Malaikat Ditengah Hujan

Malaikat Ditengah Hujan
Chapter 1


__ADS_3

Aku tidak tau mengapa? Tapi seorang dengan rambut hitam mata ungu menyala berdiri ditengah hujan menggunakan payung.


Gadis yang sedang melihat tanaman di sebelahnya. Apa dia tersesat? pikirku.


Tapi saat dia menyadari keberadaan ku dan menoleh ke arahku, aku seketika terpana dengan kecantikan yang ia miliki.


Rambut berkilau saat air hujan mengenainya dan warna matanya sangat indah. Aku tidak bisa berpaling darinya.


"Apa kamu tersesat?"


"Akhirnya aku menemukan mu."


"Aku?"


"Bisakah aku tinggal bersamamu?"


"Tinggal bersama?... Eeh?... Huhh!!!!"


Gadis yang baru aku temui meminta untuk tinggal bersama, tidak.. tidak.. kenapa kamu mengatakan hal itu dengan gampangnya?


Aku tidak mengerti, kenapa dia ingin tinggal bersamaku?


"Maaf, tapi kita baru saja bertemu bukan?"


"Lalu?"


"Lalu kenapa kamu mengatakan hal itu dengan mudahnya? Apa kamu tidak takut?!!"


"Tidak.."


Huhh... gadis yang aneh. Saat percakapan berlangsung hujan semakin lebat, pada akhirnya aku mengajaknya ke rumahku.


Lagipula meninggalkan dia sendiri di sini akan berbahaya. Aku sama sekali tidak mengerti gadis ini, meminta untuk tinggal bersama.


Aku ini hanyalah anak SMA biasa yang menjalankan hidup biasa, jika begini aku akan dicurigai sebagai penjahat yang menyekap seorang gadis.


Pikirkan buruk mengambil ahli kepalaku, aku sama sekali tidak bisa berpikir dengan tenang.


Kami sampai di apartemen, tempat tinggal ku, kamar ku berada di lantai 3.


"Permisi.."


Kamarku tidak terlalu besar, aku mempunyai ruang dapur, ruang makan, kaar mandi dan satu kamar tidur.


Ini pertama kalinya aku mengajak seorang perempuan ke kamarku apalagi dia baru kukenal.


"Duduklah, aku akan membawa sesuatu."


Aku kemudian menganti bajuku dan mencari beberapa baju lama, aku kembali dan meletakkan baju lamaku.


"Ganti dulu bajumu, kamu bisa menggunakan kamar itu untuk menggantinya."


Aku menyuruhnya untuk berganti baju, aku lihat bajunya basah jadi aku tidak ingin dia demam.


.... Cukup lama dia menganti baju. Huhh... Aku menghela nafas sejenak, aku tidak berpikir akan melakukan hal ini.


"Aku selesai."


Suara dari kamarku terdengar...


Perlahan pintu kamar terbuka...


"Kamu sudah sele—sai..."


Aku terdiam untuk sesaat, melihat sosok di depan ku..


"Wahh!! A—Apa-apaan pakaian itu!!!?"


Gadis tadi mengenakan baju yang aku berikan, tapi.. kenapa hanya bajunya saja yang kamu pakai?!!!


"Hei, bukankah aku sudah memberikan mu celana, jadi tolong kenakan."


Aku tidak kuat melihat ini, aku segera mengambil langkah mundur sambil menutup mataku karena malu melihat.


"Hei, dari tadi kenapa matamu terus ditutup?"


"I—Ini bukan apa-apa, sungguh.."


"Nee..."


Tolong jangan kemari... Gadis itu tiba-tiba mendorong ku ke lantai, dia berada di atasku.


Aku membuka mataku...


Untuk sesaat aku terdiam saat melihat matanya, kedua mata kami saling bertemu.


Ternyata dilihat dari dekat matanya benar-benar cantik, mata yang memancarkan kecantikan dan keanggunan terlihat dimatanya.


Ini bukan saat untuk hal itu!!..


"Anu... Bisakah kamu menyingkirkan dariku?"


"Apa aku membuatmu berdebar-debar?"


"Tentu saja tidak."


"Sayang sekali, baiklah."


Huh.. Aku selamat untuk sekarang ini.


"Ngomong-ngomong, siapa namamu?"


"Yumina.."


"Lalu dari mana asalmu?"


"Tidak ingat.."


"Huh.."


"Tapi aku mempunyai sesuatu, dia bilang untuk memberikan ini kepadamu."


"Kepadaku."

__ADS_1


Yumina kemudian memberikan sebuah surat kepadaku, aku tidak mengetahui dari siapa ini.


Isi surat tersebut ialah "Tolong Jaga Yumina."


