
...' Gue memang bukan manusia yang sempurna, namun akan ku buktikan aku bisa. Mungkin tidak sekarang, tetapi perlahan perubahan itu akan terlihat dengan sendirinya '...
...••🐣••...
Nathaniel mengepalkan tangannya melihat Michelle dipeluk oleh seorang pria yang tidak asing menurutnya.
“Sialan, siapa yang berani meluk-meluk Michelle! Bosen hidup kayaknya tuh orang” Batin Nathaniel kesal
“Ayy, aku mau ke toilet dulu ya, aku kebelet soalnya” Ujar Vilia membuyarkan lamunan Nathaniel
“Ah iya, hati-hati” Ucap Nathaniel
Lalu, Vilia pun pergi menuju toilet wanita yang letaknya agak jauh dari kolam yang mereka tempati. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, akhirnya Nathaniel menceburkan dirinya ke dalam kolam dan langsung menghampiri Michelle yang sedang asik bergurau di tengah kolam.
“Chell...” Sapa Nathaniel
Michelle dan lainnya langsung menoleh kearah sumber suara secara bersamaan, terlihat Nathaniel berdiri tegak dengan rambut yang berantakan.
“Lah, kok lo ada disini Nath? Sama siapa” Tanya Michelle pura-pura tidak tahu
“Sama temen gue, dia siapa” Ucap Nathaniel sambil melirik kearah Leo yang bersidekap dada. Nathaniel berbohong, ya dia sedang berbohong.
“Gue cowoknya, kenapa?!” Seru Leo
“Hah, ga mungkin. Orang Michelle kagak punya cowok, jangan ngada-ngada lo” Ujar Nathaniel tidak percaya
“Yaudah kalau ga percaya, tanya aja sama Michelle” Ujar Leo percaya diri
Nathaniel menatap Michelle seolah-olah meminta penjelasan. “Engga, dia abang gue” Jawab Michelle jujur
“Yaelah Chell, bodoh banget gue punya adek” Ujar Leo kesal
“Lha nyatanya emang lo abang gue kan? Kagak salah kan gue bang?” Tanya Michelle polos
“Iya serah lo aja” Ketus Leo
Bianca dan Reva hanya menyimak pembicaraan mereka bertiga. Ingin sekali mereka tertawa melihat wajah Leo yang menahan amarah karena ulah Michelle.
“Lo punya abang? Kok lo ga pernah cerita” Tanya Nathaniel
“Punya, ya kenapa bukan urusan lo juga kan? Lagipula lo juga ga pernah tanya” Jawab Michelle apa adanya
“Emz, ga biasanya lo gitu. Dingin amat lo” Ujar Nathaniel yang merasa ada yang beda dengan Michelle
“Lah gue kan emang gini, baru tau lo” Michelle merotasikan matanya
Nathaniel menghela nafasnya, saat ia sedang fokus berbicara dengan Michelle dan beberapa temannya tiba-tiba suara lembut membuyarkan semuanya.
“Kamu ngapain disitu, Nathaniel” Ujar Vilia dari arah tepi kolam
“Engga, ini aku lagi ngobrol sama temen-temen” Ucap Nathaniel sedikit berteriak
“Yaudah, sinii” Teriak Vilia
“Emz, yaudah gue tinggal dulu ya” Ucap Nathaniel
Michelle dan yang lainnya hanya berdehem. Setelah itu, Nathaniel pergi menghampiri kekasihnya yang berdiri di tepi kolam.
“Siapa itu ayy” Tanya Vilia pemasaran
__ADS_1
“Temenku disekolah”
“Beneran cuma temen? Cewek-cewek gitu temen kamu disekolah?”
“Iyya sayang, itu temen sekelasku. Tadi ga sengaja liat mereka jadi aku samperin aja” Ujar Nathaniel meyakinkan
“Hmz” Vilia menatap intens mata Nathaniel. “Aku tanya sendiri aja sama mereka” Putus Vilia
Lalu, akhirnya Vilia berenang kearah Michelle dan yang lainnya. Setelah itu Vilia langsung menyapa semuanya.
“Haii” Sapa Vilia dengan wajah yang ceria membuat semuanya menoleh kearahnya
“Iyya, nyapa kita?” Ujar Bianca menyauti
“Iyya, kalian temen-temennya Nathaniel ya” Ujar Vilia
“Iya, kenapa” Seru Reva
“Engga, cuma nanya aja sih. Boleh gabung gak” Tanya Vilia. “Oh ya, aku Vilia” Ujarnya memperkenalkan diri
Bianca melihat Vilia dari atas sampai bawah, ia memperhatikan dengan intens setiap bentuk tubuh Vilia.
“Kok kayak kenal nih anak ya” Gumam Bianca
“Kenapa lo Bii?” Tanya Reva
“Engga, kok gue kayak ga asing sama anak ini ya” Bisik Bianca kepada Reva
“Kenal lo?” Tanya Reva
“Engga, kok gue kayak kenal. Anak SMA kita juga bukan sih?”
