
Wellcome back to my novel preen
...••🐣••...
“Lo berdua ternyata disini” Ujar Michelle tiba-tiba
Mereka berempat sontak kaget dan langsung menatap Michelle yang berdiri didepan mereka dengan style yang berbeda.
“Lah lo kemana aja setan, kita nungguin lo daritadi disini” Ucap Bianca
“Ohh, sorry hehe gue tadi bareng sama temen-temennya abang gue” Ucap Michelle tanpa dosa
“Anak setan emang, kita nungguin lo disini sampe kering lo nya malah enak-enakkan klayapan” Sinis Reva
Michelle merotasikan matanya jengah. “Yauda sii, gue kan bosen disini”
“Lo cewek sendiri? Ga baik ngumpul sama cowok-cowok” Ujar Niel tiba-tiba
Michelle melirik Nathaniel yang duduk disamping Vilia. Ia mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum tipis.
“Genk gue cowok semua b aja tuh. Gak diapa-apain juga, lagipula ada abang gue yang selalu jagain gue” Jawab Michelle dingin
Michelle bersidekap dada sambil melihat Nathaniel yang terus menatapnya. “Biasa aja kali liatnya Nath” Ujar Michelle sambil mengambil tasnya yang ada disebelah Reva. “Cabut” Ajak Michelle kepada kedua sahabatnya
Reva dan Bianca mengemasi semua barang bawaan mereka. Namun, saat mereka hendak pergi tiba-tiba ada suara yang menghentikan kegiatan mereka.
“Boleh minta nomor kalian ga?” Tanya Vilia tiba-tiba
Michelle melirik kedua sahabatnya yang juga tengah menatap Michelle. Mereka saling memberikan kode dengan kedipan mata.
“Minta aja sama cowok lo” Ujar Bianca
“Gak boleh ya?” Tanya Vilia lirih
“Minta sama cowok lo Vil, dia punya nomor kita. Kita lagi buru-buru soalnya, Michelle masih ada urusan soalnya” Jelas Reva
“Sekalinya laknat emang tetep laknat, bisa-bisanya gue dikorbanin. Pake acara bilang gue sibuk lagi” Batin Michelle
...••🐣••...
__ADS_1
Ketiga manusia laknat itu akhirnya duduk tenang di mobil Michelle. Mereka bernafas lega karena bebas dari manusia yang sangat cerewet itu.
“Haahhh, akhirnyaaa bisa bernafas lega gue” Ucap Bianca merasa lega
“Napa lo” Tanya Michelle
“Ahh, lo ga tau sih Chell daritadi kita stress ngerti lo!! ” Seru Reva
“Stress kenapa? Tumben stress” Ujar Michelle heran
“Si Vilia itu ngajak ngomong mulu capek kita” Bianca kini menimpali keduanya
“Untung gue cabut” Ujar Michelle bahagia
Reva dan Bianca melirik sinis kearah Michelle yang tersenyum bahagia melihat kedua sahabatnya yang sedang menderita.
“Eh Chel, lo ada hubungan deket gak sama Nathaniel? Kalau ada mending putusin aja deh... dia cowok lo kan?” Ucap Reva secara tiba-tiba
Michelle menatap Reva dengan tatapan heran, ia tidak paham dengan apa yang Reva katakan.
“Engga tuh, gue kan cuma temenan aja sama dia” Jawab Michelle apa adanya
“Lo boong kan Chell, lo pasti ada hubungan khusus. Gue tau siapa lo Chel, lo ga pernah se care itu sama cowok manapun kecuali abang lo. Sikap lo sekarang sangat bertolak belakang dengan Michelle yang gue kenal dulu” Jelas Reva yang masih kekeh dengan ucapannya
“Gue kayak gini karena gue ga mau ada apa-apa sama lo Chell, lo tau cewek yang dibawa sama Nathaniel tadi itu pacarnya. Mereka sayang-sayang'an didepan kita! Romantis-romantisan didepan kita asal lo tau!! Makanya gue langsung ngomong gini ke lo, jangan sampe si Vilia itu ngomong lo pelakor!! Gue gak mau hal itu terjadi Chell!!” Sentak Reva emosi
Michelle tersenyum sinis melihat Reva yang terus membentaknya, ia bisa melihat emosi Reva yang sangat tidak bisa dikontrol. Michelle masih tetap diam melihat Reva yang masih menggebu-gebu amarahnya.
