Manipulasi

Manipulasi
Chapter 23. Kota besar.


__ADS_3

"Aku sempat kepikiran tentang kejadian dua hati yang lalu, Saat itu kita diserang sama gerombolan skeleton kan? Bukanya kata kamu ras skeleton itu ada di negara Aven?" Tanya Velly.


"Kerajaan bukan negara" Kata Zeen.


Bedanya apa woi batin Alpha.


"Sebenarnya saat itu kota..." Zeen mulai bercerita.


Untuk ceritanya, biar aku saja yang menceritakannya, karena ini bakalan panjang banget di jadikan dialog dan sulit untuk membuat kalian paham.



Apakah kalian ingat dengan peta dunia ini? Dan apakah kalian melihat sebuah titik? Oke, biar ku perbesar, emang belum aku kasih titik sih.



Apakah kalian melihat titik-titik berwarna biru, merah, dan hijau? Kalo sudah melihatnya, biar ku jelaskan titik-titik tersebut.


Titik biru itu menunjukkan, Tempat kotanya Zeen, atau titik awal perjalanan dari para pedagang. Titik berwarna merah, adalah tempat pos 3.6 atau tempat kejadiannya serangan skeleton. Terus, titik yang berwarna hijau itu, adalah tempat tujuan para pedagang, atau tempat kota Onryx berada.


Mungkin dalam peta itu hanyalah hutan yang lebat, tapi ingat kata ku sebelumnya, Dunia gami ini sebesar planet Jupiter. Jika ada bangunan atau kastil yang terlihat dalam peta, itu adalah kota yang Super besar, hampir sebesar benua Australia, bahkan ada yang lebih besar lagi.


"Korban musim kemarin, saat kami melewati lembah tersebut, ada 6 orang yang meninggal, 17 terluka berat dan 24 luka ringan ... Kami bersyukur musim ini kita hanya kehilangan 3 orang" Kata Zeen. Ngomong-ngomong, saat ini mereka berada di dalam kereta kuda milik Zeen.


"Tunggu, Kalo negara Aven sangat bahaya, kenapa kalian masih tetap melewati negara tersebut" kata Alpha.


"Kerajaan! Bukan negara!" terikan Zeen.


Sama aja anj**g batin Alpha.


"Kalo bukan lewat situ, kita haru lewat mana lagi?" Kata Zeen.


"Ya... Lewat atas ini kan bisa nih, aman kan? Negara ice-snow ini" Kata Alpha.


"Kau gila apa, Kita akan kehabisan persediaan sebelum sampai tujuan, gak ada lagi barang yang bisa dijual" Kata Zeen.

__ADS_1


Alpha tidak bisa berbicara lagi, setelah itu, gantian Lily yang berbicara.


"Kamu tidak perluh berdagang di negara tetangga kan? Kenapa tidak berdagang di negara mu sendiri?" Kata Lily.


"Mustahil lah, produk-produk dari desa kami, tidak laku di pasaran" Kata Zeen.


"Memangnya, kalian berdagang apa?" Tanya Lily.


"Biji kopi dan daun teh ... Di desa ku tempatnya pedurungan yang hampir diselimuti salju tiap hari, tidak ada tanaman lain yang dapat tumbuh kecuali Kopi dan teh" penjelasan Zeen.


Oh... Di dunia ini ternyata ada kopi dan teh juga ... Enak juga nih, kalo ada kopi, teh aku gak begitu peduli sih batin Alpha.


"Namun berbeda dengan negara Mid Lown, disini kopi dan teh kami di hargai dengan harga yang sangat mahal ... Aku tidak tau seberapa enaknya kopi dan teh ku, tapi bagi orang-orang di negara Mid Lown, Kopi dan teh kami sangat enak! Sampai dapat peringatan nomor dua Kopi dan teh terenak!" Perkataan Zeen.


"Kalian selalu kehilangan nyawa saat melakukan perjalanan, Bukankah nyawa jauh lebih penting dari pada harta?' kata Velly.


