
...~โขHappy Readingโข~...
Mendengar apa yang di ucap kan Naya membuat mama Ani syok.
''Keinginan Naya dari kecil simple, hanya ingin tidur di peluk mama, pengen di manja, makan bersama tapi semua itu tidak pernah Naya dapat kan dari Naya kecil sampai sekarang,'' jelas Naya.
''Mama selalu sibuk dengan urusan nya, tidak pernah ada waktu sehari saja untuk ku, Mama selalu beralasan jika mama sibuk ini sibuk itu, tanpa Mama memikirkan aku yang juga merasa kehilangan, mama keluar dengan sesuka hati Mama, Mama selalu merasa kesepian kalau di rumah ini, hal yang sama yang Naya rasakan,'' jelas Naya.
''Jika Mama dines pagi aku ke rumah lebih dulu dari rumah ini karena jadwal ku sekolah, jika mama dines siang pagi pun kita tidak pernah sarapan bareng ketemu pun tidak karena mama selalu berada di kamar nya, apalagi jika mama dines malam sudah pasti dia hari itu Mama tidak akan pulang,'' lanjut Naya dengan tersenyum.
''Sampai Naya lupa jika sebenarnya Naya masih memiliki se orang ibu,'' ucap Naya lagi.
''Tapi aku tidak pernah marah sama Mama ia kan Ma?'' tanya Naya.
''Kapan aku pernah marah sama Mama, kapan aku pernah menegur Mama,'' tanya Naya lagi.
''Bukan berarti Naya selalu mendukung apa yang Mama lakukan, hanya saja Naya tidak pernah memiliki waktu untuk protes, Mama selalu bilang bingung sibuk, sibuk dan sibuk tapi yang aku lihat Mama selalu enjoy di luaran sana, Mama jalan dengan sahabat Mama, liburan bareng, bisa makan siang bersama, bisa makan malam bersama, tapi aku tidak pernah merasakan itu dari kecil Ma,''
''Tapi tidak apa-apa Naya mampu menerima mya dengan baik,''
''Tidak usah merasa bersalah karena semua nya sudah terlambat,'' jelas Naya.
''Kalian selalu bilang jika kalian kan buru-buru mengambil keputusan ini, tapi yang aku lihat kalian sudah sering jalan berdua, ke Bali liburan berdua selalu menyempatkan untuk makan malam bersama,'' jelas Naya.
''Dan Mama melupakan Naya, Naya tidak masalah karena apa karena Naya tidak mengharap kan apapun dari Mama, harapan Naya untuk mama sudah tidak ada lagi, dari kecil Naya terlalu banyak untuk Mama, tapi dari semua harapan uang Naya minta tidak ada satu pun yang terlaksana.'' jujur Naya.
''Sekali pun kalian menjadi orang tua yang egois Naya tidak masalah, karena di setiap langkah Naya selalu ada doa untuk Mama, karena Naya sadar di dunia ini Naya sudah tidak memiliki siapa siapa lagi, jika masih ada nenek Naya akan lebih memilih hidup dengan nya di desa dengan keadaan yang seadanya,'' ucap Naya.
Dan jangan di tanya mama Ani sudah menangis sedari tadi.
Melihat itu Naya berjalan ke arah sang Mama dan memeluk nya.
__ADS_1
''Untuk apa Mama menangis semua sudah berlalu jikae pun Mama menyesali nya sudah terlambat hidup Naya sudah tidak akan pernah se sempurna dulu, tidak akan pernah kembali seperti sedia kala,'' ucap Naya Deng suara yang bergetar se akan Naya mengucap kan itu dengan perasaan yang sangat menyakit kan.
Naya melepas kan pelukan nya dengan sang Mama.
''Aku akan bahagia dengan cara ku Ma, dan aku harap Mama juga akan bahagia dengan cara Mama sendiri, sekarang sudah ada om Arya yang akan melindungi Mama, jadi Naya harap Mama bahagia mulai sekarang, sekali pun Naya tidak tau apa arti bahagia untuk Mama bagaimana definisi bahagia menurut Mama tapi Naya harap setelah ini hanya akan ada senyuman di wajah cantik ini,'' ucap Naya dengan menghapus jejak air mata di wajah sang Mama.
Naya merasa lega karena apa yang dia simpan apa yang dia rasa sudah ia keluar kan semua.
''Om,'' panggil Naya.
''Iya nak,'' jawab Om Arya dengan suara yang bergetar
Om Arya merasa hidup Naya sangat lah sulit dan dia juga ikut adil dalam nya.
''Naya minta sayangi Mama, cintai Mama, jangan sakiti hati nya, karena perempuan semua nya rapuh, dan Naya juga ucap kan selamat datang di keluarga ini om, dan Naya harap om juga bahagia dengan Mama, semoga ini menjadi pernikahan yang terakhir untuk kalian berdua,'' ucap Naya tulus.
''Naya juga ingin minta maaf sama Om dan Mama jika selama ini sikap Naya menyakiti kalian, ucapan Naya menyinggung kalian maaf untuk itu,'' ucap Naya serius.
Naya hanya tersenyum mendengar ucapan om Arya.
''Naya tidak bermaksud apa-apa Om, Naya hanya mengatakan apa yang selama ini Naya rasa, tidak bermaksud untuk menyinggung atau menyakiti perasaan kalian berdua,'' ucap Naya.
''Dan apa yang Naya katakan malam ini semoga tidak menjadi perenggangan di dalam keluarga kita, semoga setelah ini kita bisa saling memaaf kan satu sama lain,'' jelas Naya.
Dan tanpa mereka ber tiga sadari, ada Niko yang mendengar semua nya, dari awal sampai akhir.
Niko sadar jika Niko ikut adil dalam kesedihan Naya.
Setelah semua nya tentang Niko masuk.
''Malam Pa, Tante,'' sapa Niko basa basi.
__ADS_1
Naya yang mendengar suara Niko tidak bergeming ia pun juga tidak melihat ke arah Niko.
Karena sekali pun ia sudah di nyata kan sembuh bertatap langsung dengan Niko juga tidak semudah itu dan Naya butuh waktu.
Setelah Niko duduk Naya memilih untuk pergi ke kamar nya.
''Om ma Naya balik ke kamar dulu ada tugas yang belum Naya selesaikan,'' pamit nya.
Dan Niko yang melihat itu hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar.
Dan orang tua itu juga merasa ada yang aneh dengan sikap Naya setelah kedatangan Niko.
Jika terselip khilaf dalam canda, tergores luka dalam tawa, terbelit pilu dalam tingkah, tersinggung rasa dalam bicara.
Mari kita saling maaf memaafkan, semoga kita tetap SETIA dalam satu jembatan, satu doโa dan satu tujuan dalam menuju RIDHA ALLAH.
Aamiin.
Selamat menunai kan ibadah puasa bestie.
...Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya besti...
...Jangan lupa dukungan ya bestie...
...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya Abal Abal ini...
...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...
...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...
...๐๐๐๐...
__ADS_1