“LO BISA DENGER GUE KAN ANJING!!” Sentak Reva sekali lagi, hingga membuat Michelle yang tadinya diam menjadi geram
“Bisa santai dikit lo kalau ngomong? Gue juga bisa emosi. Jangan sampai gue kelepasan disini gara-gara ucapan lo!!” Ucap Michelle dingin
Tatapan mata Michelle, lurus kedepan. Tangannya mengepal kuat menahan emosi yang bergejolak didalam dirinya.
“Gue memang gak pernah cerita hubungan gue sama Nathaniel, tapi gue tegasin sekali lagi gue bukan pacarnya! Gue temen-nya! Lo kalau gak tau masalahnya jangan seenaknya sendiri, jangan ngasal nuduh sembarangan. Gue salut sama lo karena lo seperti ini, lo tetep jagain gue. Tapi cara lo salah, cara lo ngomong salah! Santai aja bisa kan gak usah ngegas!!” Lanjut Michelle
Sikap dingin Michelle sangat terlihat, Michelle yang tadinya agak ceria menjadi kembali dingin dan cuek. Bianca yang sedari tadi diam menyimak keduanya kini menjadi bingung harus bagaimana, ia tidak berani menenangkan keduanya jika sedang emosi seperti ini. Apalagi Michelle, ia tidak bisa di kasih tau sama sekali jika sedang emosi karena apapun yang orang lain katakan tidak akan pernah didengarkan olehnya.
Sedangkan Reva, ia mencoba untuk menetralisir kembali perasaannya, ia sebisa mungkin tidak menambah masalah diantara keduanya. Ia masih berdiam diri mencerna setiap ucapan Michelle.
__ADS_1
“Udah dong kalian jangan ribut gini. Ga enak tau didengerinnya” Ucap Bianca yang memberanikan diri untuk berbicara
“Silahkan kalian tenangkan diri kalian dulu. Gue mau cabut, kalau butuh gue hubungi aja gue” Ujar Michelle
“Lah lo mau kemana, terus ini...” celetuk Bianca
“Masih ada urusan yang harus gue selesaikan. Mobil kalian bawa aja terserah mau dibawa kemana. Buat barang-barang gue, gue titipin di mobil abang gue, tenang aja” Ucap Michelle
Lalu setelah itu, Michelle mengambil semua barang-barangnya dan memindahkannya kedalam mobil abangnya. Reva terus menatap Michelle yang berjalan semakin menjauh, Reva hendak mengejar Michelle namun ditahan oleh Bianca yang duduk disebelahnya.
“Biarin dia nenangin diri dulu Rev, jangan diganggu biar gak tambah marah dianya. Mungkin dia ada alasan dia ga mau cerita sama kita” Ujar Bianca
“Karena kita gak penting di matanya, gue ngaku gue salah karena tadi gue gak bisa ngomong santai. Tapi gue gini juga demi kebaikannya dia juga” Reva menatap lurus kedepan
“Iya gue tau, udah kalian sama-sama renungkan dulu aja. Nanti kalau udah sama-sama tenang, kalian bicarakan ini lagi” Bianca mengenggam lengan Reva dengan erat
...••🐣••...
Michelle kini berdiri didepan mobil Leo dengan membawa beberapa barang-barangnya yang sempat ia beli tadi. Ia memainkan ponselnya membalas beberapa chat yang masuk. Saat ia sedang fokus dengan ponselnya, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara seseorang.
“Ngapain berdiri di situ?” Tanya seseorang yang berjalan kearahnya
Michelle reflek menoleh kearah sumber suara, ia menyunggingkan senyumnya melihat laki-laki yang tengah menyugar rambutnya kebelakang.
“Mobilnya lo kunci, gue gak bisa masuk” Jawab Michelle
“Katanya tadi mau balik sama dua curut?”
“Engga jadi, gue nitip barang gue ya bang”
“Lah lo mau kemana” Tanya Leo penasaran
“Mau jalan-jalan bentar bang, bosen gue” Jawab Michelle
“Ayo gue temenin aja, daripada lo sendirian. Jalan-jalan sama gue, gue trakhir deh” Tawar Leo
“Gak usah deh bang, lagipula lo kan juga pasti balik bareng temen-temen lo kan” Ucap Michelle menolak
“Engga, mereka bawa motor sendiri. Yaudah ayo” Leo menarik pergelangan Michelle perlahan membawanya masuk kedalam mobil
__ADS_1
...•••🐣•••...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian