
Pertarungan berlangsung begitu meriah, namun saat tiba Alpha bertarung, yang tadinya meriah, tiba-tiba menjadi sepi. Tanpa Alpha sadari, dia menikmati pertandingannya, sudah banyak musuh yang sudah dia kalahkan, sampai-sampai dia lupa harus kembali ke dunianya nyata.
Ini sudah hari ketiga pertandingan dan sudah memasuki Final. Selama tiga hari ini, Alpha tidur didalam sel arena. Ini bukan suatu perbudakan atau yang lainnya, ini sengaja dilakukan oleh panitia pertandingan.
Dulu ada beberapa kasus, seorang pertarungan menghilang atau tidak datang lagi ke pertandingan setelah berganti hari. Karena hal tersebut lah, sekarang para pertarungan di kurung dalam sel arena untuk mencegah seorang petarung yang menghilang. Tentu saja sel ini sudah dilengkapi dengan toilet dan tempat tidur, sama persis seperti penjara pada umunya.
"Alpha, kamu... Baik-baik saja?" Velly sebenarnya gak tau harus berkata apa..
Saat ini, Velly dan para cewek lainya, sedang berdiri di depan gerbang sel Alpha dan Alpha sendiri, berada didalam sel.
"Kalo kalian khawatir pada ku, kalian hanya buang-buang perasaan" Bales Alpha.
"Tunggu, kamu tidur di samping apa itu? Tempat untuk bab?" Tanya Lily.
"Ya... begitu lah, untung saja game ini tidak ada fitur bab, jadi aku tidak pernah mengunakannya ... Kalo kalian mencium bau aneh, itu berasal dari makanan ini, aku tidak pernah memakannya saat di kasih" Jawab Alpha.
"Bagaimana kondisi mu? Bukanya pertandingan kemarin kamu terlihat seperti kehabisan mana?" Tanya Alice.
"Ya, menang kemarin aku hampir kehabisan mana, untung saja ada fitur tidur yang bisa memulihkan segalanya" Kata Alpha.
"Tapi pertandingan final ini jangan terlalu memaksakan diri mu, lebih baik menyerah saja, gak papa juara kedua, hadiah uangnya juga sudah cukup untuk beli peta kan?" Kata Velly.
Tunggu, eh? Kok pada baik? Gawat lah, bisa-bisa aku salah paham dengan situasi ini, paling juga meraka hanya merasa kasihan pada ku batin Alpha.
"Baiklah saudara-saudara sekalian, pertandingan babak final akan segera dimulai...!" Kata sang komentator.
Oh ya, aku sempat lupa di chapter kemarin. Perkataan komentar tersebut terdengar sangatlah keras, kenapa bisa sangat keras? Jawabannya sangat sederhana, karena komentar mengunakan pengeras suara yaitu mix dan sepanjang bangku penonton ada sound.
Tunggu-tunggu, bukanya ini seperti abad pertengahan? Kenapa sudah ada mix? Bukanya itu aneh? Aku yakin pasti kalian berfikiran seperti itu. Ini bukanlah hal yang aneh, ini hal yang wajar saja karena Alpha berada di negara Mid Lown.
__ADS_1
Sudah lupa penjelasan ku tentang negara Mid Lown? Biar ku ulangih kalo kalian lupa. Negara mid Lown terletak di tengah atau di pusat benua.
Kalian masih ingat dengan peta ini? Ya, peta ini adalah peta yang dimiliki oleh Zeen dan juga peta yang ingin dibeli oleh Alpha.
Meskipun Mid Lown terlihat negara yang tidak begitu besar dan tidak memiliki banyak sumber daya, namun negara ini super maju, jauh lebih maju di bandingkan peradaban bumi saat ini.
Ini memang tidak masuk akal, padahal negara-negara disekelilingnya masih peradaban yang bisa dibilang kuno seperti adab pertahanan. Entah bagaimana, negara Mid Lown bisa sangat maju tapa adanya sihir.
"Baiklah Alpha, kami balik dulu ya? Kalo di pertandingan nanti kamu sudah tidak kuat untuk lanjut, lebih baik menyerah saja gak papa ... Toh, masih juara dus kan, hadiah uangnya juga sudah lebih dari cukup untuk membeli peta" Kata Velly.
"Dah-dah gak usah banyak bicara, cepat pergi sana" Kata Alpha.
Nih orang, dikasih hati, malah nyakitin batin Mai.
Velly dan para cewek lainnya, balik ke tempat para penonton.
