Manipulasi

Manipulasi
Chapter 17. Serangan Alpha.


__ADS_3

*ned-ned* getaran smartphone.


Alpha yang baru selesai mandi, memeriksa smartphonenya, ternyata getaran tersebut adalah pesan WhatsApp.


"Apakah semuanya sudah dirumah?" Tanya pesan WhatsApp dari Velly.


"Sudah, aku baru saja selesai makan" Jawab pesan WhatsApp dari Lily.


"Aku juga baru selesai makan" Jawab WhatsApp dari Mai.


"Aku sampai selesai membaca novel dua kali dirumah" Kata pesan WhatsApp dari Mai.


"Kalo Alpha? Dimana dia?" Tanya pesan WhatsApp drai Velly lagi.


"Aku sudah berada di rumah sejak tadi" Jawab pesan WhatsApp dari Alpha.


"Berarti semuanya sudah siap ya? Kita akan mulai masuk kedalam game saat tepat jam 18.00, berarti lima menit lagi" Pesan WhatsApp dari Velly.


Tempo hari, saat pertemuan selesai, mereka berlima saling tukar nomor WhatsApp dan langsung membuka grup WhatsApp. Grupnya lumayan ramai tapi Alpha tidak begitu peduli, karena isinya hanyalah curhatan dan pembicaraan para cewek, Alpha tidak tertarik tentang hak itu dan tidak paham dengan pembasahan mereka.


Lama manit kemudian, tanpa di aba-aba lagi dari WhatsApp, secara kebetulan mereka berlima memulai game secara bersamaan. Seperti sebelumnya, sinar putih begitu terang muncul dari jam tangan, mereka hanya melihat warna putih dan saat cahaya mulai redup, mereka berlima berkumpul berada di tempat yang sama saat mereka keluar dari game.


"Ha... Kalo saat masuk dan keluar dari game, seperti ini terus, lama-lama mata ku bisa buta" Kata Alpha sambil membuka matanya.


Saat dia membuka mata, dia melihat pemandangan yang seharusnya tidak boleh dia lihat. Yap, para cewek-cewek memakai baju santai mereka saat di rumah.


Alice memakai baju tenktop (cari di google) dengan celana kolor pendek, Lily juga memakai celana kolor pendek tapi bajunya kaos putih polos, Mai memakai piyama berwarna biru dengan motif ikan, dan sedangkan Velly, hanya memakai celana kolor panjang dengan kaos abu-abu bergambar kucing dibagian dada.


Kalo kalian tanya Alpha pakai baju apa? Jawabannya adalah, dia lupa memakai baju selesai mandi, hanya ada handuk dibagian ***********.


"A-Alpha, Ke--kenapa k--kau me-me-" Velly sangat gugup mau menegur Alpha.


"Apa? Kalo bicara yang jelas!" kata Alpha.


Alice dan Mai menutup matanya, meskipun terlihat seperti menutup, tapi jari mereka membuat celah kecil untuk melihat Alpha.


Velly melihat Alpha dengan mata terbuka lebar, tapi dia tidak bisa berkata-kata lagi. Tiba-tiba lily mendekat sedikit ke Alpha.

__ADS_1


"Aku tau kalo tubuh mu bagus, tapi ya... Gak usah di pamerin bisa gak? Bukanya terlihat keren malah terlihat kayak orang mesum, tau gak?" Kata Lily.


"Tubuh? Pamer? Apa Mak-" Alpha tiba-tiba baru menyadarinya.


Tubuhnya terasa dingin saat angin berhembus, bagian bawahnya malah lebih parah merasakan dingin. Alpha mundur selangkah demi langkah, saat sudah lumayan jauh, dia langsung berlari, mencari tempat untuk memakai pakaian.


Selagi Alpha tidak ada, para cewek pun berganti pakaian khusus dalam game. Beberapa menit kemudian, Semuanya sudah pada seleksi berganti pakaian dan siap melakukan aktivitas dalam game. Saat Mereka berganti pakaian, sudah ada satu pesan quest yang masuk.


"Hampir para pedagang dan lindungi mereka sampai ke kota Onryx" Alice membaca quest nya.


"Jarak pedagang dari sini, sekitar satu kilometer dan mereka terlihat terus bergerak" Kata Mai sembari melihat Map.


Map, atau bisa disebut juga sebagai peta, tentu saja di game ink ada fitur map. Hanya dengan menyentuh dua kali pada layar jam, maka akan muncul map yang berbentuk cahaya.


Map ini bisa disentuh oleh tangan, bisa digeser, diperkecil, dan diperbesar. Saat mendapatkan ques, dengan sendirinya, map ink akan menunjukkan lokasi quest yang harus dijalankan. Awalnya yang menyadari hal ini hanyalah Velly, tapi saat didalam group WhatsApp, Velly memberitahukannya pada yang lainya.


