
Beep... Beep... Beep...
Suara alarm jam berbunyi...
Udara semakin dingin saat bulan Desember, aku bangun dan segera membasuh wajahku.
Yumina telah bangun lebih awal dari ku untuk menyiapkan makan, hari ini sangat dingin sekali, seperti sudah masuk musim dingin.
Itu berarti seluruh murid mengenakan seragam musim dingin yang tebal, terkadang masih terasa dingin meskipun sudah berlapis-lapis.
Fhuuuhh...
Nafasku berubah menjadi asap putih tebal, aku dan Yumina berjalan menuju sekolah.
Aku melirik kearah Yumina, ternyata Yumina lebih hebat menahan dingin ini, sangat hebat.
"Hari ini sangat dingin, ya.."
"Iya, kamu benar."
Perubahan suhu yang meningkat menyebabkan jalan sedikit licin, kurasa berkendara akan sangat sulit, mengingat jalan sudah tertutup beberapa salju.
Setelah berjalan sekitar 10 menit, kami sampai di sekolah..
"Akhirnya kita sampai..."
"Di sini sangat hangat."
"Ini jauh lebih baik dari pada di luar."
Semua murid datang lebih cepat dari biasanya, bahkan di kelas sudah ramai dengan beberapa kelompok yang terbentuk.
"Selamat pagi.."
"Pagi..."
Fhuhh...
Aku akhirnya dapat menghela nafas sejenak, di dalam kelas sangat hangat, mungkin karena pemanasnya berfungsi dengan baik.
Mereka semua benar-benar tidak memperdulikan akan suhu yang begitu dingin, mungkin aku tau penyebabnya.
Libur musim dingin akan tiba, mereka bersemangat tentang hal itu, hmm.. mungkin bukan itu.. atau Natal?
Beberapa kelompok bicara sedang membahas tentang hal itu, salah satu dari mereka menghampiri Yumina.
Sepertinya mereka mengajak Yumina untuk bergabung dengan mereka, perkumpulan antar gadis saat Natal.
Ya.. aku tidak mempermasalahkan hal itu, lagipula Yumina tidak memiliki sebuah rencana saat itu tiba.
Tidak... aku tidak mempunyai hal yang dilakukan saat Natal, aku lupa jika Yumina tinggal dengan ku dan menjadi istri ku.
Sekelompok gadis yang berbicara dengan Yumina pergi, sepertinya ajakan untuk bergabung di tolak oleh Yumina.
Aku bertanya-tanya? Mengapa dia melakukan hal itu?
Maksudku, dia akan punya banyak pengalaman dan momen indah dengan mereka.
Kringg~~
Kelas memasuki pelajaran pertama, untuk kali ini aku masih kepikiran soal Yumina menolak ajakan pada gadis.
Bisa di bilang aku sangat penasaran, bahkan hingga waktu istirahat, aku terus kepikiran mengenai hal itu.
Mungkin Yumina memiliki janji lain makanya dirinya menolak ajakan para gadis.
Kelas kembali dalam keadaan biasa, dimana kelompok-kelompok kecil saling di bentuk.
Karena udara sangat dingin, aku memutuskan untuk memakan makan siang ku di kelas, walaupun rasa sangat berisik.
Yumina seperti melakukan hal yang sama denganku, dirinya bergabung dengan para gadis dan beberapa cowok bergabung dengannya.
Melihat arah luar, salju benar-benar sangat tebal, hari rasanya akan sangat dingin.
"Kamu makan sendiri lagi, Hari."
"Diamlah!!"
"Hahah..."
Cowok di depanku adalah Nakama Yuya, dia merupakan teman sewaktu SMP, kami terbilang sangat dekat.
Yuya memiliki pacar yang sangat energik, bisa di bilang mereka pasangan yang serasi.
"Hei, kenapa ini?"
__ADS_1
"Hari, terlihat sangat menyedikan dibandingkan dengan kemarin."
"Oii!!"
Gadis berambut coklat yang berdiri adalah pacarannya Yuya, Kana Chitose.
Mereka berdua adalah temanku, tapi hal yang membuat tidak senang adalah kemesraan mereka di depanku.
"Hei, bisakah kalian tidak menujukan kemesraan kalian kepadaku?"
"Yaampun.. aku lupa kalau kau tidak mempunyai pacar."
"Itu sebuah hinaan untuk ku."
Tapi dengan kehadiran mereka, makan siang menjadi lebih menyenangkan.
Sejujurnya aku belum memberitahu soal aku dan Yumina telah menikah, aku sama sekali tidak bisa membayangkan ekspresi mereka.
"Bisakah kami ke tempat dan merayakan Natal?"
"Huh?"
Aku sontak terkejut, mereka akan mampir saat Natal, ada dua alasan dari kedatangan mereka, mereka akan merayakan Natal atau menyuruh ku untuk melihat kemesraan pasangan tersebut di rumah ku.
"Tidak."
"Heh.. kenapa?"
"Aku tidak akan membiarkan kalian bermesraan di depanku."
"Kami tidak akan melakukan hal itu."
"Apa ucapan mu dapat di percaya?"
"Sejujurnya, tidak sama sekali."
"Ayolah Hari, kumohon..."
Di satu sisi Chitose memohon kepada dengan nada yang menyakinkan. Huh.. merepotkan.
Ada satu masalah, jika mereka berkunjung ke rumahku dan melihat Yumina apa yang harus ku katakan..
Ini membuat berada di antara sebuah lembah dengan aku berdiri di satu tempat.
Aku tidak bisa bilang kepada mereka jika kami telah menikah, itu terdengar sangat mendadak dan sulit di percaya.
