
Kebahagiaan tidaklah bertahan lama, kebahagiaan akan hilang hanya dengan satu tindakan, bahkan sebuah kesalahan kecil akan berdampak buruk untuk kedepannya.
Hanya orang bodoh yang mencoba untuk mengembalikan kepingan ingatan akan kebahagiaan.
Bagaimana cara atau usaha yang kau lakukan, kamu tidak akan mendapatkan itu kembali.
Sebuah bayangan akan menghilang jika kau berada di kegelapan, tidak ada orang yang memperdulikan mu di dunia ini... Tidak pernah ada...
Tidak ada orang yang peduli tentang diriku, meskipun aku sudah berusaha untuk melakukan apapun, tidak ada yang peduli.
Aku ini memang bodoh, melakukan sesuatu untuk menarik perhatian orang.
Hahah... Sungguh menyedihkan diriku..
Orang tua? Ya, aku tidak akan membahas tentang mereka, bahkan jika aku mempunyai adik, aku tidak peduli.
Seolah semua telah berubah sejak kehadiran adik ku, sikap orang tua ku menjadi sangatlah berbeda.
Jarak usia kami tidak berbeda jauh, aku tidak memiliki alasan untuk membenci mereka.
Bahkan dengan perubahan sikap mereka membuat ku sadar, entah aku yang terlalu bodoh atau orang tuaku?
Tidak ada yang tau...
Aku sama sekali tidak memiliki ingatan tentang semua itu, jujur.. itu adalah alasan ku untuk tinggal sendiri tanpa bantuan mereka.
Bahkan saat aku sudah kelas 2, mereka sama sekali tidak mengunjungi ku, seolah keberadaan ku sama sekali tidak du pedulikan.
Sampai seseorang mengirimkan sebuah pesan, dan menyuruh ku untuk kembali dan membawa Yumina.
Sudah kuduga akan hal, sebuah firasat tidak mengenakan muncul. Bahkan setelah menerima pesan itu membuat ku tidak tenang.
Bukan aku khawatir bertemu mereka, tapi mengenai Yumina.
Mereka seolah menyadari seseorang tinggal bersamaku, atau mungkin mereka sudah mengawasi kami sejak lama.
Ya anggapan itu bisa saja terjadi, aku akan menganggap semua ini terjadi dengan natural.
Untuk sementara aku hanya bisa mengambil keputusan dengan tidak mengajaknya bersamaku, aku akan menitipkan Yumina pada Chitose dan tinggal bersamanya untuk sementara waktu.
Kurasa aku dapat mempercayai mereka untuk menjaga Yumina, hanya tersisa 2 hari sebelum tahun baru.
Aku tidak memberitahu tentang hal ini kepada Yumina, itu mungkin akan membuatnya khawatir.
Aku melihat wajah Yumina yang seolah di penuhi akan kegembiraan, satu itu lah yang membuat ku ingin melindunginya.
"Kau masak sesuatu Yumina?"
"Iya... Itu hampir selesai."
Dari jauh aroma masakannya sampai ke hidungku, jika boleh jujur aku penasaran apa yang Yumina masak?
Dari bau yang di hasilkan, aku hanya menyimpulkan bahwa itu sebuah tumisan dan sup.
Tidak.. bukan hanya itu, sebuah aroma lain muncul bersama saat dia membuka penutup kuali.
Tapi apapun yang Yumina masak, masakan itu akan sangat enak, ketidak sabaran ku menanti masakannya muncul.
Setelah 10 menit lamanya...
Akhirnya semua masakannya telah siap, begitu banyak menu hari ini, tapi aku tidak menyangka jika Yumina mampu membuat masakan negara lain.
Cassoulet adalah masakan yang berasal dari Languedoc Paris, orang Paris biasa menyantap saat musim dingin. Terbuat dari kacang, daging, dan sosis membuat makanan ini menjadi incara warga paris saat musim dingin.
Saat menemukan makanan ini terhidang di meja membuat ku sedikit terpukau, ini pertama kali aku mencoba masakan ini.
"Sejak kapan kamu mulai memasak hidangan seperti ini, Yumina?"
"I—Itu... aku tidak berani mengatakan kepadamu soal ini, karena ini pertama kali aku membuatnya."
"Tapi ini terlihat sangat indah."
"Aku mohon jangan terlalu berlebihan memuji karena aku tidak yakin akan rasanya."
"Apa aku boleh mencicipinya?"
"Iya..."
"Selamat makan..."
Aku mulai memasukan satu suapan ke dalam mulut, uap panas masih melambung di udara.
Huaamm...
Sebuah sensasi yang belum pernah aku rasakan memenuhi mulutku, itu di penuh oleh rasa yang begitu kuat.
"Ini enak..."
"Benarkah?"
__ADS_1
"Sungguh, ini benar-benar enak.."
