
Sekarang, semua impian yang indah tentang masa depan rumah tangganya telah sirna, begitu juga dengan semua kebahagiaan yang pernah Devina impikan, tak akan pernah menjadi kenyataan. Kini, semua itu telah berubah menjadi rasa sesal, kecewa dan juga rasa benci mengingat semua perlakuan mereka yang selama ini dia terima.
Devina sendiri membenci dirinya, karena terlalu bodoh dan percaya dengan cintanya kepada Aditya. Dia yakin bahwa, suatu saat bisa membuat seluruh keluarga Sanjaya mau menerima dia sebagai menantu, dia bahkan rela menghabiskan masa mudanya selama dua tahun untuk menerima penghinaan dari keluarga itu. Namun, semua itu hanya tinggal angannya saja.
"Keluarga itu lagi!" Dirga mengerutkan keningnya, dia adalah saudara Devina, mereka besar bersama sedari kecil. Bagaimana mungkin dia tidak tahu apa yang telah terjadi kepada saudaranya itu selama dua tahun ini.
"Bagus juga seperti itu, mereka sama sekali tidak memperlakukanmu layaknya menantu di keluarga itu, bukankah aku sudah memperingatkan mu
sejak awal!" Serunya dengan marah.
"Jika ayah dan ibumu tahu kamu sudah menderita tinggal di keluarga itu, mereka pasti akan menghancurkan keluarga Sanjaya itu! Atau biar aku saja sekarang yang pergi menghancurkan keluarga sialan itu! Untuk membantu melampiaskan amarahmu!" Dirga berkata dengan amarah yang menggebu-gebu, hatinya sakit mengingat perlakuan keluarga itu pada saudaranya.
Semakin banyak Dirga mengingat, semakin dia merasa marah, dia sepertinya benar-benar ingin membantu Devina membalaskan dendamnya.
"Sudahlah." Devina mengibaskan tangannya.
"Tidak perlu menghancurkan mereka secara langsung, untuk itu mari kita mulai dari hari ini, perusahaan Alexis akan menghentikan semua kerja sama dengan keluarga Sanjaya." Devina berkata dengan tanpa ekspresi. Setelah mengatakan itu, Devina terdiam untuk sesaat dan kembali melanjutkan kata-katanya.
"Perusahaan Sinar jaya adalah milik Aditya Sanjaya. Jadi, untuk sementara waktu biarkan saja, jangan mengakhiri kerja samanya dulu, selesaikan dulu kerja sama yang sebelumnya."
"ini adalah terakhir kali aku membantunya." Ucapnya pelan.
Setelah mendengar itu, Dirga berkata dengan kesal.
__ADS_1
"Dia sudah memperlakukanmu seperti ini, kamu masih mau membantunya, kenapa?"
Devina hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Dia tidak memiliki perasaan kepadaku, dan aku tidak bisa terlalu kejam kepadanya. Dulu aku pernah berjanji kepada nenek dari keluarga itu untuk selalu mengurusnya dengan baik."
"Besok aku dan dia akan mengurus prosedur perceraian, aku tidak bisa mengurusnya lagi, ini adalah terakhir kali aku membantunya. Ke depannya kami tidak saling berurusan lagi dan akan menjalani kehidupan masing-masing"
Dirga tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat Devina sang sepupu begitu keras kepala, dia mengambil secangkir kopi yang ada diatas meja, kemudian di berikan kepada Devina.
"Bagus juga seperti itu, kamu adalah putri dan cucu pertama keluarga Alexander, apa yang bisa keluarga Sanjaya lakukan? Saat mereka tahu, bahwa kamu telah membantu mereka selama dua tahun ini, kamu tidak bisa ditindas oleh mereka lagi. Setelah besok, burung ini akan mengepakkan sayapnya untuk terbang ke langit. Semua orang di keluarga Sanjaya, harus hormat kepadamu."
Setelah mengatakan itu kepada Devina, Dirga menelepon dan memanggil Brian untuk datang ke ruangannya.
Brian merupakan tuan muda dari sebuah keluarga yang lumayan terkenal di New York, dia juga merupakan seorang sekretaris di perusahaan Alexis corp. Di New York, meskipun keluarga mereka tidak sekaya keluarga Alexander, keluarga besar Brian sangat terhormat. Bahkan, Brian merupakan lelaki tampan yang banyak digilai para wanita, hidung mancung, kulit putih bersih, badannya yang atletis dengan tinggi badan mencapai189cm di tambah memiliki mata yg berwarna biru seakan menambah pancaran ketampanannya.
Namun, ketika dia mendengar Devina dikirim ke Indonesia, maka dia langsung mengikutinya dan sudah tinggal di sini selama dua tahun.
"Brian, kamu...." Dirga membisikkan sesuatu di telinga brian dan menyuruhnya menghibur Devina.
Ketika mendengar bahwa Devina akan segera bercerai, Brian menjadi sangat antusias, semangatnya kembali untuk bisa mendapatkan hati Devina, karena dia sempat kecewa dulu saat mengetahui sang pujaan hati menikah dengan orang lain.
Setelah Dirga meninggalkan ruangan, Brian bergegas mendatangi ruangan di mana Devina berada, dia akan berusaha untuk mengobati hati Devina yang sedang terluka meski dia sadar ini terlalu cepat.
__ADS_1
Dia bahkan sudah menunggu hari ini selama dua tahun!
"Baguslah kalau seperti ini pilihanmu, bagaimana bisa Aditya membuatmu begitu peduli padanya. Devina, lupakan saja dia, sudah cukup kamu berjuang untuk mendapatkan hatinya. Sekarang ada aku yang akan selalu bersamamu."
"Lihatlah penampilanku, aku lebih tampan darinya,lebih kaya dan yang pasti selalu mencintaimu sampai kapanpun, dia sama sekali tidak bisa dibandingkan denganku. Dia memang tidak punya mata,tidak bisa melihat perempuan baik dan cantik sepertimu." Dia berucap dengan penuh percaya diri.
Setelah mendengar semua yang diucapkan oleh Brian. Devina hanya menanggapinya dengan dingin, kemudian dia berkata.
"Sudah selesai, silakan keluar!"
Mendengar kata yang diucapkan Devina, sedikit membuat Brian terkejut.
"Devina, apakah di matamu aku benar-benar tidak bisa menggantikan posisi Aditya dihatimu?" Brian berkata dengan sedikit menyedihkan, membuat Devina yang menatapnya jengah.
"Aku terlalu lelah, kamu bisa kan membiarkan aku istirahat dengan baik!" Ujar Devina dengan helaan nafas, kemudian dia melanjutkan kata-katanya.
"Kamu pergilah dan beri tahu semua orang, jika ke depannya ada keluarga Sanjaya yang datang, mereka semua tidak diizinkan masuk ke perusahaan Alexis."
"Tidak peduli mereka melakukan hal apa pun, bahkan jika itu kakek tua keluarga Sanjaya yang datang, mereka tetap tidak diizinkan masuk pintu gerbang perusahaan ini lagi."
"Terutama David Sanjaya...." Begitu nama itu terucap, muka jahat David selalu terlintas di pikirannya, dan itu membuat dia tidak bisa menahan amarahnya.
"Jika mereka berani datang, pukul mereka, dan usir mereka keluar dari Perusahaan ini!"
__ADS_1