
...•~Happy Reading~•...
Sudah dua Minggu Naya tidak pulang.
Dan tanpa Naya ketahui ada se se orang yang sangat merindukan nya..
Sudah beberapa Minggu juga orang itu tidak pulang dan ia baru kembali satu Minggu yang lalu.
Sedang kan mama Ani dan om Arya sedang berbulan madu tapi mereka sudah kembali dia hari yang lalu.
Dan alhamdulillah atas usaha nya sendiri Naya susah ada perubahan bahkan banyak dan bisa di katavkan Naya sudah sembuh total.
Karena memang trauma yang di miliki Naya tidak lah parah.
Naya hanya merasa putus asa dengan keadaan , merasa jika diri nya sendiri sudah tidak ada arti nya lagi, merasa jika di dunia ini ia hanya sendiri, dan yang Naya butuh kan hanya lah dukungan dari orang-orang terdekat nya dan juga rangkulan.
Tapi selama ini Naya tidak pernah mendapat kan itu.
Sampai akhir nya rasa takut itu membatasi diri nya untuk berinteraksi dengan orang lain, dan menganggap diri nya tidak layak bergabung dengan mereka, hingga ketakutan ketakutan itu menjadi rasa yang tidak bisa tersalurkan hingga akhir nya itu menjadi trauma sendiri untuk diri nya.
Naya sangat bersyukur dengan pencapaian diri nya sendiri.
Saat diri nya di nyatakan sambuh total oleh dokter tersebut.
Naya langsung sujud syukur.
Naya mengucap kan banyak terima kasih kepada dokter yang sedang membantu mengatasi masalah nya tersebut.
Dan saking senang nya Naya mentraktir teman satu kelas nya tersebut.
Malam hari nya Naya menelpon kepala pelayan tersebut dan juga bercerita jika diri nya sudah si nyatakan sembuh total.
''Serius Nak kamu sudah sembuh?'' tanya kepala pelayan itu dengan meneteskan air mata nya.
''Serius Bi aku sudah sembuh total, dan mungkin besok sore aku akan pulang tapi nggak tahu sih,'' jelas Naya.
''Nyonya dan tuan juga sudah kembali non dua hari yang lalu, sedang kan den Niko juga sudah pulang ke rumah ini,'' jelas sang Bibi.
''Syukur lah kalau begitu, aku harap mereka bahagia dengan cara mereka sendiri, seperti aku yang bahagia dengan cara ku sendiri,'' ucap Naya.
''Dan Bibi berharap kebahagiaan itu selalu menyertai kamu non,'' doa sang Bibi.
''Amin, ya udah kalau gitu aku tutup ya Bi masih ada sesuatu yang harus aku urus,'' jelas Naya.
''Baik Non,'' jawab sang Bibi.
Dan setelah itu Naya mengakhiri nya.
__ADS_1
Naya sangat senang malam ini dan berharap ini awal mula kebagian nya.
''Pa Naya sudah bahagia, terima kasih sudah menghadirkan Naya ke dunia ini,'' jelas Naya.
''Naya berharap papa tidak kecewa dengan Naya, atas semua kesalahan Naya selama ini,'' ucap Naya.
Dan setelah itu Naya memilih tidur mungkin saking senang nya Naya langsung terlelap.
Dan ke esokan pagi nya seperti biasa Naya akan masak untuk di bawa ke ke sekolah.
Setelah siap Naya langsung memasukkan nya ke tempat yang sudah di siap kan.
Dan setelah itu Naya bersiap untuk ke sekolah.
Dan setelah pulang sekolah Naya mengajak Key dan juga Rara pergi ke salon karena untuk merayakan kesembuhan nya Naya ingin merubah gaya rambut nya.
Sekali pun tidak di warnai setidak nya ada yang berbeda dengan penampilan nya.
Naya ingin memotong rambut nya sebahu di mana itu adalah rambut pendek pertama nya..Dan Naya sudah bulat dengan keputusan nya.
Dan tiba-tiba saat sampai di salon Key ingin mengecek rambut nya dengan warna yang strong tapi cuma di beberapa helai saja dan juga di taruh di bagian dalam rambut nya jadi tidak akan ketahuan.
Tapi jika rambut itu di kuncir akan terlihat lebih jelas.
Naya dan Rara tidak ingin ketinggalan, mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang Key lakukan.
Mereka suka dengan hasil nya.
Naya tidak memberitahu siapa pun jika diri nya akan pulang .
Naya hanya ingin melihat bagaimana reaksi mama nya, entah mama nya akan senang atau biasa aja.
Tapi apapun itu saya Naya sudah menyiapkan mental nya jika apa yang ia ingin kan tidak terjadi.
Entah Niko ada di rumah atau tidak tapi yang jelas Naya merasa deg deg degan.
perasaan nya campur aduk, tapi Naya bahagia.
''Bismillah,'' ucap Naya setelah ia memasuki gerbang.
Naya mematikan mobil nya di depan, dan jika di lihat mobil nya Niko tidak ada di rumah.
Naya masuk ke dalam rumah itu dan ternyata sangat sepi.
''Tumben sepi banget,'' heran Naya.
Karena sudah merasa capek Naya langsung memilih untuk pergi ke kamar nya dan akan istirahat sebentar sebelum makan malam Naya akan bangun.
__ADS_1
Sampai di kamar Naya tersenyum.
''Akhir nya aku kembali lagi ke kamar ini,'' ucap Naya.
Dan tanpa mengganti pakaian nya terlebih dahulu Naya langsung bergegas menuju ke ranjang nya.
Dan detik berikut nya ia langsung tepar.
Tidak ada yang menyadari kepulangan nya.
Kepala pelayan pun tidak mengetahui nya.
Jika bukan satpam depan yang bertanya di mana kunci mobil sang nona mereka semua tidak tau.
''Kunci mobil Naya ya di pegang Naya pak,'' jelas sang mama.
''Tapi mobil nona ada di tengah jalan nyonya, mobil di belakang tidak akan bisa masuk,'' jelas satpam tersebut.
''Maksud kamu Naya pulang?'' tanya mama Ani.
''Iya nyonya sekitar satu jam yang lalu,'' jawab satpam tersebut.
Mendengar itu sang mama langsung menuju ke kamar sang anak.
Tak terasa air mata nya menetes.
Rasa bersalah itu kian terasa, apalagi melihat sang anak yang sangat terlelap dalam tidur nya.
Mama Ani mengelus rambut Naya dengan penuh kasih sayang.
Sampai akhir nya mama Ani pergi untuk membiar kan sang putri istrirahat.
Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.
Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu do’a dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.
Aamiin.
Selamat menunai kan ibadah puasa bestie.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
__ADS_1
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...💞💞💞💞...