
💞💞💞💞
"Nisa !!
terdengar suara teriakan dari orang yang aku kenal dari depan rumah aku.
Aku segera bergegas keluar untuk mencari sumber suara itu.
"Dian??
"Ibumu NIS....!
Dian dengan penuh kepanikannya dan nafas yang ngos-ngos karena berlarian.
"Ibu kenapa Dian?" tanyaku padanya
Tanpa menjelaskan Dian langsung menarik tanganku sambil berlari cepat menuju lokasi.
"ya allah" ada apa ini? kenapa banyak sekali orang ? apa yang sedang terjadi di sini!" batinku sambil memperhatikan keadaan sekitar
seketika aku menjadi kaget karena mendengar tante,rahma seperti sedang emosi kepada seseorang.aku mencoba masuk di antara banyaknya orang yang berkerumunan.
betapa kagetnya aku,melihat ibu yang sedang terdiam ,seperti patung sambil menundukkan kepalanya.
"Hei kamu"wanita sialan!"tante rahma dengan penuh amarah menunjuk ke wajah ibumu...
sedangkan ibu hanya terdiam bagaikan patung tanpa suara sambil menunduk.
aku bergegas menghampiri ibu dan memeluknya.
"apa hak kamu ikut campur urusan aku dan saudaraku hah!"ingat kamu itu orang miskin tidak ada apa-apa.Abdul diam tapi malah kamu yang menuntut banyak!kata tante rahma begitu emosinya dia memaki ibu di depan semua orang.
Aku memeluk ibu,yang sudah menangis tanpa bisa berkata apapun.dia hanya bisa menundukkan kepalanya,karena malu sudah .enjadi tontonan begitu banyak orang.
"cukup tante"
bentak aku sambil menyodorkan tangan kananku ke depan berharap dia diam.
Aku tidak tau sebenarnya ada masalah apa yang membuat tante rahma bisa semarah ini sama ibu.padahala selama ini hubungan kami baik-baik saja.
"Kamu yang diam!kamu juga sama dengan ibumu..,seru anggi yang dari tadi berdiri di samping mamanya.
Anggi adalah anak dari tante rahma,dia sepupu aku satu-satunya dan seumuran dengan aku.aku diam dan menatap anggi, kebingungan semakin menghantuiku.pertanyaan demi pertanyaan muncul di benakku,ada apa ini? kenapa bisa semuanya menjadi kacau seperti ini?"batinku
Aku melihat ke samping kiri dan kananku,begitu banyak orang yang berdiri di sini seperti menonton film layar lebar saja.mereka hanya menonton tanpa ada yang berniat untuk melerai pertengkaran ini.
karena tidak ingin panjang lebar dan lebih lama menjadi tontonan orang-orang,maka aku bergegas membawa ibu pulang.
sesampainya di rumah, ibu menumpahkan kesedihannya tanpa satu kata- kata pun yang keluar dari mulutnya.ibu terus menangis,niatku ingin bertanya pada ibu jadi terulur,karena melihat kesedihan ibu.
"uuuu...uuuuu!!
suara tangisan ibu terdengar memenuhi ruang tamu ini.
Ayah yang baru pulang dari sawah langsung mendekati ibu sambil berlari,ayah duduk di samping ibu dan memegang pundak ibu.
"Ibumu kenapa nisa" tanya ayah sambil memandangku
"Nisa" juga tidak tau yah!"jawabku
Lalu ,aku ceritakan dari dian memanggilku sampai kejadian di tempat tadi.
ayah langsung berdiri ,terlihat wajahnya memerah karena di penuhi amarah sambil mengepalkan tangannya.
"sudahlah ini semua karena kamu"kemarin ibu sudah bilang kasih saja yang rahma minta.terdengar suara ibu parau sambil menatap ayah
apa ini masalah sawah? batinku coba menduga-duga
__ADS_1
memang kemarin tante rahma sempat membahas masalah sawah-sawah yang kakek berikan
tante rahma tidak terima karena ayah mendapat bagian lebih banyak
setelah menyimak dari tuturan ibu tadi kayaknya itu penyebabnya tapi kenapa ibu yang jadi sasaran?ucapku penuh ke kebingungan.
Salahnya kenapa tante rahma protes sama ibu,padahal ibu tidak tau apa-apa masalah sawah-sawah itu,salahnya juga karena tidak pernah berkomunikasi dengan kakek,jangankan berkomunikasi menjenguk beliau saja dia tidak pernah,sekarang malah membahas pemberian kakek pada ayah,dan ibu yang jadi sasaran ke marahannya.
