
hujan turun di malam itu, suasana semakin sepi di kota itu, mungkin karena hujan ,jadi orang jadi malas untuk keluar rumah.
walaupun hanya sekedar beli sesuatu.
di sana di ujung jalan tampak seorang wanita berlari dengan tergopoh-gopoh , dia seperti di kejar oleh seseorang.
dan benar saja, ada enam orang lelaki bertampang sanggar yang sedang mengejar nya.
wanita itu amat ketakutan, dan dia terus berlari hingga masuk gang buntu, wajah nya terlihat pucat, sesekali kilat di angkasa menerangi wajah nya.
keenam lelaki itu tertawa melihat wanita itu tak bisa berlari lagi.
salah satu dari mereka mendekati wanita itu, dan tersenyum penuh nafsu.
" mau kemana lagi kau cantik?" kau tak bisa lagi lari dari kami",! lelaki itu tersenyum sinis.
" ampun lepas kan saya"! wanita itu terlihat ketakutan , dengan tangan gemetaran wanita itu memohon.
" udh lah " gw udh cape dari tadi ngejar ngejar ini cewe"! udh kaya film India aja"! cepat kita bawa dia ke bos"! salah satu dari mereka berbicara sambil maju kedepan.
" ampun jangan bawa saya" saya mohon tolong lepaskan saya"! wanita itu terus meronta tak mau .
tapi apa lah daya tenaga seseorang wanita, melawan enam orang pria tak akan mampu.
dengan paksa keenam lelaki itu membawa wanita itu pergi dari tempat itu.
hujan semakin lebat , dan malam menjadi saksi sebuah kekejaman manusia.
wanita itu terus di bawa ke sebuah bangunan besar , dan mewah yang ada di kota itu.
di depan gedung itu telah berdiri seorang lelaki setengah baya , yang terlihat amat kejam.
wajah nya yang putih dengan matanya yang agak sipit, terlihat kalau lelaki itu masih ada keturunan cina.
wanita itu di dorong oleh salah satu lelaki itu , hingga jatuh di depan lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
tatapan sinis terlihat dari mata lelaki itu, dengan geram lelaki itu menjambak rambut wanita itu.
" dasar wanita tak tau di untung" berani beraninya kamu kabur dari saya"! Lelaki itu menampar pipi wanita itu dengan keras.
hingga wanita itu terjatuh tersungkur kebelakang.
" ampun tuan" jangan sakiti saya"! saya cuma mau pulang tuan" anak saya sakit"! wanita itu memelas.
lelaki itu tertawa terbahak-bahak, mendengar wanita itu memohon.
" kamu adalah pelacur" tugas mu belum selesai " bagaimana bisa kamu pergi seenaknya"! Lelaki itu menatap tajam kearah wanita itu.
" bawa dia kekamar dua dua" disana sudah ada tamu " yang harus di layani nya"! lelaki itu tersenyum lebar.
wanita tak berdaya itu hanya diam, saat di tarik tangan nya, air matanya menetes dari pipinya.
pikiran nya hanya satu, anak nya.
sementara itu di kamar dua dua sudah menunggu dua lelaki berbadan besar dan bertampang sanggar.
dan seorang berbadan besar pun keluar, dengan senyum yang lebar.
" ini wanita yang anda pesan tuan" cantik bukan?" lelaki bertubuh besar itu tertawa lebar, matanya menatap wanita itu dengan buas.
" aku percaya kalau rumah bordil kalian ini " selalu menyediakan wanita wanita cantik" ! jawab lelaki berbadan besar.
lelaki itu merogoh kantong celananya,dan mengeluarkan beberapa uang lembaran .
dan menyerahkan nya kepada lelaki yang tadi membawa wanita.
" terimakasih tuan" selamat bersenang-senang"! lelaki itu pun pergi ,meninggalkan si wanita bersama lelaki bertubuh besar.
lelaki bertubuh besar itu menarik si wanita untuk masuk kedalam kamarnya, disana sudah menunggu satu lelaki yang sama.
mata wanita itu melotot ketakutan, terlihat keringat membasahi wajahnya yang cantik.
__ADS_1
" Yan " biar aku dulu yang memakai wanita sundel ini" biar dia tau bagaimana nikmatnya bercinta dengan kita"! lelaki itu tertawa terbahak-bahak memperlihatkan giginya yang hitam berbau busuk.
" tak usah terlalu manis dii" kita biasa bermain bertiga" lelaki yang bernama yan itu maju dan menjambak rambut wanita itu , hingga wanita itu meringis kesakitan.
lelaki yang bernama Didi pun tak kalah sadis , dia mengigit payudara wanita itu hingga berwarna biru kehitaman.
wanita malang itu hanya bisa menjerit kesakitan, tanpa bisa melawan atau pun lari dari tempat itu.
air matanya berlinang bercampur dengan keringat.
kedua lelaki biadab itu memperlakukan wanita malang itu bagaikan seekor bintang.
tiada lagi belas kasihan di hati mereka .
wanita itu merintih kesakitan, tapi si Didi terus mereka berdua melakukan pelecehan itu.
" kalian bagaikan bintang"! itu yang keluar dari mulut wanita itu, seluruh tubuh nya biru biru
mata pun bengkak karena di pukuli oleh mereka.
Yan tertawa puas, Didin masih saja menggeluti wanita itu , dan akhirnya yan menyuruh wanita itu meminum ****** nya hingga habis.
" bagian mana ?" enak bukan pelacur"! kau tau berapa aku mesti bayar kamu ?" tiga bulan gajih ku"! Yan menampar pipi wanita itu hingga tersungkur dan membentur dinding kamar itu.
wanita itu tak bergerak lagi, darah keluar dari bibir wanita itu.mata nya melotot .
dua lelaki itu tampak ketakutan.
" Yan " kau sudah membunuh nya"! si Didi tampak mulai memakai pakaian nya.
" tapi kamu tadi yang memukuli nya sampai seperti itu"! sahut si Yan.
kedua lelaki berengsek itu pun segera meninggalkan kamar itu, mereka pergi lewat pintu belakang gedung itu.
bersambung ya KK..
__ADS_1
saya tunggu komentar dan klik serta vote nya ya..agar saya semakin semangat untuk lanjut menulis