"Sebenarnya kami tidak begitu peduli dengan korbannya, karena yang selalu mati hanyalah para penjaga, kalo para pedagang seperti kami, palingan kalo parah ya, cuma luka ringan ... Dan lagi, para penjaga yang kita sewa berasal dari desa kami, di desa kami rata-rata orangnya berprofesi sebagai petani kopi dan teh.


"Sedangkan di desa lain, mereka tidak memiliki kekayaan alam, karena itu, untuk membantu orang-orang dari desa lain, kami menawarkan ke mereka untuk menjadi para penjaga ... Jangan anggap kami jahat, kami hanya membantuku desa-desa yang tidak memiliki penghasilan" Perkataan Zeen.


Beberapa jam kemudian, mereka beristirahat lagi di pos yang terakhir, besok adalah perjalanan terakhir dan sampai di kota Onryx.


Karena selama tiga hari sebelumnya tidak ada pertarungan, saat ini Alpha dan yang lainya memutuskan untuk tidak tidur.


Matahari pagi pun terbit dan perjalanan pun dilanjutkan. Hanya dua jam perjalanan, mereka semua sudah sampai di kota Onryx. Meskipun dari peta kota ini tidak terlihat, namun setelah melihatnya langsung.



"Yang bener saja woi" Alpha kagum dengan kota Onryx.


"Aku merasa seperti berada di dunia novel" Kata Alice.


"Dari pada merasa di dunia novel, bukankah lebih terasa seperti kembali ke abad pertengahan" Kata Mai.


"Tunggu, di peta tadi tidak terlihat kan? Gak ku sangka ternyata sebesar ini" Kata Lily.

__ADS_1


"Sama, awalnya aku juga mengira, kota Onryx adalah kota yang kecil karena tidak terlihat di peta" Kata Velly.


"Apakah kalian pernah kali mengunjungi kota Onryx? Ya... Kota Onryx memang besar, tapi ini masih tergolong kota kecil, masih ada banyak lagi kota-kota yang lebih besar dari kota Onryx" Kata Zeen.


"Eh, Masih ada yang lebih besar lagi?" Tanya Alpha dengan ekspresi terkejut.


"Tentu saja lah, apakah kamu tidak pernah sekolah sebelumnya? Atau kamu sering bolos dan selalu ketinggalan pelajaran?" Kata Zeen.


Beberapa menit kemudian, para pedagang memasuki kota Onryx, tidak main-main, suasana abad pertengahan lebih terasa dari pada dari kejauhan.


"Kita akan berpisah di sini ya?" Kata Zeen.


"Terimakasih atas tumpangannya" Kata Velly.


"Tidak-tidak, seharusnya kami yang harus berterimakasih karena terlah menolong dari goblin dan skeleton ... Oh ya, ini ucap terimakasih dari kami" Kata Zeen sambil memberikan sejumlah uang.


"Eh, tidak usah terimakasih, kami kan sudah punya uang dari kamu yang mau membeli jelly slime merah" Kata Velly.


"Gak papa ambil saja, ini tidak seberapa di bandingkan nyawa kami ... Jika tidak ada kalian, kami tidak yakin bisa sampai di kota Onryx" Kata Zeen.


"Iya, gak usa te-" Ucapan Velly terpotong karena melihat Alpha yang mengambil uangnya.


"Woi! Apa yang kamu lakukan?!" Terikan Velly.


"Kalo di kasih uang itu diterima, jangan sok-sokan keren tidak ingin menerima uang. Pasti nanti ujung-ujungnya, Nyesel..." kata Alpha.


Ti-tidak lah" Kata Velly yang pelan.


"Oh ya, Zeen, apakah aku boleh minta satu peta dunia?" Tanya Alpha.


"Mohon maaf, aku tidak menjual peta dunia dan ini aku hanyalah punya satu" Jawab Zeen.


"Ah gitu ya hem..." Alpha agak kecewa.


"Jangan kecewa seperti itu, aku tau kok tempat penjual peta dunia, aku juga membeli peta dunia itu dari sana ... Kuberi tahu alamatnya untuk kalian" Perkataan Zeen.

__ADS_1


__ADS_2