Aku tidak tahu bagaimana rasa masakan ini, tapi sejujurnya ini enak. Walaupun dia pertama kali memasak hal begini, rasanya sangat enak.
Memang aku tidak pernah meragukan masakan Yumina yang begitu hebat, dia tiap kali membuat ku terpukau dengan hal seperti ini.
"Buka mulutmu, Hari..."
"Huh?"
Spontan aku terkejut, dia menjulurkan tangan kepadaku, aku mengerti dari gerakan yang dia lakukan.
"Ayolah... Aaaaumm.."
"Tidak... Ini..."
"Hari... Aaaamm.."
Astaga... Ini membuat ku tidak bereaksi sesaat.
Mungkin ini hal normal untuk melakukannya, tapi sungguh aku tidak bisa meskipun kami sudah terikat janji pernikahan.
Dalam keraguan, aku mulai mengikuti keinginan Yumina...
Huaamm...
Aku benar-benar tidak dapat merasakan rasa masakannya, wajah Yumina yang begitu gembira di terpancar dengan indah.
Dia benar-benar sangat agresif jika melakukan hal ini, sejujurnya aku cukup kewalahan menghadapinya.
Kami menghabiskan malam dengan hidangan yang Yumina buat, malam dengan langit yang cukup indah dengan bintang menghiasi malam itu dengan cahaya berkilau.
Menurutmu hal apa yang biasa di lakukan saat perayaan tahun baru? Umumnya orang-orang akan datang ke kuil untuk berdoa untuk tahun yang akan datang.
Tapi seperti aku tidak bisa menghabiskan tahun baru bersama Yumina.
Mungkin tahun baru ini akan menjadi sangat menyedihkan seperti tahun lalu, tidak ada perayaan atau lainnya.
Aku mengatakan kepada Yumina jika tahun baru ini aku tidak bersamanya, meskipun berat saat mengucapkannya aku tetap mengucapkan kepadanya.
Respon dari Yumina tidaklah menolak, aku senang tapi di lain sisi aku dapat melihat wajah kesedihan meskipun dia tidak secara langsung menunjukkan kepadaku tapi aku tau.
Satu jam sebelum keberangkatan, Yumina membantu ku membereskan barang-barang, aku akan tinggal 2 hari di sana.
Sejujurnya aku tidak ingin tinggal lama di sana, jika urusan ku selesai aku akan langsung kembali ke rumah.
"Terima kasih Yumina.."
"Sama-sama."
"Maaf harus meninggalkan mu saat seperti ini..."
"Tidak apa, kamu selesaikan saja urusanmu."
"Sekali aku minta maaf."
"Suuuutt... jangan mengatakan itu lagi. Aku akan menunggu mu pulang, Hari.."
"Yumina... Terima kasih..."
Setelah mengucapkan perpisahan kepada Yumina, aku kemudian berjalan ke luar rumah. Aku tau Yumina menahan kesedihannya dari ku tapi aku berpura-pura tidak melihat hal itu.
Aku kemudian menaiki taxi yang mengarah ke arah stasiun, setidaknya butuh 2 jam perjalanan menggunakan kereta.
Bahkan saat aku berada di kereta, diriku tidak berhenti memikirkan Yumina, walaupun ada Chitose bersamanya tapi hati kecilku merasa khawatir.
Setelah sesaat, aku pada akhirnya tiba di rumah orang tuaku. Letaknya di perdesaan yang di hamparkan oleh ladang sawah yang luas.
Meskipun begitu, tempat ini sudah banyak perubahan. Entahlah, mungkin aku sudah lama tidak berkunjung ke sini.
Sebuah mobil hitam baru saja datang, seseorang berbaju jas hitam turun dari kendaraan dan mulai membuka pintunya.
Apa maksudnya ini? Siapa dia?
"Silahkan masuk Tuan..." ucap orang itu. Tuan? Tidak, apa aku harus masuk? Aku sama sekali tidak mengenal pria ini.
Padahal aku sudah dekat dengan rumah mereka, tapi mereka tidak perlu menjemput ku dengan hal ini.
Aku terdiam untuk sesaat... Melihat ke arah mobil itu mengingatkan ku pada orang itu.
Mustahil itu terjadi!!
"Maaf tapi siapa yang mengirim mu kepadaku?" ucapku pada pria itu, aku tidak akan masuk ke dalam mobil sebelum tau siapa orang yang mengirim hal ini.
"Aku..."
Tiba-tiba seseorang baru saja keluar dari pintu mobil, pria paruh baya dengan jenggot putih, pria ini tampak memiliki selera pakaian yang bagus.
Wajahnya itu sangatlah tidak asing di mataku.
__ADS_1
"Anda siapa?"
"Oh... Maaf telat memperkenalkan diri. Namaku Sakamoto Aki dan kamu pasti Kazami Hari, benar?"
"Iya, dari mana anda tau nama diriku?"
