love in strawberry garden

love in strawberry garden
KECURIGAAN RAKA SIDAN.


__ADS_3

ketika malam telah tiba.seperti biasa setelah seluruh penghuni villa termasuk Bambang telah menyelesaikan makan malam nya.Puput akan segera berpamitan untuk pulang.namun malam ini seperti nya olive tidak mengizinkan Puput pulang.


olive yang berduduk santai di depan tv.sambil sesekali terlihat mengubah ubah acara tv yang sedang dia tonton.olive terlihat mencari acara yang dapat menghibur diri nya.namun tidak berhasil,dia merasa sangat bosan malam itu.sesekali dia mengacak acak rambut nya dan mendengus kesal.


Puput berjalan dari arah dapur menuju ruang tv.membawa satu cangkir teh dan beberapa manisan buah.puput meletakkan makanan yang di bawa nya di depan meja tv.sejenak Puput melirik ke arah olive yang terlihat sangat tidak nyaman saat itu.puput pun berinisiatif mengambilkan satu cangkir teh hijau yang dia bawa untuk olive dan ikut duduk di samping olive menghadap tv.olive pun menerima nya dengan senang hati.


"terimakasih" olive mengulas senyum tipis untuk sahabat nya itu.olive mulai menghirup aroma teh yang menyeruak ke dalam rongga hidung nya.terasa sangat hangat hingga terasa aroma teh tersebut menyebar ke seluruh tubuh olive.Dan sejenak membuat nya rileks.


" aku pamit pulang dulu yah,ini sudah larut malam" Puput hendak beranjak dari tempat duduknya.namum tangan olive menahan nya.puput melirik wajah olive terlihat dia sedikit menggelengkan kepalanya agar Puput tidak pergi.olive mengusap wajah nya gusar dengan kedua tangan nya.


Puput khawatir dengan keadaan sahabat nya yang tidak seperti biasa nya ceria dan suka bercanda.


" ada apa olive ?" Puput kembali duduk di sofa yang sama yang sedang olive duduki.


" aku tidak mengerti,hati ku merasa tidak tenang sejak tadi siang" olive terlihat cemas.sesekali dia menggigit kuku panjang nya.olive mengubah posisi duduk nya dengan menyilakan kedua kaki nya di atas sofa mengahadap puput" jangan pulang yah put,temani aku tidur malam ini ya aku mohon" rengek Puput dengan menarik narik lengan Puput seperti anak yang merengek meminta mainan kepada ibu nya.


" eh , , !!" Puput sedikit menjauhkan kepalanya ke belakang.terlihat kerutan halus di kening Puput. " kau ini,lucu sekali olive" Puput menertawakan sikap olive yang sangat childis.bagaimana tidak,usia Puput yang 6 tahun lebih muda dari olive merasa aneh dengan sikap olive.


"di sini wanita seusiamu sudah memiliki anak 1 olive,bagaimana mungkin kamu malah bertingkah seperti anak berusia 15 tahun"


Puput yang tumbuh besar di desa.membuat Puput sudah menjadi pribadi yang lebih dewasa di usia nya yang ke 19 tahun.Dia sudah terbiasa menghadapi segala sesuatu nya sendiri.karena Puput tidak pernah mau merepotkan nenek nya.


sedangkan olive,dia tumbuh di pusat kota besar.kehidupan nya pun terjamin.sekali perintah apapun yang dia inginkan akan tersedia.membuat olive terkadang tidak bisa bersikap dewasa.


namun hal itu yang membuat mereka bisa bersahabat,mereka bisa saling mengimbangi satu sama lain.


" kemari,sandarkan kepala mu di pangkuan ku" Puput menepuk kedua paha nya.Dan olive pun menurut.olive menatap ke arah langit langit villa.


" ceritakan tentang kehidupan mu kepadaku put,kenapa kamu bisa sedewasa ini ?" olive menatap wajah Puput.


Puput menyandarkan punggungnya di sandaran sofa mencari kenyamanan di sana.Dan sedikit mendongakkan kepala nya ke atas.sejenak Puput menghela nafas panjang.sebelum akhir nya memulai bercerita.


" panjang sekali, namun singkat nya aku baru saja lulus SMA kemudian bekerja paruh waktu disini." Puput beranjak dari sandaran sofa dan kembali terduduk.


" aku yatim piatu,orang tua ku meninggal waktu ada bencana longsor di sini,orang tua ku dan orang tua Bambang adalah salah satu korban nya." Puput terlihat memejamkan mata nya,dia tak sanggup mengingat kejadian itu yang membuat hatinya begitu sakit.terasa wajah olive terasa basah terkena air mata puput yang sudah tak terbendung.


olive mengelap wajah nya yang basah,dan segera duduk di samping Puput,olive pun memeluk sahabatnya yang sudah tak bisa menahan kesedihannya lagi.


