
...~โขHappy Readingโข~...
Niko di bawa ke sofa yang ada di sana.
Dan Niko merasa kesal karena rencana nya gagal, ia yang ingin mendapatkan simpati dari Naya.
Malah iya yang harus menanggung getah nya sendiri.
Di mana ia benar-benar keseleo karena perbuatan nya sendiri.
Dan itu di luar kemampuan nya.
Karena hari ini hari Sabtu jadi nya Naya tidak memiliki agenda lain yang bisa membawa nya keluar dari rumah itu.
Di mana jika Sabtu dan Minggu Naya akan selalu berada di rumah.
Dan hari ini Naya bingung, dia tidak tahu harus minta izin keluar untuk apa.
Karena memang sejarang itu Naya keluar dari rumah.
Sedang kan Niko merintih kesakitan.
''Papa ini sakit banget pa,'' ucap Niko.
Niko memang merasa sakit tapi iya juga tidak selebay itu.
Hanya saja kali ini ber beda.
Niko ingin mendapatkan perhatian dari Naya seperti dulu.
Niko banget merindukan momen-momen indah itu.
''Ya tunggu papa akan panggil kan dokter,'' jelas sang Papa.
''Kenapa harus dokter sih pa, bukan nya Naya bisa, dulu dia jago di sekolah masa sekarang sudah tidak bisa,'' jelas Niko.
Yang tidak secara langsung mengatakan ingin Naya yang merawat nya.
Sedang kan Naya sendiri pura-pura untuk tidak tau apa-apa.
Semua orang yang berada di sana menatap Naya.
Naya yang di tatap pura-pura tidak tahu.
Sampai akhir nya sang mama menegur nya.
''Sayang bantulah Niko kasihan dia, kamu nggak kasihan kaki nya sudah agak bengkak itu lihat jika kamu tidak percaya,'' bujuk sang Mama.
''Kenapa harus Naya sih ma, kan bisa orang lain lagian belum tentu Naya juga bisa,'' jawab Naya yang menolak secara halus permintaan sang Mama.
''Nak bantu lah niko kasihan dia,'' pinta om Arya.
__ADS_1
Karena om Arya sendiri yang meminta jadi nya Naya tidak enak untuk menolak nya.
Dan tanpa menjawab perkataan nya Naya langsung mendekat.
Niko senang bukan main melihat Naya menuju ke arah nya.
Sedang kan Naya menatap Niko datar.
Tapi Naya juga merasa senang, karena Niko sudah ada kemajuan untuk berinteraksi dengan nya, dan Naya juga merasa senang, karena berinteraksi dengan Niko tidak lah semenakut kan itu dan Naya yakin saat ini pada diri nya sendiri, jika saat ini ia benar-benar sudah sembuh dari trauma yang selama ini ia derita.
Dan Naya ingin mengerjai Niko.
Naya memegang kaki Niko yang keseleo Naya menepuk nepuk dan menekan sedikit.
entah apa yang Naya lakukan hanya dia yang tahu.
Naya mengangkat sedikit kaki Niko.
Dan Niko meringis karena kesakitan.
''Bisa pelan gak sih sakit tau,'' ucap Niko apa adanya.
''Ini sakit nya masih belum seberapa tunggu lah beberapa detik lagi,'' ucap Naya yang se akan-akan dia sudah merencanakan sesuatu.
Dan detik berikut nya saat Niko fokus mengomel Naya langsung menjalan kan misi nya.
Kretek anggap saja itu bunyi dari kaki Niko ulah dari Naya.
Dan setelah bunyi itu, hanya ada teriakan Niko yang terdengar.
Orang yang berada di sana hanya melongo melihat keganasan Naya.
Dan teriakan Niko hanya mereka biar km aja.
Sebab saat ini fokus mereka adalah Naya.
Naya yang tetap seperti itu menjadi saling.
''He he he maaf Naya terlalu bersemangat,'' ucap Naya berusaha untuk mengalihkan pikiran mereka yang menganggap nya jahat.
''Terlalu bersemangat terlalu bersemangat, bilang aja jika kamu sengaja,'' omel Niko.
Dan itu yang pertama kali papa Arya lihat, di mama Niko yang dingin dan tak tersentuh bisa mengomeli orang lain.
Sedangkan Naya hanya menatap nya datar, tapi percayalah dalam hati nya iya juga ikut ngakak melihat kesakitan yang Niko rasa kan.
''Ngomel aja kayak perempuan PMS aja, bangun coba bisa jalan apa enggak,'' ucap Naya ketus.
Dan lagi-lagi mereka di buat heran dengan tingkah ke-2 remaja tersebut.
Di mana Naya yang tidak pernah bicara kasar atau ketus, tapi kali ini dia berbicara dengan sangat ketus dengan wajah yang sangat datar.
__ADS_1
''A b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z,'' jawab Niko dengan dongkol.
Tapi meskipun begitu Niko menjalan kan apa yang di kata kan oleh Naya.
Niko bangun dan ia merasa sangat respect dengan apa yang terjadi pada kaki nya.
Di mana kaki nya sudah kembali normal dan sudah tidak sakit lagi.
Niko bahkan sudah bisa loncat-loncat.
Melihat itu Naya melangkah kan kaki nya pergi dari sana.
Dan baru lah Niko sadar jika Naya sudah tidak ada di sana.
Dan saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.
Di mana menu sarapan kali ini di masak khusus oleh Mama Ani.
Itu adalah awal dari semua nya.
Dengan kejadian kemarin, di mana Naya mengungkap kan isi hati nya, di mana Niko yang tiba-tiba menjawab perkataan sang papa dengan pertanyaan juga, itu membuat ke dua orang tua itu sadar.
Jika mereka harus berubah, tidak perlu menunggu siapa yang akan berubah, karena sebagai orang tua mereka harus memberikan contoh yang baik untuk anak-anak mereka.
Mereka sama-sama memiliki anak kandung, dan mereka juga memiliki anak tiri di mana mereka sebagai orang tua harus menjaga keluarga itu agar utuh seperti keluarga pada umum nya.
Di meja makan kali ini ada yang terasa aneh di mana mereka semua saling melirik satu sama lain entah apa tujuan nya.
Tapi di dalam hati mereka semua.
Mereka bahagia dengan perubahan itu.
''Semoga ke depan nya keluarga ini masih tetap seperti ini,'' batin Naya.
''Perubahan ini terasa tak nyata,'' gumam Niko yang merasa aneh
Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.
Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu doโa dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.
Aamiin.
Selamat menunai kan ibadah puasa bestie.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
__ADS_1
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...๐๐๐๐...