun karena dia tidak terlalu tertarik jika di sibukkan dengan meeting dan lain nya dia selalu mengandalkan sahabat nya saja walaupun untuk urusan tanda tangan dia harus tetap hadir sebagai CEO E.R Entertainment.Dan dia lebih memilih fokus mengambil pekerjaan di perusahaan nya sendiri sebagai fotografer profesional yang tidak lain adalah hobi nya Erik Pratama.
" hmmm , , ini sangat nikmat" olive memejamkan mata nya dan menikmati teguk demi teguk minuman yang di berikan Erik tadi.
pemotretan pun tengah di mulai,terlihat Erik sedikit mengarahkan olive untuk mengatur posisi nya.olive yang telah lama terjun di dunia modeling tidak kesulitan untuk melakukan arahan arahan dari Erik.
" sempurna" Erik mengacungkan dua jempol kepada sahabatnya itu.syuting pun telah selesai dan mereka semua segera memilih beristirahat dulu sebelum akhir nya pulang.
°°°
1 Minggu berlalu,Kevin pun hampir menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh ayah nya,dan hari ini juga hari terakhir Erik dan olive menyelesaikan pekerjaan mereka.
seperti biasa,Puput datang ke villa hanya untuk memasak.setelah itu dia akan pulang atau membantu nenek Imah di kebun.puput belum memiliki cukup waktu untuk mencari pekerjaan lain.cita cita nya menjadi seorang model pun harus dia kubur dalam dalam melihat kondisi ekonomi keluarga nya.Dia tidak mungkin memaksakan diri untuk hal itu.
Kevin terlihat sibuk di dalam kamar dengan laptop nya,dia sesekali memijit kecil dahi nya.ini kali pertama Kevin turun ke lapangan.biasa nya ayah dan ibu nya lah yang datang ke villa.namun karena urusan bisnis Kevin lah yang saat ini harus turun ke lapangan.kevin sedikit tidak terbiasa di mana dia sendiri yang harus turun langsung meninjau ke lapangan,panas panasan,meninjau gudang,dan sering memilih mengecek hasil laporan di kamar nya.Bahkan ayah nya tidak mengizinkan Kevin membawa supir serta sekertaris nya.itupun yang menambah Kevin semakin frustasi.
terlihat pintu terbuka dari arah luar " ceklek " Kevin pun melirik ke arah pintu.
"sayang,maaf apa aku mengganggumu ?" tanya olive yang hanya memasukkan sedikit kepala nya ke dalam kamar.
"masuklah sayang,kenapa hanya di situ saja !" kevin menutup laptop nya dan beranjak dari duduk nya.olive pun melangkah masuk menghampiri Kevin.
Kevin membawa olive ke dalam dekapan nya.memeluk erat kekasih nya,seakan dia sedang mencari ketenangan di sana.
olive mencoba melepaskan pelukan kevin.namun Kevin menolak nya dan semakin mengeratkan pelukannya.
olive sedikit mendongakkan kepala nya melihat ke arah wajah Kevin,dan sedikit memberi jarak di antara mereka berdua.
" ada apa sayang,apa kamu sedang ada masalah ?" tanya olive ragu.
olive mencoba melepaskan pelukan kevin.dan menuntun nya agar duduk di bibir ranjang bersama dengan nya.olive mengelus dengan sebelah pipi kevin.dan sebelah tangan nya menggenggam erat tangan kevin.seolah memberikan kekuatan tersendiri kepada kekasih nya.
raut wajah Kevin terlihat sangat murung.dia menatap lekat wajah kekasih nya.
" katakan !! apa yang membawa mu menemui mu saat ini?" Kevin menggenggam tangan olive yang menempel di pipi nya.
"pekerjaan ku dan Erik telah selesai,ren..." ucapan nya terpotong " tinggalah di sini sebentar sayang,aku membutuhkan mu,kita akan pulang bersama ke kota." Ketika kedua tangan Kevin menggenggam tangan olive.
"ee , ,iya tapi" mata olive melirik melihat raut wajah Kevin.
" aku mau bilang kalau aku dan Erik akan berada disini untuk beberapa hari lagi,aku ingin sedikit menikmati suasana pedesaan ini dengan baik" olive tersenyum tipis.
"itu pun kalau kamu mengizinkan nya ?"
"tentu saja" Kevin tersenyum dan mengelus pucuk kepala olive.
