MALAPETAKA DIBALIK HARTA WARISAN

MALAPETAKA DIBALIK HARTA WARISAN
Guna-guna


__ADS_3

10 tahun menjalani biduk rumah tangga dengan arif ,dan kami sudah di karuniai 3 orang anak.... Alhamdulillah semuanya berjalan seperti yang diharapkan..suami yang baik dan anak- anak yang soleh dan solehah...


Ayah dan ibu sudah semakin tua,dan sekarang ayah sudah sakit-sakitan,karena aku anak ayah satu-satunya semua pekerjaan di sawah aku dan suamiku yang ambil alih...karena kondisi ayah sudah tidak sekuat dulu lagi...karena penyakit ginjal membuatnya tidak bisa kerja yang berat lagi...


padahal mata pencaharian ayah hanya mengandalkan dari percetakan batu merah saja...beruntungnya suamiku orang yang sangat baik dan sayang kepada orang tuaku,akhirnya suamiku memberikan bantuan modal kepada ayah agar usaha percetakan batu merah tetap berjalan,dengan menggunakan jasa buruh ayah melanjutkan usaha percetakan itu ..apalagi sekarang ini karena banyaknya pengangguran membuat sebagian orang terpaksa harus mengambil pekerjaan ini...dengan upah 50 ribu per seribu biji,dalam sehari pekerja ayah bisa menghasilkan 3000 biji ....tentu itu juga butuh tenaga ekstra pastinya...


Ayah tinggal memantau saja dan tidak perlu kemana-mana,karena kebetulan usaha percetakan ada di dekat rumah ayah ,jadi beliau hanya duduk di rumah saja...


sebenarnya percetakan batu merah juga membutuhkan modal yang lumayan,,,apalagi ayah memiliki 2 pekerja yang sama-sama sudah berumah tangga...


memiliki pekerja yang sebanyak itu tentu membutuhkan biaya juga pastinya mulai dari penyediaan rumah gubuk untuk mereka tinggali...setiap saat mereka akan meminta uang untuk belanja mereka setiap hari.....jadi kita harus selalu ada uang di rumah...karena pekerja ayah orang jauh makanya harus tinggal di sini sampai musim penghujan tiba...


karena produksi batu merah hanya bisa di lakukan saat musim kemarau..karena mengandalkan proses pengeringan pastinya...


sekarang hanya itu yang dapat ayah lakukan duduk dan tiduran ya,walaupun itu sangat membuat ayah bosan,karena terbiasa kerja dan kini harus berdiam diri saj....


Aku dan suamiku ke rumah ayah seminggu sekali...untuk melihat ayah dan membawanya kontrol.....


Hari ini ustadz teman suamiku datang berkunjung ke rumah...


Ini baru pertama kalinya dia datang ke rumah,karena kebetulan lagi ada di kota ini,,selama ini dia tinggal di kalimantan..


ustadz arman datang bersama dengan istrinya,,,mereka datang karena kebetulan anak ustadz arman sekolah di pondok pesantren yang ada di kota ini...Indah dan ayahnya menjemput mereka di perbatasan ,,karena mereka belum tahu jalan ke sini....


Aku dan ibu menyiapkan makanan untuk menyambut mereka,kebetulan tadi pagi kami,sempat ke pelelangan ikan jadi kami akan menyiapkan menu ikan bakar untuk ustadz dan istrinya,,karena kata arif mereka suka sekali makan ikan...


dengar-dengar dari arif ustadz arman ini,bisa juga mengobati segala macam penyakit,rencananya ayah nanti mau di obati sama ustadz arman ,,,


setelah semuanya selesai di kerjakan aku dan ibu duduk di kursi teras rumah sembari menunggu mereka semua datang,,,ikannya kami masukkan ke kulkas dulu nanti biar arif yang membakarnya..karena makan ikan bakar itu enaknya kalau panas...


Ayah duduk di kursi panjang yang ada di ruang tamu,sambil menonton televisi...setelah menunggu beberapa jam lamanya,,,akhirnya terlihat 2 mobil memasuki pekarangan rumah kami....


Aku dan ibu berdiri menyambut kedatangan mereka dengan,senyuman manis...seorang lelaki yang mungkin seumuran ayah turun dari mobil yang ada di belakang mobil arif dan di samping kiri beliau berdiri seorang perempuan yang seumuran dengan ibu juga...kami menyambut mereka dan langsung menyuruh mereka untuk masuk ke dalam.


" Wah,,,bagus sekali rumah kamu rif,,di kelilingi persawahan juga membuat pemandangan yang sangat indah...!!" kata ustadz mengagumi keindahan sekitar rumah kami....


" biasa saja ustadz...kalau ustadz suka ustadz bisa bermalam di sini dulu untuk beberapa hari...lagipula sudah lama kita tidak bertemu...""jawab arif dengan senyumannya....


