Mantan Menantu Ternyata Nona Muda

Mantan Menantu Ternyata Nona Muda
Bab 4


__ADS_3

Dia meraih kursi di sampingnya dan membantingnya ke lantai. Semua orang kaget melihat kursi kayu itu dihancurkan oleh Devina, sementara seluruh keluarga Sanjaya dari tadi sudah mengelilinginya termasuk Aditya, mereka yang dibuat takut dan mundur beberapa langkah olehnya.


"Devina kamu.."Wajah tampan Aditya menjadi pucat, dia memandangnya dengan tatapan tidak percaya. Kenapa dia begitu emosional hari ini, dan kemarahannya sangat menakutkan, dia seperti tidak mengenali istrinya itu.


"Apakah hati semua orang di keluarga ini terbuat dari batu!" teriak Devina dengan penuh kemarahan, sambil menunjuk ke arah seluruh keluarga itu, dia sama sekali tidak memberi mereka kesempatan untuk menjawab dan memarahinya kembali.


"Meskipun kalian hanya memelihara seekor anjing, sudah dua tahun, seharusnya kalian sudah bisa untuk menyanyanginya, bukan!" Teriaknya lagi dengan emosi.


"Sialan kalian semua! Aku sudah tinggal selama dua tahun di keluarga kalian, aku melakukan semua pekerjaan kasar dan berat! Aku yang menjaga kakek ketika masuk rumah sakit, aku juga yang mengurus saluran air yang tersumbat di rumah kalian, bahkan ditengah malam juga kalian meneleponku hanya untuk mengganti keran yang bocor."


"Aku memperlakukan kalian sebagai keluargaku, tapi bagaimana perlakuan kalian kepadaku,hah! Aku diperintah sama seperti pembantu! Oh bukan,tapi lebih tepatnya seperti BINTANG." Dia berkata dengan menekan 'kan kata binatang, agar mereka sadar seperti apa perlakuan mereka terhadapnya selama ini.


"Kalian tidak pernah menghargai aku sebagai anggota keluarga kalian, kekerasan, penghinaan, dan caci maki selalu aku dapatkan."


"Aku selalu diam, berharap suatu saat kalian semua melihat kearahku, tapi tidak lagi untuk sekarang. Aku sudah muak dengan semua ini". Devina mengeluarkan segala amarahnya yang selama ini dia tahan.


Devina juga tidak peduli ada berapa banyak orang luar dan tamu di sini. Saat ini, dia hanya ingin mengeluarkan semua kemarahan yang selama dua tahun ini selalu dia tahan.


Seluruh keluarga Sanjaya yang biasanya arogan kepadanya, pada saat ini takut dengannya, tidak ada yang berani bersuara. Suami dan ibu mertuanya juga menatapnya dengan terkejut, mereka terdiam untuk sesaat.


Aditya dengan segera merubah ekspresi wajahnya, sebelum dia angkat bicara, matanya juga menatap tajam ke arah sang istri.

__ADS_1


"Devina, apakah kamu sudah cukup berbicara. Apakah selama ini kamu pikir keluarga kami tidak baik kepadamu, kami memberimu makan dan tempat tinggal, dan sekarang kamu mengatakan itu kepada kami. Apakah kamu merasa aku tidak cukup merasa malu dengan cara menikahimu! Apakah kamu tidak lihat situasi tempat ini!"


"Kamu silakan pergi! Pergi sejauh yang kamu bisa!" Aditya berkata dengan emosional, dia menunjuk ke arah pintu keluar sambil berteriak kepada Devina.


Melihat situasi seperti ini, hati Devina


menjadi semakin sakit, dia tersenyum sinis menatap suaminya.


"Aditya, apa kamu tahu dalam dua tahun ini aku selalu berusaha menjadi istri yang baik untukmu, aku mengurusmu lebih baik dari pada ibumu, dan sekarang kamu malah memperlakukan aku seperti ini."


"Baiklah, kamu hebat, aku akan pergi sekarang, aku juga sudah tidak sanggup bertahan lagi dengan keluarga kalian."


"Besok kita akan ke kantor catatan sipil


menjalani hidup kita masing-masing!" Aditya juga tersulut emosinya, dia berteriak dengan keras.


"Cerai! Jika tidak maka aku akan jadi orang terbodoh!" Devina menatap dengan dingin, ekspresinya tegas, kemudian dia mengucapkan dua kata."Selamat tinggal!"


Saat dia berbalik untuk pergi, sebuah suara


berat dan tegas terdengar. "Berhenti!"

__ADS_1


Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah suara itu, mendengar kata-kata yang di ucapkan Devina membuat sang kakek terkejut dan ikut bersuara.


☘️☘️☘️☘️☘️


Agus Sanjaya adalah anggota tertua di keluarga itu, meskipun umurnya sudah tua, tapi dia masih berkuasa di seluruh keluarga Sanjaya. Tidak ada yang berani menatapnya, ayah dan ibu mertua Devina juga tidak berani mengangkat kepala mereka, mereka semua tertunduk.


Devina berdiri tegak, dia tidak gentar sedikit pun dan kini pandangannya malah melihat ke arah tuan agus Sanjaya, pada saat ini dia tidak perlu lagi berpura-pura menjadi wanita bodoh, penakut, yang selalu menuruti semua perintahnya.


"Devina, kamu berani sekali, dan kamu berani membuat masalah di pesta ulang tahunku."


"Kamu pergi karena diusir oleh keluargaku. Dalam dua tahun ini, kamu tidak pernah melakukan apa-apa, keluarga kami yang memberimu makan, apakah kelak kamu bisa menghidupi dirimu sendiri di kota ini, setelah keluar dari keluarga kami?"


Kakek tua itu menatap Devina dengan dingin dan mengetuk tongkatnya dengan kencang. Devina juga kembali membalas menatapnya dengan dingin, kemudian dia berkata.


"Agus Sanjaya , sebelum nenek meninggal, dia memberitahuku bahwa kamu adalah orang yang tidak berguna, angkuh, sombong dan pemarah dan dia menyuruhku untuk selalu memakluminya."


"Sekarang, tampaknya kamu bukan hanya tidak berguna, tapi kamu juga sudah pikun. Semua orang di keluarga ini benar-benar akan hancur di tanganmu, mulai besok, seluruh keluarga Sanjaya akan menyesalinya."


"Hari ini adalah ulang tahunmu, aku ucapkan selamat ulang tahun semoga panjang umur, dan selamat tinggal!" Setelah menyelesaikan kata-katanya, Devina meninggalkan ruangan itu dengan tenang, tidak memalingkan kepalanya walaupun ratusan pasang mata yang terus menatapnya.


Agus Sanjaya sangat marah, dia mengetuk tongkatnya tiga kali dan berkata dengan marah.

__ADS_1


"Kamu perempuan yang tidak tahu balas budi!"


__ADS_2