" benarkah ?" mata olive berbinar
__ADS_1
"terimakasih banyak sayangku" olive terlihat senang mendengar ucapan kevin,dan sedikit melegakan hati dan pikirannya.kemudian dia kembali memeluk Kevin.
°°°
cekrek cekrek cekrek
" cantik sekali gadis ini" Erik memotret puput yang sedang berada di kebun membawa sekeranjang buah strawberry hasil panen.
mata Erik terbelalak ketika melihat salah satu foto yang tengah melirik ke arah kamera.
" ya ampun,apa dia mengetahui nya ??"
"Erik,apa yang sedang kamu lakukan di sini ?" tiba tiba Puput sudah berdiri di hadapannya.erik pun terlihat gugup khawatir jika Puput mengetahui bahwa barusan dia memotret nya.
" a , , a , ,aku ingin makan buah,hehe ya benar" sambil mengambil buah di kerjang Puput,Erik saat itu terlihat salah tingkah.
" hmmm manis sekali buah nya" ucap Erik asal.
puput mengangkat kedua alis nya " kenapa,apa kau gugup karena takut kalau aku mengetahui bahwa baru saja kamu memotret ku,hah ?" goda Puput.
" uhuk uhuk uhuk" Erik pun kaget dengan pernyataan Puput.
"jadi kamu mengetahui nya ?" tanya erik yang saat itu sudah tidak tau lagi harus menyimpan wajah nya mana,tidak mungkin dia memasukkan wajah nya ke dalam ke ranjang buah saking malu nya.
" tentu saja, kau berdiri satu jajar dengan ku bagaimana aku tidak melihat mu."
pipi Erik pun semakin memerah menahan malu.
"bodoh apa yang kau lakukan Erik,ya ampun konyol sekali"
" sudahlah,bukan nya kita berteman ? kenapa harus malu,aku juga tidak marah kok."
" apa kamu mau membantu ku ?" tanya Puput
"apa?" dada Erik berdegup kencang saat berada di dekat Puput,ini pertama kali nya.di bidang nya Erik sebagai fotografer profesional dan jabatan nya sebagai CEO E.R entertainment dia sering sekali di kelilingi wanita cantik.namun tak membuat Erik terkesan.malah gadis sederhana seperti Puspita Sari lah yang bisa membuat nya salah tingkah.
"apa kamu mau membantu membuat beberapa selai buah,anggap saja ini untuk membayar perbuatan mu tadi." Puput tersenyum lebar ke arah erik.membuat Erik tak dapat menolak permintaan Puput.
" hmm , , iya baiklah ayo" mereka berdua pun berjalan menanjak ke arah villa.
°°°
Puput mulai menyiapkan beberapa buah yang akan di olah,terdiri dari beberapa macam buah berry dan buah peach.
" wah banyak sekali ini untuk apa sebenyak ini ?" tanya erik keheranan
" sudah bantu kupas buah peach ini,aku akan mulai membuat selai buah berry nya" perintah Puput dengan santai nya
"bagaimana mengupas nya,aku bahkan tidak mengerti apapun di dapur,aku hanya tau makan saja." Erik pun terlihat kebingungan dengan buah itu.dia memutar mutar buah itu dan menaruh nya di meja.
" ah sudahlah aku bisa membayar kamu dengan apapun,aku bisa membelikan kamu tas,baju sepatu,berlian ,apapun itu asal jangan menyuruhku melakukan ini." Erik terlihat mulai kesal karena merasa bodoh saat di dapur.
"apa nya yang susah ini mudah sekali,sini coba perhatikan." Puput mencotohkan cara mengupas buah peach nya.namun Erik nampak diam dan cemberut.
" iya baiklah,kau bisa membantu ku membuat selai saja sangat mudah sekali,kemarilah" Puput menarik lengan Erik membawanya mendekati panci yang sudah terisi dengan air.
__ADS_1
" masukkan gula batu, sedikit garam,kemudian masukkan buah nya" ucap Puput sambil mempraktekkan apa yang dia katakan.
ketika Puput sibuk menjelaskan.pikiran jahil Erik pun muncul bukan nya Erik memperhatikan Puput,Erik malah mengambil kamera yang tadi dia simpan di meja.
dan mengambil beberapa gambar Puput yang hasil nya terlihat sangat natural dan sangat manis.