Aku dan ibu bergegas ke dapur untuk mengambil kue dan membuat minuman untuk mereka semua,,


setelah mengobrol begitu lama ,aku memanggil arif untuk segera membakar ikannya karena sudah waktunya untuk makan siang...


Ustadzah aisyah menghampiri kami,dan ikut membantu,meskipun aku sudah menolak namun beliau tetap ingin membantu...


" wah,,ikannya segar-segar sekali yah,,,!!"kata ustadzah sambil memegang satu ekor ikan

__ADS_1


" iya umi,,tadi aku dan ayahnya anak-anak sengaja ke pelelangan untuk membeli ikan ini...!!". jawabku dengan senyuman manis ku...


Aku membawa ikan itu ke samping rumah di dekat pondok untuk di bakar,,,di sini udaranya segar,angin sepoi-sepoi yang menghembus menerpa wajah kami...membuat suasana menjadi lebih sejuk.....


Karena di sini udaranya sejuk,,ustadz arman meminta untuk makan di sini saja ..sungguh kami menikmati dengan sangat nikmat makan siang ini...


Karena permintaan dari suamiku ustadz arman dan istrinya menginap untuk beberapa hari di sini sebelum akhirnya,mereka kembali ke kalimantan


kami semua duduk di kursi teras rumah menikmati indahnya malam yang indah,tidak lupa di temani segelas teh panas dan kue teripang buatan ibu...


" Nisa,,,!!" kata ustadz padaku dengan tatapan aneh


"uya ustadz,,ada apa!!"jawabku...


"" sepertinya ada yang aneh dengan kamu,,,,Apa akhir-akhir ini kamu sering merasakan,sakit di bagian kepala,dan kamu sering bermimpi buruk ??dan apakah jiwa kamu sedang tidak tenang sekarang,,,??" kata ustadz sontak membuatku kaget..


dari mana dia tahu tentang semua itu...memang 1 bulan ini aku sering merasakan sakit kepala dan hanya saat-saat tertentu saja,,seperti habis magrib,,aku juga sering emosi tanpa sebab,,untung saja arif sabar menghadapi aku...


" iya ustadz,,dari mana ustadz tau,,,!!" jawabku penasaran


aku di minta untuk masuk ke rumah dan duduk di kursi ruang tamu,,,semuanya masuk karena permintaan ustadz arman...


ustadz sama sekali tidak menyentuhku,kami hanya duduk berhadapan sambil duduk bersila...ustadz arman mulai mengeluarkan tasbihnya dan bibirnya terus bergerak seperti sedang membaca sesuatu


tiba-tiba tubuh ini terasa panas sekali seperti ingin terbakar rasanya....semakin lama semakin panas sampai membuatku tidak kuat menahannya dan akhirnya aku jatuh tidak sadarkan diri...


kepalaku masih terasa oleng sekali karena kejadian tadi,aku tidak mengerti apa yang telah terjadi..dan mengapa tadi badanku terasa sangat panas sekali seperti terbakar,,,aku mengoceh tidak tau bicara apa...


" Nisa,,,kamu istighfar sayang,,,!!" kata arif sambil memegang punggungku...


"" astaghfirullah,,,!!"ucapku


Ustadz arman menjelaskan kepada kami ,kalau selama ini ada yang berniat buruk kepada keluarga kami,begitu juga dengan penyakit ayah ada sangkut pautnya dengan yang aku alami...


Tapi ustadz arman berjanji akan menyembuhkan kami selama beliau masih ada di sini...



Setelah aku dan ayah di ruqyah oleh ustadz arman Alhamdulillah semuanya kembali seperti dulu lagi,ayah yang sebelumnya hanya duduk memantau para pekerja akhirnya sekarang beliau sudah bisa bekerja lagi seperti dulu,,,


Untung saja ustadz arman datang di saat yang tepat,entah siapa yang berniat jahat kepada keluarga kami,tapi aku dan keluargaku menyerahkan semuanya hanya kepada allah semata...dan aku yakin lambat laung allah ,akan menunjukkannya kepada kami...


Akhirnya setelah tinggal beberapa hari di rumahku hari ini ustadz arman dan istrinya kembali ke kalimantan...


aku dan ibu membuatkan buras untuk bekal mereka nanti...

__ADS_1


tidak lupa kami juga siapkan berbagai macam kue kering asli makassar untuk oleh-oleh buat mereka...ustadz arman terlihat begitu senang menerima semua pemberian dari kami...


Setelah kepergian ustadz rumah ini terasa tentram dan damai kembali,,aku tidak pernah lagi merasakan sakit kepala itu dan jiwaku jauh lebih tenang,apalagi aku menjalankan semua yang di katakan ustadz padaku...


Aku dan suamiku lebih mendekatkan diri kepada allah...berharap agar tetap dalam lindungannya..karena kata ustadz sebaik-baiknya/penolong hanya allah lah yang di atas segalanya,,,hidup dan mati ada di tangan allah bukan di tangan dukun atau siapapun...


