Marry Passive Boss

Marry Passive Boss
Four


__ADS_3

Hari itu juga gray tidak langsung membiarkan ku pergi pulang, alasannya karena sedang ada badai hujan di luaran sana aku tidak ingin mengenal pada dasarnya memang sedang ada hujan.


Jadi aku memutuskan naik kembali ke tempat tidurnya aku tidak mengubiskan tatapan mengejek dari gray karena aku cukup merasa kesal atas apa yang dia lakukan pada ku. Aku kembali terbangun siang dan tak menemukan keberadaan gray aku mendudukkan diriku sambil menunggu kantuk ku hilang saat aku terdiam tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka menampilkan sesosok gray yang baru saja selesai mandi dia keluar hanya menggunakan handuk yang menutupi bawahnya saja aku hanya menatap sebentar hanya untuk mengamati tapi tunggu.


Aku kembali menatapnya dengan seksama sialan tubuhnya sangat bagus, aku memalingkan wajahku yang sudah sangat panas ini, gray memgambil kemejanya dan celana dari lemari itu aku hanya mengamati dari ujung mataku. Tepat saat pria itu akan mengenakan pakaiannya di depanku aku langsung melemparkan bantal "kenapa ?" Gray dengan wajah polosnya bertanya kenapa, sialan "kenakan dikamar mandi" aku langsung memalingkan wajahku kembali. Gray pun tak banyak tanya dia kembali masuk kedalam kamar mandi.


Aku bangun dan merapihkan tempat tidur itu aku ingin keluar dari kamar tapi aku takut menemukan pemandangan seperti semalam dan terdengar juga suara angin menerpa kaca dengan kencang, aku yang terlihat kebingungan itu terbaca oleh gray "Kau ingin keluar ?" Tanya gray yang berdiri dibelakangku aku menganggukan kepalaku tanpa menatapnya toh dia yang berjalan terlebih dahulu dan keluar sambil menutup pintu kembali.


Aku menghembuskan nafas kenapa sekarang aku merasa sedang diculik saja, saat aku akan berjalan kembali ke sofa pintu itu kembali terbuka dan menampilkan ruangan itu terang dan jendela disana sudah ditutupi gordeng. Aku keluar dan menghampiri tas ku terlebih dahulu aku melihat gray yang sedang berada di dapur "Kau biasa sarapan dengan makanan berat atau makanan ringan ?" Suara barinton itu terdengar kembali, gray menatap ku "aku biasanya makanan berat" aku berdiri dan menghampiri gray dan duduk di patry aku menatap nya yang sedang berkutat dengan peralatan masak.


Jika dipikir-pikir gray itu memang tipe pria yang sempurna dia bisa melakukan apa saja, jika saja dia tidak kaku dan aku juga menyukainya mungkin aku akan merasa senang bisa menikah dengannya hanya saja aku memang tidak menyukainya jadi apapun yang menurut orang lain yang harus aku syukuri malah menjadi salah di mataku. "Gray, sampai kapan kau akan mempertahankan pernikahan ini ?" Tanyaku aku hanya ingin memastikannya jika dia tidak berpikir jika pernikahan ini akan selamanya, aku paranoid untuk itu tak menjawab gray hanya menaikan sebelah halisnya meminta penjelasan lebih.


"Kau tidak akan berpikir jika pernikahan ini sungguhan kan  dan akan mempertahankannya ?" Aku yang menopang dagu berbicara dengan santai padahal aku takut setengah mati gray juga tidak menjawab dia malah fokus dengan masakan nya "bagaimana jika saya akan mempertahankan pernikahan ini ?" Aku melotot saat pria itu berucap seperti itu dia memberikan satu piring yang berisikan telur, sosis dan beberapa potong sayuran.

__ADS_1


"Aku pikir lebih baik jangan melakukannya, karena kau pantas mendapatkan wanita lain yang lebih baik" aku menatap gray dengan sungguh-sungguh karena aku berpikir jika aku bukan wanita baik-baik dan aku terlalu punya obsesi, "kenapa ?" Aku bingung apa harus aku mencari alasan apa agar membuatnya juga yakin untuk menceraikan ku "aku itu kasar" yah laki-laki sepertinya aku pikir dia tidak akan menyukai wanita kasar "hm" dia hanya berguman tidak jelas sepertinya itu kurang membuatnya tidak menyukaiku.


