
Aditya hanya bisa menahan kekesalannya dan memilih bungkam, dia tidak bisa menjelaskan masalahnya sendiri karena tidak akan ada yang percaya padanya kalau hanya dia yang menjelaskan seorang diri.
Suasana didalam ruangan itu semakin mencekam apalagi, saat Melinda terus mencaci maki Aditya dengan segala sumpah serapahnya tanpa peduli orang itu sakit hati atau tidak.
Melinda adalah menantu kesayangan dari Tuan Agus Sanjaya apalagi dia juga sudah banyak membantu suaminya untuk memajukan perusahaannya sehingga, Tuan Agus Sanjaya hanya diam saja menyaksikan cucunya dibully, begitu pun dengan Riswan Sanjaya ayah dari Aditya dia hanya bisa menunduk tanpa berani berkata apapun bahkan hanya untuk menatap iparnya saja dia tidak sanggup.
Berbeda dengan ibunya Aditya yang menjadi sangat marah ketika anaknya di caci, dia tidak bisa menerima apalagi tuduhan yang dituduhkan untuk putranya oleh iparnya itu, dia langsung balik memarahi iparnya karena tidak terima anaknya dihina apalagi sebelum mendengar penjelasan dari anak dan keponakannya terlebih dahulu.
"Kakak ipar, masalahnya belum jelas tapi kamu langsung memukul putraku, kamu sudah keterlaluan!"
"Kamu jangan sembarang menuduh ya! Aku tidak terima kamu memperlakukan putraku seperti ini," bentaknya.
"Coba kakak tanya dulu sama mereka, baru kamu bisa memarahi anakku kalau memang dia bersalah."
"Dan kamu Riswan Sanjaya, putramu sedang ditindas oleh iparmu, kamu masih diam saja, kamu benar-benar tidak berguna!" Geramnya Ketika Ratna melihat suaminya sendiri diam dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
Riswan yang mendengar suara istrinya mulai menjawab dan membentaknya, buru-buru dia menarik tangan sang istri menjauh dan membujuknya dengan suara pelan.
" Ma, diamlah jangan buat suasana menjadi lebih kacau" bisiknya pelan.
" Ingat kita sekarang lagi ada di rumah sakit, tidak baik kalian bertengkar disini."
"Sudahlah, apakah kamu tidak melihat David sudah dipukuli sampai seperti itu. Kakak ipar juga cemas, kamu jangan membuat masalahnya menjadi lebih kacau lagi."
Mendengar bisikan suaminya, Ratna segera menarik pakaian dan memukulinya, dia marah sambil menangis tidak habis pikir dengan ucapan suaminya.
"Putramu ditampar dan dihina oleh orang lain tapi kamu tidak berani menolongnya, apakah kamu bisa ini seorang ayah!" Lirihnya dengan suara yang parau karena menangis.
Sedangkan sang kakek yang sudah kebingungan dan kesal menghentakkan tongkat untuk menghentikan perdebatan yang terjadi antara menantunya.
"Sudah! ini di rumah sakit, jika mau ribut kalian pulang saja!" Tegasnya. Membuat semua yang ada di ruangan itu terdiam. Kemudian dia menoleh kearah David untuk meminta penjelasan.
__ADS_1
"David, coba kamu beritahu kakek, apa yang terjadi di perusahaan Alexis corp hari ini?" tanyanya.
"Aku juga tidak tahu kek, tapi kali ini benar-benar bukan salah Aditya." Meskipun seluruh badan sedang terluka,tapi kali ini, dia tidak memfitnah adik sepupunya, dia lebih memilih berkata dengan jujur.
"Mereka tidak mengatakan apapun dan langsung memukulku, mereka menghina dan merendahkan keluarga dan perusahaan kita, mereka bahkan tidak memberi peluang untuk Aditya sedikitpun."
David menatap kakeknya dengan seluruh badannya gemetaran seraya berkata dengan penuh emosional.
"Mereka juga mengatakan.......
"Mereka akan memutus semua hubungan kerja sama dan membatalkan kontrak dengan perusahaan kita!"
Kalimat terakhir yang disampaikan David, bagai sambaran petir yang menyambar setiap kepala anggota keluarga Sanjaya.
Untuk sementara waktu, semua orang membeku, bahkan tongkat Agus Sanjaya juga jatuh ke lantai tanpa disadari karena sangking shock-nya.
__ADS_1