
Begitu maudy menengok sekilas, terlihat seperti bayangan yang ia pernah lihat sebelumnya ketika dia di bonceng bara naik motor malam malam mencari bakso.
Tetapi Maudy tidak begitu jelas melihat nya sehingga di abaikan saja bayangan itu. Entah kenapa akhir-akhir ini maudy sering melihat hal hal di luar logika nya.
Semenjak ia berlibur ke rumah nenek nya dan melintasi perkebunan yang terkenal angker itu, ia bermimpi aneh pula ketika tertidur di dalam mobil selama perjalanan kerumah nenek sekarang maudy jadi sedikit lebih "peka" terhadap makhluk yang tak kasat mata.
Tetapi maudy tetaplah maudy. Ia selalu berusaha menepis dan menyangkal hal hal di luar nalar tersebut dengan logika nya. Padahal maudy sendiri merasa memang ada yang aneh pada dirinya. Tetapi ego nya lebih tinggi dari pada lainnya.
Tiba lah mereka semua di rumah sakit, tepatnya berada di kota. Karena rumah nenek benar benar masih agak terpencil dan asri. Maka dari itu kalau mereka sedang dikota, ketika berbelanja jangan sampai ada yang tertinggal bakal repot kalau sampai tertinggal.
Kedua orang tua nya memapah bara yang kesulitan untuk berjalan. Maudy melesat memanggil dokter untuk memeriksa kaki bara. Karena memang sudah tengah malam, di rumah sakit pun menjadi sangat sunyi. Hanya beberapa suster dan dokter yang lalu lalang memeriksa setiap pasien yang sedang mendapat perawatan intensif disana.
"Dok, tolong saudara saya. Kaki nya tertimpa lemari dok. Sepertinya luka". Terang Maudy ketika sampai lebih dulu di ruangan UGD.
__ADS_1
"Baik". jawab dokter tersebut sangat singkat.
Begitu maudy ingin ke pintu keluar, ternyata ada seorang dokter yang baru datang menuju ke arah nya.
"Loh,, kamu cari siapa?" tanya dokter itu.
"Lah dokter kok bisa disini? baru aja saya minta tolong sama dokter buat periksa saudara saya yang kecelakaan". Maudy dibuat bingung seeee bingung bingung nya. Bagaimana bisa dokter yang baru beberapa detik yang lalu ada didalam ruangan nya, seketika berada di luar ruangan. Bersama bara dan lainnya pula.
Ada apa sih sama gue?
"Yasudah ini baru mau saya tangani dulu pasiennya. Kamu tunggu di luar dulu yaa, saya akan memeriksa saudara mu". ujar dokter sambil menutup pintu ruangan tersebut.
"Ada apa sih sama gue yaa? kenapa bisa gini? Gak habis pikir sama diri gue sendiri". batin maudy
__ADS_1
"Nak kenapa bengong?" tanya mamah nya.
"Ah,, ngga mah ,, gak kenapa kenapa kok. Cuma lagi mikirin bara aja, kenapa bisa sampe kayak gitu kakinya. Pasti sakit banget deh yaa mah. Kalo aku sih pasti nangis setiap saat tuh, hehehehe.
"Iya dong anak laki laki harus bisa bagi waktu. Jadi sebisa mungkin dia tahan sakitnya demi bisa pulang lagi ke rumah". ujar mamahnya.
"Tapi mah, kok bisa yaa bara kaget doang sampe jatoh yaa?"
"Itu yang mama lagi pikirin dari tadi. Emang nanti. Sebentar yaa mama mau lihat keadaan bara". kata mama
"Iyaa mah, aku tunggu disini aja. Supaya bisa gantian, kasian sudah malam biar bara istirahat". jawab maudy.
Di dalam ruangan dokter sudah memeriksa kaki nya bara. Sudah diberi obat dan di pakaikan gips karena agak geser sedikit, tetapi tidak berbahaya kata dokter yang menangani nya tadi.
__ADS_1
Setelah mendapat ruang rawat, bara di pindah kesana. Awalnya menolak dirawat, tapi berhubung sudah malam jadi mau tidak mau harus menginap dahulu.
Bara di pindah ke ruangan VVIP agar semua keluarga bisa tidur disana.