
Maaf yaah semua author sudah lama tidak update karya ini.
Author lagi kurang sehat serta fokus ke karya yang lain karena sedang ikut lomba. Doakan author menang yaaa, hehehe.
Yuk kita lanjut lagi, semoga author bisa update bab rutin yaaa....
Selamat membaca reader kesayangan author 😘❤️
.
.
.
.
.
Mereka berkumpul di basecamp untuk simaksi.
Memeriksa juga anggota rombongan supaya tidak ada yang tertinggal.
Maudy sangat senang di ajak berlibur seperti ini. Benar benar menyenangkan dan segar sekali udaranya.
Ini pengalaman pertama maudy dan bara.
__ADS_1
Mereka sangat antusias ketika damar mengajak serta mereka dalam pendakian kali ini.
Setelah semua selesai, mereka bergegas berkumpul dan damar meminta untuk semuanya berdoa bersama dulu sebelum pendakian di mulai.
"Ayo teman teman, sebelum kita berangkat ada baiknya kita berdoa dulu agar kita semua selamat sampai tujuan dan pulang nya pun begitu. Berdoa mulai".
Mereka larut dalam keheningan. Berdoa dengan khusyuk agar diberi kelancaran selama mendaki.
Tatapan mata gilang tak lepas dari maudy. Hal itu tak luput dari pandangan marlan teman tetangga komplek yang gilang ajak.
'Kenapa gilang lihatin adek nya temen nya kayak gitu yaa. Ah cuma lihat aja mungkin'. batin marlan.
"Berdoa selesai. Kita berjalan memanjang ke belakang yaa, bagi yang baru pertama mendaki boleh pegangan satu sama lain. Jangan lepas pegangannya dan jangan banyak menengok ke belakang. Pandangan kita lurus ke depan. Paham yaa, yuk kita mulai jalan". Titah damar pada rombongan nya.
Maudy berada di dekat bara dan damar. Memegang tangan bara dengan erat.
"Yailah di, kenceng amat pegangannya. Takut banget gue tinggalin dah. Pegang tas gue aja deh nih tali nya". ucap bara.
"Kenapa si bar, gue mau nya megang tangan lebih aman aja rasa nya".
"Iyaa deh nih pegangan sini. Harusnya tadi gue bawa tali buat ikat lo biar gak hilang. hahahaha".
"Enak aja, lo kira gue anj*ng tetangga".
"Sudah sudah jangan ribut mulu. Ayo atur pernafasan selama jalan. Nikmati perjalanan nya. Jangan malah berantem". lerai damar.
__ADS_1
"Iyaa iyaa siap". ucap bara dan maudy bersamaan.
Posisi mereka di depan ada Ucok dan desi. Lalu di posisi belakang nya damar, bara dan maudy. Kemudian menyusul didi dan yeni, di belakang nya gilang, marlan terakhir iyan.
Sepanjang perjalanan marlan melihat temannya itu senyum senyum sendiri, apalagi kalau lagi istirahat pasti tatapan mata nya mengarah ke cewek yang ada di dekat damar terus. Cewek itu tentu maudy.
Marlan heran dengan temannya itu. Seperti orang lain. Bukan seperti gilang biasa nya.
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di pos satu. Mereka pun berhenti untuk sekedar minum dan mengambil nafas panjang.
Gilang izin buang air kecil katanya. Tetapi gilang membawa air minum dan bungkusan plastik kecil. Hal itu di lihat oleh marlan walaupun gilang gerak cepat memasukkan plastik itu ke saku nya, karena mereka berdekatan.
Karena penasaran akhirnya marlan mengikuti gilang apa yang dia lakukan.
"Si gilang bawa apaan itu yaa, mencurigakan banget". gumam marlan hampir tak terdengar.
Gilang mencari pohon agak besar. Lalu dia benar buang air kecil di sana.
Tetapi setelah dia buang air kecil, dia mengambil botol minum nya lalu merogoh saku celana nya dan mengeluarkan bungkus plastik tadi.
Marlan tidak jadi menghampiri gilang. Dia hanya memperhatikan dari jauh saja.
Gilang membuka plastik tersebut lalu memakan butiran putih seperti permen ke dalam mulutnya. Lalu minum air di botol sedikit.
'Obat apa yaa yang gilang minum itu? kok sampe ngumpet gitu sih? Apa dia sakit? tapi kayaknya dia sehat sehat aja deh'. Batin marlan bertanya tanya.
__ADS_1