MALAPETAKA DIBALIK HARTA WARISAN

MALAPETAKA DIBALIK HARTA WARISAN
Segitu Bencinya Mereka


__ADS_3

💞💞💞


Hari ini seperti biasa aku membantu ayah di sawah.untuk menanam padi.


Terlahir dari seorang petani tentu ini sudah sering aku kerjakan.di saat semua anak cewek harus tinggal di rumah bersantai,dan perawatan ,tapi tidak dengan aku,dari kecil aku sudah di didik untuk membantu ayah dan ibu di sawah,jadi setiap pulang sekolah atau saat hari libur aku akan ke sawah dengan ikut dengan mereka.


Karena dari kecil aku sudah terbiasa ke sawah dan itu berlaku sampai sekarang.mau bagaimana lagi aku tidak punya saudara jadi aku yang harus bantu ayah,kalau bukan aku siapa lagi.apalagi semenjak aku tamat sma.


"Ayah"minum dulu...!kataku sambil menyodorkan sebotol air di tanganku pada ayah


ayah menerima botol itu lalu mulai meneguknya


terlihat keringat membasahi sekujur tubuh ayah,hingga menembus bajunya.


karena hari mulai siang aku dan ayah berteduh di pondok pinggir sawah menikmati semilirnya angin di per sawahan ini.


sambil menunggu ibu untuk membawa bekal makan siang,aku duduk di pondok sambil main hp.


"Nisa"


tiba-tiba terdengar suara ibu memanggil dari kejauhan. aku menatap ke arah ibu berjalan,terlihat ibu menjinjing dua kantong berwarna hitam di kedua tangannya.aku meletakkan hp itu ke lantai pondok.


segera aku berlari menghampiri ibu,untuk mengambil alih barang bawaannya itu.


terlihat nafas ibu naik turun karena menempuh perjalanan yang lumayan jauh jaraknya dengan jalan kaki.karena ibu tidak bisa naik motor.


berjalan sejauh 200 meter sampailah kami di pondok ini.

__ADS_1


Aku meletakkan kantong bawaanku di lantai pondok ini,lalu mencoba untuk membangunkan ayah yang sedang tertidur dari tadi.


"Ayah bangun..!"ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuh ayah agar terbangun dari tidurnya.


akhirnya ayah bangun juga dan kami bertiga bersiap untuk makan bersama siang bersama di pondok ini.


inilah yang membuatku senang di ajak oleh ayah membantunya di sawah.makan di persawahan lebih nikmat di banding makan di restoran manapun,apalagi jika makan ramai-ramai sungguh nikmat rasanya,angin sepoi-sepoi berhembus menerpa wajahku.


kami bertiga makan dengan tenang dan nikmat di sawah ini.


Sambil menunggu adzan Dzuhur selesai,aku merebahkan tubuh di atas tikar.istirahat sebentar baru turun lagi untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


karena hari mulai sore aku,ayah dan juga ibu berjalan kaki pulang ke rumah.badan pegal,lelah menyelimuti membuat langkah kaki terasa berat untuk melangkah cepat.


"Ayah"kita istirahat dulu sebentar di bawah pohon itu"gumamku sambil menunjuk ke pohon jati di depan kami.istirahat sebentar untuk melepas lelah.


terlihat ada 3 motor melaju ke arah kami,tapi bukan itu yang menjadi perhatianku.


tapi seorang pengendara motor yang ada di belakangnya.ya itu tante rahma,adik ayah yang tidak mengakui kami lagi.mata ayah sempat bertatapan langsung dengan tante rahma.namun sayang tante rahma langsung membuang wajahnya...


"Astaghfirullah.....!!" gumam ayah sembari mengelus dadanya,tanpa sadar beliau menjatuhkan air mata.mungkin tidak menyangka akan bertemu seperti ini .


begitu bencinya kah tante rahma pada kami"gumamku


"Sudahlah yah"tidak usah di ambil hati lebih baik kita cepat pulang sebentar lagi gelap" ucapku sambil melangkahkan kaki.


💞💞💞💞💞

__ADS_1


Hari ini selesai mandi aku menuju ke mesjid untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah...


berjalan kaki sepanjang 200 meter akhirnya sampai,aku melangkahkan kaki untuk masuk ke mesjid namun langkah kakiku harus terhenti kala mendengar percakapan dari seseorang di balik tembok mesjid.


"Anggi"jadi ,kamu tidak pernah sama Nisa lagi ya....!!terdengar suara dian sedang mengobrol di samping mesjid...


" Ya tidak lah,ngapain juga aku sama dia.ayah dan ibunya serakah,semua harta kakek aku mereka rebut,sampai- sampai mamaku cuma dapat sebagian saja,itu semua pasti karna ibunya dan,juga Nisa mempengaruhi kakek,mereka pandai mencari muka di depan kakek" jawab anggi


Deg!!


seketika hati ini terasa panas mendengarnya,hati bagaikan teriris pisau yang tajam begitu perihnya mendengar kata-kata anggi.


Aku bergegas keluar meninggalkan mesjid,terus berlari pulang ke rumah masih dengan air mata yang membasahi pipi ini.


"Ya allah" seburuk itukah orang tuaku di mata mereka,"


gumamku sambil berlarian pulang menuju rumah.tanpa perduli jalan yang ku lewati.


"Anggi sepupuku satu-satunya membenci diriku,membenci ayahku yang selama ini telah menyayanginya dengan sangat tulus,membenci ibuku yang selama ini merawatnya dari kecil,dari bayi sampai sekarang,tidakkah dia ingat itu semua,hanya karena harta warisan semuanya menjadi buruk seperti ini,ya allah cobaan apakah ini lagi"batinku


Aku terus berlari melewati semak-semak,agar cepat sampai ke rumah...


sebelum aku masuk,aku hapus air mata ini terlebih dahulu.agar ayah dan ibu tidak melihatnya,aku tidak ingin ayah dan ibu tahu tentang apa yang di katakan anggi tadi.


setelah air mata di pipi terhapus aku melangkah masuk ke rumah dan bergegas masuk menuju kamar,


Aku duduk di pinggir tempat tidur dan sesaat aku terlarut dalam lamunan.

__ADS_1


__ADS_2