Mantanmu Jodohku

Mantanmu Jodohku
Mantanmu Jodohku 4


__ADS_3

...’Gue bukan orang baik, tapi gue juga bukan orang jahat’...


“Heh, lo mau di sini sampe kapan?” Tanya seseorang yang sedang sibuk membersihkan ruang OSIS


“Sampe mood gue balik lah!” Jawab Michelle malas


Ya, daritadi Michelle ada didalam ruang OSIS, ia beristirahat disana bersama dengan beberapa temannya. Sudah biasa sebenarnya Michelle melakukan hal itu, namun tidak ada yang mengetahuinya.


“Oh ya, lo beneran pacaran sama Nathan ya? Gue denger banyak banget yang ngegosipin lo” Tanya Gilang yang mulai penasaran dengan rumor tersebut


“Apaan sih Lang, ga ada hubungan apa-apa gue sama Nathan. Cuma sebatas sahabat aja kok” Jawab Michelle jujur


“Lo beneran kan Chel?” Ujar Gilang memastikan


“Emangnya kenapa kalau gue ada hubungan sama Nathan? Masalah?” Tanya Michelle kembali


“Gini ya Chel, lo itu baik dan tau lah ya maksud gue, sedangkan Nathan? Gue takut lo nanti malah diapa-apain sama dia” Jelas Gilang


“Tenang aja aman, gue bisa jaga diri gue. Oh ya, jangan pernah menjelekkan seseorang yang lo gak tau kebenarannya itu gimana. Lo sendiri belum tentu lebih baik dari dia kan? Jadi jangan pernah ngomong seperti itu ke gue soal apapun siapapun yang dekat dengan gue” Ujar Michelle tegas


Gilang menghela nafasnya panjang, dia memang tidak ada hubungan apapun bahkan tidak dekat dengan Michelle. Hubungan mereka hanya sebatas ketua OSIS dan mantan sekretaris OSIS saja. Sebenarnya Michelle sudah tidak ingin berurusan dengan para anggota OSIS, namun, jika ia sedang tidak mood mengikuti pelajaran ia selalu pergi ke ruang OSIS untuk menenangkan diri.


...••🐣••...


Memasuki jam pelajaran terakhir, akhirnya Michelle memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Saat ia masuk pandangan semua murid langsung tertuju kepadanya.


“Udah ngerasa pinter ya sekarang” Sindir seseorang


“Oh iya jelas, gue emang udah ngerasa pinter!! Kenapa, ga terima?!” Jawab Michelle dingin


“Cih, jangan sombong lo! Inget diatas langit masih ada langit” Sinisnya


Michelle melirik tajam ke arah Cindy dan yang lainnya, setelah itu ia langsung kembali ketempat duduknya dan langsung mendapatkan banyak pertanyaan dari kedua sahabatnya.


“Yaampun Chel, lo habis darimana sih? Kenapa chat dari kita ga lo bales?”


“Udah Chel, kalau mereka kaya gitu gausah lo dengerin. Biarin aja Chel, lo tau ga tadi lo di alpa sama semua guru mapel tau gak”


“Kita tau lo badmood tapi tolong lah Chel, jangan kayak gitu lagi kita khawatir daritadi lo ga ada kabar”


Michelle menatap jengah kedua sahabatnya, moodnya yang masih belum kembali membaik sudah dihujani banyak pertanyaan, banyak hujatan, banyak sindiran dari kelasnya membuat moodnya tambah buruk.


“Udah diem!!” Ujar Michelle dingin membuat kedua sahabatnya langsung terdiam


...••🐣••...


Didalam rumah, Michelle langsung merebahkan tubuhnya dikasur queen size nya. Ia sama sekali tidak membuka ponselnya, sudah berkali-kali ponselnya berdering dan banyak sekali notifikasi yang masuk.


“MICHELLE, BURUAN KELUAR LO!!” Teriak Leo dari depan pintu kamarnya

__ADS_1


“Masuk aja bang! Kagak gue kunci” Jawab Michelle setengah berteriak


Setelah itu Leo langsung masuk kedalam kamar Michelle. Leo melihat adek kesayangannya itu tengah merebahkan dirinya yang masih berbalut baju sekolah di kasur kesayangannya.


“Buruan ganti baju, habis ini ikut gue” Ujar Leo


“Kemana? Penting gak? Gue lagi males keluar rumah” Jawab Michelle malas


“Acara ultah temen gue”


“Ga ah, males gue capek!”


Leo menghela nafas panjang. “Gue turutin semua kemauan lo sebulan kedepan” Ujar Leo memberikan penawaran


“Lo beneran bang? Ga bercanda kan?” Michelle langsung berdiri tegap menghadap kearah Leo yang bersender di dinding


“Heem, emang gue kelihatan boong?” Jawab Leo


“Oke lah kalau gitu, gue setuju! Siap-siap dulu gue yah” Ujar Michelle semangat


“Yaudah buruan, gue tungguin didepan. Jangan kelamaan lo kalau ngalis” Michelle mengangguk paham


Setelah itu, Michelle langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk pergi bersama abangnya.


...••🐣••...


Jam sudah menunjukkan pukul 17.20, Michelle dan Leo sudah sampai ditempat acara. Michelle berdandan menggunakan dress yang simpel namun kelihatan elegan sedangkan Leo menggunakan Jas polos. Mereka berdua, berjalan beriringan masuk kedalam. Saat mereka sampai didalam, banyak mata yang tertuju kearah mereka berdua.


