
tujuan Alisa saat ini ialah rumahnya, dia ingin melihat anak dan ibunya, walaupun dia sadar separuh jiwa nya ,bukan lagi dirinya.
saat matahari terbit, Alisa sudah sampai di depan rumah nya, dia pun turun dari mobilnya., berlahan lahan di ketuk rumah itu, tok tok tok ., terdengar sahutan dari dalam rumah, suara yang tak asing di telinga Alisa , emak.
wajah tua itu tampak kaget, saat menjumpai orang yang mengetuk pintu rumahnya, di peluknya Alisa dengan perasaan haru, Sudah mau satu Minggu lebih Alisa tak ada kabar nya., di tatapnya wajah Alisa , dan emak terlihat menyipit kan matanya.
seperti ada yang berbeda dari Alisa, tapi emak gak tau apa yang berbeda itu.
" Mak " indah mana?" suara Alisa membuat emak kaget dari pikiran anehnya.
" masih tidur Lisa" mungkin dia terlalu lelah " kemaren emak ajak Indah berjualan di pasar"! Alisa meninggalkan emak yang sedang sibuk di dapur, di bukanya kamar nya , terlihat indah sedang tertidur pulas.
di Elus nya pipi bocah kecil itu, air mata Alisa menetes di pipinya, matanya penuh kesedihan dan tiba tiba mata itu berubah menjadi beringas dan liar.
" kau tak boleh cengeng" ingat tujuan mu aku hidup kan " bukan menjadi orang cengeng" balas lah dendam mu"! ingat waktu mu sempit"! batin Alisa.
sementara itu Nedi menemani Mia yang sedang lahiran di rumah bersalin, tak berapa lama seorang dokter keluar dari kamar bersalin.
" maaf dokter bagaimana keadaan ibu dan bayinya?" Nedi bertanya kedokteran tersebut, dokter tersenyum kearah Nedi.
" Alhamdulillah pak " ibu dan bayi nya selamat" silahkan bapak lihat istri bapak"! Nedi kaget mendengar ucapan dokter tersebut, tapi dia tak banyak bicara, langsung masuk kedalam ruangan.
di lihatnya Mia sedang berbaring lemah , di hampiri nya Mia., Mia menatap Nedi sesaat matanya mencari Santo, tapi sosok itu tak ada di ruang itu., seolah Nedi paham apa yang di cari Mia.
" bos gak bisa datang mba"! suara Nedi pelan , seakan takut Mia marah.
" dia tak perduli lagj dengan aku " bahkan anaknya sendiri" ! Mia menangis , dia tak kuat menahan sakit hatinya terhadap Santo., sementara Nedi jadi bingung sendiri.
tak berapa lama ponsel milik Mia berbunyi , Nedi mengambil kan nya di atas meja, di lihat oleh Mia, dari orang tuanya.
__ADS_1
selesai berbicara , Mia menatap Nedi .
" orang tua ku mau datang dari kampung Nedi" tolong jemput ya di stasiun"! Mia menatap sendu kearah Nedi., entah mengapa Nedi merasa benci dengan Santo, yang sudah menyakiti perasaan Mia.
" baik mba" saya akan jemput"! mba mau saya pesan kan makanan?" Nedi menawarkan makan , tapi Mia menolak nya.
" kapan saya mesti ke stasiun nya mba?" Nedi menatap kearah Mia yang sedang terdiam.
" nanti sore Nedi"! Sekarang kamu boleh pergi" biarkan saya sendiri" dan nanti saat jemput orang tua saya" jangan bilang apa apa tentang mas Santo"! Mia memalingkan mukanya, seakan dia tak mau , air matanya di lihat oleh Nedi.
Nedi mohon pamit dia ingin pergi menemui bos Santo, Mia mengganguk pelan.
sementara itu indah tampak gembira melihat mamah nya sudah pulang, di pelukannya tubuh mamah nya , bocah kecil itu terlihat begitu rindu dengan mamah nya itu.
" mamah " jangan pergi lagi ya"! indah gak mau mamah pergi"! Alisa memeluk anaknya , di cium nya putri semata wayangnya itu.
" Mak " Alisa memanggil emaknya yang sedang memasak, wanita tua itu menghampiri Alisa , dan menatap anak nya, entah mengapa dia merasa tak mengenali mata itu., itu bukan mata Alisa, batin emak .
" Lisa mau pergi sore ini Mak" tolong Mak jaga indah ya"! si emak diam , cuma menatap indah yang masih asyikk bermain boneka.
" kamu mau kemana Lisa?" si emak bertanya pelan, Alisa tersenyum.
" Alisa mau ke kang Damat emak"! si emak kaget mendengar nama Damat.
" untuk apa kamu kesana Lisa?" apa kah kamu gak malu?" menemui lelaki tak bertanggung jawab itu"! si emak terlihat emosi, Alisa cuma tersenyum melihat emak marah marah.
" Mak ada yang tak bisa Lisa Bicara kan dengan emak"! tapi apa yang Lisa lakukan sebaliknya dari pikiran emak"! si emak terkejut mendengar ucapan Alisa.
Alisa tak pernah berbicara kasar kaya gitu, siapa kah orang ini ?" si emak bertanya dalam hati.
__ADS_1
" ya sudah kalau kamu memang ingin pergi juga" hati hati lah Lisa"! ingat kamu punya anak "! si emak menatap indah teduh.
anak kecil itu sangatlah malang , rintih batin emak.
sementara itu bos Santo masih asyikk tertidur dengan Lusi , saat Nedi mengetuk pintu kantor nya, maklum kantor Santo ada tempat tidur pula.
tak berapa lama Lusi keluar membuka kan pintunya, Nedi melihat wanita itu masih memakai pakaian semalam.
" mana bos Lis?" Nedi bertanya dengan ketus, Lusi melengos pergi kedalam tanpa menjawab., di ikuti oleh Nedi yang langsung duduk di sofa.
tak berapa lama bos Santo keluar dengan mata masih mengantuk.
" ada apa Nedi?" bos Santo menatap Nedi dengan setengah sadar.
" mba Mia sudah lahiran bos" dan anaknya laki laki bos "! bos Santo langsung duduk tegak., terlihat senyum di wajahnya .
" terus kenapa kamu kemari?" dan Mia dengan siapa di sana?" bos Santo cemas, Nedi menatap nya sinis.
" mba Mia yang menyuruh aku bos "! untuk menjemput orang tua nya nanti sore di stasiun"! Nedi menjelaskan.
" apa " mertua aku mau datang?" Santo tampak bingung., Nedi menatap Lusi yang duduk di samping Santo.
" sudah bos tenang aja" tadi mba sudah menyuruh aku untuk tutup mulut di depan orang tuanya"! Santo terharu mendengar cerita Nedi, sebegitu peduli nya Mia terhadap nya, hingga keburukan nya saja, orang tuanya tak boleh tau.
' kenapa kamu tak pulang Lusi ?" Nedi bertanya sambil memandang sinis kearah Lusi, wanita bergelayut manja di tangan bos Santo.
"oh ia Nedi" aku mau nikah sirih Ama Lusi esok Nedi"! bos Santo menggenggam tangan Lusi erat.
bersambung
__ADS_1