MALAPETAKA DIBALIK HARTA WARISAN

MALAPETAKA DIBALIK HARTA WARISAN
Kebaikan yang terlupakan


__ADS_3

💞💞💞💞


Hari ini aku dan ibu berniat jalan-jalan ke sawah,untuk mencari sayur kangkung.berjalan kaki menyusuri sawah milik tetangga dan jalan setapak.


"Ibu"kayaknya disitu banyak kangkungnya,masih muda lagi"


ucapku sambil menunjuk sepetak sawah yang di ujung jalan.


Kami berdua segera mendekat dan benar saja disini daunnya masih muda-muda dan bagus.


aku dan ibu segera turun untuk mulai memetik kangkung,


beginilah kalau hidup di kampung sayuran mudah di cari dan rasanya jauh lebih enak,karena alami tanpa bahan pengawet jadi aman untuk di konsumsi.


Setelah merasa sudah banyak aku dan ibu langsung pulang untuk segera memasaknya.


Namun di tengah perjalanan,langkah kaki aku terhenti,saat melihat sekumpulan orang sedang mencari seafood di sawah kosong yang tidak jauh dari kami.


"Ibu" lihat di sana lagi ramai orang mencari seafood"gumamku sambil menunjuk ke arah kanan kami


"iya" ayo kita ikut mencari pasti enak itu"jawab ibu dengan senyuman manisnya.


aku dan ibu langsung bergegas menghampiri mereka untuk ikut bergabung mencari seafood.


💞💞💞💞


Satu jam telah berlalu


aku dan ibu memutuskan untuk pulang karena matahari sudah mulai panas membakar kulit


" Lumayan banyak ya bu"gumamku sambil memperlihatkan seafood yang ada di balik kantong kresek hitam hasil carian tadi...


ibu hanya tersenyum menanggapi.


Sampai di lorong masuk rumah, tiba-tiba langkah kaki kami terhenti kala mendengar suara memanggil dari arah belakang kami.

__ADS_1


"Hei tunggu "


aku dan ibu langsung menoleh ke belakang


sontak aku terpanah melihat siapa yang ada di belakang kami yaitu tante rahma


tante rahma berdiri tepat 1 meter di belakang kami sambil berkacak pinggang.entah akan ada drama apa lagi hari ini.


"untuk apa tante rahma,memanggil kita ya bu"gumamku sambil memegang lengan ibu


Rasa penasaran dan pertanyaan mulai menyelimuti seluruh hatiku.


"Ibu juga tidak tahu nak" jawabnya...


tante rahma semakin mendekat ke pada kami,dengan tatapan penuh amarah.


"Hei santi"kamu itu memang benar - benar ya,kamu sengaja kan cari muka di depan bapak.agar bapak memberikan semua harta miliknya sama kamu dan anak kamu ini.


" loh-loh ada apa lagi ini,kok bawa-bawa nama aku segala lagi,drama apa lagi ini" batinku


"apa maksud kamu rahma"jawab ibu dengan suara lembut


" sudah lah"kamu tidak perlu berpura-pura jangan mentang -mentang kamu menantu kesayangan bapak ya.kamu bisa seenaknya mempengaruhi bapak.kamu pikir kamu siapa.


Kata tante rahma dengan penuh emosinya kepada ibu .


" rahma" apakah seburuk itu aku di mata kamu?tidakkah kamu mengingat sedikit saja kebaikanku selama ini.ingatkah kamu waktu kamu melahirkan anggi,aku yang merawat kamu,mencuci bekas darahmu melahirkan,tidakkah kamu ingat itu semua"timpal bu sambil meneteskan air mata


"kamu tidak usah mengungkit yang lalu ya.lagi pula siapa yang suruh kamu,,kamu sendiri yang mau mengurus,dan mencuci itu semua"jawabnya sambil menunjuk-nunjuk ke wajah ibu.


"astaghfirullah...hal adzim!!" ucap ibu seraya mengelus-elus dada...


karena tidak tega melihat ibu ,yang sudah berderai air Mata .


aku segera membawa ibu pergi dari sana karena semakin lama semakin banyak tetangga yang menonton.sehingga membuat kami semakin malu..