“Tenang aja, ada gue” Ujar Leo. “Yaudah, ayo masuk dulu” Leo menyeret Michelle masuk kedalam


Saat Leo berjalan menyeret Michelle untuk mencari tempat yang agak tenang, tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkah mereka.


“LEO!!” Teriak seseorang dari arah yang berlawanan


Mendengar teriakan seseorang tersebut, Leo mengembangkan senyumnya lalu mereka ber-tos ria ala laki-laki.


“Akhirnya lo dateng juga bro, udah gue tungguin dari tadi” Ujarnya senang


“Yoi bro, sorry, agak telat dikit. Tadi masih nungguin dia” Jawab Leo sambil melirik sekilas Michelle membuat Michelle mendengus kesal


“Wahhh, tumben banget nih boss Leo membawa seorang cewek? Siapa nih bro, cewek lo?” Tanya Arkan yang merupakan teman Leo yang berulang tahun


“Bukan”


“Lah terus, siapa lo nih Yo?” Tanya Arkan penasaran


“Bocil gue” Jawab Leo, membuat Arkan semakin penasaran


“Bukan pacar, tapi bocil?? Maksudnya dia itu gebetan lo gitu terus umurnya masih bocil Yo? Jangan bilang lo selama ini gak mau deket sama cewek dan gak mau pacaran itu karena ada dia Yo?” Arkan menutup mulutnya tak percaya

__ADS_1


“Dia adek gue bangsat!!” Sarkas Leo


Michelle menatap jengah kedua manusia didepannya yang sedang berdebat itu, Arkan yang terus-menerus menyudutkan Leo dengan pertanyaannya yang tidak bermutu itu membuat Leo kesal dan ingin memakannya hidup-hidup.


“Sekali lagi lo tanya, gue tendang muka lo” Ucap Leo yang sudah berapi-api


Seketika Arkan langsung membungkam mulutnya tidak ingin melanjutkan ucapannya. Michelle menahan tawanya melihat raut wajah Leo yang sudah berubah membuat Arkan meneguk salivanya susah payah.


“Aellah canda bro, jangan dimasukin ke hati. Santai-santai bro jangan emosi hehee” Ujar Arkan tertawa garing


“Terserah lo aja, nih buat lo. Happy birthday” Leo memberikan sebuah kotak kecil kepada Arkan


“Wihhh, thanks bro! Ngerepotin aja nih” Arkan memeluk Leo ala laki-laki. “Oh ya, silahkan dinikmati bro hidangannya. Gue tinggal dulu ya nemuin yang lain, kalau lo nyari anak-anak, mereka ada di sebelah sana” Arkan menunjuk segerombolan pria yang berkumpul di pojok ruangan.


Leo hanya menjawabnya dengan deheman saja, setelah itu Arkan langsung pergi meninggalkan Leo dan Michelle berdua. “Bang capek, ayo balik” Keluh Michelle


“Sabar dek, tunggu bentar lagi kita langsung pulang” Michelle mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Leo


“Capek bang, pusing kepala gue disini. Alergi gue bang liat cewek-cewek pake baju kurang bahan” Leo menghela nafasnya panjang menatap adeknya yang terus-terusan rewel


“Tunggu bentar, habis ini kita balik. Lo gak mau cobain makanannya dulu? Itu ada kesukaan lo, mau gue ambilin gak?” Ujar Leo sambil menunjuk salah satu makanan yang terhidang dimeja


“Emz boleh deh bang” Jawab Michelle pasrah


Setelah itu Leo langsung mengambilkan beberapa makanan dan minuman untuk Michelle.


...••🐣••...


Hampir 30 menit lebih Michelle menahan kekesalannya, akhirnya Leo memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut. Namun saat Michelle dan Leo berjalan keluar, mereka dengan tidak sengaja berpapasan dengan seseorang yang berhasil membuat emosi Michelle meningkat.


“Wahhh, tadi pagi sama Nathan, siangnya sama Gilang, sore dan malamnya sama om-om. Waduhhh ngerii banget yah” Cibir seseorang didepannya


Michelle merotasikan bola matanya, ia tak ingin meladeni manusia sialan yang selalu berhasil membuatnya naik pitam. Leo memeluk pinggang ramping Michelle, membuat manusia didepannya semakin gencar untuk menyudutkan Michelle.


“Waduhhhh, om jangan mau sama dia om. Dia udah gak suci itu” Ucapnya memperingatkan Leo


“Memangnya kenapa kalau udah ngga suci??” Tanya Leo mengintimidasi


“Omm, nanti lo.... ” Belum selesai Cindy bicara Michelle langsung memotongnya


“Bang, mamah udah telfon gue. Katanya suruh buruan balik” Timpal Michelle


Setelah itu Michelle langsung menarik Leo pergi menjauh dari Cindy dan genk nya, Leo hanya menurut dan mengikuti langkah adeknya. Cindy menganga melihat Michelle yang menarik Leo, apa katanya tadi? 'Bang?!' apakah pria tadi adalah abangnya Michelle? Otak Cindy bergelut dengan berbagai pertanyaan.


Jangan lupa like, komen, vote, favorit and follow ya vreenn


Happy Reading, karya pertama jangan lupa tinggalkan jejak kalian


Yuks absen guys, biar bisa kenal:)

__ADS_1


Vhyy06<3


__ADS_2