
"Disini kan tempatnya?" Tanya Velly.
"Entah, semoga aja iya" Jawab Lily.
Saat ini Alpha berada didepan suatu toko yang ditujukan oleh Zeen. Tokonya kecil seperti rumah biasa dari pada disebut toko.
"Mari kita masuk" Kata Velly.
Alpha dan yang lainya pun masuk kedalam dan didalam gelap kurang pencahayaan. Ini karena toko ini hanya memiliki satu jendela, itu pun jendelanya penuh dengan debu.
"Halo... Ada orang disini?" Kata Alpha.
"Seperti tidak ada siapa-siapa disini, apa jangan-jangan kita ditipu oleh Zeen?" Kata Mai.
"Kalo benar seperti itu, ku cari lagi sih Zeen dan langsung ku pukul kepalanya dengan perisai ku" Kata Lily.
*Grak*
Para cewek pun kaget dengan suara tersebut.
"Suara apa itu tadi? Hantu kah? Kita keluar aja yuk" Kata Mai sambil bersembunyi di belakang Alice.
"Ah, maaf, suara itu tadi dari aku" Kata Alpha.
"Alpha, apa yang kamu perbuat? kamu ingin menakut-nakuti kami?" Tanya Velly.
"Buat apa ku menakut-nakuti kalian? Sini lihat, aku menemukan seseorang disini" kata Alpha.
Para cewek pun pada menghampiri Alpha dan melihat orang yang dimaksud oleh Alpha. Orang tersebut sedang tertidur di lantai, untung saja lantainya terbuat dari kayu tidak langsung dari tanah.
"Apakah dia pemilik toko ini?" Tanya Lily.
"Apakah dia sudah mati?" Tanya Mai.
"Mana mungkin lah, coba aku bangunin" jawab Alpha.
Alpha pun menggoyang-goyangkan orang tersebut dna secara tiba-tiba, orang tersebut bangun dan langsung mengambil sebuah senapan disampingnya. Senapan tersebut, diarahkan tepat di depan mata Alpha.
"Siapa kalian?" Tanya orang tersebut.
"Eh, ya... Bisa dibilang kami adalah pelanggan, kami ingin membeli sesuatu" Kata Alpha.
"Buktikan kalo kalian pelanggan"
"Bukti? Apa yang harus aku buktikan?"
"Mana ku tau, yang penting buktikan"
Kalo kamu tidak tau, apa lagi aku! Yang benar saja woi! batin Alpha.
"Woi, kalian, tolong berikan dia sesuatu buat bukti" Kata Alpha untuk para cewek.
Namun saat Alpha menengok kebelakang.
"Jauh amat! Apa yang kalian lakukan! Cepat berikan dia sesuatu!" Terikan Alpha dan para cewek pura-pura tidak melihat Alpha.
"Woi, lihat kemana kamu? Mau ku tembak beneran ini?" Tanya orang yang menodongkan senjata ke Alpha.
__ADS_1
Sebelum dia kembali menengok ke orang tersebut, Alpha mengambil uang yang di kasih oleh Zeen dari sakunya.
"I-ini buktinya, Aku ingin membeli sesuatu dari toko mu ini' Kata Alpha.
"Oh... gitu ya, bilang dari awal dong, kalo ingin beli sesuatu"
Perasaan aku sudah pernah bilang woi batin Alpha.
Orang tersebut pun berjalan dan mulai menyalakan lampunya dan seisi toko pun mulai terlihat.
"Eh, didunia ini sudah ada lampu?" Tanya Lily.
"Sudah kok, Tapi belum tersebar di seluruh dunia, hanya ada di negara mid Lown ini saja' Penjelasan penjaga toko.
"Eh... Ku kira masih pakek obor, kenapa tidak dari awal saja kamu menyalakan lampunya?" Tanya Lily lagi.
"Ya... Karena lebih nyaman gelap"
Kukira karena biaya listrik batin Alpha dan yang lainya.
"Oh ya, maaf atas perbuatan ku tadi ... Perkenalkan, namu ku Tiom, aku pemilik toko perlengkapan ini, apa yang kalian butuhkan?"
"Kami juga salah, karena menggangu tidur siang bapak" Kata Velly.
"Tidur siang? Tidak-tidak, saat ini memang waktu tidur ku" Jawab Tiom.
"Eh, apa? Aku tidak salah dengar kan?' kata Alpha.
"Ya... Sebenarnya saat ini toko ku sedang tutup, bukanya nanti kalo sudah jam delapan malam" penjelasan Tiom.
"Nak... Kamu bukan seorang petualang ya?"
"Eh? ka-kami"
"Dilihat dari reaksi mu, kalian memang bukan para petualang"
Gak ada jawaban sama sekali, karena hal itu benar. Saat yang lainya pada diam, Mai dengan rasa penasaran.
"Memangnya kenapa dengan para petualang? Apa hubungannya kamu membuka toko malam-malam?" Tanya Mai.
"Heh, aku tadi cuma bercanda loh, ternyata benar toh" kata Tiom.
"Ya-ya kami bukan petualang, jadi cepat kasih tau!" Teriakan Mai.
