
Selagi bersantai dan beristirahat, tiba-tiba ada suara seseorang yang minta tolong.
"Tolong...! Tolong aku...!"
Alpha yang mendengar suara itu, dia gunakan untuk membuang supnya selagi gak ada yang lihat, karena para cewek langsung berdiri saat mendengar suara tersebut. Setelah membuang-buang supnya, Alpha baru berdiri.
"Suaranya kayaknya bersumber dari barat" Kata Alice.
"Orang-orang juga pada bangun ... Hem, ya jelas lah, kalo mendengar suara sekeras itu" Kata Lily.
"Teman-teman, bisa kalian diam sebentar, aku mendengar sesuatu" Kata Mai.
Semuanya pun diam dan fokus pada pendengaran. Suara yang dimaksud Mai, perlahan-lahan mulai terdengar, suaranya itu seperti.
*Krek ... krek ... krek*
"Aku mendengar suara seperti tulang bergesekan" Kata Alpha dengan nada pelan.
"Si... Aku juga mendengarnya" Kata Velly dengan nada pelan juga.
Suara yang tadinya terdengar pelan dan lembut, tiba-tiba menjadi cepat dan terdengar jelas. Sesuatu yang menimbulkan suara tersebut, perlahan mulai terlihat saat mendekati api unggun.
"Skeleton, tak ku sangka akan bertemu skeleton secepat ini"
"Skeleton, mahluk itu namanya skeleton?" Tanya Mai.
"Bukan nama, lebih tepatnya suatu struktur" Kata Alice.
"Tunggu, kanan kamu bisa berkata seperti itu?' Tanya Alpha.
"Skeleton itu dari bahasa inggris kan, kalo di artikan ke bahasa Indonesia artinya kan" Kata Alice.
"Tunggu, bukanya kerangka itu bahasa Inggrisnya framework?" Kata Alpha.
"Sama aja, Skeleton persamaan kata dari Framework" balas Velly.
Oh... Baru tau aku sumpah, kalian juga samakan para pembaca? batin Alpha.
"Tunggu, Jangan bilang kamu baru tau arti skeleton" Kata Alice.
"Oh, tidak lah ... Aku cuma mengetes kalian" Kata Alpha.
Para skeleton berlari dan lara pengawal pedagang melawan skeleton. Beberapa orang yang tidur mulai bangun dan pergi ketempat yang aman.
"Teman-teman, kita juga akan ikut bertarung melawan skeleton, Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Velly.
Yang bener saja woi, mana dan HP ku baru saja pulih batin Alpha.
__ADS_1
Sementara Alpha mengeluh, Para cewek mempersiapkan diri mereka sebelum bertarung.
"Skill aktif, palu besar" Kata Alice dan palunya menjadi besar.
"Skill aktif, Perisa penyerap" Kata Lily dan prisanya memancarkan cahaya biru.
"Skill aktif, Perkuat diri" Kata Velly dan tubuhnya dikelilingi cahaya.
"Skill aktif, Mata elang!" Kata Mai dan mata kanannya ada lingkaran sihir.
Mantap, bagaimana pun cara bacanya, ini benar-benar terlihat seperti power ranger batin Alpha.
"Semuanya sudah siap ya?" tanya Velly.
Gak, aku kan belum siap batin Alpha.
"Mari kita kalahkan para skeleton itu...!" kata Velly.
"Yah...!" Semuanya pada langsung berlari kecuali Alpha.
Dah lah batin Alpha dan langsung ikut berlari juga.
Para skeleton tidak hanya dengan tangan kosong, mereka juga memakai senjata. Ada yang mengunakan pedagang, ada yang mengunakan tombak, ada yang mengunakan pedagang dan perisai, ada yang berkuda dengan pedagang, dan ada juga yang mengunakan panah.
"Rasakan ini!" Velly mencoba untuk menebas salah satu skeleton.
"Eh, tidak akan ku biarkan!" Kata Velly dan menebas Skeleton yang tadi sebelum menyatu sempurna.
Namun usahanya sia-sia, skeleton tersebut mulai menyatu lagi. Velly bebasnya lagi, tapi menyatu lagi, ditebas lagi, menyatu lagi, ditebas lagi, tetap bisa menyatu lagi.
Velly menebas Skeleton tersebut berulang-ulang sampai tidak terhitung jumlahnya. Tapi tetap saja, sebanyak apa pun skeleton ditebas, masih bisa menyatukan tulang-tulangnya.
