
Monica pun berjalan menuju ke arah Sasa dan duduk di hadapannya yang hanya berjarak 1 meja kecil .
Monica pun sampai dimana Sasa duduk , dan menarik kursi dan menjatuhkan bokong nya di kursi tersebut .
Monica menyapa sahabat nya " Hay Sa " Sambil menarik kursinya yang ada hanya berjarak meja kecil di depan Sasa .
" hmm " sahut Sasa berdehem dan cibikkan bibir nya dan menoleh ke arah lain seakan enggan melihat ke arah sahabat nya itu .
Melihat kekesalan sahabat nya Monica menyesal dan menjelaskan bahwa dirinya sendiri pun menyangka akan menikah pada malam itu dengan satria berkata
" maaf Sa maaf " ucap Monica lirih menatap kearah Sasa dan menggenggam erat tangan nya .
mendengar ucapan lirih sahabatnya hati Sasa lirih dan membalas genggaman tangan Monica dan berkata
" baiklah Mon aku tak akan menyalakan mu tapi setidaknya jelaskan kepada ku , lalu kenapa ponsel pun tak bisa ku hubungi setelah tadi pagi " ucap Sasa yang mulai mengerti keadaan Monica .
Monica pun menjelaskan bahwa pernikahan itu merupakan balas Budi nya kepada keluarga satria , dan mengapa ponsel nya tak dapat di hubungi karna di lempar oleh satria dan hancur .
mendengar semua penjelasan Monica , Sasa merasa kasihan melihat keadaan Monica , mengorbankan hidupnya demi balas Budi yang seharusnya tidak di lakukan nya karna ayah Monica meninggal karena ayah satria .
tapi semua penjelasan Monica masih belum memenuhi perasaan ingin tahunya , Sasa pun mulai bertanya kenapa dia tidak pernah menghubungi nya selama seminggu kemarin .
" ya Mon aku sudah mengerti , tapi kenapa kau tidak ada kabar selama seminggu ? kau kemana saja ? " ucap Sasa yang penasaran kemana perginya Monica .
Monica penjelasan pagi rencana bulan madu yang di siapkan ibu satria dan keadaan selama di Paris .
Sasa menarik napas panjang setelah mendengar semuanya , dan mencoba untuk memberikan dukungan agar Monica kuat menghadapi kehidupan nya bersamaan satria .
suasana haru yang terjadi antara keduanya pecah saat seorang pelayan datang untuk bertanya pesanan keduanya .
" permisi nona , apa pesanan anda " tanya pelayan itu sopan kepada Monica dan Sasa .
Monica dan Sasa memesan beberapa makanan dan jus karna waktu sudah menunjukkan Waktu makan siang.
beberapa saat kemudian beberapa makan yang mereka pesan pun datang , mereka pun mulai menikmati makanan yang mereka pesan dengan sambil sesekali tertawa dan menceritakan hal - hak hangat yang baru terjadi .
waktu berjalan jam sudah menunjukkan pukul 2 Monica dan Sasa pun beranjak pergi , Monica berniat mengantarkan Sasa pulang tetapi Sasa menolak karena tidak ingin menyusahkan Monica karena arag rumah mereka berbeda .
Monica memaksa dan akhirnya Sasa pun pasrah di antar kan oleh Monica ke kontrakan kecil miliknya , yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari cafe yang datangi tadi .
__ADS_1
15 menit berselang Monica dan Sasa terus mengobrol saat berada di dalam mobil , serasa tidak ada habis nya yang mereka bicarakan dan tak terasa sudah sampai di depan kontrakan Sasa .
Sasa pun keluar dari mobil dan melambaikan tangan nya ke arah Monica dan mobil Monica pun berlalu meninggalkan kontrakan Sasa .
" huh tidak seharusnya kau yang menikah dengan nya " ucap Sasa kesal setelah mobil yang membawa Monica berlalu pergi .
