
...'Bersamamu adalah sebuah bencana besar untukku'...
...••🐣••...
Sesampainya mereka di rumah Michelle, mereka langsung turun dari motor dan langsung masuk kedalam rumah. Didalam rumah, mereka langsung disambut baik oleh mama Michelle. Tak lupa mereka juga mengucapkan salam.
“Ehh, udah pulang sayang?” Ucap Diana. “Emm, itu siapa sayang dibelakang kamu?” Tanya Diana penasaran
“Eee... itu sahabat Michelle Mah, gapapa kan dia main kesini. Cuma mau belajar bareng aja kok” Ujar Michelle yang sedikit panik melihat ekspresi Mamanya, Nathan seketika menjadi ketar-ketir melihat respon Mamanya Michelle
Sebenarnya, Diana tidak masalah Michelle berteman dengan siapapun. Diana juga mengizinkan siapapun untuk datang bermain kerumahnya, namun Diana sedikit terkejut melihat putrinya dekat dengan seorang pria. Selama ini, Michelle tidak pernah mau dekat bahkan sampai diantar pulang oleh pria manapun kecuali dari keluarganya sendiri.
Mama Diana tersenyum simpul melihat putrinya panik. “Iyyaa, gapapa sayang. Mama ga masalah kamu mau berteman sama siapapun. Mama cuma kaget aja kamu sekarang punya temen cowok, beneran temen kamu itu? Atau pacar kamu??” Goda Mama Diana
“Apaan sih mah, dia beneran cuma sahabat Michelle doang kok. Lagipula Michelle masih ga mau pacaran mah, Michelle masih takut” Jawab Michelle
“Iyya tante, kita cuma sahabatan aja kok ga lebih. Lagipula kita masih baru aja kemarin kenal” Timpal Nathan
“Yaudah kalau gitu, kalau mau pacaran juga gapapa kok” Goda mama Diana lagi
“Apaan sih mah, engga kok” Tegas Michelle
“Iya deh iya, yaudah kamu lanjut aja kalau mau belajar. Mama mau pergi dulu ada urusan bentar, sekalian nanti bangunin dia ya sayang” Ujar Mama Diana dan langsung diangguki oleh Michelle
Setelah Mama Diana pergi, Michelle dan Nathan duduk di ruang tamu, mereka memulai acara untuk belajar bersama. “Emz, Nath bentar ya, gue mau ganti baju dulu. Lo gapapa kan disini dulu” Ujar Michelle dan diangguki oleh Nathan
Lalu setelah itu, Michelle langsung pergi meninggalkan Nathan di ruang tamu sendiri. Nathan memperhatikan interior rumah Michelle yang terkesan cukup mewah. Nathan memperhatikan beberapa foto keluarga yang terpajang di sudut rumah. Setelah beberapa menit, akhirnya Michelle turun dengan pakaian yang berbeda. Michelle turun dengan beberapa makanan yang ia bawa.
“Sorry, kalau lo nunggu lama” Ujar Michelle
“Iyya, gapapa santai aja kali” Jawab Nathan
“Nih, Nath makan dulu” Tawar Michelle
“Iyya Chel, nanti aja. Gue mau kerjakan ini dulu aja biar cepet selesai” Ujar Nathan
“Yaudah, soal bagian mana yang lo nggak paham? Sini gue ajarin sebisa gue” Tanya Michelle
__ADS_1
”Ini Chel, soal bagian ini gue ga paham” Jawab Nathan sambil menunjukkan beberapa soal yang tertulis di bukunya
Michelle mendekat ke arah Nathan, jarak mereka hanya ada beberapa centi saja. Michelle fokus kearah buku yang ada didepan Nathan tanpa memperdulikan Nathan yang saat ini merasa sangat tidak karuan. Rasanya oksigen Nathan semakin menipis saat Michelle berada sedekat ini dengannya. Nathan sebisa mungkin menyingkirkan rasa itu, ia tidak ingin persahabatannya dengan Michelle rusak akibat Nathan menumbuhkan rasa yang lebih dari sekedar sahabat saja.
...••🐣••...
3 jam sudah berlalu, akhirnya acara kerja kelompok mereka selesai dengan baik Michelle menjelaskan soalnya dengan sangat jelas dan telaten.