" maaf kan aku , aku tak sengaja membuat mu menangis seperti ini" olive membelai lembut rambut Puput.


" tidak apa apa, maaf aku hanya terbawa perasaan saja olive" Puput mengusap kasar air mata nya dan mengulas senyum tipis yang terlihat sedikit terpaksa.puput sadar saat ini sahabat nya lah yang membutuhkan dia.


mereka pun melanjutkan obrolan nya.mereka berdua pun telihat mulai sangat asyik dengan apa yang mereka bicarakan.sesekali mereka berdua tertawa.


Dari arah belakang,Kevin bersandar di sela sela pintu.mata nya menatap kedua wanita yang tengah asyik berbincang.sesekali dia pun ikut tersenyum ketika samar samar mendengar obrolan mereka.


Erik berjalan dari arah dapur membawa 2 cangkir kopi hitam.mata erik terlihat meyelidik ke arah pandangan kakak nya.dia menolehkan pandangannya ke samping dan melihat kedua wanita yang sedang tertawa dan saling melempar bantal sofa.melihat kakak nya yang tengah senyam senyum sendiri.erik perlahan berjalan menghampiri kakak nya.


" kakak kau disini ?" Kevin pun terperanjat kaget mendengar suara adik nya.


Erik menyodorkan satu cangkir kopi hitam yang dia bawa.Dan Kevin pun menerima nya.


" hayooo kakak, apa yang sedang kau pikirkan ?" goda Erik.


seketika itu raut wajah Kevin kembali menjadi dingin.senyum yang sedari tadi menghiasi bibir Kevin pun seketika hilang.Kevin menyesap kopi yang di buat kan adik nya.


"hmm , ,tidak buruk" Kevin meletakkan kembali cangkir kopi ke tatakan nya.


" sejak kapan adik ku belajar membuat kopi?"


tanya Kevin penasaran.


"ee , ,sejak beberapa hari yang lalu, Puspita yang mengajari ku,saat itu dia selalu sibuk memasak jadi setiap pagi aku membuat kopi ku sendiri" ucap Erik dengan bangganya.


" itu masalah kecil untukku kakak,jika menyangkut seorang gadis" sambil mengangkat kedua bahu nya.

__ADS_1


" ayo kita mengobrol di luar saja" ajak Kevin sambil melangkah pergi meninggalkan adik nya.erik pun kemudian berjalan mengikuti langkah kaki kakak nya.


di halaman depan villa ada sebuah saung kecil yang sengaja di buat untuk bersantai ketika pagi atau malam hari.saung itu tertuju langsung pada hamparan pegunungan yang sangat indah jika di lihat di pagi hari.Dan jika malam hari dari saung itu bisa menikmati lampu lampu yang menyala seperti bintang bintang di langit.terlihat Bambang juga terlihat sedang duduk di dalam saung itu dengan di temani secangkir teh manis panas.


" hey bro , , sedang apa kamu disini" erik menepuk pundak Bambang dari arah belakang.


Bambang menoleh ke arah Erik,dan segera beranjak dari duduk nya.berdiri menghadap kepada kedua tuan muda nya dengan sedikit membungkukkan tubuh nya. "eh tuan , saya sedang bersantai saja, ada yang bisa saya bantu ?"


" tid , ," Kevin memotong pembicaraan Erik.


" masuk lah, ada yang ingin saya bicarakan dengan adik saya" Bambang pun menurut.dia mengambil cangkir teh nya dan melangkah masuk ke villa.


" kakak , kamu ini kenapa jadi sangat dingin gitu sama Bambang ?" tanya erik keheranan.


sejak Kevin sering memergoki kedekatan Puput dan Bambang.sikap Kevin menjadi sangat menyeramkan kepada bambang.Dia lupa bahwa sebelumnya dia cukup dekat dengan Bambang walaupun melalui ponsel.untuk sesekali mendapatkan informasi tentang keadaan perkebunan dan gudang dari Bambang.karena Bambang adalah orang kepercayaan keluarga pratama.


kedua nya duduk di saung.raut wajah Kevin menjadi gelap suasa nya pun menjadi hening.hembusan angin malam sesekali menyapu wajah keduanya.kevin memejamkan mata nya untuk menetralkan perasaan nya.sedangkan Erik menatap tajam ke depan menikmati pemandangan di depan mata nya dengan secangkir kopi milik nya.


" sedang ada masalah apa kak di perusahaan papah ?" Erik membuka pembicaraan.seakan dia sudah dapat menebak isi kepala kakak nya.


Kevin sejenak menghela nafas,sebelum menjawab pertanyaan adik nya.


" ada beberapa produk kita yang mengalami penurunan, membuat penumpukkan stok buah di gudang.dan jika ini berlangsung lama akan berdampak buruk pada perusahaan kita ?" Kevin memijit halus kening nya.