Ayah hanya terdiam,seperti sedang memikirkan sesuatu dia tidak berani berkata-kata apapun.
ayah adalah anak tertua di keluarga aku,dan tante rahma adalah adik satu-satunya ayah.
Setelah kejadian itu ibu terus mengurung diri di dalam rumah.karena ibu malu sudah begitu banyak yang menontonnya kemarin.
Hari ini saat aku hendak menjemur pakaian di halaman rumah,aku melihat Dian sedang menuju ke rumah ku.
"Nisa" terdengar suara dian dari teras depan rumah
"Iya" aku lagi menjemur tunggu!"lalu aku segera menyelesaikan jemuran ku dengan cepat,dan segera menghampiri Dian
"Ini ada titipan dari anggi tadi,di suruh bawa ke sini !
Dian sambil menyodorkan amplop berwarna putih di tangannya padaku.
Aku segera menerima amplop itu .
"aku pamit dulu ya,karena masih banyak kerjaan soalnya"lalu diapun berlalu pergi meninggalkan rumah ku.
"apa lagi ini" batinku penasaran
Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam dan langsung menuju kamar ayah dan ibu,untuk segera memberikan surat ini pada ayah.aku mengetuk pintu kamar ayah,yang terlihat sidah terbuka sedikit.
Tok!!
Tok!!
Tok!!
aku pun langsung masuk dan mendekati beliau
"ayah"ini ada surat dari tante rahma ! ucapku sembari menyodorkan amplop itu pada ayah.
ayah meraihnya dan langsung membuka amplop itu.
seketika air mata ayah jatuh saat membacanya surat itu.aku yang berdiri di depan ayah menjadi penasaran apa isi suratnya sehingga ayah bisa menangis seperti itu.Rasa penasaran ku membuat aku segera mengambil surat itu dari tangan ayah.
"Silahkan kamu nikmati harta warisan ayahmu itu,mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun lagi"
Deg!!
seketika tubuhku lemas,kaki bergetar hebat dan batin terasa begitu sakit bagai tertusuk seribu belati,aku saja seperti ini bagaimana dengan ayah,tentu lebih sakit.
Apalagi mengingat tante rahma adalah saudara satu-satunya ayah,selama ini ayah telah banyak melakukan banyak hal untuk tante rahma,tapi sekarang.
"Ya allah "cobaan apa lagi ini,mengapa semuanya jadi hancur begini,keluarga yang selama ini terlihat sangat akur mengapa bisa jadi bercerai berai seperti ini. batinku
Aku duduk di kursi samping tempat tidur ayah,tanpa bisa berkata apa-apa.sekilas terbayang kembali masa lalu yang indah
saat-saat bersama tante rahma dan anggi,..canda tawa bersama seperti hubungan keluarga pada umumnya....
bagaimana tante rahma menyayangi aku..sampai apapun yang anggi punya aku juga di berikan..
kemanapun aku selalu di ajaknya begitupun makanan selalu mengutamakan ayah.
"Ya allah" Mengapa semua menjadi begini,semuanya hancur dalam sekejap saja" batinku
" apa ini?
__ADS_1
tiba-tiba suara ibu membuyarkan lamunanku.bayangan tentang masa lalu hilang seketika.
Lalu ibu mengambil surat yang ada di tanganku,lalu membacanya.
Air mata beliau lagi-lagi jatuh membasahi pipinya itu.kesedihan menyelimuti kembali setelah sepekan dari kejadian itu. aku tidak menyangka akan seperti ini.
semenjak kejadian itu ayah terus di kamar,berdiam diri sambil menangis,entah apa yang sedang beliau pikirkan.
Ayah hanya diam di kamar dan tidak beraktivitas seperti biasanya.semangat ayah kian menghilang setelah,membaca surat dari tante rahma itu.
💞💞💞💞
Satu minggu telah berlalu semenjak surat itu datang.
"Bu"ayah pamit dulu ya ! Kata ayah sambil berjalan keluar entah mau kemana.
"Ayah "mau ke mana?"tanya ibu pada ayah
Lalu,ayah membalikkan badan dan berjalan mendekati ibu yang sedang duduk di kursi ruang tamu sambil melipat pakaian kering.
"Bu"kita tidak bisa terus begini"ayah akan ke rumah bapak untuk meminta saran beliau.ayah akan memberikan yang rahma minta tapi biar bagaimanapun ayah haru izin ke pada bapak dulu,walau pun itu sudah di berikan bapak kepada ayah,tapi bapak juga harus tau kan bu" karena beliau masih hidup." Jelas ayah pada ibu
Ibu menanggapi penjelasan ayah dengan mengangguk saja,tanpa bicara apapun pada ayah.
