Malaikat Ditengah Hujan

Malaikat Ditengah Hujan
Chapter 8


__ADS_3

Fakta yang tidak pernah aku tau sebelumnya adalah istriku Yumina merupakan keluarga keturunan bangsawan.


Secara langsung Yumina terlahir dari struktur darah bangsawan sejak lama, namun keluarga Yumina memiliki untuk hidup sebagai keluarga biasa dan menjalankan hidup damai.


Saat berada di kediaman itu, banyak hal yang ku lihat, sebuah foto terpampang di ruang koleksi. Yumina bahkan lebih cantik saat dia mengenakan gaun ketika kecil.


Apa boleh aku melihat hal seperti ini? Tentu, Sakamoto-san mengizinkan ku melihatnya. Beberapa foto kuno dari keluarga ini telah aku lihat, melihat hal itu aku merasa seperti lahir pada zaman tersebut.


Foto-foto tersebut sangatlah istimewa dan berharga. Meskipun singkat tapi Sakamoto-san mengajarkanku sesuatu yang tidak aku tau.


Setelah urusan ku selesai, aku kemudian kembali. Hanya satu hari aku menginap di sana, Sakamoto-san merasa bersalah karena waktu ku bersama Yumina jadi tertunda.


Namun sebagai permintaan maaf darinya, dia memberikan ku sebuah barang berharga yang selama ini dia simpan.


Barang tersebut terlihat seperti sebuah kalung dengan sebuah foto di dalamnya, dia juga meminta kepadaku untuk tidak memberikan tau kepada Yumina siapa yang memberikan barang ini kepadaku.


Dia ingin Yumina menjalankan hidup dengan sebuah kebahagiaan tanpa harus memikirkan hal lain. Dia mungkin keras kepada Yumina, namun itu hal yang biasa dilakukan oleh seorang ayah bukan?


Kereta hari ini sangatlah sulit, karena cuaca keberatan ku tertunda, tapi setelah menunggu kereta yang ku naik akhirnya beroperasi. Benar, besok adalah tahun baru ku harap aku segera sampai di rumah.


Hah.. pada akhirnya aku tiba di stasiun, ini sudah waktu tengah malam. Aku begitu lelah hingga tidak sanggup untuk melangkah lagi di tambah suhu yang semakin dingin.


Aku lantas memesan taksi karena tubuh tidak kuat akan hal ini, jauh lebih cepat untuk tiba di rumah dan aku tidak akan mati karena dingin tentunya.


Saat sampai aku melihat kondisi rumahku masih menyala lampunya, mungkin kah Yumina belum tidur?


Perlahan membuka pintu, aku hanya melihat lampu ruang tengah yang dinyalakan, kondisi gelap membuat tidak dapat melihat apapun.


"Hari..."


Sosok yang ku kenal berdiri di depanku.


"Aku pulang, Yumina."


"Selamat datang kembali, Hari."


Yumina kemudian mendekati ku, tangannya menyentuh kedua pipi ku. Tangan Yumina begitu hangat dan lembut, kehangatan tubuhnya bisa ku rasakan saat di memeluk ku.


Apa dia kesepian? Aku dapat mendengar suara denyut jantung berdebar lebih kencang.


"Emm.. Yumina..."


Dia tidak menjawab saat aku memanggilnya, aku lalu melihat kearah wajahnya. Aku... Tidak, dia memasang wajah yang belum aku lihat.


Tunggu... Apa ini!!


Ini benar-benar tidak baik untuk jantung ku!!! Dia sangat imut saat memasang wajah itu...


Hari tanpa di sadari mengarahkan tangannya ke kepala Yumina, kemudian dia secara perlahan mengelus dengan lembut. Layaknya seekor kucing kecil saat dia mengelus.


Puurrr....


Yumina tanpa dia sadar mengeluarkan suara layaknya seekor kucing, suara tersebut benar-benar sangat lucu dan membuat Hari tidak berhenti mengelus kepalanya.


Tunggu... Apa yang sudah kulakukan!!!? Gawat!! Yumina akan marah jika aku mengelus kepala tanpa sepengetahuan dirinya.


Tidak... Yumina tanpa sangat nyaman saat aku elus kepalanya, dia juga terlihat seperti seekor kucing.


Nyaaa...


Suara misterius muncul. Aku spontan terkejut saat Yumina bergumam seperti itu.


Aku segera menghentikan gerakan ku, tapi Yumina menatapku dengan alis di turunkan dan wajah yang memerah.


"Hei, kenapa kamu tidak mengelus ku lagi?.."


"... Itu... Aku tidak dapat melakukan hal itu..."


"Kenapa?..."


"Karena itu tidak baik untuk ku..."


Yumina terus memaksa ku untuk melakukan hal tersebut. Dia begitu nyaman dan menyadarkan tubuhnya padaku.


Aku terpaksa harus membawanya ke tempat tidur, ini sangatlah tidak baik untuk diriku.


Jika ini terus berkelanjutan aku akan mati karena keimutan darinya...


...--------------...


Pagi hari...

__ADS_1


Sinar matahari mulai memasuki ruang, Hari perlahan-lahan membuka matanya.


"Hm.. Apa ini? Kenapa tubuh terasa berat?" Dia masih bertanya-tanya tentang sesuatu yang membuat badannya sangat berat.


Dia menoleh... terlihat seorang gadis berambut hitam dengan warna kulit putih seperti salju tengah tidur di samping.


Hal rumit lainnya terjadi beberapa waktu lalu, Hari teringat kejadian malam sebelumnya.


Dia telah melihat sosok Yumina yang begitu rapuh di depannya. "Ughh.." Yumina perlahan membuka matanya di berbarengan dengan suara imutnya.


"Selamat pagi, Hari..." Yumina menyapa duluan, dia telah sepenuhnya sadar. Lalu dengan gerakan "Cupp.." Yumina dengan spontan memberikan ciuman selamat pagi...


Hari sama sekali tidak bergeming saat itu datang, dia seperti sudah menantikan hal itu dari Yumina..


"Hari, aku mohon bantuannya lagi untuk tahun ini." Ucap Yumina dengan lembut


"Yah.. Aku juga, Yumina.."


Yumina kemudian menyiapkan sarapan, mereka berencana untuk pergi ke kuil. Rencana tersebut tidak dapat mereka lakukan sebelum, meskipun begitu kuil-kuil masih saja ramai.


Yumina tanpa tidak memaksa untuk pergi mengingat Hari baru saja kembali, tapi Hari bersikeras untuk melakukan hal tersebut, ini juga sebagai sebuah tebusan atas dua hari tidak bersamanya.


Yumina mengerti akan perasaannya, tapi dirinya tidak menyangka bahwa Hari sangat memperdulikannya. Yumina seketika terdiam membeku, dadanya berdebar-debar saat itu datang.


Beberapa waktu kemudian, Yuya dan Chitose berkunjung. Mungkin dapat dikatakan mereka ingin mengunjungi kuil bersama.


Chitose dengan Yumina akan mengurus sesuatu secara pribadi sementara itu, Yuya melakukan sedikit perubahan pada Hari.


"Kupikir ini bagus..."


Hari melihat melalui cermin, dia benar-benar tidak akan mempercayai pria yang ada di depan cermin adalah dirinya.


Perubahan yang dilakukan Yuya sangat hebat, Hari sekarang menjadi pria yang tampan.


"Seharusnya kamu lebih sering mengganti gaya dengan hal baru, kamu terlihat sangat keren jika berdandan sedikit dan mungkin kamu akan populer dikalangan gadis.."


"Hentikan itu... itu akan membuat repot bagiku."


"Bagaimana kalau kita tunjukan padanya soal perubahan barumu."


"Apa dia akan menyukainya?"


"Jangan merendah, lebih percaya diri tentang dirimu sendiri, aku yakin dia akan menyukainya."


"Kamu sangat cantik, Chitose." puji Yuya.


"Apa kamu tidak ingin memberikan sebuah pujian padaku?" Chitose memaksa, Hari seperti tidak pandai dalam memuji sesuatu meski hal penampilan.


Tapi dia tetap memuji Chitose dengan pakaian Kimono, walaupun menurut Chitose pujian dari Hari seperti omong kosong.


Dari pada itu, tampak seperti seseorang berdiri di belakang Chitose.


"Ayolah Yumina..."


"B-Baik..."


Dengan sikap malunya, Yumina keluar dari persembunyian. Hari saat itu langsung membeku, terpesona dengan Yumina yang memakai baju Kimono.


Mereka dalam hening tidak berbicara sepatah kata pun dan hanya menatap satu sama lain.


"Hei... bisakah kalian tidak terperangkap dalam romansa kalian, itu membuatku iri!!"


"Huh..."


"Ehmm..."


Karena Chitose menggoda dengan perkataan, wajah Yumina langsung berubah drastis.


"Ayo Hari, berikan pendapatmu mengenai ini."


"Kamu sangat cantik Yumina." ucap Hari sambil menahan rasa malunya, dia tidak berniat menunjukkan wajahnya yang memerah pada Yumina.


Hari tidak bisa mengekspresikan perkataan, tapi dia sungguh mengatakan dengan tulus. Nyata bagi Hari, hal tersebut sangat sulit untuk di ungkapan.


Tapi Yuya memberikan apresiasi atas keberaniannya dalam mengungkapkan hal tersebut kepada Yumina.


Setelahnya Yuya dan Chitose pergi terlebih dahulu. Lantas Yumina memanggilnya dengan suara lembut.


