Marry Passive Boss

Marry Passive Boss
Three


__ADS_3

Yah semuanya berjalan seperti semula tidak ada gangguan dari gray lagi, hidupku kembali seperti biasanya. Hari ini aku sedang Lembur di kantor pukul sudah menunjukan 09:43 dan aku masih disini sendirian aku harus membereskan beberapa berkas yah setelah mendapatkan promosi untuk menjadi manager umum aku tidak menyia-nyiakannya jadi sebisa mungkin aku mendapatkan posisi itu.


Diluar sana gerimis mulai membasahi bumi aku melihat sebentar pada jendela awan disana terlihat tebal mungkin saja hujannya akan lebat dan lama sebelum aku terjebak di kantor sebaiknya aku pergi sekarang. Dengan tergesa-gesa aku membenahi semua barang ku dan mematikan komputer. Aku berdiri didepan lift menunggu pintu itu terbuka, saat lift terbuka didalam sana ada gray aku menatapnya segan tapi keadaan mendesak jadi aku tetap masuk kedalam.


"Ekhm" mendengar suara batuknya aku jadi tidak enak mungkin dia juga tidak nyaman atas keberadaan ku disini. "Maaf" aku hanya bisa berguman seperti itu. "Kenapa baru pulang ?" Aku terdiam sebentar dia bertanya padaku ? Jika bertanya pada orang lain rasanya tidak mungkin karena disini hanya ada aku dan dia, aku menatap punggung nya yah karena aku ada dibelakang dia. "Saya lembur Mr" aku bersyukur karena dia tidak bertanya kembali.


Lift sudah sampai di lantai dasar sebelum keluar gray mengeluarkan kembali suaranya "Tunggu saya didepan" saat ingin menolak pria itu langsung pergi meninggalkan ku, aku menarik nafasku dan menghembuskannya kasar. Apa maksudnya coba "good evening ma'am" sapa satpam yang menjaga di pintu masuk "good evening, sir" balas ku tak sampai berbincang-bincang mobil gray sudah terparkir didepank ku dia menurunkan kaca menyuruhku masuk, aku tersenyum kearah satpam itu seraya berpamitan.


"Dimana kau tinggal" mendengar pertanyaan seperti acuh tak acuh itu membuatku berpikir apa harus memberi tahu nya atau turun di sini saja, "terima kasih sebelumnya tapi aku pikir kau bisa menurun kan ku di halte depan" sebisa aku melembutkan suaraku agar ramah untuk didengar dan dia tidak akan menolaknya. "Sudah larut bus sudah berhenti beroprasi" aku menatap pria disampingku yang fokus menyetir itu.


"Tempat ku jauh dan berlawanan dengan tujuan mu" aku mencari-cari alasan agar dia tidak mengantarku pulang saat menunggu keputusannya dia memberhentikan mobilnya di sisi jalan dan saat aku membuka pintu siap untuk menutup pintu tiba-tiba hujan turun begitu lebat dan disertai petir rasanya aku ingin mengutuk semua yang ada didunia ini. Aku kembali masuk kedalam dengan wajah tanpa dosa aku tersenyum pada gray "aku ikut berteduh" gray terlihat datar sebelum akhirnya dia membuang muka apa dia tidak menerimakehadiran ku. "Hujannya lebat dan itu tidak baik untuk terus mengemudi, sebaiknya kau ikut dengan saya ke apartemen" Jika di antarkan pulang saja aku sudah menolak apa lagi dibawa ke apartemen tapi sebelum bibirku mengeluarkan protes itu aku melihat memang hujan begitu lebat bahkan membuat pandangan buruk belum lagi jalan akan begitu licin itu sangat bahaya tapi, di apartemen bersama seorang pria juga sama bahaya nya.


Saat aku masih bergelut dengan pikiranku mobil ini sudah berhenti dan akh melihat sekeliling yang sudah berada di sebuah parkiran. Gray segera turun dari mobil dengan segera aku mengikutinya karena disini cukup gelap dan itu sedikit horor, dari belakang sini aku terus mengikuti langkah gray sampai di unit seperti apartemen nya entah ini lantai berapa aku tidak melihat karena aku sibuk dengan ponsel ku.


Grape


Really?


Tapi kau akan pulangkan ?

__ADS_1


Aku tidak tau


Hujannya begitu lebat mungkin


saja aku menginap dikantor atau


dihotel, jadi tetap di apartemen


jangan lupa untuk mengunci pintu


Baiklah, jaga dirimu baik-baik


Aku tidak membalas pesan terakhir grape aku langsung memasukan kembali ponselku saat gray mempersilahkan ku untuk masuk, gray masuk kesalah satu kamar disana dan dia kembali bersama handuk ditanganya "keringkanlah, jika kau ingin mandi kau bisa dikamar itu" gray menunjuk tempat dia masuk tadi "aku tidak membawa pakaian ganti" aku menerima handuk yang pria itu kasih "Kau bisa menggunakan baju saya didalam sana" aku ingin menolak tapi aku melihat diriku dipantulan cermin begitu menyedihkan belum lagi bajuku terlihat menerawang.


Aku terpaksa membawa kedalam, sekitaran setengah jam aku habiskan untuk mandi akhirnya aku keluar saat tubuhku segar dan wangi ini mirip wangi gray. Alangkah terkejutnya ketika mendapati gray yang sedang tiduran di tempat tidur sana, aku ingin masuk kembali kedalam kamar mandi tapi gray sudah melihat diriku jadi aku pakaian untuk keluar.


"Saya lupa memberi tahu jika disini hanya ada 2 kamar dan kamar satunya belum saya bersihkan" Entahlah aku rasa berada didekat gray akan memperpendek usia ku karena dia seperti kotak kejutan banyak sekali kejutannya yang membuat jantung ku berhenti berdetak. "Tak apa aku disini hanya ikut meneduh jika hujan sudah berhenti aku akan pergi, jadi aku bisa nunggu di ruang tadi" tak ada jawaban dari gray saat membuka pintu kamar itu pemandangan yang aku temui ruangan gelap disertai dengan pemandangan kilat dari kaca sana. Aku baru menyadari jika apartemen ini menggunakan full kaca di ruang tunggu itu.


Aku menutup pintunya kembali dan menatap ruangan ini dan berjalan menuju sofa disana "kenapa tidak jadi ?" Aku ingin memaki diriku karena nyatanya gray menyadari hal itu. "Sepertinya menunggu diruangan ini jauh lebih baik karena memiliki penghangat" bumi bisakah kau menelanku saja karena rasanya malu sekali.

__ADS_1


Tak ada respon dari gray dan aku yang duduk disofa hanya berharap jika hujan cepat reda rasanya badan ku sakit sekali dan mataku sudah tidak bisa dikondisikan karena mengantuk.


♡♡♡♡♡


Entah sudah berapa lama aku tertidur saat aku membuka mataku aku berada diatas tempat tidur bersama dengan gray yang memeluk pinggang ku, jelas saja aku langsung terbangun dan menyingkirkan tangan gray dengan kasar sepertinya itu membuat gray terbangun.


Aku dengan segera masuk kedalam kamar mandi dengan jantung yang berdetak tak karuan, bagaimana bisa aku berada di tempat tidur bersama gray padahal semalam aku ingat dengan jelas jika aku berada di sofa.


Aku membasuh wajahku dan menatap pantulan diriku di cermin sana belum juga detak jantung ku normal sekarang jantungku sudah dibuat maraton lagi ketika aku melihat tanda kebiruan yang berada dileher ku, aku tau pasti tanda apa ini karena grape pernah menceritakannya. "Grayyyyy" teriakku dengan kesalnya, saat itu juga gray membuka pintu dengan wajah khawatir tapi saat melihat diriku yang masih menghadap cermin dan memegang area kebiruan itu gray langsung mengubah ekspresi nya.


"Ada apa ?" Tanyanya tanpa dosa "apa maksud mu meninggalkan ini ?" Aku menunjukkan tanda itu dan dia masih saja santai "anggap saja itu bayaran untukku karena sudah mempersilahkan mu singgah disini dan tidur bersamaku" tanpa menjelaskan lebih gray pergi meninggalkan ku begitu saja.


Apa katanya anggap jika ini caraku membayar karena singgah disini, sial padahal aku tidak memaksa hanya dia yang membawaku kesini.


______________________________________


[Rabu, 20 April 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Ig : Sfiranjk341


Terima kasih telah mampir


__ADS_2