" apa papah sudah mengetahui hal ini kak ?" tanya erik.


"belum, aku sengaja belum memberitahu nya berharap aku bisa mengatasi masalah ini." Kevin beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati pagar bambu di sisi saung.


" sayang nya perusahaan rival kita memanfaat kan ke adaan ini,membuat ke adaan kita semakin buruk" Kevin mengusap wajah gusar nya.kevin menceritakan secara detail masalah yang sedang di hadapi nya.erik pun hanya diam dan mendengarkan agar lebih mudah mencerna ucapan kakak nya.kevin berbicara antara adik dan kakak yang mencari solusi untuk ayah nya.namun tidak dengan Erik dia berbicara sebagai dua pimpinan perusahaan.


Erik yang biasa jahil dan ceria.kini menunjukkan wibawa nya ketika menyangkut urusan bisnis dan keluarga nya.


" aku yang akan menangani masalah ini,tenang saja tuan Kevin Pratama,kita akan segera menandatangani kontrak kerjasama kita secepatnya"


Kevin pun di buat kaget dengan ucaapan adik nya.Dia yang berdiri membelakangi adik nya sedari tadi pun seketika membalikkan badan nya.


" benar tuan Kevin pratama,yang mendengar kan mu saat ini adalah Erik Pratama CEO E.R entertainment."


" maaf kan saya jika sikap saya ketika berbicara tadi sangat tidak menyenangkan" ucap Kevin dengan bahasa yang formal.


"tidak masalah.apa kamu menerima kerja sama ini ? aku punya sebuah rencana yang bisa di bilang ini secara tidak sengaja"


Erik mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Kevin,dan Kevin pun membalas nya dengan hangat.


" selamat atas kerjasama kita tuan Kevin" ucap Erik penuh wibawa.kevin pun mengulas senyum lebar.menilai dari sikap adik nya tadi Kevin merasa yakin kalau adik nya bisa di andalkan.


setelah selesai berbincang Erik dan Kevin pun melangkah masuk.erik terlebih dulu masuk ke kamar nya karet posisi kamar nya berada paling depan di villa itu.


sedangkan Kevin harus melewati ruang tengah karena kamar nya berada di ujung.


saat Kevin melewati ruang tv.matanya tertuju pada toples manisan berbentuk buah nanas yang terbuka berada di ujung meja yang hampir saja tersenggol oleh kaki Puput yang saat itu sudah tertidur pulas bersama olive di sofa dengan posisi yang sangat tidak beraturan.


Kevin segera berlari meraih toples yang hampir jatuh.dia berhasil meraih toples itu dengan menekuk kedua lutut nya.


" haiihhh untung saja " Kevin bernafas lega kemudian mengambil tutup toples yang berbahan dasar kaca itu kemudian menutup dan meletakkan nya kembali di atas meja.


"kenapa mereka tidur di sini,apa punggung mereka tidak merasa sakit ?"


Kevin meraih remote dan mematikan tv yang masih menyala dari tadi.


Kevin berdiri namun sedikit membungkukkan tubuh nya di hadapan olive,dia menelusup kan tangan nya di bawah pinggang dan lekukan lutut olive.kevin berniat memindahkan olive ke kamar olive.Dia mendekap olive dalam pelukan nya.perlahan dia melangkah kan kaki melangkahi kaki Puput yang memanjang menghalangi jalan.


sesampainya di kamar,Kevin dengan perlahan menurunkan olive yang masih tertidur nyenyak.kevin menekuk sebelah kaki nya untuk menopang tubuh nya.olive bergerak memunggungi Kevin dan mencari posisi ternyaman nya.kevin tersenyum kecil melihat tingkah olive,dia menarik selimut dan menutup setengah tubuh olive yang meringkuk.kemudian memberi 1 buah kecupan hangat di pucuk kepala olive.


Kevin mendekat kan bibir nya ke telinga olive.

__ADS_1


" selamat malam sayang" ucap Kevin terdengar lirih.olive samar samar mendengar nya dan tersenyum.


Kevin melangkah pelan meninggalkan olive yang terlelap dan menutup pintu kamar nya dengan sangat perlahan.kemudian Kevin melangkah kan kaki kembali ke ruang tv.


sesampainya di ruang tv,Kevin pun duduk di samping Puput.


tiba tiba Puput menggerakkan badan nya,dan meletakkan sebelah lengan nya di dada Kevin.


"eh apa yang di lakukan wanita ini?"


