Luka Membawa Cinta

Luka Membawa Cinta
Penculikan


__ADS_3

**Satria terduduk dilantai , menyesesali perbuatannya kepada Monica . sudah 3 hari semenjak kejadian di kantor itu Monica tidak pernah pulang kerumah satria maupun kontrakan nya Monica ، tapi rasa kesal satria lebih besar ketimbang rasa bersalahnya.


satria terus menerus mencari Monica, mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Monica , tempat- tempat dan temen Monica sudah di datangi oleh satria tapi hasilnya nihil ,tidak ada yang tau kemana Monica pergi .


saat ini satria sangat prustasi harus mencari kemana lagi , belum lagi tekanan dari ayah dan ibunya , yang sangat marah atas kejadian di kantor dan menyalakan semua y kepada Satria dan sudah menjadi penyebab hilangnya Monica.


plak


"dasar anak tak berguna, tega sekali kau menampar istrimu sendiri " ucap ibu satria kesal akan perbuatan anak nya .


tamparan ibu satria mendarat tepat di pipinya satria , dan sukses membuat satria terperangah tak percaya ibunya sendiri tega menampar hanya gara- gara gadis itu .


" *huh dasar gara- gara gadis sialan itu yang menghilang Tah kemana ayah dan ibu jadi memarahi ku" bathin satria kesal


" kau cari dia sampai ketemu satria , aku tidak ingin Monica terluka , aku sudah berjanji kepadanya ayah nya akan menjaganya "pekik ayah satria dengan tatapan tajam ,amarah seakan ingin memukul anak nya yang bodoh itu .


" iya ayah aku pasti mencarinya kalian tenang saja " sahut satria dengan nada datar* .


****


PLAK


PLAK


PLAK


Suara tamparan menggema di suatu ruang di sebuah gedung tua di pinggiran kota.


Monica duduk terkulai lemas dengan kaki dan tangan terikat kebelakang dan mulut di lakban , sudah 3 hari Monica tidak makan belum lagi siksaan - siksaan bertubi tubi yang di terimanya .


" hahahahahah kau Monica istrinya satria bukan , kau yang sudah menikah dengannya di hari itu , kau terima pembalasanku karena sudah mempermalukan aku dideoan orang banyak " gelak Sabrina sambil terus menampar pipi mulus Monica dengan sekali- sekali menendang kaki nya .

__ADS_1


Monica hanya bisa pasrah ,dia tidak tau apa - apa tapi kenapa menjadi korban , menangis dan terus berdoa berharap ada seseorang yang akan menyelamatkan hidupnya dari wanita gila ini bathin Monica sambil terus terisak Isak.


" huh dasar satria mencari wanita bodoh ini saja lama sekali , aku sudah tidak sabar ingin membunuhmu ketika kau sampai ketempat ini untuk menyelamatkan nya " ucap Sabrina kesal kenapa membutuhkan waktu yang sangat lama bagi satria untuk menemukan istri bodohnya ini .


" apa mungkin kau tidak beharga bagi nya hahahah " gelak Sabrina menatap mata Monica dan melihat tubuh nya yang sudah sangat menyedihkan itu.


****


akhirnya satria mendapatkan titik terang dimana keberadaan Monica melalui satpam perumahan yang melihat ada seorang wanita yang di culik dan si satpam mencatat nomor plat mobil yang membawa Monica , dari plat mobil nya saja satria sudah tau kalau itu Sabrina .


" huh apa yang akan di lakukan wanita jalan itu lagu " dengus satria kesal karena mengetahui Monica di culik oleh Sabrina


tidak butuh waktu lama satria mengetahui tempat persembunyian yang berada di pinggiran kota itu ,


dengan membawa anak buah yang di perlukan satria mulai masuk ke dalam gedung tua tersebut , dan melihat lihat di ruangan yang mana Sabrina menyekap Monica.


dari kejauhan terdengar suara tamparan dan suara tertawa seorang wanita , yang di yakini satria itu suara Sabrina . perlahan satria mendekati ruangan tersebut mendobrak pintu , spontan saja Monica dan Sabrina melihat ke arah pintu memastikan siapa yang masuk.


