
Disebuah rumah mewah, saat ini sedang berlangsung sebuah pesta ulang tahun seorang pria tua, tetapi masih memiliki fisik yang kuat. Sang pemilik yang tak lain adalah tuan Agus Sanjaya, lelaki yang mempunyai sifat kejam, angkuh dan sombong. Termasuk semua anggota keluarganya memiliki sifat yang sama dengannya, mungkin benar kata pepatah kalau buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Bahkan dalam memperlakukan seorang menantu yang ada di rumahnya, tidak ada satu orang pun diantara mereka yang mau menghargainya.
Hanya karena dia miskin, dia diperlakukan sebagai pembantu di keluarga itu, bahkan mereka selalu berlaku semena-mena, tidak dihargai, dicaci, dihina bahkan juga kadang kekerasan juga pernah dia terima. Tetapi dia tidak pernah mengeluh dia ikhlas melakukan itu semua, berharap suatu saat mereka mau menghargainya dan menerima dia sebagai menantu di dalam keluarga itu.
Seperti sekarang ini, perempuan yang bernama lengkap Devina Alexander itu, sedang melayani para tamu undangan sang pemilik acara.
"Devina, bawa minuman itu kemari!" Seru seorang perempuan.
"Devina, cepat pergi bersihkan ruangan di belakang panggung, kenapa seperti orang bodoh dan masih diam saja!" Bentak seorang pemuda sambil memukulkan gagang sapu ke badan Devina dengan marah dengan nada yang arogan.
"Kak David, bibi Erin menyuruhku untuk memindahkan minumannya, kamu bisa tunggu sebentar, aku tidak bisa buru-buru." Jawab Devina, dia sedikit tidak senang karena di pukul dengan sapu tanpa sebab hanya karena dia belum meresponsnya.
Tetapi apa yang dia dapatkan, hanya karena kalimat itu membuatnya di tampar.
"Beraninya kamu bicara seperti itu denganku! Aku hanya menyuruhmu melakukan itu, kenapa malah membantah, hah!" Bentaknya dengan penuh emosi.
David langsung datang dengan sebuah
__ADS_1
tamparan di wajah Devina, dengan mulutnya yang masih memaki-maki.
"Lihat dirimu sebagai seorang menantu yang tinggal di rumah mertua, kamu makan dan tinggal di keluarga Barata, siapa yang memberimu kepercayaan diri untuk berani berbicara seperti itu kepada ku!" Hardiknya dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan.
Devina sangat marah, karena tiba-tiba ditampar tanpa alasan dan mendapat penghinaan seperti ini, dia segera melempar nampan berisi minuman di tangannya, dan menuju ke arah David, dia meraih kerah bajunya dan berteriak dengan marah.
"David Sanjaya, kenapa kau menamparku, hah!!"
Pada saat ini, Devina tidak lagi mempedulikan masalah harga minuman dan gelas yang dia hancurkan, dia sangat marah dan kecewa dengan keluarga itu, meskipun dia adalah menantu yang tinggal di rumah keluarga Sanjaya, tetapi setidaknya dia juga seorang manusia kan.
Selama dua tahun ini, semua orang di keluarga Sanjaya tidak menganggapnya sebagai menantu, bahkan David yang seumuran dengannya juga sering menghinanya. Apalagi sekarang ini berada di tempat umum, di sini adalah ruang perjamuan, banyak tamu di sini, bahkan David menamparnya di depan banyak orang.
Untuk sesaat, David ketakutan melihat sorot mata Devina yang tiba-tiba berubah mengerikan dan berani melawannya. Padahal dalam dua tahun ini, Devina selalu menerima semua penghinaan terhadapnya, kenapa hari ini dia begitu berani?
"Devina, kamu.. sialan kamu, apa yang
ingin kamu lakukan, kamu berani melawanku,
__ADS_1
kamu mau memberontak ya!" Dia berteriak
dengan tenang.
Pada saat itu, anggota keluarga Sanjaya yang lain juga terkejut, dan semuanya datang untuk memarahi Devina, termasuk bibi Erin yang baru saja tadi menyuruhnya. Tidak hanya mereka saja, disitu juga ada ayah dan ibu mertuanya, yang datang menyalahkan perbuatannya.
"Devina kamu sudah gila ya, hari ini adalah hari ulang tahun kakek, kamu bahkan berani mempermalukan david!"
"Brengsek, kamu cepat lepaskan david,
kamu sudah cukup membuat kami malu, apa
lagi yang ingin kamu lakukan!"Ayah mertua
Devina, Riswan Sanjaya marah sampai
menghentakkan kakinya.
__ADS_1