Dada Kevin berdegup kencang.Dia terlihat kesusahan menelan ludah nya.perasaan yang sangat berbeda ketika Kevin bersama olive.yang terasa biasa biasa saja.tubuh Kevin memanas menjalar keseluruh tubuh nya.namun Kevin berusaha menetralkan perasaan nya dengan menepuk nepuk dada nya.


perlahan Kevin menurunkan lengan puput,Kevin merubah posisi duduk nya menghadap puput.perlahan tangan kevin mulai membelai lembut pipi Puput.menyingkirkan rambut yang menutupi wajah nya ke belakang telinga.kevin menatap lekat setiap inci wajah Puput.wajah yang terlihat begitu polos berhasil membuat Kevin terpesona.kevin pun tersenyum kecil sambil terus memandangi Puput.


perlahan Kevin mulai mendekat kan wajah ke wajah puput.jaraka mereka berdua hanyalah beberapa cm.


Kevin menempelkan bibir nya di bibir Puput dan mengecup nya dengan lembut.


Puput terlihat menggerakkan tubuh nya.membuat Kevin kaget dan segera menjauh kan wajah nya.


"untung lah dia tidak terbangun,hampir saja !" ucap Kevin sambil mengelus elus dada nya.


Kevin pun segera menggendong Puput,dan memindahkan nya ke kamar olive.kevinsegera bergegas pergi menuju ke kamar nya karena malam sudah sangat larut.


°°°


ketika Erik masuk ke kamar,dia segera naik ke atas ranjang nya.dia memposisikan dirinya tengkurap dengan dada nya di tahan satu bantal.erik membuka laptop nya dan mencoba menghubungi sahabat nya Raka dengan melakukan video call.


" Hay " sapa Erik ketika panggilan nya di jawab oleh Raka.


"iya Hay ,apa kabar bro ?" sapa Raka dari sebrang sana.


"iya tentu saja sangat baik." Erik tersenyum sangat lebar hingga gigi nya terlihat jelas.


"Dengar,siapkan berkas berkas kontrak kerja dengan PT.pratama food.aku dan kakak ku akan segera kembali besok lusa." perintah Erik


"tunggu,bukan nya kamu baru saja menyelesaikan kerja sama dengan ayah mu.baru tadi siang peluncuran iklan nya." tanya Raka menjelaskan.selama ini hasil pemotretan yang di lakukan Erik dan crew yang lain nya langsung di kirim secara online ke Raka Sidan oleh erik.agar mempercepat peluncuran iklan sebagaimana yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak.


" ada beberapa masalah baru yang muncul di gudang,aku harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan perusahaan papah rak"


raut wajah terlihat sedih mengingat ke adaan keluarga nya saat ini.


" apa kamu tidak mencurigai sesuatu ? apa pak Pratama sebelum nya punya musuh atau menyakiti hati seseorang ??"


Raka mencoba menebak masalah yang sedang di hadapi Erik.


Erik menyangga dagu nya dengan lengan nya,dia sedikit mengerutkan dahi nya untuk berpikir. Erik mengingat ingat apa yang terjadi di masa lalu kepada keluarga nya.


"selama ini aku rasa papah orang yang sangat baik dan bijak,hanya dulu saja ketika aku SMP aku pernah dengar papah memecat sekertaris kepercayaan nya "


"nah" suara Raka mengagetkan erik.


" apa kamu tidak mencurigai orang itu,siapa tau dia ingin membalas dendam" ucap Raka menebak nebak.


"tidak mungkin,dia sudah lama menghilang setelah papah memecat nya Waktu itu,tidak ada satupun orang yang mengetahui keberadaan nya" Erik merasa tidak yakin kalau pak Cahyo yang melakukan semua ini.


"hehehe yah aku coba menebak saja sih" suara Raka merasa tidak enak hati telah menuduh sembarang orang.


"tapi aku yakin ada dalang di balik semua ini,secara setiap produk yang kita luncurkan rival kita meluncurkan produk yang sama dengan harga yang jauh lebih murah"


" bukan nya itu hal yang wajar kan di dunia bisnis?"


"ini tidak wajar Erik, percayalah padaku" Raka terus meyakinkan sahabat nya itu.


" baik , segera kerahkan beberapa orang untuk menyelidiki masalah ini,dan kirim beberapa wartawan pada perusahan rival kita untuk mengecoh mereka sementara ini." ucap Erik dengan nada penuh penekanan.

__ADS_1


perusahaan pratama saat ini sangat krisis bahkan sedikit saja kesalahan akan berakibat sangat fatal.maka dari itu tuan Pratama mengerahkan kedua anak nya untuk mengurus masalah yang berada di dalam negeri sedangkan dia terbang bersama istrinya ke Paris bahkan nyonya Pratama pun ikut turun tangan membantu suami nya karena di sana juga terjadi hal yang sama bahkan di beberapa perusahan cabang yang berada di beberapa negara lain nya.bahkan tuan Pratama pun terlihat sangat kewalahan menangani hal ini.


jangan lupa like+komen+dan vote nya ya readers 😘😘😘 agar author tambah bersemangat lagi membuat novel nya.author juga menerima Krisan nya dari para readers untuk memotivasi author.


__ADS_2