Malam ini aku dan suamiku melaksanakan sholat tahajud di sepertiga malam...setelah melaksanakan sholat bersama kami berdua sempatkan berzikir dan mengaji sebentar...memohon petunjuk kepada sang pencipta..karena masih gelap sembari menunggu waktu subuh aku dan suamiku tidur sebentar,kami mulai menutup mata dan akhirnya tertidur...


" aku membenci kamu nisa,,aku akan mengambil nyawamu aku sakit hati padamu,karena kamu tidak mau menolongku dulu,,kamu dan keluargamu harus mati,mati dan mati...


aku sakit hati padamu dan keluargamu karena mendapatkan harta yang lebih banyak sedangkan orang tuaku tidak memberikan apa-apa padaku ..aku sakit hati padamu dan juga rahma...kalian semua harus mati,,,!!"


"Tidak,,,aaaak...!!"teriakku di kala sedang terbangun dari mimpi buruk...


"astaghfirullah aladzim....!!"ucapku


Arif yang tidur di sampingku bangun karena mendengar teriakanku...


dia mengambilkan aku air putih lalu memberikannya padaku...


" kamu kenapa sayang??" katanya padaku aku lalu menceritakan mimpi itu padanya dan yang membuatku terpanah kala di mimpi tadi itu adalah tante ira dan kak mita istrinya anton,dan sepupu ayahku sendiri


setelah sholat subuh kami laksanakan,arif menelpon ustadz arman dan menceritakan semuanya kepadanya,,,


" ustadz arman membenarkan mimpi itu,,bahwa mereka itulah yang mengirim kekuatan gaib untuk aku...tapi ustadz arman berpesan,kalau kami harus mengingat allah,serahkan semuanya kepada allah ,karena sesungguhnya hidup dan mati hanya allah yang tahu,,jangan pernah takut kepada dukun dan sebagainya karena sesungguhnya mereka itu hanya manusia biasa juga...apa yang mereka tanam itulah yang akan mereka petik sendiri nantinya...tetaplah berbuat baik kepada mereka ,dan mendoakan mereka agar mendapatkan kesadaran,,!!"jelas ustadz arman...


Meskipun sebenarnya aku marah dengan mereka ,namun percuma jika menanamkan rasa dendam di hati,itu hanya merugikan diri sendiri....


Serasa tidak percaya jika keluarga sendiri ,ternyata tega berbuat jahat kepada kita,,,hanya karena harta yang tidak akan di bawah ke liang lahat nantinya...mereka semua buta dan serakah,sampai hubungan keluarga tidak ada gunanya...


bahkan orang tuaku yang sering menolongnya malah mereka tega berbuat buruk padanya...


Begitu hebatnya pengaruh harta pada manusia sampai harus melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya...bahkan nyawa saja bisa jadi taruhannya


Nauzubillah....


semoga aku dan keluargaku di jauhkan dari sifat yang seperti itu...tetap bersyukur dengan pemberian dari sang pencipta...padahal apa yang aku miliki sekarang karena kerja keras juga...


Memang dari yang aku tau dari cerita ayah,kalau ibu tante ira itu saudara dari kakek...ibunya tante ira dulu pernah dapat bagian juga ,namun habis terjual karena gaya saja,akhirnya habis semuanya..beda dengan kakek yang dulu memang selalu membeli sawah jadi apa yang kakek punya ,sebenarnya bukan harta warisan orang tuanya saja..tapi dari hasil gajinya menjadi kepala sekolah dulu...dan dari usaha ternak kerbau dan sapi...


Dan dengar juga saudara- saudara kakek memang dari dulu sering sekali iri dengan,apa yang di dapatkan kakek..padahal semua itu tidak di dapatkan percuma oleh kakek,tapi dengan usaha kerasnya,dulu kakek orang yang sangat rajin membantu orangtuanya di sawah..walaupun kakek punya kerjaan yang bagus tapi kebiasaannya membantu orang tuanya,membuat dia jadi sukses...


Dulu kakek,sering mengajarkan padaku,agar jangan menjadi orang yang sombong,mendapatkan uang harus di sertai dengan usaha dan kerja keras...itulah yang selalu di ajarkan kakek...


Makanya walaupun aku punya segalanya aku lebih memilih untuk hidup sederhana saja...agar orang tidak mikirnya kita pamer atau apalah...tidak di pamerkan saja orang sudah bagaimana sama kita...

__ADS_1


beginilah hidup...penuh drama dan topeng,yang terlihat baik belum tentu baik....dan kawan bahkan bisa menjadi lawan....jadi perkuat imam dan taqwa hanya kepada allah...agar kita senantiasa di jauhkan dari sifat iru,dengki dan dari sifat sombong...


__ADS_2