Hanya itu saja isinya... Surat macam apa!!! Seseorang memintaku untuk menjaganya, aku bahkan tidak mengenal dia!!


Tenanglah... seperti masih ada kalimat lainya.


"Kalian akan tinggal bersama sebagai suami istri, semua dokumen yang diperlukan sudah ku tanggangi."


Sekarang aku tau apa yang ku benci selain ujian, benar... surat ini..


Aku ingin segera menemukan orang yang menulis ini dan melenyapkannya dengan cepat!!!


Seenaknya dia menjadikan kami sebagai pasutri, bahkan aku sama sekali mengenai latar belakang Yumina.


Huhh.. kenapa hal ini terjadi padaku?


Frustasi? Tentu saja, aku seorang anak SMA menjadi suami dari gadis cantik seperti dia rasanya mustahil.


Untuk sementara aku akan mengesampingkan hal itu. Aku harus memikirkan cara untuk membiayai kita.


Kalau kerja paruh waktuku rasanya itu belum cukup, apa aku harus mencari penghasilan tambahan?


"Nee... orang itu berkata, aku akan bersekolah yang sama dengan mu."


"Begitu ya..."


....


"Hahh!!!"


"Kamu tidak bercanda bukan?!!"


"Tidak, jadi mohon bantuannya Kazami."


"Aku juga..."


Apakah hidupku yang biasa saja akan berubah seketika? Awalnya kami hanya akan tinggal bersama, tapi siapa sangka dia juga akan bersekolah yang sama dengan ku.


...----------------...


Beep... Beep.. Beep...


Aku terbangun karena suara alarm, dalam setengah sadar aku berjalan keluar untuk membasuh muka.


"Selamat pagi Kazami."


Suara sapaan terdengar..


Aku menoleh dan... Yumina tampaknya hari ini kelihatan berbeda, ini terlihat dari dia mengenakan pakaian sekolah dengan kombinasi celemek.


Suara sapaan itu dari Yumina, aku terkejut melihatnya hari ini. Dia terlihat sangat cantik saat mengenakan pakaian sekolah.


"Oh, apa yang kamu lakukan?"


"Memasak. Kamu segera membasuh muka karena masakan akan siap."


"Baiklah."


Aku keluar dari kamar, terlihat susunan makanan yang Yumina masak di atas meja.


Aku terpukau saat melihatnya.


"Ayo segera dimakan, Suamiku.."


Panggilan yang sama sekali belum aku dengar dikatakan oleh Yumina, apa itu panggilan baru ku? Atau dia hanya sedang mengejekku?


Aku duduk lalu mulai menyantap hidangan di depanku.


Huuum...


Satu makanan masuk ke mulutku. "Ini enak." aku bergumam.


Aku tidak berbohong, masakan yang Yumina buat sangatlah lezat.


"Apa enak?"


"Iya, ini sangat enak.. kamu pandai membuatnya. Ini merupakan masakan yang paling enak yang pernah aku makan."


"B—Begitu..." Sambil menutup wajahnya karena malu.


Aku terus melahap masakannya buatan Yumina, aku tidak berhenti untuk terus memakannya.


Masakan yang dia buat sangat beragam, tapi yang paling aku suka adalah ikan gorengnya.


Dilihat dari luar seperti garing tapi saat kamu memakannya itu akan sangat lembut, di tambah bumbunya benar-benar meresap sampai ke dalam, perpaduan rasa pedas, manis dan segarnya ikan menjadi satu di dalam mulutku.


"Terima kasih atas makanan."


"Kamu seperti sangat menikmatinya."


"Tentu saja, selama ini aku belum pernah memakan masakan seenak itu."


"Aku akan memasaknya lagi untukmu."


"Apa boleh?"


"Tentu, aku ini adalah istrimu sudah tugasku untuk memasak makanan yang enak untuk suami."


"Kamu bukannya hanya cantik tapi kamu juga pandai memasak, aku sangat beruntung mempunyai istri seperti mu."


Kalimat pujian aku katakan kepadanya, sekarang ini aku adalah pria yang beruntung yang mendapat seorang istri yang cantik dan pandai masak.


Aku melihat ke arah Yumina...


"Yumina wajahmu memerah, apa kamu demam?"


"A—Ah I—Ini bukan apa-apa..."


Tunggu, apa membuat dia malu karena ucapanku? Iya seperti, dan saat dia menunjukkan ekspresi malunya itu sangat imut.


Setelah makan kami segera berangkat, tapi selama itu aku memberikan sebuah syarat kepada Yumina.

__ADS_1


"Dengar, pertama kamu tidak boleh terlalu dekat denganku saat di sekolah."


"Ehh? memangnya kenapa?"


"Itu akan membuat keributan yang besar."


