
Happy Reading All:))
...••🐣••...
Pagi itu semua murid tengah melaksanakan kegiatan upacara pagi yang dilakukan setiap hari senin. Michelle, Bianca dan Reva berdiri di barisan paling depan, sinar matahari pagi menerpa wajah cantik mereka membuat sedikit keringat di area dahinya.
Sedangkan disisi lain Nathan, ia hari ini terlambat masuk karena ada urusan yang harus ia selesaikan sebelum berangkat sekolah tadi. Pintu gerbang sudah tertutup rapat, akhirnya dengan terpaksa Nathan harus memanjat pagar belakang sekolah. Sebelum turun, Nathan memperhatikan area sekitar untuk memastikan tidak ada guru yang berjaga. Setelah dirasa aman, Nathan langsung loncat turun lalu berlari kearah kamar mandi. Namun, siapa sangka saat ia hendak masuk tiba-tiba ada yang menahannya.
“Ahhh anjing!!” Teriak Nathan dalam batin
“Lo terlambat! Terus lo sekarang mau bolos kan? Ikut gue ke lapangan!!” Tegas seseorang yang ada didepannya
Nathan langsung menoleh kearah sumber suara yang tengah menegurnya. Setelah melihat seseorang tersebut, wajahnya langsung berubah seketika. Nathan menghempaskan tangannya kadarnya, setelah itu ia langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
“Nathan berhenti!! Lo udah telat, gausah nyari masalah lagi!!” Teriak pria itu dengan tegas membuat langkah Nathan terhenti
“Tenang aja, gue gak kabur dari hukuman” Ujar Nathan malas, setelah itu Nathan melanjutkan langkahnya menuju ruang BK
Sesampainya ia di ruang BK, ia tidak menemukan siapapun disana. Memang ini masih jamnya upacara jadi semua guru masih berada di lapangan upacara. Nathan duduk di salah satu bangku yang ada di ruangan tersebut sambil memainkan handphone miliknya.
...••🐣••...
Setelah beberapa menit, akhirnya upacara pun selesai, guru-guru sudah kembali. Nathan yang masih fokus dengan game-nya, tidak menyadari kalau dibelakangnya ada guru yang berdiri tegak memperhatikannya.
“NATHAN!!” Sentak guru tersebut hingga membuat Nathan terkejut
Ia memutar badannya kebelakang, terlihat sosok guru perempuan cantik yang berdiri tegak. “Ehh ibu hehe, maaf Bu ga liat” Nathan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
“Ngapain kamu disini? Bukannya ikut upacara malah enak-enakan disini hahhh!!” Tegas Bu Yunia yang merupakan guru BK
“Emm, gini bu, saya tadi kan terlambat terus katanya disuruh kesini sama Gavin si ketos itu bu” Jawab Nathan apa adanya
Bu Yunia menghela nafasnya panjang, rasanya ia sudah sangat lelah menghadapi muridnya yang satu ini. Hampir setiap hari, Nathan terus berurusan dengan BK, bahkan di catatan BK banyak sekali nama Nathan yang tertulis dengan rapi.
“Nathan, kamu tidak capek ibu hukum terus? Ibu saja capek Nath ngurusin kamu terus” Ujar Bu Yunia lelah
“Engga itu Bu, Kalau ibu lelah yaudah gak usah dikasih hukuman aja Bu. Makasih loh Bu, kalau begitu saya kembali ke kelas dulu ya Bu” Ujar Nathan sopan, setelah itu ia langsung pergi dari ruang BK tanpa menunggu persetujuan dari gurunya
__ADS_1
Bu Yunia hanya bisa menghela nafas untuk kesekian kalinya saat menghadapi tingkah Nathan yang seperti ini. Semua guru sudah hafal dengan sikap Nathan yang seperti itu, bahkan orang tuanya sudah beberapa kali dipanggil namun, sikap Nathan tak kunjung berubah juga.
...••🐣••...
Sesampainya dikelas Nathan langsung duduk disebelah Michelle yang kini tengah sibuk dengan buku-bukunya. Michelle sama sekali tidak melirik kearah Nathan yang terus memperhatikannya.