***
Satria yang sudah sedari tadi mengendarai mobil nya tanpa tujuan , akhirnya dia memutuskan untuk pulang , saat perjalanan pulang satria berpikir untuk membelikan ponsel baru untuk Monica , sebagai tanda maaf karena telah merusak ponsel nya .
satria pun menuju ke sebuah mall dan masuk ke area parkir , setelah memarkir mobil nya satria masuk dan membelikan sebuah ponsel keluaran terbaru untuk Monica .
setelah selesai dengan pembayaran ponsel yang di belinya satria pun mengendarai mobilnya keluar dari area parkir dan memacu kendaraan nya untuk pulang ke rumah .
sesampainya di rumah satria melihat Monica sedang mengobrol dengan ibunya di taman kecil depan rumah , satria datang dan mencium pipi ibunya dan berlalu pergi tanpa menyapa Monica dengan tangan menenteng sebuah paper bag kecil yang berisikan ponsel .
satria pun masuk ke kamar dan meletakkan paper bag itu di atas ranjang dan berlalu pergi masuk ke kamar mandi , karna badan nya serasa lengket .
saat satria sedang mandi Monica masuk ke kamar dan melihat paper bag di atas ranjang , rasa penasaran bercampur rasa gengsi untuk melihat isi nya , tapi rasa penasaran Monica lebih besar dan langsung mengintip isi nya " apa yang di beli pria gila ini " bathin Monica sambil membuka sedikit paper bag nya .
tanpa di sadari oleh Monica ternyata satria sudah berdiri dari arah kamar mandi , melihat Monica yang mengintip isi paper bag satria langsung mengatakan itu untuk nya .
Monica terkejut mendengar suara satria , " si siapa yang mengintip nya " ucap Monica spontan dengan suara tergopoh-gopoh .
" terserah " sahut satria datar .
satria langsung meninggalkan Monica dan masuk keruang wadrobe , setelah berpakaian dia pun menuju dapur karena perut nya terasa lapar karena belum makan siang .
meminta pelayan menyiapkan makanan nya satria pun duduk di ruang tv sambil menunggu makanan nya .
Monica yang masih ragu mendengar satria mengganti ponsel yang sudah di rusak nya , monica pun enggan mengambil ponsel tersebut dan keluar tanpa menyentuh ponsel nya .
***
Sabrina yang masih mendekam di penjara karena kejahatan nya merasa benar-benar tersiksa karena belum pernah dia merasakan hidup seperti di neraka .
setelah hampir 3 Minggu di penjara namun belum ada keputusan berapa lama dia akan di sana , pengadilan belum memutuskan , persidangan terakhir yang akan berlangsung besok Monica terus berharap ada seseorang yang akan menolong .
Monica terus tidur dalam rasa ketakutan walaupun sebenarnya dia tak menyesali perbuatannya kepada Monica .
__ADS_1
***
setelah satria selesai makan dan kembali menonton televisi yang sedari tadi di tonton nya .
Monica dengan ibu mertuanya masih saja mengobrol Tah apa yang di bicarakan menantu dan ibu mertua itu sehingga berlangsung berjam-jam .
satri mulai merasa mengantuk , mematikan televisi dan beranjak menuju kamar , saat memasuki kamar satria melihat paper bag yang di bawa nya masih terlihat rapi seperti semula .
hal itu membuat satria marah , niat baik yang di tunjukkan tak di terima dengan baik oleh Monica , baru kali ini dia menerima penolakan .
akhirnya satria pun berteriak memanggil Monica yang sedang mengobrol dengan ibunya itu , satria melupakan sandiwara yang di buat oleh nya , karna tertutup oleh emosi yang kalut .
BRAK
satria membanting pintu kamar dengan tangan sebelah kiri membawa ponsel yang di belikan nya untuk Monica .
" MONICA , MONICA " pekik satria dengan tatapan tajam dan napas yang memburu satria terus memekik memanggil Monica .
PROFIL SASA
USIA 25 TAHUN
SAHABAT MONICA DARI MASA SMA
BEKERJA DI PERUSAHAAN ATMAJAYA
PENUH AMBISI
IRI DENGAN MONICA WALAUPUN DIA SAHABATNYA
OK GAYS BERSAMBUNG YA ππ
YANG MAMPIR TOLONG VOTE LIKE KOMEN AND RATING YA πππ
BAGI YANG UDAH MAMPIR MAKASIH πππ
MAAF KALO CERITANYA NGEBOSENIN ππβΊοΈ
__ADS_1