
"Butuh bantuan?" Kata Velly dari kejauhan.
Hem, bisa-bisanya mereka datang di waktu yang tepat ... Maunya sih aku puji, tapi batin Alpha.
"Lama! Dari tadi ngapain saja kalian!? Kalo mau bantu, cepetan sini bantu! Jangan cuma berdiri dan bergaya sok-sokan seperti itu!" Alpha berkata sambil bertarung.
"Alpha sedang bertarung, Ayo cepat!" Kata Lily.
"Tunggu" Kata Velly sambil menghalangi Lily dengan tangannya.
"Apa yang kamu lakukan? Kita kesini mau bantu Alpha kan? Ayo cepat kita bantu dia" Kata Lily.
"Gak, kita disini saja sebelum dia ngomongin sendiri kalo minta bantuan ... Apa-apaan dengan sikapnya itu, kita sudah capek-capek berlari kesini dan setelah sampai, dia malah marah-marah kepada kita ... Kalo kita bantuin dan nanti kalo sudah selesai, dia akan lebih parah lagi.
"Marah-marah atau tidak berlagak sombong" Perkataan Velly.
"Ya mau gimana lagi ya kan, memang sifat Alpha seperti itu" kata Lily.
"Justru karena sifatnya itu lah, kita harus mendidiknya" balas Velly.
Perkataan Velly terdengar bijak dan yang lainya pun setuju-setuju saja dengan Velly.
"Woi! Apa yang sedang kalian lakukan! Katanya mau bantu! Buat apa kalian kesini kalo hanya melihat saja!?" Terikan Alpha.
"Hah! Apa? Bantu? Memangnya kamu minta bantuan?" Kata Velly.
"Apa yang kamu katakan? Cepat bantu aku! Aku tidak tau, aku ini biasa bertahan sampai kapan!" Terikan Alpha you masih bertarung dengan para goblin.
"Kalo memang butuh bantuan, kenapa tidak memohon? Kamu marah-marah seperti itu, sudah paling hebat gitu?" Kata Velly.
"Akh!" Alpha kena serangan dari goblin.
"Velly! Dia sudah benar-benar kewalahan, meskipun dia brengsek, tapi hati nurani ku, kita harus cepat-cepat menolongnya" Kata Mai.
"Tidak, tunggu sebentar lagi, kalo dia masih keras kepala, kita jangan dulu menolongnya" Kaya Velly.
"Ta-tapi, kasihan juga Alpha" Kata Alice.
"Tenang saja kok, aku tidak berniat membiarkan Alpha sampai mati, kita tetap akan menolongnya, tapi tidak usah sekarang' Jawab Velly.
Sial, apa-apa dengan perubahan sikap Velly itu? Tapi benar juga sih, aku harus memohon, tapi jika aku melakukan itu, harga diri ku ... Ah! bodoh amat lah, ini bukan waktu mementingkan harga diri, nyawa jauh lebih penting! Batin Alpha.
__ADS_1
Alpha dengan mana yang tersisa, dia melempar kartu Joker nya ke paling belakang gerombolan goblin. Jaraknya cuma delapan meter, masih berada di jangkauan untuk dia teleportasi.
"Sekarang!" Alpha teleportasi kebelakang gerombolan goblin.
Selagi para goblin belum menyadari keberadaan Alpha, dia pun mengungkapkan waktu tersebut untuk.
"Tolong pinjamkan kekuatan kalian! Aku benar-benar mau mati ini!" Perkataan Alpha sambil sujud ke para cewek.
Hem, ngomong gitu aja susah amat, dasar bodoh batin Velly.
"Teman-teman, mari kita bantu Alpha...!" Terikan Velly.
"Yah...!"
Para cewek pun berlari menuju ke gerombolan goblin dan mulai menyerangnya. Alpha pun mengangkat kepalanya dan langsung berdiri. Dia tidak beristirahat, tapi dia ikutan bertarung melawan para goblin.
"Skill Aktif, lemparan perisai!" Ucap Lily sambil melempar perisainya.
Layaknya perisai kapten Amerika, perisainya bisa memotong kepala goblin dan kembali lagi dengan sendirinya, tapi bedanya, perisa Lily berbentuk persegi panjang bukan lingkaran. Skill Ini memang sangat luar biasa, tapi untuk mengunakannya, membutuhkan 100 mana, jadi Lily tidak bisa mengunakannya sembarangan dan terus-menerus.
"Skill aktif, Perkuat diri!" Ucap Velly dan tubuhnya diselimuti oleh cahaya kuning.
Dengan mengaktifkan skill Perkuat diri, damage dan pertahanan tubuhnya, akan di kalikan dua. Dengan begitu, dua bisa bertarung lebih leluasa dan lebih kuat. Skill ini memang terbilang luar biasa, tapi sekaki diaktifkan, Velly akan kehilangan mana 15 perdetik. Jadinya Velly tidak bisa mengunakannya terlalu lama.