Puput melirik ke arah Erik dan memergoki untuk kedua kali nya Erik memotret nya.puput pun menyipitkan mata nya dan mencubit perut erik.yang hanya itu Erik hanya memakai kaos dan celana pendek selutut saja.memudahkan Puput untuk mencubit nya.
"aauuhhh" Erik mengelus elus perut nya yang di cubit oleh Puput
" aku tidak mau bicara lagi sama kamu" Puput membalikan badan nya dan melanjutkan kegiatan nya lagi.
"oh ya ampun,ketika dia marah justru malah terlihat sangat sangat cantik"
erik menyimpan kedua lengan nya di dada nya,dan mendarkan tubuh nya di sudut dapur. pandangan terus tertuju kepada puput.saat itu Puput menggunakan baju kaos puty pendek dan celana panjang bergaris,rambut panjang Puput yang saat itu di kepang,bibir yang di berikan sentuhan liptint,dan sedikit bedak membuat Puput terlihat sangat mempesona di mata Erik.
"ehem" olive berdehem yang seketika mengagetkan Puput dan Erik yang tengah sibuk di dapur.di ikuti oleh Kevin dari arah belakang olive.
" eh kalian sedang apa hayooo ??" goda olive
"cih , Erik Pratama berada di dapur ?" ejek kevin.yang saat itu terlihat tidak senang melihat Erik dan Puput berduaan di dapur.
" aku akan membantu selai,manisan,dan ini ada sawi putih dan beberapa bahan lain nya" ucap Puput sambil mengambil sawi yang telah ia rendam tadi di dalam larutan air garam.
"hah,coba aku tebak apa kau akan membuat kimchi ?" tanya olive dan Puput pun mengangguk.
"yeee ternyata aku benar" ucap olive kegirangan.
" kau kan teman ku,apa kamu mau mengajari ku ?" pinta olive
" aku lihat tangan mu begitu cepat,bisa memegang banyak jenis masakkan sekaligus?" tambah nya.
"ah diam saja,kamu hanya akan mengganggu Puput saja" ejek Erik kepada olive, sedangkan Kevin hanya duduk dan memperhatikan Puput sedari tadi yang sibuk dengan alat alat nya.
"sayang lihat lah,dia selalu saja mengejekku" olive merengek kepada Kevin dengan nada bicara yang terdengar sangat manja.
" auuuhhhh " jari telunjuk tergores pisau ketika mendengar olive memanggil sayang kepada Kevin.puput yang tidak mengetahui hubungan olive dan Kevin pun terlihat sangat terkejut.selama ini dia hanya mengira bahwa olive hanya sahabat kecil nya Erik.
kedua pria tampan itu pun sontak berbarengan menghampiri Puput.namun Erik lebih dulu meraih tangan Puput.sedangkan Kevin hanya berdiri mematung melihat adik nya lebih dulu meraih tangan Puput.
"kau ini kenapa ?" tanya erik khawatir,sambil menyesap darah dari jari Puput.
"ayo cepat bersihkan,aku akan mengobati mu ikut lah dengan ku !" Erik menarik perlahan tangan Puput namun Puput menolak.
" tidak usah Erik,ini hanya luka kecil saja ini tidak begitu menyakiti ku" Karena menurut Puput sakit yang teramat perih adalah perasaan nya,dada nya terasa sangat sesak saat itu namun Puput mencoba bersikap seolah baik baik saja.
sejak Kevin mencium nya waktu itu.puput sendiri mulai merasa aneh dengan perasaan nya,namun dia tidak menyadari akan hal itu karena dia tidak pernah merasakan namannya pacaran atau jatuh cinta sebelumnya.
" baiklah Puput,aku akan membantu mu arahkan saja apa yang harus aku lakukan." ucap olive bijak,dia tidak tega melihat sahabatnya terluka.dia tidak sadar kalau luka Puput berasal dari sikap nya tadi.
" aku juga akan membantu " ucap Erik dan kevin berbarengan.
" haiihh , , kalian ini sudah seperti saudara kembar saja" ucap olive.
akhirnya mereka berempat pun sibuk memasak di dapur, sesekali Erik dan olive bertingkah usil dan membuat mereka semua tertawa.sesekali Puput dan Kevin saling mencuri pandang.namun sering kali Puput juga menghindari pandangan mata Kevin.
__ADS_1