“Makasih ya Chel lo udah mau bantuin gue” Ujar Nathan tulus
“Iya Nath santai aja. Kalau lo butuh bantuan gue ngomong aja, InsyaAllah gue bantu sebisa gue” Michelle tersenyum manis kearah Nathan membuat Nathan menjadi salah tingkah namun, Michelle tidak menyadari akan hal itu
“Emm, yaudah deh kalau gitu gue pamit dulu ya Chel udah sore juga” Ucap Nathan berpamitan
“Yaudah hati-hati Nath”
Setelah berpamitan, Nathan langsung pulang. Setelah Nathan pulang, Michelle langsung membereskan tempat yang digunakan untuk belajar tadi. Saat Michelle sedang sibuk beberes, tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
“Astaghfirullah, ngagetin aja lo” Kesal Michelle
“Mama tadi keluar bang, katanya ada urusan penting. Lo sih tidur mulu, tadinya kalau lo belum bangun mau gue bangunin soalnya tadi mama nyuruh gue buat bangunin lo” Jelas Michelle
“Ohh yaudah deh kalau gitu, gue ngantuk semalem ga tidur gue” Ujar Leo jujur
“Hadeh, yaudah deh bang serah lo aja. Salah lo juga kenapa klayapan mulu sampe lupa tidur” Sinis Michelle
“Dahlah Chel, jangan ngajak ribut” Michelle merotasikan matanya. “Chell...” Lanjut Leo
“Apaaa” Jawab Michelle tanpa menoleh kearah abangnya
“Nanti malam jalan yuk, bosen dirumah terus” Michelle langsung melirik kearah Leo seakan menanyakan sesuatu. “Iyya Chel, yaudah lo siap-siap aja dulu sana. Gue juga mau siap-siap” Ujarnya lalu langsung pergi meninggalkan Michelle yang masih membereskan barangnya
...••🐣••...
Sesuai dengan ucapannya, Leo mengajak Michelle untuk jalan-jalan keliling kota dengan mengendarai motor besarnya. Michelle menikmati dinginnya angin malam yang terasa menusuk di kulit.
“Bang, ke taman aja yok. Gue pengen jalan-jalan di taman” Ujar Michelle sedikit berteriak agar suaranya dapat didengar oleh Leo
__ADS_1
“Yaudah ayo!” Teriak Leo
Lalu Leo melajukan motornya dengan cepat menuju kearah taman kota yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat mereka saat ini. Michelle mengeratkan pelukannya, meletakkan kepalanya di pundak Leo sambil menikmati indahnya jalanan yang terlihat cukup ramai. Banyak yang mengira kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih, namun nyatanya bukan.
Sesampainya mereka di taman kota, Michelle dan Leo langsung turun dan berjalan masuk kedalam area taman. Banyak orang berlalu lalang diarea taman, banyak juga orang-orang berpacaran sambil menikmati indahnya taman kota. Michelle memeluk tangan Leo erat, sambil berjalan beriringan mencari tempat yang nyaman untuk mereka duduk.
Saat mereka berdua jalan, tidak sengaja mereka berpaspasan dengan Nathan yang ternyata juga tengah berkumpul bersama dengan teman-temannya.
“Lohh, Michelle??” Nathan memastikan kembali kalau gadis didepannya adalah gadis yang sedang dekat dengannya akhir-akhir ini. “Lo ngapain disini? Terus ini..?” Nathan melirik kearah Leo yang masih stay disebelah Michelle
“Lah, lo juga disini? Engga gue lagi jalan-jalan aja, bosen dirumah. Emm ini...” Belum selesai Michelle bicara, Leo langsung memotong ucapannya
“Siapa lo Chel?” Leo menatap Nathan dengan tatapan tajamnya
“Temen Michelle di sekolah” Jawab Michelle jujur
“Yakin cuma temen?” Tanya Leo seakan tidak percaya
“Ya yakin lah, orang kenyataannya gitu kok. Emang kenapa Michelle ga boleh ya temenan sama cowok?” Michelle membalikkan pertanyaan abangnya
“Yaa boleh-boleh aja sih. Yaudah ayo kalau gitu katanya mau jalan-jalan” Leo langsung menarik Michelle pergi menjauh dari Nathan dan beberapa temannya yang ada dibelakangnya
“Siapa cowok itu? Kenapa Michelle deket banget sama dia? Apa itu cowoknya Michelle?” Batin Nathan bertanya-tanya
“Nath, lo kenapa?” Ken menepuk pundak Nathan hingga membuatnya kaget
“Ah lo ngagetin babi!” Sarkas Nathan. “Udahlah ayo cabut”
Setelah itu, Nathan dan teman-temannya langsung pergi meninggalkan tempat tersebut. Didalam pikirannya, Nathan masih sangat penasaran dengan seseorang yang tadi bersama Michelle. Namun, Nathan membuang jauh-jauh rasa penasarannya itu, ia tidak ingin persahabatannya menjadi renggang akibat rasa penasaran Nathan.
Jangan lupa like, komen, vote, favorit and follow ya vreenn
Happy Reading, karya pertama jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Yuks absen guys, biar bisa kenal:)
Vhie06<3
__ADS_1