"Untuk penjelasan itu nanti saja, sekarang ikutlah dengan ku, di sini sangatlah tidak nyaman di lihat orang lain."
Aku kemudian di bawa ke sebuah tempat makan. Eee~.. Aku merasa tempat ini sangat mahal, sebenarnya siapa orang ini?
Orang ini lalu memasak beberapa makanan, aku melihat hal itu. Membuat diriku tercengang, makan yang dia pesan terlihat sangat mahal. Dan seperti tempat ini sudah di pesan olehnya untuk kepentingan pribadi.
"Baiklah, silahkan di nikmati makanan, jangan sungkan.."
Akan tidak sopan jika itu tidak di makan. Yah, lagipula makan ini enak. Siapapun pasti beruntung dapat menikmati makan mahal ini. Bagiku masakan Yumina jauh lebih enak.
Mengesampingkan tentang itu, orang ini begitu santai saat bicara. Dia meletakkan dirinya pada sesuatu yang sejajar dengan orang lain.
"Yahh... makan ini sungguh nikmat... Apa kamu menikmatinya?"
"Iya, Terima kasih atas makannya."
Lalu seorang pelayan datang dan memberikan sebuah kertas kepadaku.
Ini... Aku lantas membuka kertas yang diberikan pelayan itu, aku terdiam sesaat.
Apa ini!! Yumina? Ini bukankah ini foto Yumina?
Aku melihat ke arah Sakamoto-san, dalam benakku mungkinkah orang ini...
"Anu... jangan bilang anda...."
"Benar, aku ayah Yumina.. senang bertemu denganmu.." sambil tersenyum
Sudah kuduga!!! Orang ini!! Ternyata ayah Yumina, mungkinkah dia meminta pertanggungjawaban atas aku menikahi anaknya?!!
Saat itu aku sudah mulai panik, bagaimana tidak... jelas ayah mertua ku ada di depanku...
"Fhuuh.. kamu tidak perlu terlalu tegang saat ini..."
"Yah... aku sama sekali tidak menyangka bisa bertemu dengan anda.."
"Benarkah? Kupikir ini waktu yang tepat untuk bertemu denganmu."
"Jadi, ada urusan apa anda bertemu dengan saya?"
"Panggil ayah saja, itu terdengar lebih nyaman di dengar.."
"... Baiklah."
"Bagus... Pertama, aku ingin berterima kasih kepadamu karena sudah menjaga Yumina.." sambil menundukkan kepalanya.
"Ayah tidak usah menundukkan kepala kepada!! Angkatlah kepala anda!!"
Dia membuat ku dalam situasi yang kurang baik, dengan mudahnya dia menundukkan kepalanya kepadaku. Aku lantas terkejut saat dia melakukan hal itu.
"Maaf... karena ini membuat hati kecil merasa khawatir."
"Tapi kenapa Yumina bisa berada di sana saat hujan?"
"Sebenarnya dia telah mencarimu setelah sekian lama."
"Mencariku? Kenapa?"
"Kamu seperti tidak mengingat masa itu ya?"
"Sebelum aku sama sekali tidak mengerti maksud anda sebenarnya."
"Tidak apa. Yumina berkeinginan untuk hidup sendiri dan saat mendengarnya itu membuat ku sangat khawatir. Bukan berarti aku tidak setuju dengan keputusan Yumina, tapi dia adalah anak yang cantik, banyak sekali orang yang mengincarnya sejak lama dan itu membuat keamanan tidak aman. Tapi setelah aku mendengar Yumina tinggal bersamamu aku bisa mengambil nafas lega, terlebih kau dan Yumina telah menikah."
"Maaf soal itu, aku tidak berniat untuk menikahi Yumina secara cepat. Kupikir saat itu dia tersesat dan aku membawanya ke rumahku dan secara mengejutkan kami telah menjadi sepasang suami istri."
"Karena itu aku mengirimkan mu pesan."
"Mungkin kah? Pesan ini anda yang kirim?"
"Benar... Aku sengaja tidak memberitahu Yumina soal ini, aku ingin bertemu denganmu secara pribadi."
"Anda tidak perlu repot-repot melakukan hal itu..."
Aku merasa lega sesaat, pesan itu ternyata bukan berasal dari mereka. Terlebih aku mengetahui alasan Yumina berada saat hujan hari itu.
Sakamoto kemudian mengajakku ke kediamannya, tapi hal itu membuat ku sangat shock saat melihat rumahnya..
Apa ini!!! Rumah ini bagaikan istana!!! Aku benar-benar tidak berkutik saat tau istriku Yumina adalah keluarga kaya.
Aku hanya dapat menelan ludah ku dengan kering dingin menyertainya. Aku benar-benar akan mati akan hal ini.
Aku sama sekali tidak sebanding dengan Yumina jika di perhatikan, harus di akui aku cukup beruntung.
__ADS_1