“Yaa, mana gue tau. Gue aja gak kenal” Sarkas Reva
“En-enggak, gak ada kok hehe” Ujar Bianca dan Reva bersamaan
“Emm, boleh-boleh aja sih kalau mau gabung” Ujar Bianca
“Gapapa kan? Kalian ga keberatan?” Tanya Vilia memastikan
“Iyaa, santai aja kali” Ujar Reva
Lalu akhirnya mereka saling berkenalan, setelah itu Vilia memanggil Nathaniel untuk bergabung bersama dengan mereka. Berbeda dengan Michelle yang kembali dengan setelan awalnya yang super dingin dan cuek.
“Emm, btw kenapa dia diem terus? Gak suka ya gue gabung sama kalian?” Ujar Vilia sambil menunjuk Michelle yang terus diam tidak ikut menimbrung
“Engga kok, dia emang gitu orangnya dingin bin cuek” Ujar Bianca
“Gapapa, gabung aja santai aja” Jawab Michelle dingin
“Emz okey” Vilia menggenggam tangannya sendiri
“Chell, temenin gue” Ujar Leo sambil menarik pelan tangan Michelle
“Hah”
“Udah ikut aja”
...••🐣••...
__ADS_1
Hari sudah mulai sore, Michelle dan teman-temannya akhirnya memutuskan untuk menyudahi acara berenangnya. Mereka kini duduk bersama di kursi yang disediakan. Namun, tidak dengan Michelle, ia kini sedang bersama dengan Leo berkeliling entah kemana.
“Curut satu ini kemana, udah sore juga” Ujar Bianca kesal
“Tinggal aja lah, dia bakalan aman sama bang Leo” Ujar Reva menimpali
“Yakin lo mau ninggalin Michelle si singa hutan itu? Pengen kepala lo ilang disasak Michelle?” Sarkas Bianca
“Yaudah tungguin aja lah hehe” Reva tertawa garing sambil meneguk minumannya
“Ah payah lo!” Ujar Bianca ngegas
Reva merotasikan matanya, ia tidak memperdulikan ucapan Bianca yang mengomentari dirinya.
“Emz, kalian kenapa kok kelihatannya takut banget sama Michelle itu. Memangnya dia siapa” Ujar Vilia secara tiba-tiba membuat Bianca dan Reva sedikit terkejut
“Ah, engga bukan siapa-siapa kok. Ya dia sahabat kita sih, biasa lah” Jawab Reva sambil tersenyum paksa
“Ohh gitu, tapi kalian kok kelihatannya takut gitu?” Tanya Vilia
“Engga, bukannya takut sih ya. Tapi lebih menghargai aja, lagipula tadi berangkatnya bareng kita jadi ga enak kalau pulangnya ditinggal gitu aja” Ujar Bianca menimpali
Vilia memanggut-manggutkan kepalanya paham, ia tersenyum tipis melihat Bianca dan Reva. Mereka berdua baik, dan enak diajak mengobrol. Vilia menyukai hal itu. Namun, berbeda dengan Nathan yang tampak terlihat gelisah karena Michelle tak kunjung kembali, ia celingukan mencari keberadaan Michelle namun nihil.
“Kamu ngapain?” Tanya Vilia heran melihat Nathan celingukan gak jelas
“Eh, en-engga gapapa kok. Cuma bosen aja” Jawab Nathaniel
“Nyariin siapa sih yang?” Tanya Vilia sekali lagi
Seketika Reva dan Bianca langsung saling memandang satu sama lain mendengar percakapan mereka berdua.
“Engga ada kok, ga percayaan banget sih” Jelas Nathaniel
...••🐣••...
Disisi lain, Michelle dan Leo tengah asik bergurau bersama. Mereka tidak peduli dengan orang yang ada disekitar mereka yang terus memperhatikan mereka.
“Adek lo oke juga Yo” Ujar Brayen yang merupakan salah satu teman Leo
“Dari dulu adek gue cakep Ray, lo aja yang ga pernah tau” Ujar Leo bangga
“Gebet boleh lah Yo” Ucap Brayen dan langsung mendapatkan pukulan di pundaknya
“Gak usah macem-macem lo! Ga bakalan gue restuin dan gak bakalan gue izinin adek gue pacaran sama buaya modelan lo!” Tegas Leo
Brayen meneguk salivanya susah payah, melihat tatapan mata Leo yang tajam kearahnya.
“Yaelahh santai kali broo” Ujar Brayen
“Bang, gue cabut dulu ya. Takutnya Bianca sama Reva nyariin gue, lagian udah sore juga nih” Ujar Michelle tiba-tiba
“Lo ga mau balik bareng gue aja” Tanya Leo
“Gak dulu deh bang, gue bareng mereka berdua aja” Jawab Michelle
“Yakin?” Tanya Leo memastikan
“Iyya gue yakin, yaudah gue cabut dulu ya bang”
__ADS_1
Michelle langsung bergegas pergi mencari kedua sahabatnya yang entah pergi kemana. Leo menatap punggung Michelle yang semakin menjauh, ia tersenyum simpul melihat adeknya yang kini sudah meranjak dewasa.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya vreeen, see you next time:)