Setelah menjelaskan pada ibu,ayah langsung pergi ke rumah kakek pada saat itu juga.tanpa banyak membuang waktu lagi.kebetulan kakek tinggal di kampung seberang butuh waktu 20 menit untuk bisa sampai ke sana itupun harus dengan naik motor.
ayah segera mengambil motor miliknya di garasi samping rumah dan pergi ke rumah kakek sendirian.
💞💞💞💞💞
Begitu lama ayah di rumah kakek sampai 3 jam ,tapi belum juga kembali ke rumah.padahal sudah mau duhur.setelah menunggu beberapa jam lamanya ,akhirnya terdengar suara motor ayah berhenti di teras rumah depan...
aku segera keluar untuk membuka pintu rumah untuk ayah.
clek !!
pintu aku buka !"Terlihat ayah datang dengan raut wajah yang tidak bersemangat,entah apa yang di katakan kakek pada ayah.
"Ayah masuk dan duduk di kusi ruang tamu,sambil menatap ke depan dengan tatapan kosong.
"Bagaimana yah" tanya ibu pada ayah sambil mengambil posisi untuk duduk di kursi samping ayah.
"bapak melarang bu "namun bapak mengembalikan lagi keputusan semuanya di tangan ayah,karena katanya bapak sudah menyerahkan itu kepada ayah,dan suratnya juga sudah bapak urus untuk pengalihan nama atas nama ayah" jelas ayah dengan nada sedih dan kebingungan.
"Sudahlah yah"ayah kasih aja ke rahma,ibu capek di tuduh terus terlalu ikut campur .padahal selama ini sedikitpun ibu tidak pernah ikut campur masalah keluarga kamu,tapi ibu yang jadi salah di sini,hubungan persaudaraan pun terputus karena masalah harta yang tidak ibu ketahui ini" timpal ibu dengan nada lembut
"Apa" ibu yakin ,jika ayah memberikan apa yang di minta rahma,maja semuanya akan kembali seperti dulu lagi"sambung ayah
Semua terdiam sejenak,Ayah dan ibu diam tanpa berkata apa-apa lagi,mereka berdua larut dalam lamunan masing-masing.
" Ada benarnya juga sih,klu misalkan ayah memenuhi permintaan tante rahma,semua tidak akan kembali seperti dulu lagi.apalagi sekarang situasi semakin kacau seperti ini,apalagi jika mengingat yang kemarin -kemarin,pasti tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Ayah mulai di lema antara mau memberikan atau tidak.bahkan jika seandainya di kasih mungkin semuanya tetap sama saja,sebagai anak aku bisa apa,tapi melihat keadaan seperti ini aku pun mencoba memberanikan diri untuk memberi masukan .
"Ayah" turuti saja permintaan tante rahma itu,aku tahu keadaan tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi,tapi setidaknya ibu tidak di hina lagi,apalah arti itu semua ayah,harta tidak di bawa mati dan masalah tante rahma mau mengakui kita atau tidak kita tidak usah perduli itu.asalkan bukan ayah yang tidak mengakuinya sebagai saudara.tante rahma hanya sedang emosi saja kita kembalikan semuanya ke pada allah yah,dan doakan saja agar tante rahma di berikan petunjuk dan menyadari semuanya dengan cepat" seru aku mencoba untuk mencari solusi yang baik.
ayam terdiam menatapku,sambil tangannya menyentuh kepalaku dan mengangguk .mungkin menganggap apa yang aku katakan ada benarnya menurutnya.
mendengar kata-kata aku ayah langsung beranjak dari tempat duduknya,lalu diapun berlalu keluar.
"Ayah ke rumah tante rahma dulu,"ucapnya sebelum berlalu pergi
jarak rumah tante rahma hanya 300 meter dari rumahku berjalan kaki beberapa menit sampai.Ayah ke sana jalan kaki melewati rumah penduduk yang padat ini,sambil menunggu ayah yang pergi ke rumah tante rahma.aku lanjut mengobrol dengan ibu.
"Ibu yang sabar ya" ini cobaan untuk kita biarkan mereka berkata apa yang terpenting kita tidak seperti itu.biarkan ayah menyelesaikan ini semua dengan tante rahma.
Ibu hanya terdiam dengan senyuman tipis di bibirnya....
__ADS_1