" oh kau satria , selamat datang , kau ingin menyelamatkan istrimu kan ini ambillah dan matilah bersama sama " teriak Monica sambil melempar Jan tubuh lemas Monica yang sudah penuh luka .


" kasihan sekali kau , karna masalah ku kau jadi begini "bathin satria menatap kasih kepada Monica


" *apa yang kau lakukan pada istriku, dasar wanita jalan" teriak satria menatap tajam kepada Sabrina yang terus tergelak


" hahaha kau hanya melakukan sedikit pelajaran kepada istrimu ini syg" ucap Sabrina sambil terus tergelak menatap ke arah satria .


mengambil remote di dalam tas nya Sabrina berkata bahwa gedung yang mereka pijak sudah di pasangi boom , jika Sabrina menekan tombol ini maka mereka akan mati bersama sama karna tertimpa reruntuhan bangunan.


" hahahahahah kau lihat ini , sekali ku tekan kau dan istrimu itu akan mati bersama ku " ucap Sabrina yang sudah menimang Minang remote control itu .


" dasar kau wanita jalan" berani beraninya kau memasang boom di gedung ini dan mejebakku " ucap satria sambil mengulur waktu agar anak buah nya dapat menjinakkan boom tersebut tanpa sepengetahuan Sabrina .

__ADS_1


" nah kenapa tidak berani , kau saja berani mempermalukan aku di depan orang ramai " ucap Sabrina dengan senyum sinis mendapat satria


tidak membutuhkan waktu lama anak buah satria sudah menjinakkan boom yang di pasang Sabrina , karna mendapat kode dari anak buah nya satria langsung mendekat kepada Sabrina dengan mengacungkan senjata apinya kepada Sabrina .


Sabrina hanya tergelak " kau mau membunuh ku hahaha apa kau tak takut aku akan menekan tombol ini " ucap Sabrina sambil memundurkan tubuhnya menjauhi satria yang sudah mendekat .


" hahahaha kau tekan saja aku tidak takut " ucap satria percaya diri


tanpa berpikir Sabrina menekan tombol tersebut namun tidak terjadi apa - apa . Sabrina panik kenapa tidak berfungsi padahal semua sudah di siapkan nya .


melihat ekspresi wajah Sabrina yang panik satria tergelak sambil terus mendekati Sabrina dan menodongkan senjata apinya kepada Sabrina .


Sabrina mulai gemetar , tubuhnya berkeringat , tak terdengar lagi suara tergelak yang sebelumnya terdengar .


DHOR


DHOR


Peluru melesat tepat di kaki kanan dan tangan kanan Sabrina , yang langsung melumpuhkan dan membuat Sabrina terkulai bersimbah darah , satria langsung menyuruh anak buah nya membawa Sabrina keluar dari gedung dan melaporkan perbuatan Sabrina ke polisi.


kasihan menatap Monica yang masih terkulai lemas, satria langsung melajukan mobilnya membawa Monica kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka - luka nya .


" maaf kau terluka karena permasalahan ku dengan sabrina " ucap satria sambil terus melakukan mobilnya .


Sesampainya di rumah sakit Monica langsung di rawat dan di bersihkan luka - lukanya oleh perawat, Monica hanya menderita luka - luka lebam yang sedikit parah dan dehidrasi karena tidak mendapatkan cairan selama di sekap oleh Sabrina .


ada rasa menyesal di hati satria karena sudah melibatkan Monica dalam rencana balas dendam nya dan akhirnya mengakibatkan Monica jadi begini.


satria sudah memberikan kabar ke ayah dan ibunya bahwa dia sudah menemukan Monica dan membawa nya ke rumah sakit , begitu mendapatan kabar ayah dan ibunya satria langsung menuju kerumah sakit karena sangat khawatir dengan keadaan anak dan menantunya itu , setelah mendengar penjelasan dari satria* .


BERSAMBUNG

__ADS_1


YANG MAMPIR LIKE VOTE AND KOMEN NYA KARNA AUTHOR AKAN SANGAT BERTERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN 😊😘😘


AUTHOR MINTA MAAF KALO CERITANYA G SERU 😁**


__ADS_2