"Berarti kita harus cepat bergerak, gak ada waktu untuk memikirkan rencana apalagi untuk bercanda" Kata Alpha.


"Kalo gitu, Lest Go...!" Kata Velly.


"Go...!" Yang lain mengikuti Velly.


Selama beberapa menit, tidak ada hal aneh yang terjadi dan tidak ada seorang monster, mereka pun masih bersenang-senang sepanjang perjalanan. Namun, Alpha tiba-tiba berhenti.


"Alpha, ada apa?" Tanya Velly dan ikutan berhenti.


"Tunggu, kenapa para pedagang ini berhenti?" Kata Alpha sembari melihat Map.


Velly pun memeriksa Map dan yang lain berhenti dan ikut memeriksa Map.


"Lagi istirahat paling" kata Lily.


"Tidak, mana mungkin mereka istirahat di siang bolong seperti ini" Kata Alpha.


"Siapa tau pada lelah ya kan? Ini juga lumayan panas" balas Lily.


"Terserah lah kalian mau apa, aku akan berlari" Kata Alpha sambil berlari meninggalkan para cewek.

__ADS_1


"Alpha! Tunggu woi!" Kata Velly dan ikutan berlari.


"Woi! Ah... Ada apa sih? Dah lah" Kata Lily dan ikutan berlari juga.


Sementara itu Mai juga ikutan berlari tanpa berkata-kata, sedangkan Alice.


Woi-woi, yang benar saja woi ... Kalian tau gak sih, kalo seorang kutu buku itu sangat benci berlari batin Alice dan ujung-ujungnya, ikutan berlari.


sepuluh menit kemudian, jarak mereka dengan pedagang sudah dekat, Alpha masih betah berlari karena dia cowok, sedangkan para cewek, sudah sangat leleh. Apalagi Alice, dia sudah tiduran dan tertinggal jauh dari yang lain.


Beberapa menit kemudian, Alpha memasuki hutan dan sepuluh meter didepannya, terdapat gerombolan goblin yang sedang menyerang para pedagang.


Tanpa ragu-ragu, Alpha menendang salah satu goblin sembari berlari. Tendangannya tersebut cukup kuat dan melempar goblin tersebut beberapa meter.


"Hah, hah, hah (Alpha ngos-ngosan) apa lihat-lihat? Kalo tidak terima, kenapa tidak menyerang aku dari pada hanya melihat"


Para goblin yang lain melihat kalo salah satu dari mereka diserang. Gerombolan goblin yang melihatnya, mulai menyerang Alpha. Dengan nafas ngos-ngosan, Alpha tidak merasa takut ataupun lelah.


Alpha melompat untuk menghindari sembari melempar tiga kartunya, tapi tiga kartu tersebut tidak cukup untuk membunuh satu goblin. Alpha melepar lagi empat kartu ke goblin yang sama dan dengan tujuh kartu, goblin tersebut batu muti.


Tujuh kartu kah, gawat ini mah ... Meskipun kartu ku unlimited, membutuhkan tujuh kartu untuk satu giblin, itu cukup merepotkan ... Belum lagi jumlah mereka sebanyak ini batin Alpha sambil menghindari serangan goblin.


Kelincahan Alpha saat ini dia dapatkan dari latihannya selama lima hari di dunia nyata. Dari pada hanya menunggu untuk kembali ke dunia game, dia melatih kelincahannya dari menu latihan yang dia cari di internet.


Alpha juga mengunakan skill teleportasi nya untuk menghindari serangan goblin jika memang hampir mengenainya.


Sip, tiga goblin telah mati Batin Alpha.


Pertarungannya berlangsung selama sepuluh menit dan Alpha baru membunuh delapan goblin.


"Hah, hah, hah ... " Nafas Alpha sudah mencapai batasnya, begitu juga dengan mana yang tersisa. mana yang Alpha milik hanya tersisa 200.


Mampus dah ... kaki kiri ku terasa kram, belum lagi mana ku yang hampir mencapai batasnya ... Sekarang kita lihat, apakah aku bisa membunuh semua goblin ini? Atau ski yang mati duluan batin Alpha yang melihat gerombolan goblin ingin menyerangnya.


Alpha sudah sangat mustahil kalo bisa bertahan, Namun untungnya.


"Skill aktif! Lemparan tombak berputar!" Ucapan Mai dari kejauhan.

__ADS_1


tombak Mai mengenai satu goblin yang dekat dengan Alpha. Alpha pun kaget dengan kehadiran tombak tersebut. Alpha pun melihat dari sumber lemparan tombak tersebut dan dia melihat.


"Butuh bantuan?" Kata Velly.


__ADS_2