
din menatap tajam kearah Alisa,dan merasa ketakutan,entah mengapa dia ada rasa takut menghadapi seorang wanita.
biasanya Din amat buas dan ganas bilang bertemu dengan yang namanya wanita.
Yan Yang sejak tadi berdiri di depan pintu mulai mencium gelagat yang sangat tak bagus, apalagi melihat wajah Din yang pucat.
Alisa tersenyum menatap kearah yan, yang telah lupa dengan wajah Alisa, tersenyum penuh arti.
din yang melihat gelagat gila yan merasa kesal, tapi tak bisa berbuat banyak, karena di samping nya ada Alisa, yang terus menatap nya penuh dendam.
dengan gemas Alisa menarik tangan Din dan mengajak nya keluar dari warung, karena dia tak mau warung itu menjadi hancur oleh nya.
Yan Yan punya pikiran kotor langsung cengar-cengir tak karuan.
"gila kau Din"! pake ilmu apa kau sampai bisa cewe secantik ini ngebet kaya gitu" yan tertawa terbahak-bahak,beda dengan Din .
yang pucat dan tak bisa berkutik, dengan satu hempasan,tubuh Din terlempar di jalan.
dengan geram Alisa menarik tangan Din yang dulu pernah mencekik leher, hingga putus.
Yan yang melihat kejadian itu mundur kebelakang,dan mulai mencari sesuatu benda, untuk memukul Alisa.
sementara tukang warung itu meringkuk di bawah kolong meja.
"bagaimana Din?"masih kah kau ingin merasakan apa yang aku rasakan saat itu"mata Alisa merah menyala, menatap Din yang tak bisa bergerak.
"ampun Alisa"! jangan bunuh aku"alisa tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Din.
'kau minta ampun?" kau tak ingat ********"dulu aku meminta dan memohon dengan mu"! tapi kau tak perduli"! dengan buas Alisa memutuskan kepala Din.
darah pun muncrat dari leher yang tak berkepala itu, melihat hal itu,Yan menjerit kencang.
__ADS_1
"dasar wanita setan"! kau sangat kejam"Yan melempar batu besar kearah Alisa yang sedang berdiri di sampingnya mayat Din.
dengan satu gerakan,batu itu di tangkap nya,Alisa menyeringai seram kearah yan.
melihat itu Yan berlari menjauh dari Alisa.
Yan berlari seperti orang kesetanan tak perduli dengan apapun, tujuan nya cuma satu,dia tak mau tertangkap dengan Alisa.
melihat Yan lari,Alisa tertawa terbahak-bahak.
"lari lah yan"! sembunyi lah"!Alisa membiarkan yan pergi, dengan santai Alisa meninggalkan mayat Din di jalan.
melihat itu tukang warung itu jatuh pingsan.
keesokan harinya, tempat itu pun ramai di datangi pihak berwajib,dan tulang warung itu menjadi saksi atas pembunuh itu.
dengan terbantah bantah tukang warung itu menceritakan semuanya,dan dia memberikan ciri ciri dari Alisa.
di sebuah rumah mewah yang penghuninya mati gantung diri.
"maaf pak "! kejadian ini hampir sama dengan keluarga yang mati dengan gantung diri"lelaki itu menatap atasnya dengan hormat.
pak Gatot terdiam sesaat lalu mangut mangut, seperti Mulai mengingat.
"kau benar Heri"! ini hampir sama pelaku nya"pak Gatot mengajak Heri untuk menjauh dari tempat itu.
"seperti nya kasus ini semakin menarik aja "aku semakin penasaran Heri"! pak Gatot menatap bawahan nya dengan senyuman penuh arti.
"lalu kita mesti bagaimana pak?"Heri menatap pak Gatot yang sedang menatap kearah jalan.
"kita selidiki "! aku ingin mengungkap kejadian ini secara tuntas.
__ADS_1
setelah itu pak Gatot dan Heri meninggalkan tempat kejadian itu
sementara itu nenek indah mulai merasakan khawatir dengan keadaan Alisa, yang sudah beberapa hari tak ada kabar nya.
sedangkan indah selalu menanyai keberadaan ibu nya.
"sabar ya indah"! ibu mu pasti akan pulang"kamu harus banyak berdoa sama Alloh"agar Alloh memberikan kesehatan dan keselamatan untuk ibu mu"indah memeluk nenek.
wanita tua itu pun mencium rambut cucunya dengan hari, walaupun dia tau entah yang datang itu Alisa atau bukan.
karena perasaan nenek indah merasa aneh dengan Alisa,dia sangat berbeda.
sementara itu alisa sendiri kembali ke penginapan yang dia sewa.
"pasti polisi sedang melacak keberadaan ku"tapi aku tak perduli"aku bisa pindah ke tubuh yang lain yang"! jika tubuh ini sudah terancam"! Alisa tersenyum sangat seram.
"aku harus punya tubuh yang cocok dengan keinginan ku"!baik lah aku harus selesai kan dulu misi ku"! dan aku tak akan lewat kan kesenangan ku "! Alisa tersenyum di kaca,dia menatap wajah nya yang terlihat mulai pucat.
"tubuh ini"! mulai tak enak lagi untuk aku tempati"hawa panas didalam tubuhnya terasa tak baik dengan ku"! mungkin orang tuanya yang selalu mengirimkan doa untuk nya"Alisa berbicara sendiri.
di buka nya baju nya ,di lihatnya tubuh Alisa yang mulai membiru dan terlihat mulai tak segar.
"gawat"! tubuh ini sudah akan busuk"aku harus cepat cari raga yang bagus lagi"! Alisa pergi ke lemari pakaian,dia memilih pakaian yang cocok untuknya.
dan menutup wajah nya dengan sapu tangan.
"aku akan cari mangsa malam ini"! wanita cantik dengan tubuh yang sangat aduhai"! aku harus pulang kerumahnya Alisa"! menemui anak dan emaknya"! walaupun hanya sebentar"! kasihan anak nya.
selesai berbicara Alisa pun meninggalkan kamar itu.
bersambung ya kk
__ADS_1