Mantan Menantu Ternyata Nona Muda

Mantan Menantu Ternyata Nona Muda
Bab 9


__ADS_3

Aditya benar-benar telah menghancurkan semua impian dan harapan Devina untuk membangun rumah tangga impian.


Devina hanya bisa terdiam untuk sesaat, setelahnya dia tertawa terbahak-bahak, tawa yang penuh dengan emosi untuk menutupi kekecewaan dan kesedihannya. Bahkan terlihat jelas dari pancaran matanya yang tampak berkaca-kaca. Namun, dia berusaha untuk menyembunyikan dari Aditya, karena dia tidak ingin terlihat lemah di mata mantan suaminya itu.


Devina memungut beberapa lembar uang itu dan memasukkannya ke dalam tasnya.


"Aku akan menyimpan uang ini untuk selalu mengingatkan diriku tentang semua kebodohanku karena sudah jatuh cinta padamu. Uang ini aku anggap sebagai harga dari pengorbanan cintaku, tapi akhirnya yang aku dapatkan adalah penghinaan dan cacian darimu serta seluruh keluargamu." Dia berkata dengan kekecewaan.


"Aditya kamu ingat, setelah aku pergi mungkin tidak akan ada orang yang mencintaimu setulus diriku." Imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Semoga kamu BERBAHAGIA." Devina berkata dengan penuh penekanan, setelah itu dia pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.


Melihat Devina yang berlalu tanpa menoleh lagi kearahnya. Hati Aditya tiba-tiba bergetar, seolah-olah ada sesuatu yang penting hilang di dalam hidupnya.


Di tempat yang berbeda, lebih tepatnya di perusahaan Sanjaya corp, saat ini sang pemilik yang tak lain adalah tuan Agus Sanjaya tengah berkumpul dengan beberapa karyawan dan anggota keluarganya di ruang rapat. Rencananya mereka akan membahas masalah kerja sama berskala besar dengan perusahaan Alexis corp. Apalagi semua biaya dalam proyek ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan Alexis.


Jika perusahaan mereka bisa melakukan proyek ini dengan baik, maka bisa dipastikan perusahaan Sanjaya akan menjadi perusahaan terbesar kedua di Indonesia, itu artinya perusahaan mereka akan semakin terkenal di kalangan dunia bisnis.


"apakah keluarga kita bisa menjadi keluarga terkaya nomor satu di Indonesia maka semuanya tergantung Hari ini." Agus Sanjaya berkata dengan antusias. Bahkan semua orang yang ada di ruangan itu tampak sangat bersemangat.

__ADS_1


"Aku sudah mempertimbangkannya dengan cermat, dan sudah aku putuskan bahwa Aditya yang akan pergi untuk menandatangani kontrak kerja sama ini. Tapi proyek ini sangat penting, aku tidak akan tenang jika hanya mengirim Aditya pergi sendirian, jadi David kamu yang akan menemaninya, dan ingat kalian jangan sampai melakukan kesalahan!" Putusnya dengan sedikit ancaman pada cucunya. Karena dia tidak ingin rencananya gagal sebab kalau proyek ini berhasil, perusahaan mereka akan semakin terkenal.


Mendengar kata Sang Ayah, Ayah dari David tentu sangat senang, mengingat dia putra tertua di keluarga Sanjaya, maka dia memiliki kekuasaan paling tinggi di keluarga itu. Oleh karena itu mereka sangat di hormati oleh semua orang di keluarga Sanjaya. Hendri Sanjaya sebagai seorang ayah tentu mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya untuk mengikut sertakan anaknya David dalam proyek ini. Tentunya sang kakek juga ingin David menjalin hubungan baik dengan direktur dari perusahaan Alexis. Sebenarnya sang kakek ingin David bisa menggantikan Aditya untuk berkerja sama dengan perusahaan Alexis, tetapi mengingat kemampuan Aditya dalam bersosialisasi sangat baik, dia mengurungkan niatnya. Karena bagaimanapun Aditya cucunya juga,jadi dia harus bisa terlihat berlaku adil.


"Hei anak nakal!, kamu tidak ingin berterima kasih kepada kakekmu, karena sudah memberikan kesempatan untukmu bisa menjalin hubungan dengan tuan Dirga." Seru sang ayah sambil berbisik untuk mengingatkan sang anak. David yang baru menyadarinya, segera mengangguk dengan gembira.


"Terima kasih Kakek, aku pasti akan melakukan tugasku dengan baik." Ucapnya dengan senang.


"Kakek tenang saja, aku pasti akan membawa kabar gembira pulang dari sana!"

__ADS_1


Sang kakek yang mendengar itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia sangat mempercayai kinerja David, karena ayahnya selalu mengajarinya dengan baik.


"Kakak, mengapa Aditya dari tadi tidak terlihat. Dia sekarang berani sekali ya, dia bahkan tidak hadir dalam rapat kali ini." Adiknya sengaja bertanya seperti itu karena dia memiliki maksud tertentu. Apalagi kalau bukan untuk mempermalukan kakaknya.


__ADS_2