Makhluk Lainnya

Makhluk Lainnya
Siapa?


__ADS_3

Setelah perdebatan sengit, melalui konferensi meja bundar akhirnya mamah mengizinkan aku untuk pergi mendaki gunung bersama kak damar. Kak damar memang top markotop deh. Pesona kak damar memang bikin meleleh semua wanita. Mamahku saja sampe ngizinin aku pergi mendaki. Padahal pergi ke mall aja suka di telepon berapa menit sekali. Keren lah kak damar pokoknya.


Lampu hijau sudah menyala, saatnya berburu alat mendaki. Karena aku gak paham, akhirnya aku ajak si bara untuk pergi ke mall. Maklum dirumah nenek jauh dari kota. Jadi kalo gak naik angkot, yaa naik kendaraan pribadi untuk sampai di mall yang lumayan jauuuhh. Oke, akhirnya kami pinjam mobil papah dengan kak damar supirnya. Lagi-lagi kak damar yang minta izin wkwkwkk. Bara ganteng doang, mau izin pinjem mobil aja gemeter. Payah !!


"cepetan kak nyetirnya, udah gak sabar beli peralatan camping" ujar maudy. Terlihat mata nya yang berbinar pertanda kalau dia benar-benar senang dengan perjalanan kali ini.


"Lah sabar neng, kalo buru-buru jalannya bukan sampe mall, tapi sampe rumah sakit wkwkwkwkk". kelakar kak damar.


"iya kak tapi jangan sampe malem, ngeri juga lewat kebun nanti gelap horor". ujar maudy.

__ADS_1


"Iya nanti kita langsung gercep yaa, supaya gak kemaleman dijalan. Ngeri juga, walaupun kakak udh sering lewat tetep aja merinding kalo lewat kebun itu malem-malem. Siang hari aja horor, apalagi malem".


"iyaa bener kak, bara juga merinding kalo lewat sana, apalagi kalo motoran. Nggak banget deh kalo kemaleman disana naik motor" jelas bara.


"ah lo mah penakut, ganteng doang tapi nyali ciut hahahahhaha". kelakar maudy.


"eh monyong, emang horor kalo lewat sana. Kan lo sendiri ngalamin" kata bara sembari menoyor kepala maudy.


"udah udah jangan berisik. Sebentar lagi kita lewat kebun itu". kak damar menengahi. Benar saja baru memasuki kebun tersebut hawa dingin langsung menyentuh kulit tengkuk mereka. Hawa dingin yang tidak biasa, suasana menjadi lain rasanya. Dingin bercampur merinding.

__ADS_1


"Baca doa yaa, dimulut dan dihati". Titah Bara kepada dua adik sepupu nya.


"iyaa kak". jawab Maudy dan Bara bersamaan. Doa - doa mereka rapalkan sebisa mereka. Bulir keringat muncul di kening maudy. Entah kenapa tiba - tiba dia berkeringat hebat. Padahal udara sejuk sekali di area perkebunan itu. Damar yang menyadari adik sepupu nya tengah berbeda itu langsung menepikan mobilnya. Sebenarnya hal itu tidak dianjurkan di perkebunan itu. Tapi mau tidak mau damar harus menepikan mobil untuk melihat keadaan maudy.


"Dek, kenapa? ".tanya damar hati - hati.


"Oh, gapapa kak. Kenapa emangnya kok berhenti? ". Maudy malah tanya balik. Sejujurnya dia juga merasa ada yang aneh, seperti perasaan takut. Tapi entah takut karena apa.


"Jujur aja maudy, kamu kenapa? kok keringetan gitu? kamu mau pup yaa? " tanya damar yang malah disambut tawa oleh Bara. Benar - benar tidak lihat kondisi Bara ini tertawa ditempat seperti ini. Duuuuhhh Bara.

__ADS_1


"Gak lah kak, kan tadi aku juga gak makan banyak kok. Jadi perut aku aman kok. Ish apaan sih lo Bar tawa - tawa gak jelas. Apanya yang lucu coba iissshhhh". Maudy jengkel sama bara yang gak tau situasi dan kondisi.


Di sela tawa nya Bara terdiam karena melihat ada...........


__ADS_2