
Kenapa malah jadi seperti ini? Rasanya aku baru saja di jual hanya untuk uang, emang lagi butuh uang sih ... Ha... Dah lah batin Alpha.
Alpha saat ini berada di arena pertarungan, yap, Tentu saja untuk ajang pertarungan. Tempatnya sih, sudah terlihat jelas kan, seperti yang aku tunjukkan di chapter sebelumnya, yakitu di dini.
Kenapa Alpha saat ini berada di arena pertarungan? Mari kita kembali satu jam yang lalu.
"Aku hanya punya uang 1.000.000 Zor, Ku beli peta yang berwarna dengan harga satu juta, gimana?" tawaran Alpha.
"Kalo gitu kalian pergi saja, dah keluar saja gak usah beli apa-apa gak papa" Kata Tiom.
"Eh, tolong lah... kami hanya punya uang segini, aku tidak bisa menawar lebih dari ini" Kata Alpha.
"Nawar sih boleh, Tapi pakek otak lah bang**t! Kamu mungkin tidak percaya, aku membeli peta ini dari seniman terkenal yak itu Bron Sam orangnya sudah mati sih, aku membelinya dengan harga 2.999.999 Zor ... Masih untung ku beri harga tiga juta pada kalian karena pelanggan baru, akh hanya untung 1 Zor!"
"Kamo gitu aku beli di toko lain saja" Kata Alpha sambil membuka pintu.
"Ya pergi saja, Pergi saja sana ... Ku beri tahu pada kalian, peta-peta ini hanya dijual di toko ku, tidak ada di tempat lain ... kalo gak percaya sih, kalian boleh saja mencobanya" Penjelasan Tiom.
Ke-kenapa ucapannya terdengar sangat menyakinkan batin Alpha.
"Sudah lah Alpha, kita tidak usah beli peta, lagian juga, kita sudah memiliki fitur map kan pada jam tangan?" Saran Lily.
"Iya sih, tapi fitur map ini, tidak bisa di perbesar dan tidak bisa di perkecil, cuma terpaku dengan jarak segini aja. Kita butuh peta ini untuk bisa melihat lebih luas" kata Alpha.
"Iya, aku tau maksud mu Alpha, tapi kita tidak memiliki uang yang cukup ... Bagaimana kalo kita kumpulkan uang dulu, setelah sudah terkumpul cukup untuk membeli peta, kita kembali lagi kesini" Kata Velly.
"Ini tiga juta loh, tiga juta Zor! Jangan samakan dengan uang Rupiah!" Terikan Alpha.
"Kalo kamu sebegitu inginnya peta ini mah, aku tau tempat untuk cepat mendapatkan uang ... Aku dapat info tadi malam, katanya bulan ini juga di adakan" Kata Tiom.
__ADS_1
Begitu lah kejadian mengapa Alpha saat ini berada di arena pertarungan. Tentu saja sebenarnya Alpha tidak ingin mengikutinya, tapi karena hadiahnya yang besar, membuat para cewek menekan Alpha untuk mengikuti ajang pertarungan ini.
Kalian penasaran dengan jumlah hadiahnya? Oh... tenang saja, tentu saja akan ku kasih tau. Juara pertama akan mendapatkan uang sebesar 4.000.000 Zor plus bonus dua budak.
Juara kedua, akan mendapatkan uang sejumlah, 3.500.000 Zor dan bonus satu budak. Juara ketiga, akan mendapatkan hadiah uang sebesar, 3.000.000 Zor tali tidak mendapatkan bonus.
orang yang tidak mendapatkan juara, hanya akan mendapatkan hadiah hiburan sebesar 500.000 Zor ... Sebenarnya aku tidak tertarik mendapatkan juara sih, tapi mau gimana lagi, aku akan mengincar juara tiga saja batin Alpha.
Sementara berada di dalam jeruji untuk menunggu gilirannya, disisi lain, para cewek sedang menonton di bangku penonton.
Pertandingan sudah dimulai sejak tigapuluh menit yang lalu dan saat ini, sudah ada pertarungan yang berlangsung. Para penonton bersorak-sorai untuk para petarung. Ya, sebenarnya sebagian besar penonton bukan untuk menonton pertarungan, tapi hanya untuk berjudi, jadi tidak heran kalo ramai banget.
"Hei, rasanya, aku sudah melakukan hal jahat pada Alpha" kata Alice.
