
Tapi, Mr bukan berarti saya akan menikah dengan mu" aku terus bersih keras menatap tidak suka atas keputusan sepihak dari pemilik Little Heaven itu. "Saya tidak bisa menolak jadi menurutlah" aku menatap jengah, dia terus saja memaksakan kehendaknya begini nih jika berkerja termakan oleh ucapan sang mantan.
♡♡♡♡♡
"Sepertinya ada yang harus kita bicarakan" ucap gray yang tengah bercermin dengan handuk di kepalanya dia mengosok-gosakan pada rambutnya. "Memang harus di bicarakan" aku membalas dengan sinis, pandangan ku dengan gray bertemu dia menatapku dari pantulan cermin.
Gray hanya menatapku sebentar sebelum akhirnya dia melanjutkan kegiatannya tanpa sedikit mengubisku, kan benar dia terlalu kaku dan serius aku membenci hal itu.
"Kau harus segera menceraikan aku" rasanya bibirku tidak tahan lagi untuk mengatakan itu. Reaksi gray biasa saja dia tidak menanggapi berarti dia setuju untuk segera menceraikan ku ?.
♡♡♡♡♡
"Kapan kau akan mengajukan surat gugatan cerai ?" Gray segera meletakan makananya dan menatapku dengan tatapan tajam tidak seperti kemarin yang santai-santai saja, jujur saja aku merasa muak dengan semua yang berada dalam pikiranku "bisa kita bicarakan nanti saja" dia bukan memberikan ku pertanyaan tapi dia hanya mempertegaskan jika ia tidak ingin dibantah. "Aku muak dengan semua ini" yah padahal ini baru 2 hari aku menjadi istrinya tapi sudah muak bahkan aku tidak tinggal bersamanya.
"Bukankah kita sepakat jika kita tidak butuh untuk tinggal bersama ? Kau bebas apa yang membuat mu muak hah ?" Setelah lama dia terdiam akhirnya dia mengeluarkan suaranya berbeda dengan tadi dia menatap ku dengan santai namun nada bicaranya sedikit menusuk "tetap saja ada yang menjanggal dipikiranku" aku berucap dengan jujur "Jika begitu jangan dipikirkan" sialan sekali jika aku bisa melakukannya mungkin aku tak akan mengutarakannya padanya.
__ADS_1
"Jika begitu kau tidak boleh menyempuri urusanku terkeculi kantor seperti kesepakatan kemarin" tanpa ingin berlama-lama aku keluar dari tempat ini.
Yah begitulah diriku yang terus tidak terima jika kenyataannya aku sudah tidak lajang pasalnya aku merupakan wanita berkalir yang tidak pernah sedikit pun berpikir untuk menikah sialan.
Seharusnya aku bersyukur karena bisa terjebak didalam pernikahan bersama dengan Gray Wesley, dia merupakan pria berusia 34 tahun dia mapan, tampan, memiliki tubuh yang bagus, tidak merokok, baik dan dia juga tidak punya catatan buruk yang dalam artian dia tidak pernah melakukan kriminal dan kekerasan terhadap siapapun. Dia sempurna di usianya 34 tahun itu bahkan dia merupakan orang yang didambakan banyak wanita disana tapi demi apapun dia bukan tipe ku dia terlalu kaku dan pasif.
♡♡♡♡♡
"Kau tau jika bukan karena kau memberi peluang untuk grape dia tidak mungkin menggoda kau" aku menatap gray dengan kecewa, setelah dibuat terlena dengan dirinya aku malah dibuat terjatuh begitu dalam karena penghianatan yang dia lakukan bersama sahabatku.
"Bukan seperti itu zarees---" belum sempat gray menyeselaikan ucapannya aku sudah terlebih dahulu menahan ucapannya dengan mengangkat kedua tanganku "aku menyerah gray, memang sejak awal semuanya tidak baik. Ini semua hanya salah paham dan aku semakin salah paham dengan perlakuan mu" tidak ingin lagj mendengar kelanjutan ucapan gray aku keluar dengan membanting pintu dan pergi begitu saja.
♡♡♡♡♡
Saat aku masih berada dalam rangkulan ayah mendengar ponselku yang berdering aku menatapnya sebentar setelah sekian lama akhirnya aku mengaktifkan kembali ponselku. Dari nomer rumah sakit sekatika perasaanku memburuk setelah aku mengangkatnya tatapan ku kosong semua tenaga ku seakan sudah habis tidak bersisa ketika mendapatkan kabar itu.
__ADS_1
"Zarees !" Ayah terus memanggil namaku dan menepuk pelan pipiku, posisinya telah bergeser jadi menghadap kearahku aku hanya menatapnya dengan tatapan kosong. "Gr---gray ayah" aku linglung harus seperti apa menceritakannya karena rasa sesak dihatiku sulit untuk dilawan.
"Iya" ayah masih menunggu aku menyempurnakan ucapanku "dia--dia kecelakaan" setelah berhasil mengucapkan itu aku menangis dengan histerisnya hingga semua ke keluarga dan tetangga mengumpul membuat kerumunan aku yang berada dalam pelukan hangat ayah hanya bisa menangis.
________________________
Itu hanya beberapa cuplikan yang akan kalian baca dalam cerita ini, ada yang penasaran bagaimana terusan cerita ini ? Mari baca.
Sama sekalian Kalian bisa baca Cerita Grape di "Incaran Om-Om"
______________________________________
[Rabu, 20 April 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
__ADS_1
Ig : Sfiranjk341
Terima kasih telah mampir