
Hai para pembaca ku, maaf yaa beberapa hari kemarin gak update. Karena ada kesibukan yang gak bisa di tinggal.
Dukung author terus yaaa semuaaaa..
i love you all
.
.
.
Beberapa hari kemudian, damar sudah bersiap sejak subuh tadi sehabis sholat di masjid dengan para bapak bapak.
Hari ini rencana mereka akan mendaki gunung.
Mereka mendaki dengan rombongan enam orang.
Damar, bara, maudy, gilang dan dua orang lagi siska dan tirta rekan damar.
"jangan sampai ada yang tertinggal yaa bar, di. Sudah siap kan semua nya?" tanya damar.
"udah beres kak, mudah mudahan gak ada yang tertinggal". jawab maudy.
"Yaudah simpan tas nya di bagasi aja nanti, taro ke depan aja dulu". titah damar.
__ADS_1
"Kita naik apa mar?" tanya bara
"Naik mobilnya gilang, ini kita tungguin dia dulu. Nanti temen gue yang dua lagi ketemu di basecamp katanya". jawab damar.
"Nah itu bukan temen lo?" bara menunjuk mobil yang baru masuk ke pekarangan rumah nenek.
"Kamu jadi pergi?" ucap nenek sendu memegang tangan cucu nya maudy.
"Duuhh nenek jangan sedih gitu dong, maudy kan cuma liburan. Lagi pula kan ada kak damar, ada bara yang jagain maudy di sana". maudy menangkup wajah nenek nya yang terlihat khawatir.
"Iyaa nek, Insyaallah kita bisa jaga diri kok. Nenek doain yaa supaya kita seneng dan kembali dengan selamat". ucap damar.
"Iyaa nenek ku sayang, kita kan mau liburan. Nenek jangan sedih gitu yaaa, nanti cantiknya hilang loohhh". bara merangkul neneknya yang sedang khawatir itu.
"Assalamualaikum nek". gilang yang baru saja tiba menghampiri nenek dan lainnya.
"Iyaa nek, disini aja gak apa apa".
"Mar, kamu nanjak nanti hati hati yaa. Jagain maudy sama bara. Jangan di tinggal tinggal". ucap mama maudy yang baru datang dari belakang.
"Iyaa bi, insyaallah damar jagain dua bocil ini".
"Jangan banyak tingkah yaa bara disana. Ikutin damar, jangan pergi pergi tanpa kabar". titah papa nya pada bara anak nya
"Iyaa siap komandan". jawab bara.
__ADS_1
"Maudy juga kalo capek istirahat dulu, kalo mau kemana mana di temenin bara atau damar. Jangan sendirian yaa. Jangan lupa sholat". Ujar mama nya.
"Iyaa mah, siaappp". jawab maudy.
"Yaudah yuk berangkat". ucap damar.
"Kita pamit dulu yaa nek". ucap gilang sembari mencium punggung tangan nenek.
"Iyaa nek, kita jalan dulu yaaa. Nenek sehat sehat yaaaa" ujar maudy
"Apaan si maudy, kita cuma pergi beberapa hari doang. Lebay deh. Yaudah nenek ku yang cantik, bara jalan jalan dulu yaaa. Dadah nenekku sayang". ujar bara
"Mamah, maudy berangkat yaa. Mama jangan lupa makan. Kan maudy mau pergi dulu, jangan sedih gitu dong muka nya. Maudy mau jalan jalan loh mah, mau seneng seneng kan. Jangan gitu muka nya hehehe". ucap maudy
"iyaa sayang hati hati yaaaa". mama memeluk putri nya itu dengan erat.
Entah perasaan mama dan nenek nya ke maudy ngga tenang begini. Seperti perasaan takut dan sedih.
Setelah menyalami semua nya, mereka masuk mobil dan mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumah nenek.
"Perasaan ku gak enak mbu. Ah mudah mudahan cuma perasaan aja yaa mbu". ujar mama maudy
"Mudah mudahan semua nya selamat sampai tujuan dan pulang juga selamat". imbuh nenek.
Perasaan para orang tua itu menjadi gelisah setelah kepergian anak anaknya yang ingin mendaki pegunungan itu.
__ADS_1
Semoga hanya perasaan saja yaaa....