__ADS_1


Namun ketika kami akan pergi seketika langkah kaki ini berhenti saat mendengar suara tamparan.


PRAK..!!


Aku dan ibu menoleh karena suara tamparan yang cukup keras suaranya itu.


"Ayah"kataku seketika aku terpanah melihatnya


entah ayah datang dari mana...


Ayah melayangkan satu tamparan yang begitu keras ke pipi sebelah kanan tante rahma.tante rahma terdiam sambil meringis kesakitan.terlihat tangan kanannya mengelus-elus pipi bekas tamparan ayah barusan.


" Sudah cukup rahma,sudah cukup semua ini" ucapnya sambil menunjuk wajah tante rahma


"" selama ini santi diam bukan karna mengakui kalau dia bersalah tapi,itu semua dia lakukan karena tidak ingin masalah menjadi lebih panjang.kalau bukan karena santi yang meminta,aku untuk menuruti permintaan kamu itu maka, aku tidak akan memberikannya.jika kamu ingin protes masalah apa yang bapak berikan kepada saya ,kenapa kamu tidak langsung bicara sama bapak. kenapa harus santi yang kamu salahkan.jangan kamu ganggu anak dan istriku lagi, bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kami bukan saudaramu lagi.jadi aku mohon hentikan semua ini." Ayah dengan suara parau sambil meneteskan air matanya


semua yang ada di situ hanya saling menatap dan berbisik,entah apa yang mereka pikirkan.


setelah mengeluarkan semua yang ayah pendam selama ini, ayah langsung mendekati kami lalu pulang bersama kami.


sedangkan tante santi masih terdiam bagaikan patung di tempatnya sambil menundukkan kepalanya.entah apa yang sedang dia pikirkan.


semua orang yang ada di sana bubar satu persatu dan masuk ke rumah masing-masing...


Kami bertiga pulang ke rumah tanpa berkata-kata.


Ayah memapah ibu ke rumah sedangkan aku mengekor di belakang mereka sambil membawa sayuran yang kami cari tadi.


Ibu duduk di kursi ruang tamu,dengan tatapan kosongnya.aku menghampiri ibu dan mencoba untuk menguatkan ibu.


" ibu yang sabar ya,allah itu maha mengetahui segalanya,aku tidak tau kenapa tante rahma bisa seperti ini ,tapi aku yakin allah akan menunjukkan kebenaran padanya" ucapku sembari memegang punggung ibu


Kejadian-kejadian ini sungguh membuat ibu begitu tersiksa,ibu yang sudah bisa kuat kini kembali terpuruk dalam kesedihan lagi.entah sampai kapan keadaan akan terus begini.


Keharmonisan keluarga yang dulu pernah ada kini harus hancur dalam sekejap mata..kini keluarga sendiripun menjadi musuh baginya.hanya kesabaran yang dapat kami lakukan saat ini.

__ADS_1


kakek selalu mengajarkan kepadaku,agar kita selalu menjadi orang yang sabar namun meskipun begitu,sabar juga pasti ada batasannya.kalau sudah terlalu barulah bisa di lawan,semut saja jika terinjak dia akan menggigit,apalagi kita manusia punya hati dan perasaan....


karena yang tante rahma lakukan sudah keterlaluan ,jadi wajar saja jika ayah marah,kami sudah sangat bersabar menghadapinya selama ini tapi ,dia semakin.menjadi-jadi saja.apalagi terus memperlakukan ibu di depan umum begitu ..aku saja kesal melihatnya.namun karena ini urusan orang tua makanya aku tidak ingin terlalu ikut campur,ya selama emosi bisa di kontrol pastinya aku tidak ingin saja masalah menjadi semakin rumit.karena aku tahu pada hakikatnya nyawa manusia itu hanya angin...hari ini mungkin akan marah tapi bisa jadi besok akan kembali baik.karena yang aku tahu allah maha membolak-balikkan hati manusia..aku hanya berdoa agar tante rahma cepat sadar dan di tunjukkan padanya kebenaran agar,semuanya kembali seperti dulu,karena tidak ada yang tidak mungkin ,jika allah menghendaki semuanya.


__ADS_2