"Aku tidak bisa memasak" kali ini aku yakin dia akan berpikir dua kali jika ingin mempertahankan pernikahan ini, dia menatapku sebentar dan mengangguk "tidak akan masalah" aku cukup terkejut dengan apa yang pria itu ucapkan bagaimana dia sesantai itu "aku tidak bisa masak dan tidak bisa mengerjakan tugas rumah loh apa kau tidak akan keberatan ? Mungkin saja aku tidak akan bisa mengurusmu" Aku harap dia akan keberatan "Tidak masalah, saya pikir tidak semua wanita didunia ini harus bisa masak dan melakukan pekerjaan rumah. Karena saya pikir kamu itu wanita berkalir" aku menarik napasku berat kenapa dia malah berujar seperti itu yang membuatku terkesan. "Yah aku memang menyukai kalirku bagaimana jika aku memprioritaskan kalirku dibanding kau ?" Dia akan berpikir abis ini "tidak masalah" sialan.


Aku memakan sarapan ku sambil berpikir ada satu hal yang aku pertimbangkan "gray, aku tidak pantas dipertahankan karena aku seseorang yang rusak" aku berguman aku menundukan kepalaku dalam aku berharap dia tidak akan mendengarnya. Tapi sepertinya salah dia mendengarnya karena dia menatapku dengan tatapan menuntut aku menarik nafasku panjang semoga aku akan kuat untuk menyampaikannya karena aku juga tidak ingin suatu saat nanti aku malah menyukainya dan dia mengetahui masa lalu ku yang kelam dan pergi meninggalkan ku yang membuatku hancur.


"Aku tidak utuh, mungkin wanita yang sudah tidak perawan itu sudah biasa karena mereka melakukannya dengan kekasih mereka. Tapi aku tidak a-a-aku sudah tidak perawan sejak aku menginjak High School mereka merampasnya dan menyumpahiku" entahlah rasanya begitu sakit saat aku mengingatnya.


Tak ada suara tertawa tak ada suara orang berbicara tapi ada sebuah tangan yang menyentuh bahu ku dan gray menyentuh daguku agar terangkat aku membuka mataku menatapnya dia tidak bersuara dia hanya memelukku, sebentar dia memelukku ? Apa aku semenyedihkan itu ? Tapi aku tidak perduli karena aku butuh sandaran saat aku mengingat kepingan pahit tentang masalaluku itu aku tidak membalas pelukan gray tapi aku hanya pasrah bersandar pada dadanya.


♡♡♡♡♡


Siang badai sudah redah dan aku akan berpamitan pada gray tapi yang aku dapatkan dirinya yang bersih keras mengatakan akan mengantarku. Aku tidak kehabisan akal untuk menolaknya jadi aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Saat sampai didepan gedung apartemen ku aku tidak langsung keluar aku ingin mengucapkan terima kasih tapi bibirku terlalu kaluh, gray menyodorkan ponselnya dan aku menatapnya dengan tatapan bodoh "masukan nomer mu" aku mengangguk dan mengambil ponsel itu, ini cukup canggung sebenarnya dan aku tidak bisa menolaknya karena aku cukup malu memikirkan apa yang aku ceritakan tadi "Terima kasih Mr" setelah memberikan kembali ponselnya pada pemiliknya aku segera keluar dari mobilnya itu.


Saat sampai di unit apartemen ku grape sudah menatapku dengan tatapan bertanya "kau diantar siapa ?" Aku memutarkan mataku "Teman kantor" aku mendudukan diriku di sofa bersama dengan sahabatku ini "pria ?" Aku mengangguk "apa kalian menghabiskan malam bersama ?" Aku terkejut ketika dia bertanya seperti itu "tidak, kenapa kau berpikir aku seperti itu" grape menatapku dengan tatapan menyelidik aku yang gelagapan mencoba mengalihkan dari tatapannya "kau menggunakan baju orang itu" ah iya aku lupa mengganti bajuku dan aku juga meninggalkan bajuku di apartemen gray berserta dalaman ku dan seketika aku terkejut karena bagaimana jika pria itu melihatnya. Sialan zarees kenapa kau seceroboh itu.


______________________________________


[Jumat, 22 April 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah


Ig : Sfiranjk341


Terima kasih telah mampir

__ADS_1


__ADS_2