“Chel, gue disini loh” Ujar Nathan jengkel karena Michelle sama sekali tidak menggubrisnya
“Hmm, iyya gue tau. Ada apa?” Tanya Michelle tanpa menoleh kearah Nathan
“Liat gue dulu Chell, ngapain sih lo? Bukannya hari ini gaada tugas?” Nathan tambah jengkel karena Michelle masih sama sekali tidak meresponnya dengan baik. Setelah itu Nathan langsung menutup semua buku-buku yang ada didepannya Michelle, hingga membuat Michelle mendengus kasar
“Ada apa Nathan? Ada yang bisa gue bantu?” Tanya Michelle dengan nada yang dibuat buat
“Ya engga sih, lagian lo fokus amat sama buku-buku itu. Gue malah dicuekin terus, gausah dianggap aja sekalian” Nathan mendesah kasar
Michelle menatap Nathan bingung. “Lo kenapa sih Nath, ada masalah? Obat lo habis?” Ujar Michelle
“Dah lah, capek gue. Ngambek gue sama lo!” Sinis Nathan
“Lah, ngambek ya ngambek aja, dasar aneh!” Balas Michelle tak kalah sinis. “Oh ya, tadi lo kemana kok gak kelihatan di lapangan upacara? Bolos lagi lo?” Ujar Michelle mengalihkan pembicaraan
“Terus gimana? Lo dihukum berarti?”Tanya Michelle penasaran
“Engga juga, gue ga dihukum kok. Orang Miss Yunia udah capek ngehukum gue” Jelas Nathan membuat Michelle membulatkan matanya sempurna
“Lo ga mau berubah Nath? Lo ga kasian sama diri lo sendiri?” Ujar Michelle
Nathan melirik Michelle sekilas, ia tersenyum getir. “Apa kata nanti aja Chel” Ujar Nathan, Michelle menatap Nathan dengan tatapan yang berbeda. Ia bisa melihat sikap lain dari Nathan yang cukup berbeda, namun, Michelle masih belum mengetahui ada apa dengan Nathan sebenarnya.
Grusak grusuk di kelas mulai terdengar di telinga Nathan dan Michelle, banyak siswa-siswi yang melihat kearah mereka yang duduk berdua di bangku barisan paling depan. Mereka semua membicarakan tentang perilaku Michelle dan Nathan yang semakin dekat, banyak yang mengira mereka berdua memiliki hubungan khusus, namun, di sisi lain juga banyak yang tidak menyukai dengan hubungan mereka berdua.
“Haduhhh, masih pagi udah pacaran ajaa. Tau tempat dong seengaknya” Cibir salah satu teman sekelasnya
“Masih pagi udah ngebacod aja, minimal kalau ga tau apa-apa gausah sok tau! Daripada nanti ujungnya gue bikin nyesel lo” Balas Michelle tegas
“Hadehh, gausah sok jagoan Chel, mentang-mentang cowok lo jagoan kelas gitu? Cih, baru punya cowok segitu aja bangga” Ujar Cindy sinis
__ADS_1
“Lohh, ya harus bangga dong! Daripada lo, mulut segitu aja dibanggain. Ga ada manfaatnya” Sarkas Michelle
Teman-teman satu kelasnya hanya menyimak pembicaraan mereka, kini mereka berdua menjadi pusat perhatian kelas karena ulah mereka sendiri.
“Chel, lo beneran pacaran sama Nathaniel?” Tanya Nisa memecahkan suasana tegang diantara Michelle dan Cindy
“Udah berkali-kali gue ngomong, gue cuma temenan sama dia!! Kalau ga percaya, tanya aja sama orangnya langsung!!! Pagi-pagi ngrusak mood gue aja anjing” Jawab Michelle emosi
“Gue nanya baik-baik, kok lo jawabnya ngegas!! Bisa santai dikit gak bangsatt!!” Sarkas Nisa
Michelle yang moodnya sedang tidak baik-baik saja, ia memutuskan untuk pergi keluar dari kelas daripada ia tambah emosi karena mulut teman sekelasnya. Michelle melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke tempat yang lebih tenang.
“Nath, lo beneran pacaran sama tuh cewek?” Tanya Nisa
“Bukan urusan lo!” Sarkas Nathan
...••🐣••...
Sudah memasuki jam ke-6 pelajaran namun Michelle tak kunjung kembali ke kelas, semua guru menanyakan kemana sebenarnya dia namun tidak ada yang tahu. Bianca dan Reva juga sudah berusaha menghubungi Michelle namun tidak ada balasan darinya.
“Eh Nath, lo tau ga Michelle kemana? Soalnya dari tadi gue hubungin ga dibales” Tanya Bianca
Nathan menoleh kearah Bianca dan Reva dan mengedikkan bahunya. “Gue gak tau” Jawab Nathan cuek
“Lah bukannya lo deket sama dia yah, kok lo bisa ga tau?!” Ujar Bianca ngegas
“Deket bukan berarti gue selalu tau dimana Michelle bodoh!!” Sarkas Nathan
Setelah itu Reva dan Bianca langsung diam tak berani menanggapi lagi. Namun, sebenarnya Nathan dari tadi juga khawatir karena Michelle tak kunjung kembali dan tidak mengabarinya sama sekali. Ia terus mengecek ponselnya berharap Michelle menghubunginya, namun, nyatanya tidak. Bahkan pesannya yang tadi saja belum dibalas oleh Michelle.
...••🐣••...
Jangan lupa like, komen, vote, favorit and follow ya green
Happy Reading, karya pertama jangan lupa tinggalkan jejak kalian
Yuks absen guys, biar bisa kenal:)
__ADS_1
Vhyy06<3