Mantan Menantu Ternyata Nona Muda

Mantan Menantu Ternyata Nona Muda
Bab 10


__ADS_3

Ayah Aditya yang mendengarkan perkataan kakaknya hanya bisa menundukkan kepalanya, dia tahu kemana arah pembicaraan sang kakak, apalagi kalau bukan untuk menghinanya. Namun, dia memilih diam karena tidak mau ada pertengkaran dalam keluargannya, bahkan dia memilih duduk di meja paling belakang.


"Mungkin dia lagi keluar untuk bersenang-senang dengan temannya," ucap sang kakak sembari memandang rendah ayah Aditya.


Mendengar banyaknya cibiran tentang sang anak dari kakaknya, akhirnya dia angkat bicara juga.


"Bukankah kalian semua tahu, bahwa Aditya sedang melakukan proses perceraian dengan perempuan itu!" ucapnya, karena bagaimanapun seluruh keluarga Sanjaya sudah tahu itu, tapi sepertinya mereka memang sengaja hanya untuk menjatuhkannya.


"Kalian tenang saja, dia pasti akan cepat kembali karena hari ini adalah hari yang sangat penting bagi perusahaan kita, jadi dia tidak akan terlambat."


Padahal dalam hati,dia sangat kesal pada semua saudaranya yang tidak pernah menghargainya hanya karena dia adalah anak bungsu. Di dalam keluarga Sanjaya, kedudukannya memang tidak bisa dibandingkan dengan ketiga kakaknya, apalagi setelah Aditya menikahi Devina, wanita miskin yang tidak jelas asal usulnya.


"Baiklah, David kamu tunggu Aditya di lobi saja,begitu dia kembali, kalian segeralah berangkat ke perusahaan Alexis untuk bertemu dengan direktur Dirga." Perintah Agus Sanjaya pada cucunya.


Setelah menunggu sepuluh menit, Aditya kembali juga ke perusahaan dengan wajah murung dan kurang bersemangat, entah apa yang di rasakannya sekarang seperti ada yang hilang dalam hidupnya setelah perceraiannya dengan Devina. Seharusnya dia bahagia bukan? Karena ini merupakan keinginannya dari dulu untuk berpisah dengan wanita itu.

__ADS_1


Di perjalanan, Aditya membiarkan David yang mengemudikan mobilnya, dia lebih memilih untuk duduk di sebelah kakak sepupunya untuk menenangkan pikirannya. Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi, Aditya lebih memilih menyandarkan kepalanya di kursi sambil memejamkan matanya, tapi itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba dia merasa sedikit kepikiran dengan kerja sama bersama perusahaan Alexis corp.


Karena, kali ini proyek yang mereka tangani adalah proyek berskala besar, Aditya merasa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk mengurus proyek sebesar itu, tetapi dia harus optimis apapun yang terjadi dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan proyek besar ini. Karena, ini bisa menghasilkan banyak keuntungan untuk perusahaan mereka, bahkan perusahaan Alexis secara langsung menyerahkan proyek ini kepada mereka serta membiayai seluruh pengeluaran dana dalam pembangunan proyek untuk mendukung mereka agar cepat selesai.


Karena adanya kerjasama itu, sudah banyak direktur dari perusahaan lain yang mengatakan, bahwa hubungan perusahaan Sanjaya dan perusahaan Alexis memiliki hubungan yang istimewa atau bisa di katakan lebih dari sekedar hubungan bisnis semata. Oleh karena itu, saat acara perayaan ulang tahun Agus Sanjaya kemari, begitu banyak para pengusaha yang hadir.


"Kenapa harus gugup, kamu bukan pertama kalinya menandatangani kontrak dengan perusahaan itukan?aku heran darimana datangnya keberuntunganmu itu, sehingga direktur Dirga begitu mempercayaimu." David berkata sambil fokus pada kemudinya.


"Tuan Dirga sangat baik, Karena adanya bantuan dari perusahaannya, perusahaan kita bisa bangkit kembali." ucapnya.


"Kalau saja saat itu, dia tidak mau membantu kita, seluruh keluarga Sanjaya mungkin sekarang sudah tinggal di jalanan," sambungnya lagi, dan kembali terjadi keheningan diantara keduanya sampai mobil mereka sampai di depan gerbang perusahaan Alexis.


"Maaf, aku adalah Aditya Sanjaya, dan kami datang untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan direktur Dirga." Aditya segera menjelaskan kepada penjaga keamanan. Karena mereka tidak diizinkan masuk.


"Keluarga Sanjaya?" ucap penjaga keamanan. Mendengar marga Sanjaya disebut, ketua penjaga keamanan itu malah tersenyum dingin sembari berkata, "Maaf, Tuan muda Dirga dan tuan Brian memerintahkan kami, bahwa semua orang dari keluarga Sanjaya tidak diizinkan masuk ke perusahaan kami, termasuk anda tuan Aditya."

__ADS_1


Mendengar perkataan para penjaga keamanan, Aditya sendiri dibuat binggung karena seingatnya dia tidak pernah melakukan kesalahan.


"Aditya, apakah terjadi kesalahpahaman disini? Hubungan mu dengan tuan Dirga baik-baik saja kan?" David bertanya karena melihat adik sepupunya itu seperti kebingungan.


David sendiri tidak menyadari bahwa ketua penjaga keamanan tengah memindai dirinya dari atas sampai bawah.


"Apa Kamu juga dari keluarga Sanjaya, siapa namamu?" Tanya ketua keamanan.


David Sanjaya yang mendapatkan pertanyaan itu tersenyum dengan sopan dan buru-buru menyodorkan kartu namanya, dia memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri.


"Iya! Namaku adalah David Sanjaya, aku adalah cucu pertama dari Tuan Agus Sanjaya." Katanya


Ketua penjaga keamanan pun mengambil kartun namanya kemudian menatap David Sanjaya dengan lucu. Dia tersenyum dan mengumumkan kepada semua penjaga keamanan.


"Perhatian! Semua yang ada sini!" pinta ketua penjaga keamanan.

__ADS_1


"Tuan David Sanjaya sudah datang!" serunya lantang.


Melihat ini, David Sanjaya jadi tercengang. Dia hanya calon penerus dari perusahaan Sanjaya, seharusnya tidak perlu diperlakukan sehormat itu kan?


__ADS_2