"Bukan kamu saja Alice, kami juga merasa hal yang sama" balas Velly.
"Tidak, aku tidak merasa bersalah, ngapain juga aku merasa bersalah sama cowok brengsek seperti dia" kata Lily.
"Lily, aku tau kau sangat membenci Alpha karena telah membocorkan kencan buta mu, ta-"
Eh... ternyata malah itu toh batin Velly.
"Sekarang kita balik, biarkan dia cepek-capekan bekerja dan kita nikmati saja menonton pertarungannya" lanjut kata Lily tadi.
"Tapi, aku tidak yakin kalo bisa memenangkan tiap peraturan ... Dia pasti akan terluka parah" Velly khawatir dengan kondisi Alpha.
"Tidak, dia pasti menang, meskipun tidak juara pertama" Balas Lily.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" Tanya Lily.
"Aku benci mengakuinya, tapi Alpha ... Alpha ... Tunggu, kalo dipikir-pikir lagi, emangnya dia ada kemungkinan untuk menang?" Sekarang Lily lah yang panik.
__ADS_1
Selagi Velly dan Lily yang panik, Mai yang melihat mereka berdua, tiba-tiba tersenyum sangat lebar.
"Pemenangnya adalah Yel...!" Suara komentar.
Para penonton yang bertaruh pada Yel, bersorak gembira. Ya jelas lah, kalo Yel menang, para penjudi yang mendukungnya ikutan menang. Yel mendapatkan uang dari hadiah, para penjudi dapatkan uang dari taruhan.
Hem... Jadu gitu, kita tidak perluh sampai membunuh lawan, Kita hanya perlu menguat kawat tidak bisa berdiri lagi selama sepuluh detik atau membuat lawan menyerah ... Bagus juga ini peraturannya, kukira pertandingan seperti ini, kita harus membunuh lawan jika ingin menang batin Alpha.
"Baiklah saudara-saudara sekalian, pertandingan kili ini tidak kalah seru dengan pertandingan sebelumnya ... Tanpa berlama-lama lagi, kita panggil peserta dari selatan ada, Tron Tower...!" Kata komentator.
Setelah di panggil, jeruji besi yang mengurung Tron di buku dan Tron keluar sambil melambaikan tangan.
"Berat badan yang hampir mencapai 200 pons, tubuh yang besar berotot dan senjata andalannya adalah kapak besi kesayangannya. Oh... Jangan dikira, dua tahun yang lalu, dia adalah seorang pemenang juara pertama!" Kata komentator.
Woi-woi, yang benar saja woi ... Diawal-awal aku harus melawan orang seperti itu? Dan lagi, dia sudah punya sejarah di ajang pertarungan ini batin Alpha.
"Di sebelah kanan, ada seorang pendatang baru dan dia adalah seorang petualang pemula, mari kita sambut, Green Yellow...!" Kata komentator.
Siapa? batin para cewek tim Alpha.
Jeruji besi yang mengurung Alpha terbuka dan Alpha keluar dengan berjalan biasa aja. didalam hati Alpha sebenarnya sudah sangat tegang, tapi dia menghilangkannya dengan bersikap tenang dan bodoh amat dengan sekitar.
"Hem, dia hanya lah seorang pemula, aku bersyukur semua uang ku, ku pertaruhkan pada Yel" Kata seorang penjudi 1.
"Apa-apaan dengan pakaiannya itu? Dia benar-benar seorang pemula, emangnya dia bisa menang?" Kata seorang penjudi 2.
"Aku penasaran, siapa orang yang bertaruh pada pemula itu, atau memang tidak ada" Kata seorang penjudi 3.
Seluruh arena pada berisik sendiri sambil meremehkan Alpha. Namun Alpha tidak peduli, karena dia sudah memutuskan, untuk bersikap bodoh amat pada sekitarnya.
"Halo pemula, gak usah khawatir, aku tidak akan menyerang sampai membuat mu babak belur kok ... Tenang saja, aku tau tujuan mu ikut ajang pertarungan ini kok, kamu hanya mengincar hadiah hiburan untuk modal awal mu sebagai petualang kan? Haha, jangan heran kalo aku tau, aku sudah berpengalaman bertarung dengan orang seperti mu" Perkataan Yel.
__ADS_1
Alpha mengangkat kepalanya dan menatap matanya Yel. dai pun berkata.
"Maaf, tebakan mu salah"