Manipulasi

Manipulasi
Chapter 14. Kejutan.


__ADS_3

Glock 17, Apa yang kalian pikirkan pertama kali saat membaca itu? Biar ku tebak, yang tidak tau pasti akan berfikiran tentang sebuah kunci atau gembok, tapi yang tau langsung kebayang sebuah pistol.


Kenapa aku bisa berpendapat seperti itu? Karena aku baru saja bertanya kepada teman ku. Aku bertanya, lu tau gak, apa itu Glock 17? Dan dia menjawab, Kunci gembok kan? Jujur, aku ingin ketawa saat itu.


Aku tidak tau, kenapa dia bisa berfikiran sebuah kunci gembok. Atau mungkin aku ngomong Glock dia hanya mendengar lock doang. Saat itu aku langsung spontan menjelaskannya ke teman ku.


Glock 17 adalah sebuah senjata api yang berjenis pistol. Senjata ini di buat oleh negara Austria pada tahun 1982. Senjata ini sangat populer dari dulu sampai sekarang,


Hampir di seluruh game tembak-tembakan ada senjata ini. Tentu saja senjata ini memiliki banyak versi dan banyak perubahan, tapi tetap saja, Glock 17 menjadi pilihan nomer satu bagi penyuka senjata.


Aku menjelaskannya ke teman ku tidak detai seperti diatas. Hanya ku jelaskan, Glock 17 itu pistol, sering main game juga, masa gak tau. Dan dia merespon, Oh... Gue kira gembok an**r. Dah-dah curhatnya, kita langsung saja ke cerita.


"Lama banget, apa sih yang dilakukan Alpha dan Lily? ini sudah 30 menit saat Alpha menjemput Lily" Kata Mai.


"Aku tidak tau apa yang dilakukan Lily, namun Alpha pasti menunggu Lily di lapangan dan merasakan hal yang sama seperti kita" Kata Velly.


"Mungkin Alpha juga merasa bosan, tapi disini aku tidak hanya merasa bosan, namun juga merasa risih ... Sejak tadi saat ada cowok lewat jendela depan ruangan ini, mereka selalu menoleh dan melihat kita, pasti mereka berfikiran 'Apa yang para cewek itu lakukan di ruangan ini?' Sudah pasti berfikiran seperti itu" Perkataan Mai.


"Jangan pikirin apa yang mereka pikirkan, masih untung mereka hanya melihat. Dari pada mereka masuk dan bertanya langsung, apa yang akan kita jawab?" Nasehat Velly.


Tak lama kemudian, dua orang yang sedang diharapkan kedatangannya, akhirnya datang juga.


"Maaf... Aku ada urusan dengan teman ku tadi dan aku tidak bisa pergi begitu saja" Kata lily.


"Dia sedang kencan buta, kalo gak ku jemput, pasti dia tidak akan datang kesini" Kata Alpha.


"Woi! Bukankah kau sudah janji untuk merahasiakannya!" Terikan Lily.


"Tunggu, kenapa Alpha bisa tau kalo Lily sedang kencan buta" Mai bertanya pada Alice.


"Tunggu, kenapa bertanya kepada ku? kamu salah orang untuk bertanya" Jawab Alice.

__ADS_1


"Ya... Siapa tau kamu tau" kata Mai.


"Ya mana mungkin lah!" balas Alice.


"Aku bertemu Lily di tengah kota, dia bersama satu temanya dan dua orang co-"


"Stop...! Apakah kamu juga akan membocorkan hal itu!? Kamu ini benar-benar cowok brengsek yang senang ingkar janji ya" perkataan Lily yang memotong perkataan Alpha.


"Diam kau dasar cewek sialan! aku harus menghabiskan uang 40.000 rupiah hanya untuk mencari mu ... Anggap saja ini adalah hukuman mu, dengan begitu aku akan merasa puas" Ucap Alpha.


"Kejam, baru kali ini aku kenal sama cowok yang kejam" Kata Velly.


"Iya, aku juga berfikiran seperti itu" kata Mai.


"Sudah tidak kaget, kalo itu Alpha" Kata Alice.


Mari kita kilas balik kejadian 30 menit yang lalu. Alpha menjemput Velly, Ami, dan Alice di lapangan dan langsung mengantarkan mereka ke Fakultas teknik, atau lebih tepatnya, ruangan kosong di fakultas teknik.


