
Evellyn Michelle Archelsea seorang gadis cantik yang terkesan dingin dan cuek, memiliki sikap tegas dan tidak suka melihat orang ditindas, banyak pria yang mengaguminya namun tidak ada satupun yang bisa masuk kedalam hatinya. Banyak pria yang mencoba mendekatinya namun hanya ia anggap sebagai teman saja. Namun entah ada godaan dan setan darimana hingga bisa membuat si kutub menjadi cair dan mau dekat dengan seorang pria yang juga seseorang yang terkenal play boy dan cukup dingin. Siapnya Michelle tidak bisa bersikap dingin kepada pria itu, Michelle malah bersikap baik dan sangat perhatian kepadanya. Bukan karena suka, namun ada sisi lain dari Michelle yang menyebabkan ia menjadi baik dan mau bersikap demikian kepada seorang pria.
”Chel, kalau gue cari pacar nanti lo gimana?” Tanya Nathan secara tiba-tiba
“Ya, lo cari aja gapapa. Ngapain nanya gue gimana? Ya gue ga gimana-gimana lah. Aneh!” Jawab Michelle apa adanya, Nathan melirik gadis yang ada di sampingnya
“Yakin Chel gapapa, nanti lo cemburu terus sikap lo berubah sama gue” Cibir Nathan
“Ah, engga bakalan lahh. Gue bakal tetep jadi sahabat baik lo, asal... ” Michelle menggantungkan ucapannya membuat Nathan penasaran
“Asal apa Chell??” Tanya Nathan penasaran
“Asal bukan lo duluan yang ngejauhin gue dan sikap lo duluan yang berubah sama gue. Terus cewek lo nanti ga nyari masalah sama gue” Michelle menyunggingkan senyumnya
Nathan bergidik ngeri melihat senyuman Michelle yang terlihat tidak seperti biasanya, Nathan tau maksud Michelle.
“Engga kok engga, gue ga bakalan nyari pacar Chell, sinis amat lo” Ujar Nathan
“Cari aja gapapa, asal jangan nyari cewek yang gak bener. Eh wait, bukannya cewek lo banyak ya?” Spontan Nathan langsung diam sambil melirik kearah Michelle yang tengah menatapnya
“Chell... kok seakan-akan gue ini buaya ya dimata lo” Ujar Nathan
Michelle tertawa mendengar Nathan mendesah kasar, memang kenyataannya seperti itu. Nathan pun pernah mengakui kalau dirinya adalah buaya, karena memang nyata kalau Nathan banyak ceweknya. Michelle mengetahui semua itu jauh sebelum mereka berteman, karena itu sudah menjadi bahan perbincangan dikalangan para siswa.
“Yaa, nyatanya memang gitu Nath, lo sendiri juga mengakui hal itu kan” Nathan terus merutuki dirinya pernah mengakui kalau dirinya itu buaya
“Hmm, terserah lo aja deh Chell, asal lo seneng aja” Putus Nathan
Michelle tetaplah Michelle, walaupun ia terlihat sangat cuek dan dingin serta susah bergaul, nyatanya tidak seperti itu. Michelle akan menjadi seseorang yang hangat jika bersama dengan orang yang sudah dekat dengannya.
...••🐣••...
Beberapa hari berlalu, hubungan keduanya semakin dekat hingga menimbulkan sedikit kehebohan di area sekolah. Banyak yang menyimpulkan keduanya itu memiliki hubungan yang lebih, banyak yang melihat perubahan sikap Michelle terhadap Nathan yang selalu perhatian. Hal tersebut mengundang sedikit masalah terhadap seseorang yang mengagumi Michelle sejak lama.
“Beneran Michelle pacaran sama Nathan?” Tanya seseorang yang terus menatap kearah Nathan dan Michelle yang tengah berjalan bersama
__ADS_1
“Sepertinya gitu Van, mereka berdua terlihat dekat banget akhir-akhir ini. Ga mungkin kan seorang Michelle yang cuek gitu mau deket dengan cowok lain kalau bukan cowoknya sendiri” Jawab Rey
“Liat aja, kalau sampai hal itu beneran terjadi. Gue bakalan bikin perhitungan sama Nathan” Desis Arvan
Ia mengepalkan tangannya melihat keakraban Nathan dan Michelle. Arvan sudah berjuang sejak SMP untuk mendekati Michelle namun tidak pernah mendapatkan respon yang baik dari Michelle, sedangkan Nathan yang notabene orang yang baru di kenal langsung bisa dekat dengan Michelle bahkan seakrab itu.
“Sudahlah Van, ikhlasin aja. Toh masih banyak cewek diluaran sana yang lebih baik bahkan lebih cantik dari Michelle” Ujar Bima memberikan saran
Bukan jawaban baik yang diterima oleh Bima, namun pukulan yang dilayangkan oleh Arvan tepat di rahangnya. “Sampai kapanpun gue bakalan tetap memilih Michelle untuk jadi pendamping gue” Tegas Arvan yang kekeh dengan pilihannya. Rey dan Bima hanya bisa diam mendengarkan Arvan yang kekeh dengan keinginannya.
Lalu dengan langkah cepat, Arvan berjalan kearah Nathan dan Michelle. Matanya menatap tajam lurus kedepan, nafasnya tak beraturan menahan emosi yang ada didalam dirinya. Langkahnya perlahan berkurang, Arvan kembali ke sikap semula yang terlihat baik-baik saja. Biar bagaimanapun Arvan tidak ingin dirinya terlihat buruk didepan Michelle.
“Hey, Chell” Sapa Arvan ramah, Michelle dan Nathan spontan langsung menoleh kearah sumber suara. Terlihat Arvan dan beberapa temannya yang berada di belakangnya tersenyum kearah Michelle dan Nathan.
“Oh iya, ada apa Van?” Tanya Michelle. Sama seperti biasanya respon Michelle cuek dan dingin terhadapnya.
Arvan tersenyum kearah Michelle, membuat Nathan tidak nyaman melihatnya. “Ada urusan apa Van? Kalau ga ada urusan mending cabut aja!” Ujar Nathan membuka suara
“Gue gak ada urusan sama lo! Gue cuma mau ngajak Michelle ke kantin bareng” Nathan menatap sinis kearah Arvan, jujur ia tidak suka dengan sikap Arvan yang terus-terusan mengejar Michelle
“Michelle udah makan tadi bareng sama gue. Kalau mau ngajak, yang lain aja kita sibuk” Jawab Nathan dingin
“Gue tanya Michelle, bukan tanya lo bangsat!!” Sentak Arvan yang sudah tidak bisa menahan emosinya
“Kalian debat aja, gue mau pergi ada urusan yang lebih penting” Ujar Michelle yang akhirnya memutuskan untuk pergi menjauh
“Eh Chell... Arghh, semua ini gara-gara lo Nath” Sarkas Arvan tidak terima
“Oh tentu, kalau mau deketin Michelle langkahin mayat gue dulu paham!!” Nathan menyunggingkan bibirnya, lalu ia berlari mengejar Michelle yang semakin menjauh langkahnya
Arvan sekali lagi dibuat emosi dengan sikap Nathan yang seolah-olah menjadi pelindung bagi Michelle, hal itu membuat Arvan semakin susah untuk mendekati Michelle
...••🐣••...
Kriinngg... kriiinngg...
__ADS_1
Bel pulang sekolah berbunyi, para siswa-siswi berhamburan keluar kelas untuk pulang
“Chel, balik bareng gue yah. Biar gue anterin lo sampe rumah” Ajak Nathan
“Gausah deh Nath, nanti malah ngerepotin lo. Rumah gue kan jauh” Tolak Michelle karena merasa tidak enak
“Gapapa, sekalian gue jalan-jalan. Emz, sekalian deh ngerjain tugas yang gue gak bisa” Jawab Nathan mencari alasan agar bisa pulang bareng. Michelle tampak berfikir, hingga akhirnya ia mengiyakan tawaran Nathan.
“Emz yaudah, boleh deh kalau gitu” Putus Michelle
“Yaudah kalau gitu lo tunggu gue di dekat gerbang ya. Gue ambil motor dulu” Michelle mengangguk patuh
Lalu akhirnya, Michelle pergi kearah gerbang untuk menunggu Nathan. Ia membuka handphone miliknya lalu mengetikkan beberapa pesan kepada seseorang. Setelah itu ia langsung memasukkan ponselnya kedalam sakunya. Setelah beberapa menit menunggu Nathan, akhirnya Nathan muncul juga dengan motor besar kesayangannya.
“Ayo Chel naik” Ajak Nathan dan langsung di angguki oleh Michelle
Setelah Michelle naik, Nathan langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang keluar dari area sekolah. Dari kejauhan ada beberapa pasang mata yang terus memperhatikan setiap pergerakan mereka berdua.
“Bii, itu beneran Michelle? Dia boncengan sama Nathan?” Ujar Reva yang melongo tidak percaya. “Bii itu beneran sahabat kita kan?”
Bianca dan Reva, mereka adalah teman satu circle Michelle. Sudah sejak SMP mereka berteman, hingga mereka berdua sudah sangat hafal dengan sikap Michelle.
“Gue juga gak tau Rev, itu beneran sahabat kita atau bukan. Moment langka banget, tapi lo ngerasa ga sih kalau akhir-akhir ini Michelle deket banget sama si Nathan? Apa jangan-jangan.... ” Reva sengaja menggantungkan ucapannya membuat Bianca greget
“Jangan-jangan apa?? yang bener lo! Masa iya seorang Michelle yang cantik dingin cuek dan sangat susah didekati itu mau dengan Nathan yang notabene seorang buaya??? Yang bener aja lo Rev” Ucap Bianca heboh tidak percaya
“Gue juga gak tau Bianca sayang, dia aja ga pernah cerita ke kita. Kalau kepo besok ya ditanyain langsung ke orangnya jangan ke gue. Gue ga tau babii” Reva greget sendiri melihat tingkah Bianca yang heboh sendiri
Disisi lain, Arvan dan kedua temannya menatap tidak suka kearah Nathan dan Michelle. Arvan mengepalkan tangannya kuat manahan emosi untuk kesekian kalinya. Rasanya ia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya melihat mereka berdua semakin dekat.
Jangan lupa like, komen, vote, favorit and follow ya vreenn
Happy Reading, karya pertama jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Yuks absen guys, biar bisa kenal:)
__ADS_1
Tak kenal maka tak sayang:))
Vhie06<3