"Baiklah.."


"Kedua, kamu tidak boleh memberitahu siapapun jika kamu dan aku adalah pasutri, orang-orang akan terkejut mengetahui hal itu dan jangan pernah memanggilnya ku suamiku atau apapun. Mengerti?"


"Baiklah, jika itu mau suamiku."


"Huhh.. ayo kita pergi."


"Sebelum itu..."


"Ada A—"


Tunggu aku kesulitan bernafas!!! Karena takut aku menutup mataku, tapi sebuah kelembutan terasa di mulutku.


Aku membuka mataku, ternyata sensasi itu adalah bibir dari Yumina. Kedua bibir kami saling bertemu, aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat itu.


"Hhhhh... apa yang kamu lakukan!!?"


"Hm? Bukankah wajar itu terjadi saat sudah menikah."


"I—Itu.."


"Apa kamu ingin aku melakukan hal itu sekali lagi?"


"Tolong hentikan..."


Yumina secara mengejutkan menghampiriku dan menciumku, aku tau itu adalah hal biasa jika sudah menikah.


Tapi dia melakukan dengan spontan dan mengejutkanku, aku sama sekali tidak berani melihat wajahnya setelah itu terjadi.


Itu memalukan untukku karena ini pertama kalinya bagiku yang seorang jomblo sejak lama.


Di sekolah...


Aku dan Yumina ternyata satu kelas yang sama, kecantikan yang di pancarkan olehnya benar-benar membuat terpukau siswa di kelas.


Jam pelajaran berakhir... Dalam waktu singkat orang-orang mulai mengerubungi Yumina, entah itu anak perempuan atau laki-laki.


Itu wajar, karena Yumina sangat cantik jadi mudah menjadi pusat perhatian.


Bangku kami jauh, Yumina duduk di tengah barisan ke empat sedangkan aku berada di paling pojok kiri barisan akhir.


Suasana kelas mulai menjadi ramai, aku memutuskan untuk meninggalkan kelas.


Benar juga, sebelumnya Yumina membuatkan bekal makan untukku, sebaiknya aku mencari tempat.


Aku berjalan meninggalkan kelas, menelusuri koridor.


"Kazami..." suara memanggil namaku


Dari arah belakang seorang gadis menghampiri ku. Gadis dengan rambut berwarna coklat dengan gaya kunci kuda dan mata coklat karamel itu bernama Takana Risu, dia adalah temanku saat aku masuk SMA.


Tapi sayang kami berbeda kelas saat kelas dua, dia orangnya cukup ceria tapi sedikit ceroboh.


"Apa kamu ingin makan siang?"


"Iya."


"Boleh aku bergabung denganmu?"


Sebenarnya aku tidak ingin menolak permintaannya tapi aku memilih janji dengan Yumina.


Aku berjanji padanya akan makan siang bersama di sekolah, tapi tanpanya di tidak bisa melakukannya.


Aku harus bagaimana? Ahh.. Tapi jika dipikirkan kalau aku dan Yumina makan bersama itu akan membuat kesalahpahaman yang besar.


Saat aku ingin menjawabnya, tiba-tiba Yumina menghampiri kami.


"Kazami!!!"


"I—Iya?!!"


"Hm? Siapa kamu?"


Gawat, aku merasakan aura yang aneh saat melihat Yumina, aku mempunyai firasat buruk tentang ini.


Yumina yang dikenal memiliki sifat anggun berubah menjadi malaikat pencabut nyawa.


Aku serius! Saat dia tersenyum padaku, aku rasa itu bukan senyuman biasanya.


"Apa kamu kenal Kazami?"


"Ah.. dia, anak baru di kelasku."


"Jadi begitu. Salam kenal aku Takana Risu."


"Aku Kazami Yumina, senang bertemu denganmu."


Tunggu Yumina!! Kenapa kamu menggunakan marga yang sama dengan ku!!? Gawat!!


"Kazami? Apa kamu keluarganya Hari?"


"Tidak, Aku I—"


Saat Yumina akan mengatakan istri, aku langsung mengalihkan pembicaraan..


"Hei, sudah ku bilang jangan mengatakannya?" berbisik.


"Tapi aku tidak ingin wanita lain mendekati suamiku. Lagipula siapa dia?" berbisik.


"Dia hanya temanku saja." berbisik.


"Bohong.." berbisik


"Aku mohon percayalah kepadaku, aku dan dia tidak memiliki hubungan selain teman saja." berbisik.


Aku berhasil menyakinkan Yumina mengenai hubungan ku dan Risu, tapi sekarang aku harus bagaimana?!!

__ADS_1


Pada akhirnya kami bertiga menghabiskan makan siang bersama.


__ADS_2