Setelah itu Alpha kembali lagi ke lapangan untuk menjemput Lily. Namun, selama sapuluh menit Alpha menunggu, Lily tidak kunjung datang.


Lima menit kemudian, Alpha sudah sampai di tengah kota Semarang. Dia terus ditanya oleh kang ojek mau kemana, tapi Alpha diam dan melihat kemana dan ke kiri untuk mencari Lily.


Lima menit Alpha mencari dan akhirnya dia menemukan Lily, Alpha pun minta diturunin, tapi diturunin di sebrang jalan yang berbeda dari Lily. Mau tidak mau Alpha harus mencari Zebra cross jika mau menyebrang


Jalan raya saat itu lagi ramai, kalo Alpha nekat untuk menyebrang, besar kemungkinan dia akan tertabrak. Tertabrak oleh truk, kemudian Alpha malah akan bereinkarnasi didunia lain dan memiliki kekuatan dahsyat, tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkannya bahkan raja iblis sekali pun. Tidak hanya itu, Alpha pun Akan ditemani oleh banyak cewek cantik dan imut sepanjang perjalanannya.


Hem, Membuat cerita seperti itu kayaknya bagus juga ya, tapi bagusnya cuma diawal-awal sih, lama-kelamaan juga akan membosankan dan menjadi karya yang naif. Oke, kembali fokus ke cerita utama.


Tiga menit berjalan, Alpha akhirnya menemukan Zebra cross pada perempatan. Untungnya, disebelah lain trotoar Lily dan kelompoknya, ingin menyebrang jalan juga.


Saat itu Lily tidak melihat Alpha kerena banyaknya orang, namun Alpha melihat Lily tepat didepannya. Lampu merah pun menyala dan waktunya untuk menyebrang.

__ADS_1


Di Bagian Trotoar tempat Alpha, banyak orang yang menyeberang, mau tidak mau, trotoar di bagian tempat Lily berada harus menunggu.


Secara tiba-tiba dibalik kerumunan, seseorang memegang tangan Lily dan langsung menariknya. Tentu saja Lily kaget dan ingin berteriak, namun dia tidak jadi berteriak karena yang menariknya adalah, Alpha.


"Alpha! Woi, apa yang kamu lakukan?" Tanya Lily.


Omongan Lily membuat orang yang bersamanya pun sadar, dengan sok-sokan berani, Selamet maju dan memegang tangan Lily yang satunya.


"Siapa kamu? Lepas gak?" Kata Selamet.


"Hah? Seriusan lu tanya lagi? Lu gak denger tadi dia ngomong apa?" Alpha bertanya kembali.


"Dengar" Jawab Selamet.


"Lah ngomong apa?" Alpha bertanya lagi.


"Lily tadi nyebut kamu Alpha kan?" Jawab Selamet.


"Nah... Tuh tau, Ku kira masih muda dah tuli lu"


"Akh...! Lepas gak!" Selamat dengan paksa menarik tangan Lily sampai terlepas dari Alpha.


"Aduh, Apa yang kamu lakukan!? kamu kira gak sakit!" Terikan Lily sambil melepas genggaman Selamet.


"Ma-maaf Lily, aku gak sengaja" Kata Selamet.


"Gak sengaja, gak sengaja ... Jelas-jelas dilakukan dengan sengaja, ngomong gak sengaja" Ucapan Alpha.


"Diam kau! Dasar baj****n! Emangnya lu siapa!?" Terikan kata kasar Selamet.


Alpha hanya terdiam sambil menahan emosinya. Selamet adalah orang yang berotot dan pandai bertarung, sedangkan Alpha tidak memiliki otot, tapi Alpha pandai dalam beladiri taekwondo. Jangan dikira, Alpha sudah menyandang gelar sabuk merah dalam beladiri taekwondo.

__ADS_1


Beh, omongannya... Gak pernah sekolah apa batin Alpha. Padahal dirinya sendiri jauh lebih parah dibandingkan selamet dalam berkata kasar.


Ingin banget... Ku tendang tuh muka, ku tendang bakalan nangis gak ya ...? Sabar... orang bodoh mana yang bertarung di tengah jalan, tapi tetap saja ingin aku tendang sih batin Alpha.


__ADS_2