"Para petualang itu ya nak, Saat pagi hari mereka baru tidur, Siang hari mereka masih tidur, sore hari mereka bangun dan langsung menyelesaikan minimal satu quest satu hari. Setelah selesai dan mendapatkan uang, mereka akan membeli perlengkapan atau memperbaiki peralatan yang rusak. Jika tidak ada masalah pada peralatan, mereka akan berada di Bar, minum-minum sampai pagi hari.
"Karena itu lah, aku membuka toko pada saat malam hari ... Karena toko ku ini adalah toko perlengkapan, tidak ada orang lain yang datang kecuali para petualang" penjelasan dari Tiom.
Kedengarannya, seperti beban keluarga batin Alpha dan yang lainya.
"Langsung ajah, Apakah kamu punya peta dunia?" Tanya Alpha.
"Oh... Ada kok ... Pilih, aku punya tiga varian" Kata Tiom.
Alpha melihat-lihat tiga peta yang ditunjukkan oleh Tiom, satu peta ada yang mirip seperti peta yang dimiliki Zeen dan yang keduanya, hanyalah peta hitam putih tapi ada keterangan nama kota-kota disuruh dunia. Perbedaan kedua peta yang hitam putih ini, yang satunya ada batas antara negara dan yang satunya tidak ada batas antara negara.
Velly mendekati Alpha "Menurut mu, mana yang lebih bagus?" Tanya Alpha.
__ADS_1
"Emm... Teman-teman, bisa kalian mendekat" Kata Velly.
Alice, Lily, dan Mai, ikut mendekat.
"Kenapa tidak pilih yang seperti Zeen aja, kelihatannya lebih enak di pandang jika berwarna" Kata Lily.
"Tidak, Lebih baik yang ini saja, meskipun hitam putih, tapi ada ketergantungan kota-kota yang belum kita kenal dan ada beras antara negara juga" Pendapat Alice.
"Emm... Menurut ku yang berwarna ya, enak dipandang dan mudah dipahami, aku orang bodoh tidak begitu memahami peta" Pendapat Mai.
"Tuh dengar? Lebih enak yang berwarna" Kata Lily ke Alice.
"Hah, sudah kubilang yang ini saja ... Mungkin saat ini memang kamu belum begitu memahaminya, tapi lama-lama juga akan terbiasa kok" Alice masih kokoh dengan pendapatnya.
"Tidak, berwarna lebih cantik" Kata Lily.
"Hitam putih, lebih bermanfaat" kata Alice.
"Berwarna" Lily.
"Hitam putih" Alice.
"Pokoknya berwarna" Lily.
"Tidak bisa, hitam putih" Alice.
"Teman-teman, jangan bertengkar ... Alpha, apa keputusan mu?" Kata Velly yang berusaha menenangkan keadaan.
Ujung-ujungnya keputusan di tangan ku toh batin Alpha.
Alpha bingung antara berwarna atau hitam putih, karena masing-masing memiliki keunggulan. Dari pada pusing memutuskan dari keunggulannya, Alpha pun mengambil keputusan untuk membeli dari harganya.
"Kalo yang ini harganya berapa?" Kata Alpha sambil menunjuk yang berwarna.
"Oh, yang itu ... Cuma 3.000.000 Yor" Jawab Tiom.
"Ti-tiga juta? What! kamu mau membodohi kami karena seorang pemula!" Kata Alpha.
"Buat apa aku memakan uang haram seperti itu! Ini memang harga yang sesuai dari model ku sebelumnya ... Kamu kira membuat peta hanya sebuah lukisan yang angan-angan? Orang yang membuat peta ini, harus berkeliling dunia terlebih dahulu.
"Kamu kira kelingking dunia itu enak? Belum lagi harus mensimulasikan bentuk dunia ini menjadi gambaran yang bisa dilihat dari atas ... Membuat peta tidak semudah itu mas bro" kata Tiom.
Me-memang benar sih, di abad pertengahan dulu juga, peta adalah suatu barang yang sangat mahal ... Kalo zaman sekarang mah, beli di pasar sudah ada, harganya pun cukup terjangkau, cuma Rp10.000 batin Alpha.
"Kalo yang ini?" tanya Alpha sambil menunjuk peta yang hitam putih.
Seharusnya yang hitam putih lebih murah kan? Aku punya uang 1.015.000 Yor, satu juta kudapat dari Zeen tadi dan yang 15 ribu dari penjual jelly slime batin Alpha.
"Oh, kalo yang itu, harganya lebih malah sedikit, cuma 3.500.000 Yor"
"What? What the Fu*k ... Kenapa lebih malah!? Ini kan cuma hitam putih!?" Terikan Alpha.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, Bukanya sudah jelas ... Ini memang berwarna, tapi tidak ada informasi sama sekali, cuma di kasih tau batas-batas negara, Menurut mu ini peta yang tidak jelas ... Tapi kalo yang ini, ini memang hitam putih, tapi kamu dikasih informasi yang lengkap mengangenai kota-kota.
"Bukanya lebih berguna kalo kita ingin mengunjungi kota yang belum pernah kita kungiih sebelumnya. Ya, Faktor sebenarnya yang membuat mahal sih, karena proses pembuatannya yang lebih sulit" Penjelasan Tiom.
Yang benar saja woi batin Alpha.
__ADS_1