"Ya..." Terikan para penonton yang semakin meriah.
"Dari sebelah timur, mari kita panggil... Helmi Will...! Sangat mengejutkan, dia adalah satu-satunya peserta perempuan yang ikut! Lebih mengejutkan lagi, seorang perempuan bisa bertahan sampai ke final...!" Terikan komentator.
Helmi pun keluar dari selnya, sambil melambaikan kedua tangannya. Dia adalah cewek yang sangat cantik.
"Kamu lihat itu? Dia tidak hanya kuat, namun juga cantik, siapapun pria yang melihatnya, pasti langsung jatuh cinta pada pandangan pertama" Kata seorang penonton 1.
"Kalo tau begitu, kemarin aku ikutan judi saja dan mendukung Helmi, pasti untung besar dah ... Tidak disangka, seorang cewek bisa sejauh ini" Kata seorang perempuan 2.
"Dari sebelah Bart, mari kita panggil, Green Yellow...!"
__ADS_1
Alpha mulai memasuki arena, dia hanya berjalan biasa, seperti sebelumnya. Saat Alpha masuk, para penonton kebanyakan menghina Alpha, tapi ada beberapa juga yang mendukung Alpha. Kalo di persentase, 70% penonton mendukung Helmi dan 30% penonton mendukung Alpha, itu pun dari para penjudi yang jagoannya telah kalahkan oleh Helmi.
"Oke... Apakah kalian siap...?!" Terikan komentator.
"Ya...!" Para penonton bersorak meriah.
"Pertandingan ... Mulai!" Terikan snag wasit.
Beberapa saat setelah wasit memulai pertandingan, masih belum ada pergerakan dari Alpha dan Helmi. Mereka masih saling tatap-tatapan satu sama lain.
Fokus-fokus, orang-orang sebelumnya bisa kalah karena mereka kurang fokus bukan karena dia kuat ... Selama ini aku mengerti pergerakannya, dai mengunakan sebuah kertas untuk berpindah tempat dan mengunakan kertas lagi untuk mengadakan dirinya ... Dia benar-benar orang yang licik batin Helmi.
Sementara itu Alpha.
Gawat lah nih orang, jumlah mana yang sangat luar biasa, dia memiliki 50.000 mana, apakah benar-benar dia seorang manusia? Mana ku saja cuma 800, belum sampai seribu! Batin Alpha.
Helmi tidak ingin menyerang duluan dan Alpha juga tidak ingin menyerang duluan, mereka saling tatap-tatapan dan saling takut. Sampai beberapa jam kemudian, Alpha dan Helmi masih saling tatap-tatapan.
Dia tidak bergerak, apakah kita sama-sama waspada? Kalo iya seperti itu, pasti dia mengira kalo aku kuat batin Alpha sambil mengeluarkan satu kartu joker dan satu kartu king.
Ini dia, dia ingin mulai bergerak batin Helmi yang malai waspada akan semua kemungkinan.
Alpha melempar kartu king ke arah Helmi. Rencananya, Alpha akan memunculkan bayangannya sebelum mengenai Helmi, saat Helmi terkejut tiba-tiba ada Alpha tepat didepan matanya, pasti Helmi akan menyerang bayangan Alpha tersebut dan akan menimbulkan asap hitam pekat.
Setelah itu, Alpha akan melempar kartu jokernya, Alpha akan berpos siap menendang, saat kartu jokernya hampir mengenai Helmi, Alpha akan teleportasi dan la langsung menendang Helmi.
Rencana yang cukup sempurna untuk memberikan serangan pertama. Namun rencana Alpha di atas, tidak sesuai yang diharapkan. Helmi tidak tau kartu apa yang dilempar oleh Alpha, tapi dia tau, dia tidak harus menyerang kartunya. Helmi membacakan suatu mantra singkat dan menyerang Alpha langsung.
Tiba-tiba tanah dibawah Alpha, mengeluarkan suatu kristal, Alpha yang belum siap-siap dengan serangan tersebu, dia pun terkena kristal tersebut tepat di perutnya. Meskipun Alpha tidak merasakan sakit, namun dia terpental begitu jauh dari tempat awalnya berdiri. Kartu king ditangkap oleh Helmi dan langsung dibakar berubah menjadi abu.
__ADS_1
Sial, serangannya sangat cepat, lebih cepat dari lemparan kartu ku ...! Untung saja aku tidak merasakan sakit, kalo merasakan, sudah pasti aku akan muntah atau tidak bisa berdiri batin Alpha.