Hari merespon hal tersebut. Yumina melambaikan tangannya, Hari tau itu merupakan sebuah kode untuk mendekat.


Perlahan Hari mendekatkan wajahnya, kemudian Yumina juga mendekatkan wajahnya dan mulai berbisik di telinga Hari. "Nee Hari... Kamu terlihat sangat tampan dan keren loh.." Yumina berbisik dengan suara lembut.

__ADS_1


Lalu setelah mengatakan hal tersebut dia beranjak pergi, Hari hanya terdiam untuk beberapa saat dengan wajahnya yang memerah.


"Apa ini!!!" Dia benar-benar membuatku tidak berkutik sama sekali, rasanya wajahku seperti terbakar.


Mereka tiba di kuil...


Wah... ini benar-benar sangat ramai, dan banyak sekali sesuatu mengenai hal tersebut.


Chitose dan Yuya kemudian memilih untuk berpisah dengan Yumina dan Hari, mereka berdua berjalan secara bersamaan.


Saat mereka baru saja datang, itu menarik beberapa perhatian dari orang-orang.


Pergerakan mereka begitu sulit dan Chitose bersama Yuya sudah berada di bagian depan. "Wah!!!" Yumina tersenggol oleh pengunjung lain tapi Hari dengan cepat menangkap Yumina.


"Kamu baik-baik saja, Yumina?"


"Iya, aku baik-baik saja."


"Akan sangat sulit untuk bergerak di situasi seperti ini, jadi..."


Hari kemudian mengulurkan tangannya. Yumina lantas meraih tangan Hari, mereka hanya saling menatap kemudian segera pergi. Hari memegang tangan Yumina dengan erat, supaya dirinya tidak berpisah dengan Yumina.


Setelah berdoa di kuil, Yumina dan Hari beristirahat di sebuah kios.


"Huufff... hari ini sangat melelahkan."


"Heheh... tapi aku senang bisa datang ke sini bersamamu."


"Aku juga senang."


"Ngomong-ngomong Chitose dan Yuya tidak terlihat sejak tadi, aku penasaran dimana mereka saat ini?"


"Mereka itu selalu saja meninggal kita di situasi seperti ini, benar-benar merepotkan."


"Hora Hari~ Lihat ini..."


Yumina seperti melihat sesuatu dan pergi ke sebelah kios, wajahnya sangat senang saat menemukan sebuah benda.


"Neko?"


"Iya, ini benar-benar imut.."


Fakta bahwa Yumina baru saja menemukan gantung berbentuk kucing yang mengemaskan, ini sangat sulit di katakan tapi kucing tersebut benar-benar mengemaskan.


"Permisi, gantungan kunci berbentuk kucing ini berapa harganya?"


"200 yen..."


"Tunggu Hari, apa kamu membelinya?"


"Kenapa tidak? Ini sangat mengemaskan bukan."


Hari kemudian membeli dua gantung kunci, namun dirinya mendapatkan hak istimewa dengan mendapatkan sepasang kucing yang berjenis kelamin yang berbeda.


"Ini untuk mu.."


"... Uhh... Terima kasih."


"Hari... Yumina...." Seseorang baru saja memanggil mereka, mereka berbalik. Chitose sedang melambaikan tangan dan berteriak memanggil mereka.


Mereka lantas menghampiri Chitose, tapi Chitose teralihkan oleh gantung kucing tersebut.


"Apa ini!! Ini sangat imut.."


".. Ah, ini Hari membelikan untuk ku."


"Serius?"


Chitose melanjutkan perkataanya. Tapi dengan nada meragukan saat mengetahui ini pemberian Hari.


Chitose menambah jika Hari sama sekali tidak memiliki selera akan benda-benda bagus apalagi sesuatu yang imut. Mengingat dirinya adalah seorang penyendiri akut yang tidak bersosialisasi dengan orang lain.


Yumina terkejut saat mengetahui Hari tidak memiliki teman selain mereka berdua.


"Hei, Chitose! Jangan berbicara seperti itu!"


"Astaga..."


"Tidak apa Hari, meskipun dirimu tidak memiliki teman di sekitarmu tapi kamu memiliki diriku yang akan di samping mu."


Hari terguncang pada perkataan Yumina. Dia lantas memalingkan wajah dan menutupi wajahnya yang sedang memerah merona.

__ADS_1


Chitose dan Yuya melihat pasutri yang sedang larut dalam cerita romansa mereka, ini menjengkelkan bagi Chitose. Baginya ini sesuatu yang tidak bisa dikatakan oleh perkataan biasa.


Tidak peduli situasi di sekitar mereka, mereka tetap tidak menyadarinya. Hari mungkin penyendiri tapi dirinya yang dulu sudah menghilang.


__ADS_2