Sial, dia seolah-olah memiliki HP unlimited, bagaimana cara ku untuk mengalahkannya? batin Velly.
Yang kesulitan untuk mengalokasikan skeleton, tidak hanya Velly, Alpha dan yang lainya pun juga kesulitan untuk mengalahkan Skeleton. Tim-nya Alpha saja kesulitan, apa lagi bagi para penjaga, beberapa dari mereka sudah ads yang terluka.
Sial, kalo seperti ini terus, aku akan bernasib sama seperti melawan goblin batin Alpha.
Alpha bertarung dengan gayanya sendiri, lompat kesini lompat kesana, menghindari Tia serangan dan melempar-lempar kartu.
Saat Alpha memutuskan kepala skeleton dari tubuhnya. Alice yang di samping Alpha, tidak sengaja menghancurkan kepala skeleton tersebut karena serangan yang meleset akibat kelelahan dan kehilangan fokus.
Saat kepala skeleton tersebut benar-benar hancur, kerangka bagian tubuh yang masih utuh, tiba-tiba tulangnya pada terlepas sendiri dan tidak bangkit kembali.
Dari titik ini lah, Alpha dan Alice pun menyadari kelemahan skeleton tersebut. Alpha melempar kartu di bagian kepala skeleton hingga terlepas, saat sudah terlepas, Alice dengan sangat kencang, menghancurkan kepala skeleton Tersebut. Mereka melakukan kerja sama tersebut, sampai berulang-ulang kali.
Velly, Mai, dan Lily yang melihatnya, mulai ikut-ikutan mengincar kepala skeleton. Velly menebas leher Skeleton, tapi cuma menimbulkan retak. Setelah itu, Lily memukul kepala skeleton cukup keras dengan perisainya, yang semulanya cuma retak, sekarang kepala skeleton sudah terlepas.
__ADS_1
Untuk serangan terakhir, Mai menancapkan tombaknya ke kepala skeleton dan kepala skeleton itu pun, hancur terbelah menjadi dua.
Setelah kepalanya hancur, kerangka pada bagian tubuh, tulangnya pada terlepas dengan sendirinya. Velly, Lily, dan Mai, melakukan trik yang sama sampai berulang-ulang kali.
Satu jam kemudian.
"Hah... Hah, hah...! (ngos-ngosan) I ... Ini sudah semua kan?" kata Velly.
"Hah, hah (Ngos-ngosan) Semoga saja iya" Jawab Alpha.
Semuanya sudah pada kelelahan dan semua skeleton sudah di kalahkan. Para pedagang pada bersorak gembira, sedangkan para penjaga, sedang merawat temanya yang terluka.
"Hebat! Kalian berlima, benar-benar tim yang hebat!" Kata Zeen yang kagum.
"Cih, sialan, Aku kalah hebat dari anak muda ... Kalian benar-benar hebat nak, aku iri pada kalian" Kata kapten para penjaga.
"Terimakasih, terimakasih atas pujiannya" Kata Velly.
Pujian demi pujian di lontarkan untuk Alpha dan yang lainya. Ini karena para pedagang benar-benar merasa kagum, dengan cara bertarung Alpha dan yang lainya.
Setelah semua keterangan sudah sirna, bukanya kembali tidur untuk istirahat, para pedagang malah mengadakan pesta dadakan.
Pesta berlangsung sepanjang malam, semua orang bersenang-senang, seolah-olah tidak ada yang terjadi sebelumnya. Para cewek ikut serta dalam pesta, namun Alpha lagi-lagi berbeda dari yang lain, dia merawat ikut orang-orang yang terluka.
"Lagi ngapain disini?"
Alpha menengok kebelakang dan ternyata yang bicara adalah Velly.
"Dilihat juga sudah tau kan?" Tanya Alpha.
"Emm... Lagi ngelukai orang yang terluka" Jawab Velly.
"Terserah lah, mau ngomong apa, dan capek gue" Kata Alpha.
"Ah... membosankan, di ajak bercanda aja gak bisa"
"Kamo bosan sama aku, ngapain gak lanjut saja berpesta"
"Aku juga bosan berpesta"
"Lah terus, kesini kamu ejek aku gitu?"
"Tepat sekali"
Nih cewek buka mau mengejek, tapi mau ngajak gelut dah nih batin Alpha sambil menatap Velly.
Alpha menatap Velly cukup lama, begitu juga dengan Velly, membalas tatapan Alpha dengan menatapnya balik dan ajang tatap-tatapan mata pun dimulai.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian.