
bos Santo terbaring di sofa, mata nya menatap Widya penuh gairah, sementara Widya dengan genit berjalan kearah bos Santo.
" duduk lah dekat sini"! bos Santo menuju kursi kosong dekat di sebelah nya.
" bos sakit ya?" suara Widya manja, bos Santo tak menjawab, tangan nya langsung meraih dagu Widya, dan melumat bibir merah Widya.
dengan rakus Widya pun membalas ciuman bos Santo.
mereka saling mengigit dan berdesah panas, seakan mereka tak tau kalau ada anak buah nya Disana.
" Widya" puaskan aku malam ini sayang"! suara bos Santo terdengar mesra dan menahan nafsu.
Widya tertawa nakal, " bos " pasti tau kan ?"bos Santo tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan dari Widya.
dengan malas bos Santo membuka laci mejanya, dan mengeluarkan dua gepok uang lembaran .
Widya menatap kerah uang itu dan tersenyum puas , dengan bayaran yang di terima nya.
" aku tak akan mempersoalkan status ku bos"! Widya terus membelai dada bidang milik bos Santo.
sementara bos Santo asyik mempermainkan ****** susu milik Widya,
" kamu gak usah merajuk seperti itu sama aku Wid"! aku tak pernah kan tak memberi apa yang kamu mau"! bos Santo mengecup mesra bibir Widya.
malam itu Widya dan bos Santo berulang kali menikmati nafsu mereka, sampai keduanya terkapar tak sadarkan diri, karena kelelahan.
sementara itu Nedi dan teman nya sudah sampai di luar kota, mereka mencari tempat yang aman untuk membuang mayat Alisa.
" bos ini kaya nya tempat yang aman untuk membuang mayat Alisa"! anah buah Nedi menuju kearah sumur tua yang ada di pinggir sawah.
Nedi tersenyum,melihat kearah sumur tua itu.
" terkadang otak kamu pintar juga" ayokk cepat turun kan mayat itu" dan buang kedalam sumur itu" sebelum ada yang melihat kita"!
__ADS_1
anak buah Nedi membopong mayat Alisa turun dari mobil, lalu memasukkan nya kedalam sumur tua.
" ayok cepat kita tinggalkan tempat ini"! mobil itu pun berlalu dengan cepat, meninggalkan tempat itu.
pagi pun telah tiba, matahari bersinar dengan indah nya.
pagi itu indah dan nenek nya sudah bangun.
mereka bersiap siap untuk pergi ke pasar, karena neneknya Indah berdagang sayuran di pasar .
" nek" kata mamah semalam" aku gak boleh nakal" dan harus menurut sama nenek"! indah menatap nenek nya sambil tersenyum ceria.
" sudah lah sayang" kita doakan saja biar mamah sehat dan selalu selamat ya"! nenek mencium indah penuh kasih.
baru saja nenek mau mengunci pintu rumahnya, tiba tiba ada mobil berhenti di depan rumah nya.
dari dalam mobil itu turun lelaki berbadan besar, yang tak lain dia adalah Nedi.
Nedi menyalami tangan nenek indah, dia pun pura pura baik dan berkata santun.
nenek indah pun kaget, kok amplop itu sama dengan yang di berikan Alisa semalam.
" memang mamah ku kapan pulang om?" indah bertanya sambil menangis.
Nedi tampak gugup menjawab nya,
" sabar ya " nanti juga mamah kamu pulang kok"! oh ya nek" saya mohon pamit ya"! selesai memberikan amplop nya, dia pun langsung pergi meninggalkan rumah nenek indah.
nenek indah tampak bingung, Karena baru semalam Alisa pulang, dan memberikan nya uang.
Kenapa sekarang dia dapat amplop lagi, hati nenek indah semakin gelisah , dia menyadari ada yang tak beres dengan anak nya.
mata tua itu menatap jauh kedepan sana, seakan ada yang dia lihat.
__ADS_1
" kamu dimana nak?" tiba tiba bibir tuanya berkata lirih.
indah yang melihat nenek nya termenung, di depan rumah, merasa bingung.
" nek"kita jadi gak kepasar?" Indah memegang tangan nenek nya.
nenek indah memeluk indah, dan nenek tua itu pun menangis, hatinya seperti tau , kalau Alisa tak ada lagi.
sementara itu Nedi sudah sampai di rumah bordil, dia segera mencari bos nya.
" mana bos?" Nedi bertanya kepada teman nya yang sedang duduk di pos jaga.
" bos ada di dalam" tapi sepertinya masih molor deh"! teman nya tertawa penuh arti.
Nedi pun paham maksud teman nya, apalagi yang di lakukan bos nya itu.
selain bersenang senang dengan para pelacur cantik itu.
" dengan siapa dia tidur?" Nedi penasaran.
" dengan Widya" kan bos mah bebas "! mereka pun tertawa terbahak-bahak.
" emang lu udh pernah ngerasain tidur Ama Widya?" si Nedi bertanya sama teman nya .
yang di jawab dengan gelengan kepala.
"boro boro gua tidur Ama dia" cium pipinya aja belum pernah"! jawab dia.
Nedi tertawa geli mendengar pengakuan polos temannya itu.
" lu mau tau rasanya?" Nedi menggoda teman nya, yang di balas serius.
" emang lu udh ?" Nedi mengganggu kan kepala nya.
__ADS_1
bagaimana kelanjutan nya kk
kita tunggu ya sampai lusa