
Setelah perut sudah terisi masakan nenek yang paling juara, saatnya untuk santai-santai. Karena papahku anak pertama dan adiknya ada 5, jadilah rumah nenek ramai sekali. Begitu tau papahku akan berlibur kesini, adik-adik papah beserta anak-anaknya juga meluncur kesini. Karena jarak rumah mereka tidak begitu jauh dari rumah nenek, jadi cukup dengan naik motor mereka semua sampai disini dengan cepat.
Aku mempunyai banyak sepupu, dan rata-rata seumuran denganku. Ada juga keponakan papah yang lebih tua dari aku dan bara. Karena tante dewi adiknya papah menikah lebih dulu daripada papah. Ka damar namanya. Dia sudah menyelesaikan kuliahnya dengan cepat, dengan predikat cumlaude. Duuuhh keren banget kan. Muda, ganteng, otak encer, pecinta alam pula. Paket komplit banget kan. Pasti idola wanita nih ka damar. Aktivitas ka damar lebih banyak di alam bebas, aku juga kurang paham pekerjaan seperti apa yang ka damar tekuni. Yang aku dan bara tau, kerjaan ka damar yaa naik turun gunung seperti ninja jepang itu hihihihi.
"di, gue mau jajan. lo mau ikut gak? " ajak bara.
"jajan apaan malem-malem gini? mana gelap".
"gue masih laper, jajan apaan kek nasgor gitu, atau ngebakso enak kayanya". kata bara sambil mengelap liur yang tumpah 😆.
__ADS_1
"Iiihh ganteng-ganteng kok Jorok, mana ada yang mau sama lo bar. Yaa kalo dipikir-pikir makan bakso enak juga malem-malem. Tapi cari bakso dimana jam segini bar? " tanya maudy.
"ada lah pokoknya josss banget bakso nya. Sambelnya juga beeuuuhh mantul". Tanpa pikir lagi, maudy langsung menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. Baru bayangin bakso pedes aja maudy udah keroncongan lagi perutnya. Sebelumnya mereka izin dulu sama orangtua kalau mau cari makan diluar. Awalnya dilarang sama mang paiman, tapi dengan jurus buaya buntung bara berhasil dapat izin mang paiman. Dasar bara kang ngerayu.
Jalan lah kami berdua naik motor, jalanan cukup ramai karena Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi udara sangat menusuk tulang. Diluar pun minim cahaya. Maklum disini masih sangat asri.
Di perjalanan maudy cukup menikmati pemandangan sekitar. Walaupun gelap, tapi maudy cukup bisa melihat pemandangan yang memanjakan mata nya.
Maudy langsung menepuk bahu bara. Menyuruh bara untuk berhenti sejenak untuk memastikan penglihatan nya.
__ADS_1
"Bar, berhenti dulu sebentar bar. Stop stop bar".
Bara pun menarik rem motornya dengan mendadak. Karena maudy menepuk bahu nya dengan panik.
"Apa sih di, bahaya tau. Ngagetin gue aja lo. Mau ngapain sih berhenti segala. Disini sepi tau di, iiihh horor". bara bergidik ngeri.
"Sebentar bar, tadi gue kayak lihat ada orang di balik pohon itu. Ngapain yaa orang itu di sana malem malem gini. Mana gelap yaa kan. Emangnya dia gak takut yaa sendirian disana. Atau dia tim uji nyali yang di tivi tivi itu? Wah masuk tivi dong itu orang nanti yaa mantap hehehe". Jelas maudy dengan antusias dan menyelidik.
"Apaan sih lo, mana ada orang sih. Jangan nakut nakutin gue lo ah, gelap gini horor di. Jangan ngada ada deh". kata bara.
__ADS_1
"Iihh bara masa lo gak liat sih gede gitu?"
Bara pun langsung tancap gass melanjutkan perjalanan mencari abang bakso.