Mantan Menantu Ternyata Nona Muda

Mantan Menantu Ternyata Nona Muda
Bab 8


__ADS_3

Di depan gerbang pengadilan agama, tampak Devina dan Aditya yang baru saja menyelesaikan proses perceraiannya.


Mulai detik ini, dan mulai hari ini pula mereka bukan lagi pasangan suami istri, mereka telah resmi bercerai, bahkan mereka sama seperti musuh yang saling membenci atau mungkin bisa dibandingkan dengan orang asing yang tak saling mengenal. Mata Aditya tampak memerah, dia menatap sinis perempuan yang berdiri di depannya, perempuan yang tidak pernah disentuh selama menjadi istrinya.


"Devina, aku tidak menyangka bahwa kamu begitu berani bercerai denganku." Aditya berkata dengan dingin


"Kamu cukup hebat, berani mengambil resiko ini. Aku ingin melihat, apa yang bisa kamu lakukan setelah kamu bercerai denganku. Bahkan, dalam dua tahun ini, kamu tidak bisa melakukan apa-apa, jika bukan karena keluargaku yang memberimu makan, dan memberimu tempat tinggal, mungkin kamu sudah mati kelaparan di luar."


"Kamu tidak lebih dari seorang pembantu, setiap hari hanya bisa melakukan pekerjaan rumah dan melayani orang lain. Kamu mau diperintah oleh orang lain untuk melakukan apapun, sungguh memalukan!."


"Sekarang kita sudah bercerai, kita akan jalani kehidupan masing-masing. Tanpamu, aku rasa hidupku akan lebih baik!"

__ADS_1


Devina memandang Aditya, laki-laki yang pernah dicintainya dulu, dan yang tidak pernah bisa disentuhnya. Meskipun kekecewaan sempat menyerang hatinya, karena tidak pernah di anggap seperti seorang istri.


"Aditya, aku tidak menyangka ternyata semua orang di keluargamu sama saja, sama-sama tidak bisa melihat pengorbanan yang diberikan oleh orang lain."


"Aku sudah melihat bagaimana sifat kalian semua, kalian selalu mengungkit kesalahan orang lain. Tetapi, tidak mau melihat kesalahan kalian sendiri!"


"Sungguh disayangkan nenek pergi terlalu cepat, jika dia masih ada, mungkin keluarga kalian tidak akan memiliki sifat seperti ini. Kakek sudah gagal dalam mendidik kalian sehingga jadi seperti ini. Kalian beruntung, karena aku masih menghargai nenek, jadi aku tidak menghancurkan keluarga kalian. Aku harap ke depannya kalian bisa merenungkan kesalahan kalian dan bisa bersikap lebih tulus kepada orang lain."


Jika dalam dua tahun ini bukan karena Devina, yang sudah membantu keluarga itu secara diam-diam, mungkin keluarga Sanjaya sudah tidak memiliki harapan untuk bangkit dari keterpurukannya, setelah dua bulan nenek meninggal.


Dia tidak akan mengungkit masalah itu didepan mantan suaminya, karena dia sudah berjanji kepada nenek untuk selalu mendukung suaminya dalam keadaan apapun. Dia tidak akan meminta balasan atas semua bantuannya, karena sekarang sudah tidak diperlukan lagi.

__ADS_1


Devina tidak pernah melakukan kesalahan di keluarga itu. Dia juga merasa tidak pernah berhutang budi kepada siapa pun dalam keluarga itu, dia sudah membantu dengan seluruh kemampuan dan keikhlasannya. Jadi impas bukan?


"Memusnahkan keluarga Sanjaya? Apakah kamu sudah gila atau masih belum bangun dari tidurmu?" aditya bertanya dengan senyuman sinis. Seolah Devina begitu hina dimatanya.


"Kamu pikir , siapa dirimu, apakah kamu sendiri tidak berpikir? Kamu yang seharusnya menjaga dirimu baik-baik, aku harap kamu sadar diri."


"Mungkin saja setelah bercerai dariku, kamu bahkan tidak punya uang untuk makan." Setelah berkata seperti itu, Aditya mengeluarkan beberapa lembar uang, masih sama seperti sebelumnya, dia melemparkannya di wajah Devina dengan kasar.


"Dan, ambil itu! Untuk membeli makan." Aditya menatap dengan hina kearah Devina


Devina tidak ingin menganggap serius masalah itu, dia bahkan membiarkan saja uang itu dilempar ke wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2