
...'Mencintaimu adalah sebuah bencana besar yang merusak hubungan kita'...
...••🐣••...
Dinginnya angin malam, tak menggoyahkan semangat seseorang yang kini tengah berlatih fisik di lapangan kota. Pikirannya yang bercampur aduk, membuatnya tak ingin pergi dari tempat itu. Matanya menatap kosong kearah depan, tangannya yang fokus menahan berat badannya seperti seseorang yang melakukan push up.
Keadaannya terlihat berantakan dan menyedihkan, bahkan ia tidak sempat mendengarkan seseorang yang berada disamping kiri dan kanannya.
“Oh ayolah Nath, lo mau sampe kapan disini? Jangan dipikirin Nath ucapannya biarin aja” Ujar Ken yang prihatin dengan keadaan Nathan
Nathan masih tidak bergeming. Ia masih fokus dengan dirinya yang kosong, tubuhnya berada disini namun pikirannya melalang buana pergi jauh dari tubuhnya.
“NATHANIEL!!” Teriak Arez yang berhasil membuyarkan lamunan Nathaniel
Nathan berdiri tegak menatap datar ke arah Arez dan yang lain. Tatapan matanya yang tajam membuat beberapa temannya menciut. Namun berbeda dengan pria yang bernama Arzio, ia malah menatap balik kearah Nathan.
“Ada masalah selesaikan! Bukan malah kayak gini, merugikan diri lo sendiri dan orang lain kalau lo gini Niel” Ujar Zio dingin
“Zii, lo tau sendiri kan gimana keadaannya” Nathan menatap lurus kedepan
“Lo berani berbuat, lo juga harus berani bertanggung jawab!! Dari awal gue udah ngomong, jangan pernah mempermainkan hati wanita! Sekarang kalau udah kejadian kayak gini, lo harus bisa mengatasinya. Bukannya dulu itu sudah jadi pilihan lo, harusnya lo juga sudah memikirkan resiko kebelakangnya, Niel. Sekali lagi gue peringatin, jangan sampai gadis yang saat ini bersama lo, dia jadi korban lo selanjutnya... dia gadis yang baik Niel!” Jelas Zio memperingati
Nathan mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Zio, yang ia katakan benar. Ia harusnya tidak seperti ini, ia harus bisa menyelesaikan masalahnya saat ini. Biar bagaimana pun, ini sudah menjadi pilihannya sendiri.
“Lantas, gue harus gimana, Zii, gue gak bisa melihat dia menderita gara-gara gue” Arzio mendesah kasar
“Kalau lo cowok gentle, temuin dia jelaskan semua! Pilih salah satu diantara mereka!!” Desis Arzio
“Lalu Michelle?” Pikiran Nathaniel semakin keruh, entah masalah apa yang tengah ia hadapi namun saat ini dirinya benar-benar terlihat resah
“Saat lo kenal Michelle, apa lo ga pernah cerita masalah lo? Apa dia tau kalau lo...” Arzio menggantungkan ucapannya sambil melirik kearah Nathan
“Michelle ga tau apa-apa Zii, dia hanya tau gue itu playboy, tapi masalah ini dia ga tau apa-apa” Jelas Nathaniel membuat Arzio dan yang lain geleng-geleng kepala
“Lalu udah tau lo lagi jaga hati, kenapa lo deketin Michelle?” Kini Arez menimpali percakapan keduanya
“Gue ngerasa tertantang untuk ngedeketin dia.. tapi gue gak ada niatan buat jadiin dia pelampiasan atau korban gue” Ucap Nathan serius
Kenzo dan yang lain bisa melihat sisi ketulusan Nathan saat mengucapkan kalimat tersebut. Namun Arez juga menyalahkan tujuan Nathan yang hanya merasa tertantang untuk mendekati Michelle.
...••🐣••...
“Chel, buruan keluarin motor lo!! Gue gak bisa keluar anjing!!” Teriak Leo dari garasi
“Sabar bang, masih jalan gue” Ucap Michelle, “Daripada lo teriak-teriak ga jelas gitu, kenapa ga lo keluarin aja bang? Kan tinggal mindahin doang itu” Lanjut Michelle sambil menuntun motornya keluar garasi
“Ga, males gue” Ketus Leo
“Eh... ketus amat lo! Gue aduin mama lo” Ancam Michelle
__ADS_1
“Lah apa salah gue bangsatt”
“Yaa ga tau, pokoknya gue aduin ke mama!!” Seru Michelle
Leo menarik nafasnya dalam-dalam, mencoba menetralisir dirinya sendiri agar tidak memakan manusia dihadapannya ini hidup-hidup.
“Udah siang, sana berangkat sekolah” Ucap Leo seramah mungkin
Michelle mengatupkan bibirnya, “Masih setengah 6 bang! Sepi di sekolah tau”
“Yaudah, lo masuk rumah lagi lo sarapan yah. Gue mau berangkat dulu ada urusan” Ucap Leo sambil membuka pintu mobilnya
“Gamau, gue mau jalan-jalan pagi aja sekalian cuci mata. Kali aja nemu bocil imut-imut” Ucap Michelle antusias
Leo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adeknya yang satu ini. Memang sepertinya ada kelain gen dalam dirinya, entah sebenarnya dia ini mirip siapa.