Seperti tahun lalu, Yuya dengan cepat mendobrak karena menolak permintaannya.
"Boleh saja, tapi aku ada satu syarat?"
"Apa itu?"
"Jangan kaget kalian melihat sesuatu yang berbeda."
"Maksudnya?"
"Kalian akan mengerti kalau sudah di sana."
Aku membuat kesalahan besar, kemungkinan penyesalan akan datang kepada.
Kami melanjutkan hingga pelajaran berakhir, udara semakin dingin, aku segera berjalan menuju loker sepatuku.
Yuya dan Chitose akan datang pada tanggal 23 dua hari sebelum Natal, sebaiknya aku memberitahu kepada Yumina mengenai hal ini.
"Aku pulang..."
"Selamat datang...."
"Huuhhh..."
"Ada apa?"
"Tidak..."
Yumina yang memakai celemek benar-benar sangat gawat, meskipun kami tinggal bersama tapi dia sudah sempurna menjadi seorang istri.
Dengan Yumina yang menyambut ku membuat merasakan hangat hingga aku lupa bahwa ini musim dingin.
Makan malam tiba, untuk sesaat kami menyantap tanpa ada perbincangan apapun.
Lebih tepatnya kami menikmati makan malam, Yumina tidak akan keberatan jika Yuya dan Chitose datang.
"Yumina."
"Ada apa?"
__ADS_1
"Sebenarnya teman-teman ku akan datang."
"Teman?"
"Benar, kamu pasti mendengar namanya karena mereka teman sekelas kita."
"Hm.. aku tidak keberatan mereka datang perlukah aku menyiapkan makan malam untuk mereka?"
"Jika kamu tidak keberatan, tapi aku akan membantu."
"Tapi apa mereka mengetahui tentang hubungan kita?"
"Sejujurnya belum, tapi tenang saja mereka baik, meskipun kita sudah menikah mereka akan menyimpan rahasia ini."
Aku percaya kepada mereka berdua, meskipun aku menceritakan tentu mereka akan terkejut, namun mereka akan menjaga rahasia ini.
Chitose pernah berkata jika dirinya ingin akrab dengan Yumina, dan ini merupakan kesempatan baru baginya.
"Hari, apa kamu tidak memiliki rencana pada dua hari setelahnya?"
"Tidak, sejujurnya aku tidak memiliki waktu setelah mereka berkunjung kemari."
"Begini..."
Suara Yumina tiba-tiba saja terhenti, nafasnya juga menjadi sangat tersendat-sendat, seolah ada kalimat yang sulit dia keluarkan.
Matanya menyipit untuk sesaat dengan wajah memerah.
Aku menunggu hingga dia mengucapkan sebuah kalimat.
"A—Apa kamu ingin menghabiskan Natal denganku?"
Dengan berani Yumina melontarkan sebuah kalimat.
....
Kalimat yang dia keluarkan membuatku terdiam sesaat, menghabiskan Natal bersama?
Sejujurnya aku tidak keberatan tapi kenapa dia sulit mengucapkan kepadaku?
Kami mempunyai waktu hingga tahun baru atau libur musim dingin, setelah mengatakannya kepadaku, Yumina menutup wajahnya karena malu dengan ucapannya.
"Boleh, aku tidak mempunyai rencana untuk selanjutnya."
"Benarkah?"
"Iya..."
"Aku senang..."
"Tapi bukankah kamu menghabiskan Natal dengan para gadis?"
"Aku menolaknya."
"Sayang sekali, kupikir kamu akan mendapatkan pengalaman bahagia saat dengan mereka."
"Tidak, bersamamu saja sudah membuat ku senang, meskipun ajakan mereka ke tempat yang bagus aku akan tetap ingin menghabiskan waktu bersamamu.."
Guahhh...
Sesuatu menusuk dengan dalamnya, aku terdiam saat mendengarnya, kalimatnya menusuk ke jantung ku.
Ini gawat!! Aku bisa mati karena hal ini!
Yumina mengucapkan kalimat yang belum aku dengar, menghabiskan waktu bersamaku membuatnya senang.
Aku bahagia, tapi di lain sisi diriku masihlah belum cukup membuatnya bahagia.
Di dalam diriku masih ada keraguan akan kebahagiaan Yumina, apakah pantas seorang pria seperti ku dapat membuatnya bahagia?
Secara aku masih belum mengenal apa itu cinta dan bagaimana sesuatu seperti itu terjadi.
Diriku hanyalah pria yang membosankan yang menjalankan layaknya karakter sampingan dalam cerita.
Itu tidak ada bedanya bukan? Tentu saja aku tidak akan melepaskan Yumina pada pria lain meskipun dia pria tampan.
Meskipun usahaku akan sia-sia nantinya tapi apa salahnya untuk menjadi sosok yang melindungi?
Aku menuju ke balkon, melihat bintang berkilau dengan indahnya. Ini sangatlah indah, bisa di bilang itu adalah kebiasaan ku sejak dulu.
Aku bertanya apakah bintang selalu berkilau dengan indah setiap saat, aku terkadang melihat seekor bintang yang cahaya tidak terlihat.
Angin berhembus...
Meskipun sekarang dingin tapi angin yang berhembus sangat menyejukkan, ini benar-benar membuat terasa nyaman.
__ADS_1
Masa depan apa yang akan ku hadapi nantinya? Ku harap akhirnya yang bahagia..
Hahaha... aku seperti berada di sebuah cerita saja, tapi aku akan menjalankan kehidupan ini dengan baik..