Skill ini terlihat sedikit tidak begitu berguna, tapi apakah kalian yakin berfikiran seperti itu?. Tombak Mai akan menjadi lentur layaknya seperti karet, tapi kalo terkena musuh tombak ini masih terasa keras. Untuk mengaktifkannya, membutuhkan 150 mana dan hanya bertahan selama dua menit. Tentu saja, Lily tidak bisa menggunakannya terus menerus.
"Skill aktif, Palu besar" ucap Alice dengan lembut.
Skill ini terbilang cukup luar biasa, gimana tidak, palunya menjadi lebih besar, tiga kali lebih besar. Dengan palu sebesar itu, hanya sekali hantaman, bisa langsung membunuh lima goblin. Skill ini membutuhkan 55 mana perdetik, yap, sangat mahal. Lagi-lagi, skillnya tidak bisa digunakan terlalu lama.
pertarungan berlangsung selama sepuluh menit, tim Alpha tidak sepenuhnya membunuh semua para goblin, karena beberapa yang tersisa, memutuskan untuk kabur.
Alpha membunuh 24 goblin, Velly membunuh 20 goblin, Lily membunuh 9 goblin, Mai membunuh 18 goblin dan Alice, membunuh 40 goblin. totalnya menjadi 111 goblin terbunuh.
Dengan goblin sebanyak itu yang terbunuh, mereka berlima mengalami kenaikan level yang liar biasa. Sekarang Alpha berlevel 38, Velly level 37, Lily level 37, Mai level 37, dan Alice level 41.
Poin bintang pun banjiran dan mereka juga mendapat skill baru. Tapi untuk saat ini, bukan waktunya untuk mengurus status dan skill.
Alpha dan yang lainya, menghampiri para pedagang, ada 11 orang yang terluka ringan, delapan orang terluka parah dan tiga orang meninggal karena seorang gerombolan goblin.
"Apakah kalian baik-baik saja?" Tanya Velly.
__ADS_1
"Tentu saja tidak baik-baik saja, kamu buta apa?" Kata Alpha.
"Diam kau!" Balas Velly.
"Tolong selamatkan ayah ku, penyihir penyembuh telah mati, kami juga tidak punya obat-obatan, apakah salah atau dari kalian bisa mengunakan sihir penyembuh?" Tanya seorang anak muda yang selamat.
"Mohon maaf ya, tidak ada satu pun dari kita seorang penyihir ... Dilihat juga sudah jelas kan, kamu buta apa?" Jawab Alpha.
"Gimana ini? Ayahku terluka parah!" Kata pemuda itu tadi.
"Zeen... Jangan menangis nak" kata seorang bapak-bapak.
Dia belum nangis kok batin Alpha.
"Ini mungkin terlalu cepat, tapi bisnis ini akan ku serahkan kepada mu, hanya ini yang bapak punya" Kata seorang bapak-bapak atau bapaknya Zeen.
"tidak ayah tidak, tolong bertahan sebentar lagi ayah. Pasti..., Pasti ada sesuatu yang bisa menyembuhkan Ayah" Kata Zeen. Karena kita sudah tau namanya, jadi kita langsung panggil saja namanya.
"Sesuatu? Oh iya, benar juga" Kata Mai.
"Ada apa Mai?" Tanya Velly.
"Alice! Kau yang membawa jelly slime merah kan? berikan aku satu" Tanya Mai.
"I-iya, memangnya kamu tadi kehabisan banyak HP?" Tanya Alice, sambil mengeluarkan satu jelly slime merah dari inventori nya.
"Bukan untuk aku, tapi untuk bapak-bapak itu" Kata Mai.
"Eh!" Yang lain pun kaget, kecuali Alpha.
Mai mendekat ke Zeen dan Ayahnya, dai mau mengasih jelly slime merahnya, akan tetapi, dia tidak tau gimana cara untuk mengunakannya.
"Emm... Ini harus ku taruh ke lukanya kali ya?" Kata Mai sambil mau meletakkan jelly slime merah ke perut ayah Zeen yang terluka.
Saat hampir menyentuh perutnya, tiba-tiba Alpha.
"Dasar bodoh, jangan taruh di situ" Kata Alpha sambil mengambil jelly slime merahnya.
"Ah! Mau kamu taruh dimana jelly slime merahnya?" Tanya Mai.
"Sudah jelas kan, ini kan jelly? Jadi harusnya dimakan!" Kata Alpha sambil memasukkan jelly slime merah ke mulut ayah Zeen.
__ADS_1
Setelah di masukan ke mulutnya, tiba-tiba, reaksinya pun.