“Gausah aneh-aneh Chell, sekolah sana lo!!” Ucap Leo memperingati
“Gada aneh-aneh bang! Apa salahnya orang jalan-jalan?” Tanya Michelle sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
“Udah sekolah sana, gausah banyak tanya. Nanti kesiangan lo” Setelah itu Leo langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi
Michelle yang masih bingung hanya menggaruk kepalanya dengan polos, “Abang aneh!” Gumam Michelle
...••🐣••...
Saat pelajaran matematika berlangsung Michelle tidak fokus terhadap pelajarannya, ia terus-menerus memperhatikan ponselnya yang ia simpan di laci mejanya. Beberapa kali Michelle ditegur oleh Nathaniel namun Michelle tetap saja tidak mendengarkannya.
“Iyaa iyaa Nath, diem ah lu! Udah lo aja perhatiin itu biar lo paham!!” Ujar Michelle Cuek
“Huft” Nathaniel mendengus kesal melihat Michelle yang masih tidak mau menurut dengan ucapannya, setelah itu Nathan langsung mengambil ponsel milik Michelle dan memasukkannya kedalam sakunya
“Nathaniel!!” Ujar Michelle kesal namun Nathan tidak menggubrisnya
Michelle mencoba untuk merebut kembali ponsel yang dipegang Nathan, namun Nathan tidak membiarkan Michelle yang terus mencoba mengambil ponsel di sakunya, ia menahan tangan Michelle hingga menimbulkan sedikit keributan dikelas
“Nathaniel!! Michelle!!” Tegur pak Andre yang merupakan guru matematika. “Apa yang sedang kalian lakukan, kenapa ribut sendiri tidak memperhatikan pelajaran bapak?!!” Ucap pak Andre tegas
Seketika semua mata langsung tertuju kearah Nathan dan Michelle yang masih terdiam ditempat.
“Emm, maaf Pak tipe-x saya diambil sama Nathaniel tadi” Jawab Michelle berbohong sambil ia kembali merapikan duduknya
“Halaahh boong pak, pasti ada apa-apa sama mereka ini pak” Ujar Cindy
“Udah diam!! Nathan, Michelle perhatikan saya!” Tegas pak Andre
“Iyaa pak siap”
Lalu pelajaran pun dilanjutkan, Michelle kini fokus memperhatikan guru didepan yang tengah menjelaskan materi. Namun, berbeda dengan Nathaniel yang menjadi tidak fokus dengan pelajarannya, Nathan tersenyum simpul melihat ekspresi Michelle yang menahan kekesalannya.
__ADS_1
...••🐣••...
“Baik anak-anak, pelajaran kali ini cukup sampai disini dulu. Kita lanjutkan lain waktu”
“Baik Pak, terimakasih”
Pak Andre tersenyum sambil berjalan kearah pintu keluar. Setelah guru itu pergi semua murid langsung berhamburan pergi keluar kelas juga.
“Chell, cabut” Ajak Bianca
“Kemana?” Tanya Michelle yang masih fokus dengan bukunya
“Jalan-jalan ayo cari cogan” Jawab Bianca antusias
Michelle langsung menutup bukunya dan langsung menatap Bianca yang tengah berdiri didepannya. “Oke lah, ayo” Ujar Michelle mengiyakan
Nathaniel melirik kearah Michelle yang kini berjalan kearahnya. “Balikin HP gue ga usah banyak bacod” Sarkas Michelle
“Gausah kemana-mana Chel, duduk sini aja lo!” Ujar Nathaniel
“Gue mau jalan sama temen-temen gue” Michelle langsung merebut hpnya yang dipegang Nathan
“Gak usah aneh-aneh kalau keluar, dijaga tuh mata!” Celetuk Nathaniel
Michelle langsung menatap bingung kearah Nathan, memangnya kenapa kalau dia gak jaga mata bukannya dia juga tidak sedang jaga hati?.
...••🐣••...
Michelle dan kedua temannya berjalan menyusuri koridor sekolah, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka bertiga, banyak juga yang menyapa mereka, namun, hanya dibalas deheman oleh Michelle dan kedua sahabatnya.
“Chell, mau kemana kita? Daritadi perasaan jalan terus ga sampe-sampe” Tanya Reva yang mulai lelah berjalan terus
Michelle melirik sekilas kearah Reva dan Bianca yang sudah kelelahan. “Katanya tadi mau jalan-jalan, yaudah gue turutin. Kita sekarang udah jalan-jalan kan keliling sekolah” Ujar Michelle polos
“Hahh?? Lah berarti kita dari tadi...” Ujar Reva dan Bianca bersamaan dan diangguki oleh Michelle
“Iyyaaa kita jalan-jalan sambil cuci mata”
Bianca dan Reva langsung mengepalkan tangannya sambil menatap emosi terhadap Michelle. Kedua orang tersebut dibuat capek oleh Michelle, namun mereka masih tetap menahan emosinya.
“Untung sahabat kita lo Chell, kalau bukan udah gue bejek-bejek lo” Ketus Reva
“Lah dimana salah gue? Gak salah kan gue” Ujar Michelle santai
“Iyya terserah lo!” Sarkas Bianca yang juga ikut emosi
Michelle mengedikkan bahunya sambil berjalan kembali meninggalkan kedua sahabatnya yang masih terus ngomel-ngomel
Happy Reading All:)
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Follow author yaww:)